Seputar Finansial https://seputarfinansial.com/ Tujuan Finansial <p>Di blog ini sering menulis kalimat ”Tujuan Finansial”, sebenarnya apa yang disebut tujuan finansial? memangnya tujuan-tujuan apa yang bisa dicapai? dan bagaimana menerapkannya pada diri kita?.</p> <p><em>Disclaimer</em>: seperti yang ditulis di halaman about, pengertian, jalan dan asumsi yang saya gunakan berdasarkan pengalaman dan ada juga hasil membaca.</p> <p>Membuat tujuan finansial memang agak sulit, hal ini karena bisa berbeda setiap orang, berbeda juga setiap umur, bisa berbeda kapan memulai, karena setiap orang unik, memiliki situasi keuangan yang berbeda, sosial ekonomi berbeda, hubungan dengan uang yang bisa juga berbeda, bergantung pada lingkungan, dan tempat dibesarkan, tapi ada beberapa dasar yang bisa digunakan sebagai acuan untuk membuat tujuan finansial.</p> <p>Di sini kita coba bagi tujuan finansial berdasarkan jangka waktu, karena ini yang bisa diaplikasikan, dan paling mudah dipahami, untuk itu dibagi 3 jangka waktu</p> <ul> <li>Tujuan finansial jangka pendek</li> <li>Tujuan finansial jangka menengah</li> <li>Tujuan finansial jangka panjang</li> </ul> <h3 id="tujuan-finasial-jangka-pendek">Tujuan finasial jangka pendek</h3> <p>Untuk tujuan finansial jangka pendek, ini biasanya tujuan-tujuan yang bisa dicapai dengan ”mudah”, dan dalam jangka waktu pendek, karena tentunya mengumpulkan uang atau investasi sebesar 3 milyar bukan termasuk tujuan finansial jangka pendek.</p> <p>Jangka pendek ini bisa berarti satuan waktu yang pendek, atau juga sesuatu yang sebisa mungkin dilakukan dalam waktu yang singkat.</p> <p>Hal yang bisa dilakukan dalam jangka pendek antara lain</p> <ul> <li> <h4 id="memuat-sistem-budget-dan-pencatatan-pengeluaran">Memuat sistem budget dan pencatatan pengeluaran</h4> <p>Hal ini tentu sering <a href="/metode-budgeting/">sekali mendengarnya</a>, bahkan mungkin berulang-ulang <a href="/budgeting/">ditulis di sini</a>, tapi memang ini satu fondasi juga agak bisa lebih memahami kebiasaan kita dan juga bagaimana kita memperlakukan uang, dan bisa lebih memahami nilai psikologis kita terhadap uang, untuk memahami ini budgeting bisa menjadi barometer.</p> </li> <li> <h4 id="buat-dana-darurat">Buat dana darurat</h4> <p>Ini juga hal yang sering <a href="/menabung-menyiapkan-dana-darurat/">diulang-ulang</a>, karena memang penting, dana darurat bisa menjadi bantuan jika sedang kesusahan, misalkan sedang ada phk masal, sakit yang perlu ada uang cash (meski sebaiknya memiliki asuransi), formulanya senyamannya kita bagaimana, ada yang memiliki acuan 6 bulan gaji atau sejumlah 6 bulan pengeluaran, lebih banyak lebih baik yang pasti.</p> </li> <li> <h4 id="lunasi-hutang-jika-ada">Lunasi hutang (jika ada)</h4> <p>Ini mungkin masuk ke sesuatu yang sebaiknya dikerjakan secepat mungkin, dilunasi, meski idealnya tidak perlu sampai memiliki hutang, jika ada, lunasi secepatnya, misalkan hutang kartu kredit, selain ini bisa menjerat, juga memiliki bunga yang sangat tinggi, jadi hati-hati, selalu bijaksana menggunakan kartu kredit.</p> </li> </ul> <p>Ditahap ini selalu waspada untuk tidak membuat hutang baru atau yang bisa membuat <a href="/inflasi-gaya-hidup/">gaya hidup kita naik</a> (lifestyle inflation).</p> <h3 id="tujuan-finansial-jangka-menengah">Tujuan finansial jangka menengah</h3> <p>Setelah berhasil melakukan tujuan jangka pendek, sudah membuat sistem budget, memiliki dana darurat dan (mudah-mudahan) tidak memiliki hutang lagi, kita mulai memikirkan dan membuat tujuan jangka menengah.</p> <p>Tujuan finansial jangka menengah, lebih ke hal yang tidak pendek dan tidak juga terlalu panjang dalam arti waktu, dan lebih menantang, gol yang akan dicapai tidak dicapai dalam waktu yang singkat, hal seperti melunasi mobil, memiliki asuransi, mulai melakukan <a href="/investasi/">investasi</a>.</p> <p>Tujuan finansial jangka menengah bisa menjadi jembatan untuk finansial jangka pendek dan jangka panjang</p> <h3 id="tujuan-finansial-jangka-panjang">Tujuan finansial jangka panjang</h3> <p>Tujuan finansial ini, seperti namanya, bukan hal yang yang dilakukan sebentar, dibutuhkan waktu, hal yang menyangkut pensiun, rumah, investasi jangka panjang, pendidikan perguruan tinggi anak, ini bisa dikategorikan jangka panjang.</p> <p>Investasi adalah salah satu bagian dari jangka panjang, karena kita tentunya menginginkan kehidupan yang lebih baik ketika kita tua nanti, sejahtera, tidak membebani orang lain, terutama anak. Dengan melakukan investasi sedini mungkin, secepat mungkin, menjadi semakin banyak waktu menjadikan nilai investasi kita lebih bernilai. JIka belum memiliki investasi, lakukan secepatnya.</p> <p>Instrumen investasi bermacam-macam, ada dalam bentuk saham, reksa dana, obligasi berjangka, atau bisa saja memiliki rumah, kos-kosan yang bisa disewakan dan menjadi sumber pendapatan untuk nanti jika sudah tidak bekerja atau sudah bukan umur produktif (asumsi 65 tahun).</p> <h4 id="penutup">Penutup</h4> <p>Meski dalam finansial sebenarnya tidak ada yang bisa dibilang akhir tujuan, karena jika kita sampai disatu tujuan, maka akan ada tujuan lain, misalkan, tujuan sekolah anak, dari SD sampai kuliah, target yang dicapai tentunya selalu bergerak, tidak ada angka pasti, tapi setidaknya kita memiliki satu kisaran yang bisa kita gunakan sebagai acuan, hal ini juga agar kita bisa fokus dan bisa <a href="/6-kesalahan-finansial-yang-sering-terjadi/">menghindari kesalahan</a> yang mungkin terjadi.</p> <p>Tanpa target, acuan, agak susah untuk mencapai tujuan finansial.</p> Wed, 20 Nov 2019 00:00:00 +0000 https://seputarfinansial.com/apa-saja-tujuan-finansial-dan-membuatnya/ https://seputarfinansial.com/apa-saja-tujuan-finansial-dan-membuatnya/ Cek up finansial sebelum membuat blueprint tujuan finansial <p>Membuat tujuan-tujuan finansial memang susah-susah gampang, saya sendiri masih mencoba-coba apa yang bisa berjalan atau apa yang cocok buat saya, tetapi memang ada benang merah yang bisa dikerjakan secara paralel sembari membuat tujuan, ada baiknya juga melihat keadaan kita yang sekarang dulu, semacam financial checkup.</p> <p>Jadi sebelum mendefinisikan, membuat gol (misalkan tabungan pendidikan anak, rumah), tidak ada salahnya kita melakukan financial self-checkup pada keadaan kita sekarang dulu, sebelum membuat rencana finansial (financial blueprint), hal-hal yang bisa diperhatikan sebelum memulai (setidaknya ini yang saya lakukan), hal ini juga agar lebih mudah <a href="https://seputarfinansial.com/memahami-kinerja-keuangan-pribadi/">memahami kinerja finansial kita sendiri</a>, hal tersebut kurang lebih,</p> <h4 id="ketahui-jumlah-kekayaan-saat-ini">Ketahui jumlah kekayaan saat ini</h4> <p>Hal ini dilakukan agar kita tahu sedang berada dimana, dalam artian, dengan mengetahui hal ini, beberapa tujuan, gol, bisa memiliki awalan jika ada yang sejalan, misalkan sekarang memiliki rumah, dan punya gol memiliki bisa punya properti untuk disewakan, maka ini bisa jadi awal mula, meski nanti ada upaya untuk memisahkan antara rumah tinggal, dan rumah sewa, apakah memiliki 2 itu, atau lebih nantinya.</p> <p>Aset-aset yang ada bisa didata, baik yang wujud fisik, atau misalkan dalam bentuk saham, reksa dana atau aset lain, untuk aset yang sekiranya tidak ada angka pasti (misal rumah), kita bisa mengeluarkan angka estimasi yang bisa dijadikan basis, dan menjumlahkan itu.</p> <p>Juga jangan lupa untuk melakukan audit untuk hutang-hutang yang dimiliki, atau liabilitas, misalkan cicilan rumah, mobil, dan lainnya yang sifatnya harus mengeluarkan uang, kemudian lakukan perhitungan jumlah kekayaan dikurangi dengan liabilitas, dan itulah jumlah kekayaan bersih.</p> <h4 id="ketahui-jumlah-uang-yang-dimiliki-saat-ini">Ketahui jumlah uang yang dimiliki saat ini</h4> <p>Hal ini bisa dilakukan dengan cara mengecek tabungan kita saat ini, berapa arus kas yang ada, dari uang masuk dan uang keluar setiap bulannya, kemudian jika memiliki akun BPJS JHT, lihat juga saldo yang ada disitu, atau kalau punya jenis tabungan pensiunan lain seperti DPLK, bisa dicek juga.</p> <h4 id="ketahui-pengeluaran-pengeluaran-saat-ini">Ketahui pengeluaran-pengeluaran saat ini</h4> <p>Poin di atas menyebutkan mengenai arus kas, mengetahui pengeluaran-pengeluaran(https://seputarfinansial.com/ketahui-pengeluaran-pengeluaran/) bulanan yang ada agar bisa lebih mudah memproyeksikan pengeluaran yang akan terjadi dikemudian hari, dan juga coba hindari kesalahan-kesalah finansial yang sering terjadi(https://seputarfinansial.com/6-kesalahan-finansial-yang-sering-terjadi/).</p> <h5 id="apakah-memiliki-sistem-budget">Apakah memiliki sistem budget?</h5> <p>Hal ini biasanya bagian yang tidak disukai, budgeting(https://seputarfinansial.com/metode-budgeting/), kita mencatat pengeluaran-pengeluaran berdasarkan budget yang kita buat sebelumnya, ditambah, terkadang budgeting bisa berubah setiap bulannya, tergantung waktu, tapi tetap harus masuk akal. Sistem budgeting tiap orang bisa beda, cari saja yang sekiranya cocok untuk diterapkan diri sendiri.</p> <p>Dengan melakukan financial self-checkup seperti di atas, setidaknya memberi kita gambaran apa yang bisa ditambah, dikurangi, atau memikirkan ulang strategi yang bisa dilakukan, artikel selanjutnya akan membahas apa saja tujuan finansial yang bisa kita terapkan.</p> Wed, 13 Nov 2019 00:00:00 +0000 https://seputarfinansial.com/check-up-finansial-sebelum-membuat-blueprint-tujuan-finansial/ https://seputarfinansial.com/check-up-finansial-sebelum-membuat-blueprint-tujuan-finansial/ Bank Digital: Jenius <p>Seperti yang ditulis sebelumnya tentang bank digital, artikel kali ini akan mencoba membahas produk bank digital dari masing-masing bank yang saya sempat tulis sebelumnya, ini murni pengalaman saya menggunakan produk bank digital tersebut, ada bank online yang saya belum miliki akunnya.</p> <p>Bank digital yang akan saya coba bahas adalah</p> <ul> <li>Jenius dari bank BTPN</li> <li>Digibank dari bank DBS</li> <li>D-Bank dari bank Danamon</li> </ul> <p>Topik bahasan akan menyentuh poin pembukaan akun, aktivasi akun, fitur yang disediakan oleh aplikasi, suku bunga, fasilitas yang ada.</p> <h3 id="pembukaan-akun-jenius">Pembukaan akun Jenius</h3> <p>Pembukaan akun di Jenius bisa dilakukan melalui aplikasi mobilenya (iOS, Android) atau mendatangi service point Jenius atau mendatangi cabang bank BTPN (BTPN purnabakti, Sinaya), kita akan fokuskan pembukaan akun aplikasi-nya. Pada langkah awal, calon nasabah akan diminta untuk mengisi data diri seperti email, nomor handphone (yang mana ini jadi identitas untuk username dan OTP), kemudian calon nasabah akan diminta photo dari KTP, selfie dengan KTP dan NPWP (jika ada).</p> <h3 id="aktivasi-akun">Aktivasi akun</h3> <p>Aktivasi akun saat ini di Jenius, seperti yang diatur oleh OJK, aktivasi bisa dilakukan melalui mekanisme video call (mungkin nanti berubah seiring kemajuan teknologi, sedang digarap aturan untuk biometrik).</p> <h3 id="fitur">Fitur</h3> <p>Jenius memiliki fitur yang lumayan lengkap, fitur banking pada umumnya disediakan, seperti transfer, cek saldo, histori transaksi, dan beberapa fitur yang unik yang bisa saya <em>highlight</em> seperti berikut :</p> <h4 id="save-it">Save it</h4> <p>Berisi jenis tabungan lain selain saldo utama, di sini dikenalkan FlexiSaver, DreamSaver dan MaxiSaver.</p> <p><strong>FlexiSaver</strong>, rekening tabungan tambahan yang bisa digunakan untuk penyimpanan uang selain saldo utama.</p> <p><strong>DreamSaver</strong>, rekening yang bisa dibuat dengan tujuan agar bisa mencapai sejumlah uang yang direncanakan, biasanya orang-orang menggunakan ini untuk tabungan pendidikan, liburan, atau membeli barang, nasabah bisa membuka lebih dari satu DreamSaver.</p> <p><strong>MaxiSaver</strong>, ini lebih ke deposito, term deposit, nasabah menyimpan sejumlah uang yang ditentukan jumlahnya, minimum 10jt, disimpan minimum 1 bulan, ada beberapa model deposito yang ditawarkan, ARO (ketika deposito mature, misal 1 bulan, uang dan bunga ditransfer ke saldo utama), AROP (ketika mature, uang prinsipal dimasukan kembali ke deposito, sedang bunga yang didapat dikirim ke saldo utama), AROPI (ini favorit saya, uang dan bunga dimasukan kembali ke deposito, dan terus bergulir, compounding, bung berbunga)</p> <h4 id="card-center">Card Center</h4> <p>Di sini pusat kartu-kartu yang disediakan Jenius, mCard adalah kartu utama, e-Card adalah kartu virtual, biasanya digunakan untuk transaksi online, dan xCard adalah kartu debit yang bisa digunakan selain mCard, maksimum xCard yang bisa didapat adalah 3 kartu fisik.</p> <h4 id="loan-flexicash">Loan (FlexiCash)</h4> <p>Ini adalah fitur pinjaman yang disediakan oleh Jenius, jumlah pinjaman yang bisa dipinjam tergantung dari Jenius, biasanya dimulai dari 50juta.</p> <h4 id="awards">Awards</h4> <p>Jumlah free transfer ke bank lain, yang biasanya bank lain mengenakan biaya, di Jenius gratis biasanya 25 kali perbulan, dan diperbarui tiap bulan</p> <h4 id="e-wallet">E-Wallet</h4> <p>Kumpulan E-Wallet yang saat ini banyak digunakan, GoPay, OVO, Dana yang bisa dilakukan topup langsung di aplikasi Jenius, transaksi topup ini akan mengurangi jumlah free transfer di fitur Awards.</p> <h4 id="tagihan">Tagihan</h4> <p>Jenius menyediakan fitur untuk membayar tagihan telepon, PAM, listrik, kartu kredit dan lainnya.</p> <h4 id="split-bill">Split Bill</h4> <p>Fitur ini bisa digunakan untuk membagi tagihan makan bareng teman misalkan, kemudian kita bisa managih sejumlah uang yang kita tagihkan ke orang lain dengan menuliskan CashTag-nya.</p> <h3 id="keuntungan">Keuntungan</h3> <h4 id="bunga">Bunga</h4> <p>Bunga yang ditawarkan oleh Jenius lumayan agak tinggi, dan itu tergantung dari jenis tabungannya, seperti yang ditulis di atas, ada beberapa jenis tabungan di Jenius, dan juga kartu (lihat card center), dari link ini https://www.jenius.com/rates-and-limits/ bisa disederhanakan sebagai berikut, suku bunga bisa bergantung pada suku bunga acuan yang dikeluarkan oleh BI.</p> <table> <thead> <tr> <th style="text-align: left">Jenis</th> <th style="text-align: left">Suku bunga</th> </tr> </thead> <tbody> <tr> <td style="text-align: left">Saldo Utama (mCard)</td> <td style="text-align: left">0.5% p.a</td> </tr> <tr> <td style="text-align: left">Valas</td> <td style="text-align: left">0% p.a</td> </tr> <tr> <td style="text-align: left">Cards (ecard, xcard)</td> <td style="text-align: left">0% p.a</td> </tr> <tr> <td style="text-align: left">FlexiSaver</td> <td style="text-align: left">5% p.a</td> </tr> <tr> <td style="text-align: left">DreamSaver</td> <td style="text-align: left">5% p.a</td> </tr> <tr> <td style="text-align: left">MaxiSaver</td> <td style="text-align: left"> </td> </tr> <tr> <td style="text-align: left">10jt - 99.999.999</td> <td style="text-align: left">6% p.a</td> </tr> <tr> <td style="text-align: left">100jt - 499.999.999</td> <td style="text-align: left">6.25% p.a</td> </tr> <tr> <td style="text-align: left">&gt;= 500jt</td> <td style="text-align: left">6.5% p.a</td> </tr> </tbody> </table> <h4 id="transaksi">Transaksi</h4> <p>Transaksi menggunakan Jenius terkadang ada casback, yang pernah penulis dapatkan yaitu cashback belanja online (menggunakan eCard), membeli bensin (cards), lumayan.</p> <p>Dan juga akses ke layanan transaksi luar, misalkan paypal, netflix, spotify dan lainnya, jadi cukup mudah untuk melakukan transaksi di luar Indonesia, kartu bisa juga digunakan di MRT singapura, atau Subway di New York (tergantung stasiun)</p> <p><em>Tulisan ini bisa terus bertambah, dan lain artikel akan membahas bank digital lain seperti yang ditulis di atas</em></p> Mon, 11 Nov 2019 00:00:00 +0000 https://seputarfinansial.com/bank-digital-jenius/ https://seputarfinansial.com/bank-digital-jenius/ Update singkat: Masuk direktori blog di Rockstar Finance <p>Update singkat, beberapa waktu lalu mendaftarkan blog ini di listing directory yang dimiliki oleh Rockstar Finance, Rockstar Finance ini salah satu blog yang sering saya kunjungi, banyak artikel yang bisa dijadikan ilmu di sana.</p> <p>Dan komunitas yang ada lumayan aktif.</p> <p><a href="https://directory.rockstarfinance.com/blogs/3352/Seputar-Finansial">Direktori Rockstar Finance</a></p> Wed, 06 Nov 2019 00:00:00 +0000 https://seputarfinansial.com/listing-di-rockstar-finance/ https://seputarfinansial.com/listing-di-rockstar-finance/ Pisahkan rekening tabungan dan rekening konsumsi <p>Apakah termasuk yang menggabungkan rekening tabungan dan konsumsi dalam satu rekening bank?</p> <p>Biasanya di indonesia, hampir setiap orang memiliki akun bank yang digunakan oleh banyak orang juga dan oleh merchant, pasti tahu nama bank biru itu, karena memang penetrasinya sangat luas, hampir semua bisnis memiliki akun di bank tersebut, hal ini berguna agar kompatibilitas dengan merchan dan sesama nasabah gampang, tidak ada fee yang dikenakan jika sesama bank.</p> <p>Rekening di bank ini boleh dikategorikan sebagai rekening konsumsi, digunakan belanja, atau untuk bayar tagihan-tagihan yang biasanya menjadikan nama bank ini sebagai rekening utamanya.</p> <p>Kenapa dinamakan rekening konsumsi? karena rekening di bank ini hampir tidak akan membuat pertambahan nilai, dari sisi bunga sangat kecil, sangat tidak cocok untuk orang yang mengharapkan bunga sebagai benefit tabungan pada umumnya, bisa dilihat dari tabel suku bunga di bawah</p> <table> <thead> <tr> <th style="text-align: left">Saldo</th> <th style="text-align: center">Suku Bunga (%pa)</th> </tr> </thead> <tbody> <tr> <td style="text-align: left">&lt; Rp 1.000.000</td> <td style="text-align: center">0,00</td> </tr> <tr> <td style="text-align: left">&gt;= Rp 1.000.000 - &lt; Rp 50.000.000</td> <td style="text-align: center">0,10</td> </tr> <tr> <td style="text-align: left">&gt;= Rp 50.000.000 - &lt; Rp 500.000.000</td> <td style="text-align: center">0,25</td> </tr> <tr> <td style="text-align: left">&gt;= Rp 500.000.000 - &lt; Rp 1.000.000.000</td> <td style="text-align: center">0,50</td> </tr> <tr> <td style="text-align: left">&gt;= Rp 1.000.000.000</td> <td style="text-align: center">1,05</td> </tr> </tbody> </table> <p class="center">Berlaku Efektif: 1 Oktober 2019</p> <p>Miris? ya gak apa-apa, memang untuk rekening bank konsumsi ini hal yang wajar, kita tidak mungkin menggunakan bank ini untuk tabungan (misalkan untuk dana darurat, atau investasi aman), dan selain itu perlu <a href="/mengapa-memperhatikan-biaya-admin-itu-penting/">diperhitungakan fee admin</a> setiap bulannya, yang berkisar antara 10.000 - 20.000 tergantung bank konvensionalnya.</p> <h3 id="buka-rekening-di-bank-lain">Buka rekening di bank lain</h3> <p>Sangat disarankan juga memiliki rekening di bank lain selain bank konsumsi, setidaknya memiliki 2 rekening di bank yang berbeda, atau lebih dan pastikan bank selain konsumsi memiliki suku bunga yang cukup tinggi, di sini berguna agar saldo yang ada di rekening tabungan setidaknya bisa mengikuti inflasi yang rata-rata pertahun 3-5% pertahun.</p> <h3 id="lihat-bank-digital">Lihat bank digital</h3> <p><a href="/bank-digital-apa-itu/">Bank digital</a> yang saat ini bermunculan di Indonesia, dan saat ini saling bersaing agar mendapatkan tempat di pengguna perbankan, saling menawarkan promo dan kemudahan-kemudahan lainnya.</p> <p>Bank digital lebih luwes, menawarkan apa yang bank konvensional tawarkan, tetapi dengan tambahan lain, kemudahan akses misalkan, karena semua berjalan di internet, akses via aplikasi smartphone dan kemudahan lainnya, dan biasanya bebas dari fee, misalkan biaya transfer antar bank atau biaya admin ATM.</p> <p>Suku bunga yang ditawarkan bank digital juga sangat menarik, ada yang dimulai dari 3-6%, tentu dengan suku bunga ini lumayan bisa melawan inflasi.</p> <h3 id="penutup">Penutup</h3> <p>Pemisahan rekening bank ini agar kita bisa lebih mudah mengatur keuangan, konsumsi vs investasi, atau sekedar agar saldo tabungan aman, dan dengan memiliki rekening bank yang menawarkan bunga tinggi, kita bisa menambahnya setiap kali ada dana tanpa khawatir dikurangi oleh <a href="/mengapa-memperhatikan-biaya-admin-itu-penting/">biaya admin/fee</a>, dan juga jangan <a href="/investasi/">lupa untuk investasi</a>.</p> Tue, 22 Oct 2019 00:00:00 +0000 https://seputarfinansial.com/pisahkan-rekening-konsumsi-dan-rekening-tabungan/ https://seputarfinansial.com/pisahkan-rekening-konsumsi-dan-rekening-tabungan/ Resesi? apa yang harus diperhatikan <p>Saat ini gencar di <a href="https://www.cnbcindonesia.com/market/20191016144137-17-107476/moodys-risiko-terjadi-resesi-global-sangat-tinggi">berita</a> dituliskan mengenai <a href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20191014191708-8-106953/gonjang-ganjing-resesi-global">resesi</a> ekonomi, perekonomian lesu, perang dagang dan berita yang bisa membuat stres.</p> <p>Terlepas dari apakah akan atau sudah datang resesi ini, untuk yang tidak memiliki sumber keuangan merasa takut mengenai bagaimana nanti, untuk yang memiliki <a href="/investasi/">investasi</a> merasa tidak tenang bagaimana dengan nasib investasinya.</p> <p>Resesi bisa jadi hal yang tidak dapat dihindari, akan selalu ada, tinggal bagaimana kita menghadapinya, kesiapan diri dan tentunya finansial agar bisa tetap maju dan melewati resesi.</p> <p>Agar bisa lebih siap, tidak ada salahnya memperhatikan beberapa hal berikut</p> <h3 id="tetap-tenang">Tetap tenang</h3> <p>Jangan panik, tetap tenang, selain resesi ini akan selalu datang, tinggal jaraknya saja yang berbeda, resesi bisa ada karena ekonomi jenuh, politik, perang, masalah ekonomi global yang berdampak ke ekonomi lokal, dan banyak faktor-faktor lain.</p> <h3 id="dana-darurat">Dana darurat</h3> <p>Sudahkah memiliki <a href="/menabung-menyiapkan-dana-darurat/">dana darurat</a>? jika belum, bisa mulai dipersiapkan, banyak orang menyarankan sejumlah 3-6 bulan pengeluaran setiap bulannya, jadi jika sebulan membutuhkan biaya sebesar 3jt, tinggal kali 3-6.</p> <h3 id="lihat-kondisi-dana-darurat">Lihat kondisi dana darurat</h3> <p>Jika sudah memiliki <a href="/menabung-menyiapkan-dana-darurat/">dana darurat</a>, tidak ada salahnya untuk mengecek ulang dan mencoba kalibrasi, apakah ada kenaikan biaya bulanan misalkan, atau mau menambah jumlah bulan selain 3-6 bulan, lakukan penyesuaian terhadap rasionya.</p> <h3 id="hutang">Hutang</h3> <p>Teliti dan lihat kembali apakah masih ada hutang yang belum lunas, resesi bisa berakibat banyak hal, bisa jadi suku bunga dinaikkan, jika itu terjadi, dan kita memiliki hutang ke bank (atau institusi lain), bisa ikut naik juga, dan akhirnya hutang bisa jadi lebih besar nantinya, membayar hutang bisa membuat hidup lebih ringan.</p> <h3 id="review-ulang-budget">Review ulang Budget</h3> <p>Sudah membuat <a href="/budgeting/">budget</a>? jika belum, saatnya membuat budget. Untuk yang sudah memiliki <a href="/metode-budgeting/">sistem budgeting</a>, melakukan review budget bisa melihat hal-hal yang bisa di-adjust kategori mana saja, terutama jika memiliki hutang, siap-siap potong kategori mana yang bisa dihentikan.</p> <h3 id="review-ulang-investasi">Review ulang investasi</h3> <p>Lihat lagi portofolio <a href="/investasi/">investasi</a> yang dimiliki, apakah ada instrumen yang rentan terhadap resesi, misalkan untuk. yang investasi di saham, ketika resesi kemungkinan portofolio menjadi turun sangat tinggi, bahkan bisa mencapai 30-70% “rugi”, ketenangan dan tetap fokus bisa membantu agar tidak panik, dan mungkin bisa melakukan rebalancing (musti ada postingan terpisah) portofolio, baik membuat persentase obligasi lebih tinggi dari saham/reksadana</p> <h3 id="perhatikan-gaya-hidup-lifestyle">Perhatikan Gaya hidup (lifestyle)</h3> <p>Tidak ada salahnya juga memperhatikan <a href="/inflasi-gaya-hidup/">gaya hidup</a>, dan lebih bisa berhemat, jika iya resesi datang, maka sudah terbiasa dengan hidup hemat, karena resesi biasanya diiringi dengan kenaikan-kenaikan harga bahan pokok dan juga kenaikan harga gaya hidup, <a href="/6-kesalahan-finansial-yang-sering-terjadi/">hindari kesalahan finansial</a>.</p> Wed, 16 Oct 2019 00:00:00 +0000 https://seputarfinansial.com/resesi-apa-yang-harus-diperhatikan/ https://seputarfinansial.com/resesi-apa-yang-harus-diperhatikan/ Bank digital, apa itu? <p>Saat ini banyak bermunculan bank-bank “baru” dengan embel-embel digital, bank-bank digital saat ini mayoritas merupakan menjadi produk tambahan atau anak dari bank-bank konvensional yang sudah ada.</p> <p>Bank digital ini memiliki banyak keuntungan dibanding dengan bank konvensional, meski ada juga kekurangannya.</p> <p>Bank digital atau bank <em>online</em> (daring), adalah bank yang layanannya didapat melalui jaringan internet, keuntungan menggunakan bank digital salah satunya lebih cepat dalam melakukan transaksi kemudian juga lebih nyaman, karena tidak perlu pergi ke bank, akses lebih gampang, karena biasanya menggunakan komputer atau cukup dengan <em>smartphone</em> dan koneksi internet.</p> <p>Ada beberapa bank digital yang saat ini ada (meski ada yang bisa dibilang tidak murni digital) dan banyak yang menggunakan, antara lain</p> <ul> <li><a href="https://www.jenius.com/">Jenius</a> dari bank <a href="https://www.btpn.com/">BTPN</a></li> <li><a href="https://www.dbs.com/digibank/in/default.page">Digibank</a> dari bank <a href="https://www.dbs.com/">DBS</a></li> <li><a href="https://www.danamon.co.id/en/E-Banking/Personal/D-Bank">D-bank</a> dari bank <a href="https://www.danamon.co.id/">Danamon</a></li> <li><a href="https://promo.bri.co.id/main/content/main/bri_mobile">Brimo</a> dari bank <a href="https://bri.co.id/">BRI</a></li> <li>lainnya</li> </ul> <p>Keuntungan menggunakan bank digital selain bisa mengakses dari mana saja, lebih mudah mengakses informasi bank, seperti melihat saldo, investasi, dan lainnya dari komputer atau <em>smartphone</em>.</p> <p>Bank digital tidak memiliki cabang secara fisik seperti bank tradisional (konvensional), tetapi menawarkan fitur yang hampir sama, minus kehadiran fisik gedung atau cabangnya.</p> <p>Kelebihan yang bisa didapat, meski tidak semua, bank digital menawarkan hal yang mirip-mirip, antara lain</p> <ol> <li> <p><strong>Membayar tagihan secara online</strong> <br /> Bank digital biasanya sudah dilengkapi fitur untuk membayar tagihan utilitas dasar seperti listrik, air, beberapa bank digital menggunakan Visa atau Mastercard yang bisa dihubungkan dengan layanan dompet digital yang memiliki cakupan bisa membayar tagihan lebih luas seperti PDAM, BPJS dan lainnya, bahkan ada yang menawarkan cashback.</p> </li> <li> <p><strong>Melihat histori transaksi</strong> <br /> Dengan bank online kita bisa mengakses histori transaksi kita dari manapun, lebih cepat, <a href="/ketahui-pengeluaran-pengeluaran/">pengeluaran apa</a> saja yang sudah kita keluarkan, bahkan jika ada yang aneh dengan transaksi kita bisa lebih cepat mengetahuinya, dan bisa lebih cepat diatasi.</p> </li> <li> <p><strong>Transfer mudah &amp; auto-transfer</strong> <br /> Melakukan transfer sesama atau antar bank lebih mudah dan cepat, Jenius misalkan memiliki fitur untuk membuat banyak rekening dari fitur Dreamsaver, atau fitur auto transfer yang sangat berguna.</p> </li> <li> <p><strong>Rendah atau tidak ada biaya admin</strong> <br /> Karena bank digital tidak perlu memiliki cabang, maka beberapa <a href="/mengapa-memperhatikan-biaya-admin-itu-penting/">biaya admin</a> bisa dikurangi atau bahkan gratis.</p> </li> <li> <p><strong>Bunga menarik</strong> <br /> Biasanya, meski tidak selalu, bunga bank digital lebih besar daripada bunga yang ditawarkan oleh bank konvensional, dan karena biaya admin juga bisa gratis, maka bunga bisa langsung masuk rekening kita tanpa potongan admin (pajak bunga tetap ada)</p> </li> <li> <p><strong>Hemat waktu</strong> <br /> Dengan mengakses komputer atau smartphone, kita tidak perlu datang ke bank, atau mengantri untuk melakukan transaksi, atau sekedar melihat cetak rekening koran, dan waktu bisa digunakan untuk hal lain</p> </li> </ol> <h3 id="perlu-diperhatikan">Perlu diperhatikan</h3> <p>Disamping kelebihan tentu ada kekurangannya, dan yang paling besar adalah bahaya kejahatan cyber, seperti akun bisa dibajak, smartphone yang dicuri, komunikasi disadap, server bank terkena hack dan bahaya cyber lainnya.</p> <p>Bank digital sudah menerapkan keamanan yang berlapis, dari sisi aplikasinya juga, jaringan yang digunakan, dan juga server-servernya, dan juga implementasi mekanisme keamanan seperti OTP, TOTP, 2FA dan lain-lain.</p> <p>Tapi untuk selalu berhati-hati tidak ada salahnya seperti membuat password yang kuat, susah ditebak, jangan menggunakan komputer yang dipakai umum, jangan mengakses bank di jaringan wifi publik, dan proteksi-proteksi lain yang bisa diterapkan sendiri, karena menurut penelitian, justru titik terlemah keamanan terletak dari pengguna sendiri.</p> Thu, 10 Oct 2019 00:00:00 +0000 https://seputarfinansial.com/bank-digital-apa-itu/ https://seputarfinansial.com/bank-digital-apa-itu/ Review: Money Lover, aplikasi manajemen keuangan <p>Mengatur keuangan, budgeting, pemasukan, pengeluaran-pengeluaran kalo ditulis manual memang agak merepotkan, musti bawa kertas atau menuliskan ke notes app di smartphone, penggunaan aplikasi di smartphone seperti aplikasi <a href="https://moneylover.me/">Money Lover</a> sangat membantu.</p> <p>Aplikasi ini yang saya gunakan sehari-hari, bahkan untuk pengeluaran yang terkecil sekalipun, karena menurut saya, penting untuk mengetahui kebiasaan saya dalam mengeluarkan uang, sampai nanti bisa lebih baik dalam mengaturnya.</p> <p>Aplikasi <a href="https://moneylover.me/">Money Lover</a> yang tersedia di <a href="https://play.google.com/store/apps/details?id=com.bookmark.money&amp;hl=en_US">android</a> dan <a href="https://apps.apple.com/us/app/money-lover-expense-tracker/id486312413">ios</a> sejauh saya menggunakannya, aplikasi ini sangat berguna mengatur keuangan, coba kita telusuri fitur apa saja yang ada di dalamnya dan kegunaannya.</p> <h2 id="fitur">Fitur</h2> <h3 id="mengatur-banyak-dompet">Mengatur banyak ‘dompet’</h3> <p>Money Lover memiliki fitur ”Wallet”, untuk membuat dan mengatur banyak dompet, atau saya pribadi sering menganggap ini sebagai konsep amplop, yang bisa saling transfer dan memiliki kegunaan masing-masing, wallet ini bisa dinamakan sesuai dengan amplop uang yang kita punya.</p> <p>Misalkan menamakan wallet-wallet di aplikasi Money Lover dengan nama, BCA, Jenius, Cash, BNI, dan lain-lain.</p> <p><a href="/images/posts/moneylover/wallet-lists.jpg"><img src="/images/posts/moneylover/wallet-list.jpg" alt="" title="klik untuk gambar lebih besar" /></a></p> <p>Nama-nama wallet ini dinamakan agar lebih mudah, dengan mata uang IDR tentunya kalo semua dalam IDR, karena semua transaksi-transaksi yang akan kita buat berdasarkan wallet, jadi misalkan bisa kita ada pembelian dengan BCA, terus dicatat transaksi itu dan akan muncul di histori transaksi BCA (selanjutnya di histori transaksi).</p> <p>Wallet ini juga akan menjadi dasar untuk membuat budget, tagihan, transaksi berulang dan lain-lain, yang semuanya berasal dari alokasi dana yang sudah dibuat di wallet-wallet tersebut.</p> <h3 id="histori-transaksi">Histori Transaksi</h3> <p>Histori ini akan relatif dengan nama wallet, menuliskan transaksi yang dilakukan akan masuk ke masing-masing Wallet.</p> <p>Transaksi ini dibuat dengan menyertakan kategori yang sebelumnya sudah didefinisikan oleh Money Lover, atau kita juga bisa membuat kategorisasi sendiri</p> <p><a href="/images/posts/moneylover/wallet-histori.jpg"><img src="/images/posts/moneylover/wallet-histori-small.jpg" alt="" title="klik untuk gambar lebih besar" /></a></p> <p>Kategori ini tentunya fleksibel, bisa satu kategori bisa dikhususkan untuk satu wallet atau bisa juga buat wallet-wallet lain, ini sangat berguna untuk ketika melakukan evaluasi budget dan pengeluaran.</p> <p><a href="/images/posts/moneylover/kategori.jpg"><img src="/images/posts/moneylover/kategori-small.jpg" alt="" title="klik untuk gambar lebih besar" /></a></p> <h3 id="tagihan">Tagihan</h3> <p>Untuk mengatur tagihan, terutama yang berulang setiap bulannya, atau waktunya yang bersifat tetap, misalkan tagihan cicilan rumah, cicilan mobil, biasanya itu nilai tagihannya tetap.</p> <p><a href="/images/posts/moneylover/bills.jpg"><img src="/images/posts/moneylover/bills-small.jpg" alt="" title="klik untuk gambar lebih besar" /></a></p> <p>Tagihan juga bisa dikategorisasikan</p> <h3 id="budget">Budget</h3> <p>Pada <a href="/budgeting/">artikel sebelumnya</a> pernah dibahas macam-macam <a href="/metode-budgeting/">metode budgeting</a> yang bisa diaplikasikan, pengalokasian/penganggaran atau budgeting dana setiap bulan ini akan terserap oleh transaksi-transaksi yang nantinya dibuat</p> <p><a href="/images/posts/moneylover/food-budget.jpg"><img src="/images/posts/moneylover/food-budget-small.jpg" alt="" title="klik untuk gambar lebih besar" /></a></p> <h3 id="hutang">Hutang</h3> <p>Untuk mengatur hutang dan piutang, orang lain yang meminjam uang dari kita, atau kita. yang meminjam uang ke orang lain, diatur di sini, yang nantinya (mudah-mudahan) kalo orang yang pinjam uang ke kita membayar, akan bisa langsung dimasukkan ke wallet apapun yang kita setting sebelumnya.</p> <p><a href="/images/posts/moneylover/hutang.jpg"><img src="/images/posts/moneylover/hutang-small.jpg" alt="" title="klik untuk gambar lebih besar" /></a></p> <p>Begitu juga kalo kita yang meminjam ke orang lain, akan dialokasikan dari dompet manakah hutang kita tersebut akan dibayarkan.</p> <h3 id="statistik-pengeluaran">Statistik pengeluaran</h3> <p>Money Lover membuat grafik sederhana yang cukup memvisualisasikan budget, pengeluaran kita setiap bulannya, pengeluaran kategori mana saja yang besar, diurutkan berdasarkan besar ke kecil.</p> <p><a href="/images/posts/moneylover/overview.jpg"><img src="/images/posts/moneylover/overview-small.jpg" alt="" title="klik untuk gambar lebih besar" /></a></p> <p>Dari sini kita bisa lebih banyak belajar mengenai kebiasaan-kebiasaan yang kita lakukan, tracking pengeluaran ini penting untuk analisa ke depannya, dan mungkin bisa menghemat satu atau lebih pengeluaran dari kategori tertentu.</p> <p>Selain fitur di atas, Money Lover juga memiliki fitur lain-lain yang tak kalah penting seperti</p> <ul> <li>Dompet Terencana</li> <li>Receipt Scan</li> <li>Trend (pengeluaran yang sering dilakukan)</li> <li>Travel Mode</li> <li>dan lainnya</li> </ul> <h2 id="kustomasi">Kustomasi</h2> <p>Pembuat Money Lover sengaja agar menggunakan aplikasi ini lebih <em>fun</em>, dan bisa lebih atraktif dengan desain-desain ikon yang bisa dibeli dengan kredit, dan ikon-ikon ini bisa digunakan untuk kategori-kategori yang sekiranya cocok.</p> <h2 id="penutup">Penutup</h2> <p>Aplikasi Money Lover ini sudah digunakan hampir setahun, untuk berlangganan premiumnya, saya pikir sepadan dengan kegunaan dan fitur-fitur yang sangat membantu agar manajemen keuangan tidak terlalu memusingkan.</p> <p>Untuk mobile, dan yang tidak begitu suka mengatur keuangan dengan file <em>spreadsheet</em>, aplikasi ini akan sangat membantu.</p> Mon, 07 Oct 2019 00:00:00 +0000 https://seputarfinansial.com/money-lover-aplikasi-ngaturduit-keuangan/ https://seputarfinansial.com/money-lover-aplikasi-ngaturduit-keuangan/ Investasi reksa dana dengan 'uang receh' di BIBIT <p>Saat ini tentunya dompet digital sudah banyak yang menggunakan, ada banyak pemain dompet digital di indonesia, antara lain, <a href="https://www.gojek.com/gopay/">Gopay</a>, <a href="https://www.ovo.id/">Ovo</a>, <a href="https://dana.id/">Dana</a>, <a href="https://www.linkaja.id/">LinkAja</a> dan beberapa yang masih kecil-kecil, saat ini <a href="https://dailysocial.id/post/iprice-report-gopay-as-e-wallet-with-the-biggest-monthly-active-users-in-indonesia/">GoPay masih memimpin</a> untuk dompet digital, diikuti oleh Ovo, Dana, LinkAja.</p> <p>Jumlah merchant/partner masih jadi kunci untuk luasnya penggunaan dan penggunaan, oh, dan tentunya promo, meski untuk GoJek mereka memiliki ekosistem yang mendukung supaya uang yang ada di GoPay bisa lebih berputar.</p> <p>Salah satu penggunaan GoPay itu itu bisa membeli reksa dana, tepatnya membeli reksa dana di <a href="https://bibit.id/">BIBIT</a>, seperti yang sudah ditulis sebelumnya mengenai review saya <a href="/investasi-reksadana-dengan-aplikasi-bibit/">dalam menggunakan BIBIT</a>, dengan menggunakan GoPay sebagai media pembayaran terhitung cerdas, karena menurut saya bisa investasi dengan uang receh “sisa”, sisa dari GoRide, GoFood, yang mana bisa membeli produk reksa dana mulai dari Rp10.000 saja.</p> <p>Ambil contoh produk reksa dana dari Majoris Pasar Uang Syariah Indonesia, bisa dibeli dengan menggunakan uang Rp10.000, dan bayar dengan GoPay, otomatis terverifikasi.</p> <p><img src="/images/posts/reksadana/bibit-gopay.jpg" alt="bibit dan gopay" /></p> <p>Jadi, daripada uang receh itu nganggur, bisa dipakai untuk investasi, seperti kata pepatah, sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit, pelan-pelan bisa nambah dan topup terus investasinya.</p> <p><em><strong>uhuk..</strong> bisa pakai kode referral saya di BIBIT yaitu <strong>tigvgn4</strong></em></p> Thu, 03 Oct 2019 00:00:00 +0000 https://seputarfinansial.com/Investasi-reksadana-dengan-uang-receh-di-BIBIT/ https://seputarfinansial.com/Investasi-reksadana-dengan-uang-receh-di-BIBIT/ Investasi Reksa Dana dengan aplikasi Ajaib <p>Bahasan mengenai <a href="/investasi/">investasi</a> memang sangat menarik, Seperti yang sudah-sudah mengenai aplikasi investasi, terutama reksa dana yang banyak pilihan saat ini, artikel sebelumnya membahas <a href="/perbandingan-bareksa-tanamduit-investree/">Bareksa, Tanamduit, Investree</a>, <a href="/perbandingan-reksadana-di-tokopedia-bukapalak/">tokopedia, bukalapak</a> dan <a href="/investasi-reksadana-dengan-aplikasi-bibit/">Bibit</a>. Saat ini mencoba aplikasi Ajaib, nama unik, dan <a href="https://ajain.co.id/">Ajaib</a> ini satu startup yang didanai oleh <a href="https://sg.news.yahoo.com/online-investment-startup-ajaib-secures-us-2-1m-042353563.html">YCombinator dan Softbank</a>.</p> <iframe width="650" height="415" src="https://www.youtube.com/embed/iZ50C3gZZng" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen=""></iframe> <h3 id="pendaftaran">Pendaftaran</h3> <p>Seperti umumnya aplikasi yang berhubungan dengan finansial, Ajaib membutuhkan data diri berupa nama, nomor KTP, domisili dan beberapa informasi pribadi dan demografik lainnya.</p> <p>Tidak rumit dalam melakukan pendaftaran, dan lumayan terpandu, meski agak kurang di sini hal semacam OCR, jadi manual memasukkan nomer KTP, atau mungkin itu di backlog selanjutnya.</p> <h3 id="aktivasi">Aktivasi</h3> <p>Untuk hal ini juga tidak begitu susah, mungkin karena saya sudah punya IDD sebelumnya, jadi tidak begitu sulit melakukan aktivasi, belum tau kalo yang belum pernah memiliki IDD apakah akan sulit aktivasi atau gampang juga.</p> <h3 id="investasi">Investasi</h3> <p>Untuk memulai investasi, Ajaib sudah membuat beberapa daftar yang dikurasi oleh tim Ajaib sebagai Reksa Dana populer.</p> <p>Juga dibuat semacam reksa dana dengan tujuan tertentu, seperti pensiun, sekolah, umroh atau lainnya, dengan paket-paket reksa dana yang sesuai dengan tujuannya, karena tujuan dan jangka waktu yang ingin dicapai menjadi salah satu faktor untuk memilih reksa dana, baik itu jangka pendek, menengah atau panjang, semua tergantung dari tujuan finansialnya.</p> <p><img src="/images/posts/reksadana/ajaib-dashboard.jpg" alt="" /></p> <p>Dari menu ini, langsung bisa melakukan pembelian produk reksa dana yang diinginkan, dan juga paket-paket yang dikurasi oleh tim Ajaib.</p> <p>Pembelian produk reksa dana memiliki alur yang mirip dengan aplikasi lain, kita memilih jenisnya, setelah menentukan jumlah uang yang akan digunakan untuk membeli produk reksa dana, kemudian diberikan rekening bank kustodian untuk kita bisa mentransfer kesana.</p> <p><img src="/images/posts/reksadana/ajaib-1.jpg" alt="" /></p> <p>Dan untuk yang dibuatkan paket oleh Ajaib, seperti pengalaman dengan BIBIT, karena akan terdapat perbedaan komposisi produk atau kategori reksa dana, maka dana akan ditransfer ke rekening kustodian yang berbeda tergantung dari produk yang dibeli.</p> <p>Tentunya produk reksa dana dari manajer investasi yang kita beli melalui APERD ini akan tercatat semua di <a href="https://aksesng.ksei.co.id/">AKSes KSEI</a>.</p> <p><em>happy investing</em></p> Tue, 01 Oct 2019 00:00:00 +0000 https://seputarfinansial.com/investasi-reksadana-dengan-ajaib/ https://seputarfinansial.com/investasi-reksadana-dengan-ajaib/