Seputar Finansial https://seputarfinansial.com/ Hal kecil <p>Pernah terpikir lampu toilet yang nyala tidak digunakan merupakan satu pemborosan juga?</p> <p>Kasus di atas banyak yang mengalami, banyak hal-hal kecil yang kita pikir tidak akan berakibat banyak, bisa menjadi satu sumber pemborosan uang, tapi karena ini masuk sebagai hal kecil, yang menjadikannya tidak dilihat, atau dipandang sebelah mata.</p> <p>Tentu saja contoh lampu toilet ini bisa diaplikasikan ke hal-hal lain, bisa misalkan ketika gosok gigi, banyak yang tetap menyalakan air krannya, tentu ini berujung pada borosnya air, tagihan air/listrik.</p> <p>Hal kecil lain yang saya sering lihat, monitor laptop/komputer, tidak menerapkan sistem matikan layar jika dalam satuan waktu tidak digunakan.</p> <p>Memang jika melihat hal-hal seperti ini, ada pikiran di kepala, ”<em>halah cuman lampu toilet!</em>”, tapi justru inilah yang menjadikan ini kadang menjadi masalah besar, mindset menyepelekan ini bisa menjangkiti hal-hal lain, termasuk hal yang besar.</p> <p>”<em>Ah cuman dikit ambil dari kartu kredit</em>”, padahal cash ada, atau <br /> ”<em>Ah pake dulu nih dana darurat, ada sale, kalo ga beli rugiiiii</em>”, padahal bukan itu tujuan dana darurat.</p> <p>Dan contoh-contoh yang lain.</p> <p>Saya melihatnya bukan soal hal kecilnya, tapi kebiasaan (habit) yang kita sedang biasakan, dengan lebih memperhatikan hal kecil, bukan menjadi pelit, tapi dengan lebih memperhatikan, akan tercipta kebiasaan menjadi tidak boros, lebih waspada tentang pengeluaran.</p> Thu, 14 May 2020 00:00:00 +0000 https://seputarfinansial.com/hal-kecil/ https://seputarfinansial.com/hal-kecil/ April di rumah dan pengeluaran-pengeluarannya <p>April terhitung sebagai bulan ke-dua saya kerja dari rumah, semenjak 17 maret sudah ada imbauan kerja dari rumah, dan selanjutnya diperintahkan oleh pemerintah DKI juga, terkait dengan COVID-19, hal ini tentunya mengubah beberapa kebiasaan, termasuk cara kerja, yang mana sekarang dikerjakan dari rumah.</p> <p>Dan April merupakan waktu sebulan penuh saya kerja dari rumah.</p> <p>Dengan WFH ini, tentunya saya memakai, menggunakan fasilitas yang ada di rumah, setelah sebelumnya kebanyakan menggunakan fasilitas kantor, seperti listrik, dan tentunya berdampak pada hal lain, seperti makan, sekarang plus satu.</p> <p>Setelah dilihat dari cashflow, memang ada perubahan-perubahan, antara lain,</p> <!-- |--|--| |Listrik| 2.110.300| |Internet| 368.500| |Belanja bulanan | 2.613.200| |Kosan| 3.000.000| |Tabungan & Investasi| 4.500.000| |Cicilan| 3.945.000| |lainnya| 3.300.000| |Langganan bulanan| 430.000| |total|20.267.000| --> <p>Ada perubahan signifikan di listrik dan belanja bulanan, ini <em>expected</em>, untuk bulan mei ini akan ada pengeluaran yang saya bisa hilangkan, seperti biaya kosan (dan listriknya), dan bisa saya alokasikan ke hal lain, dan untuk belanja bulanan sepertinya masih akan sama (atau bisa lebih).</p> <p>Selama bulan april, berat badan bertambah, makan lebih banyak, gerak kurang (ini hal buruk, harus segera diubah).</p> <p>Karena semua orang ada di rumah, tentunya internet makin berkurang kecepatannya, jadi awal mei ini memutuskan untuk menambah kapasitas, saya menggunakan Firstmedia, tagihan yang baru kurang lebih 410.000.</p> <p>kita lihat nanti update bulan mei ini diakhir bulan.</p> Wed, 06 May 2020 00:00:00 +0000 https://seputarfinansial.com/april-di-rumah-dan-pengeluaran-pengeluaran/ https://seputarfinansial.com/april-di-rumah-dan-pengeluaran-pengeluaran/ Keuntungan menggunakan bank digital <p>Mungkin ada yang sudah membuka akun di <a href="/bank-digital-apa-itu/">bank digital</a> seperti <a href="/bank-digital-jenius/">Jenius</a>, Digibank, <a href="bank-digital-membuka-tabungan-TMRW-by-UOB/">TMRW by UOB</a>? atau bank digital lainnya? (sejauh ini hanya 3 itu yang saya memiliki akunnya), ketiga akun bank tersebut saya gunakan untuk tujuan yang berbeda.</p> <p>Poin-poin yang saya sampaikan di sini berdasarkan pengalaman pribadi dalam menggunakan aplikasi dan fitur lainnya yang saya gunakan sehari-hari, dan juga pengalaman menggunakannya di dalam negeri maupun di luar negeri.</p> <p>Karena saya sendiri tidak menggunakan kartu kredit, lebih mengandalkan kartu debit, supaya keuangan lebih terkontrol dan lebih <a href="/ketahui-pengeluaran-pengeluaran/">sadar atas pengeluaran-pengeluaran</a>.</p> <p>Ini adalah beberapa hal yang saya pikir sebagai kelebihan-kelebihan yang saya rasakan ketika menggunakan bank digital, baik aplikasinya, kartu dan atau fitur lainnya untuk keseharian.</p> <h3 id="mudah-dalam-melakuan-transaksi">Mudah dalam melakuan transaksi</h3> <p>Menggunakan fitur-fitur yang ada di aplikasi 3 bank yang saya gunakan, yang saya rasakan mudah dalam <a href="/tips-belanja-bulanan-hemat/">melakukan transaksi</a>, baik transfer, atau melakukan online payment ketika membeli sesuatu di online shop.</p> <p>Kemudahan lainnya seperti kartu debit, terutama Jenius memiliki PayWave, ketika di subway New York, bisa digunakan sebagai pengganti Metro Card, dan juga karena kartu-kartu debit tersebut menggunakan Visa, transaksi di toko-toko amerika juga mudah.</p> <h3 id="kemudahan-dalam-melakukan-budgeting">Kemudahan dalam melakukan budgeting</h3> <p>Jika sudah memiliki <a href="/metode-budgeting/">sistem budgeting</a>, menggunakan bank digital menjadi lebih mudah dalam melakukan tracking pada pengeluaran-pengeluaran yang kita keluarkan, karena daftar transaksi bisa lebih mudah diakses, dan dapat melakukan penyesuaian jika dibutuhkan.</p> <p>Transaksi-transaksi yang dilakukan bisa langsung dilihat laporannya, bahkan diberikan push notifikasi ke aplikasi banking yang diinstal di ponsel.</p> <h3 id="online-daring">Online (daring)!</h3> <p>Ya, ini mungkin fitur yang umum, tapi bayangkan dengan bisa mengakses bank kita secara online, maka dimanapun, kapanpun kita bisa mengakses bank lebih mudah, tidak perlu melakukan kunjungan ke bank.</p> <p>Jika ada hal yang mencurigakan juga lebih mudah untuk mengetahuinya, karena biasanya bank digital tersebut memberikan informasi transaksi-transaksi yang terjadi, sebagai notifikasi di handphone, hal ini untuk keamanan bagi nasabahnya.</p> <h3 id="otomatisasi">Otomatisasi</h3> <p>Di aplikasi bank digital, biasanya menyediakan fitur untuk bisa melakukan transfer atau membayar tagihan secara <a href="/otomasi-proses-manajemen-keuangan-finansial/">otomatis</a>, dan bisa juga berulang, hal ini seperti yang pernah saya bahas sebelumnya, melakukan semuanya secara otomatis, hal ini bisa memudahkan pikiran kita dan juga memiliki waktu yang bisa kita gunakan untuk hal lain.</p> <h3 id="biaya-ringangratis">Biaya ringan/gratis</h3> <p>Bank digital memiliki biaya yang ringan, bahkan gratis, dan dari tiga bank yang saya gunakan semuanya tidak memungut biaya, termasuk biaya transfer ke bank lain (meski Jenius memiliki limit transfer dimulai dari 25, tergantung dari saldo, makin besar saldo makin banyak free transfer).</p> <p>Hal ini tentu lumayan mengurangi <a href="/mengapa-memperhatikan-biaya-admin-itu-penting/">biaya yang ”tak perlu”</a>, karena biaya transfer bisa mencapai 6500 sekali transfer.</p> Sun, 26 Apr 2020 00:00:00 +0000 https://seputarfinansial.com/keuntungan-menggunakan-bank-digital/ https://seputarfinansial.com/keuntungan-menggunakan-bank-digital/ Meminimalisir risiko-risiko dalam berinvestasi <p>Dalam dunia investasi, apapun instrumennya, tidak ada yang bersifat pasti, makanya jika ada instrumen investasi dan dipasarkan dengan embel-embel return dijamin 7% atau 12% lebih baik jangan didekati, apalagi dibeli, bisa berkaca pada kasus-kasus produk-produk dari manajer investasi yang sekarang dibubarkan, dan ada yang sampai berujung pidana karena menawarkan produk yang menjamin return untuk investasi yang tidak ada yang bisa dijamin.</p> <p>Tapi dengan adanya risiko, bukan berarti ini menjadi alasan untuk tidak berinvestasi.</p> <!--more--> <p>Untuk menjadi investor memang membutuhkan kesabaran, ketekunan, ketelitian dan yang terpenting mengetahui batasan diri sendiri, karena investasi ini bagian dari mengetahui diri kita sendiri.</p> <p>Terutama disaat krisis saat ini, akibat pandemi yang sedang terjadi, yang menjadikan dunia usaha, investasi, lapangan pekerjaan mengecil, ekonomi kolaps, semua berusaha bertahan hidup.</p> <p>Ketika kita berinvestasi, sudah harus ditanamkan bahwa nilai investasi kita akan atau bisa turun nilainya, tergantung dari pasar dan dengan seiring waktu, investasi kita diharapkan bisa berkembang, karena waktu dan kesabaran yang akan membuat investasi berkembang dan memberi nilai bagi investor.</p> <p>Jika memang akan selalu ada fluktuasi dalam investasi, apa yang sebaiknya diketahui dan bagaimana mengatur risiko ini?</p> <h3 id="1-ketahui-risiko-dari-masing-masing-instrumen-investasi">1. Ketahui risiko dari masing-masing instrumen investasi</h3> <p>Misalkan kita memilih reksa dana sebagai instrumen investasi awal yang kita pilih, perlu diketahui reksa dana jenis apakah yang akan dipilih, dan risiko yang dibawa dari masing-masing produk.</p> <p>Misalkan untuk reksa dana pasar uang, meski ini memiliki risiko rendah, tapi juga memiliki return yang rendah juga, ungkapan makin tinggi risiko makin tinggi juga return yang didapat.</p> <p>kemudian misalkan Investasi di saham, atau di reksa dana saham, instrumen ini memiliki risiko tinggi, karena bertumpu pada saham, valuasi saham fluktuatif tergantung dari keadaan pasar, dan faktor-faktor lainnya, dan komponen saham di reksa dana saham dipilih oleh manajer investasi, pemilihan ini dibutuhkan skill dan bisa jadi pemilihan ini tidak optimal, yang berujung pada risiko kehilangan peluang.</p> <p>Risiko-risiko pada pasar saham yang menentukan harga dari saham-saham, bisa jadi jatuh lumayan jauh, bisa jadi naik, tidak ada yang pasti, tetapi menurut penelitian, saham biasanya mendapatkan return lebih tinggi.</p> <h3 id="2-konsisten-dalam-berinvestasi">2. Konsisten dalam berinvestasi</h3> <p>Melakukan investasi misalkan setiap bulan, secara berkala dan terus menerus, akan sangat bermanfaat dikemudian hari, karena seiring waktu kita mendapatkan pertambahan nilai dari investasi kita, bisa berupa bunga, capital gain.</p> <p>Dengan melakukan investasi, seiring waktu kita bisa mentoleransi naik turunnya keadaan pasar, terutama pasar efek, terlepas dari jangka waktu investasi, panjang atau pendek.</p> <p>Yang terpenting dari konsistensi berinvestasi ini adalah membangun kebiasaan, kebiasaaan dalam menabung dan berinvestasi, dengan konsistensi ini bisa mengajarkan kita lebih sabar, lebih bijak dalam berinvestasi dan mengenal diri sendiri.</p> <h3 id="3-diversifikasi-pengalokasian-aset">3. Diversifikasi pengalokasian aset</h3> <p>Pastinya pernah mendengar pepatah, jangan simpan telur dalam satu keranjang? kerena risiko telur pecah tinggi, begitu juga dengan investasi, jangan hanya terpaku di satu instrumen investasi, misalkan hanya investasi di saham saja, atau properti saja, lakukan diversifikasi, misalkan dengan proporsi 40% obligasi, 60% saham, atau dengan pengaturan proporsi lainnya.</p> <p>Pengalokasian aset seperti di atas, ada juga hubungan dengan umur investor, biasanya semakin muda, lebih bisa berinvestasi dengan instrumen berisiko tinggi seperti saham, proporsi saham bisa lebih besar, bisa sampai 80% dalam bentuk saham.</p> <h3 id="4-hanya-investasi-di-instrumen-yang-kita-merasa-nyaman">4. Hanya investasi di instrumen yang kita merasa nyaman</h3> <p>Meski kita bisa melakukan diversifikasi dalam instrumen investasi, agar lebih aman dan juga lebih bisa mentolerir kehilangan dalam berinvestasi, hal ini kembali lagi ke investornya sendiri, sampai sejauh mana investor bisa menerima risiko, dan juga sejauh mana investor sanggup melihat naik turun portofolio yang dimiliki tanpa merasa sedih yang dapat mempengaruhi emosinya.</p> <p>Berinvestasi diperlukan waktu dan kesabaran, dan dengan mengetahui risiko-risiko yang terpapar kita bisa menjadi lebih tenang dan lebih siap dalam berinvestasi.</p> Sun, 26 Apr 2020 00:00:00 +0000 https://seputarfinansial.com/memanage-risiko-risiko-dalam-berinvestasi/ https://seputarfinansial.com/memanage-risiko-risiko-dalam-berinvestasi/ Mengenal profil risiko diri sendiri ketika berinvestasi <p>Ekonomi dunia yang sedang diarah yang bisa dibilang tidak menentu, tak luput juga ekonomi Indonesia, karena pandemi yang sudah memasuki semua lini, pemerintah sudah mendeklarasikan Covid-19 ini sebagai bencana nasional, dan juga pemerintah Indonesia sendiri sampai mengeluarkan <a href="https://katadata.co.id/berita/2020/04/07/ri-negara-pertama-asia-yang-jual-obligasi-global-rp-69-t-saat-pandemi">obligasi negara khusus untuk pandemi korona</a>, yang akan digunakan untuk memulihkan ekonomi Indonesia, apakah pandemi ini juga mempengaruhi .</p> <p>Dan disaat ini juga saham-saham terkoreksi dalam, bahkan ada yang sangat dalam, dan bisa dipastikan banyak portofolio orang-orang minus, karena memang banyak emiten yang mengalami koreksi, salah satu faktor adalah banyak orang atau institusi yang menjual portofolionya karena saat ini mungkin lebih aman memegang tunai.</p> <p>Dari kejadian-kejadian saat ini, tentu berdampak pada kemauan dan kemampuan kita melakukan investasi, ada banyak ketakutan yang muncul, karena risikonya terlihat, untuk yang sudah memiliki saham, melihat portofolio-nya drop di atas 30% bahkan bisa sampai 70% drop, untuk <a href="/investasi/">investasi</a> di instrumen efek lain sama ada risiko, terlebih dengan fluktuasi harga barang, pangan terutama, menjadi mahal, budget yang sudah dibangun menjadi berantakan, sehingga diperlukan dana lebih.</p> <p>Dan sebagai investor, melihat keadaan ini, sekarang saat yang tepat untuk melakukan risk checkup, apakah ada perubahan dalam cara kita memandang dan melakukan investasi? dengan mengenali (lagi), mudah-mudahan bisa melewati krisis ini dan sambil masih tetap bisa menabung, dan juga berinvestasi.</p> <h2 id="tipe-investor-berdasarkan-profil-risiko">Tipe Investor berdasarkan profil risiko</h2> <p>Profil risiko ini mengidentifikasikan dan juga membuka pikiran kita sampai ditahap mana kita bisa mempersiapkan dan menerima risiko yang terpapar diportofolio investasi kita saat ini atau nanti.</p> <p>Ditipe manakah kita berada saat ini?</p> <h3 id="tipe-konservatif-risiko-rendahrisk-averse">Tipe konservatif (risiko rendah/risk averse)</h3> <p>Didalam investor tipe ini, investor lebih cenderung memilih instrumen investasi yang memiliki risiko rendah, karena tidak mau terpapar risiko nilai investasi turun, atau faktor eksternal lainnya.</p> <p>Instrumen seperti deposito, reksa dana pasar uang, reksa dana pendapatan tetap, obligasi negara, dan sedikit saham, bisa menjadi pilihan, karena produk-produk tersebut bisa dibilang kecil terpapar risiko, mungkin kalau ini bisa dibilang risiko, maka ”risiko” yang ada adalah rendahnya return, karena investasi di atas terhitung rendah, meski terkadang obligasi negara ada yang memiliki return besar, hanya saja tidak setiap produk.</p> <p>Tipe konservatif juga terkadang tidak menutup kemungkinan memiliki investasi dalam bentuk saham, tapi persentasinya biasanya hanya berkisar 5-10% dari total portofolio.</p> <p>Meski terhitung rendah return-nya, tapi investor memiliki ketenangan akan investasinya.</p> <h3 id="tipe-moderate-menengah">Tipe moderate (menengah)</h3> <p>Untuk investor tipe ini, lebih bisa menerima risiko daripada investor tipe konservatif, tetapi hanya bisa mentolerir risiko dalam waktu jangka pendek saja, dan tidak ingin investasinya jatuh dalam atau uangnya ‘hilang’.</p> <p>Untuk tipe investor ini bisa dipilih obligasi perusahaan, reksa dana campuran, saham bluechip dan lainnya.</p> <p>Tipe investor moderate ini memiliki ketertarikan akan mengembangkan investasinya tanpa harus kehilangan banyak uang atas risiko yang terpapar dari investasi yang dipilihnya.</p> <p>Portofolionya sebagai investor menengah, bisa memiliki penempatan dana investasi dialokasikan sebesar 60% di obligasi (atau cash investment equivalent lainnya yang lebih rendah risiko) dan 30-40% di saham.</p> <h3 id="tipe-agresif">Tipe agresif</h3> <p>Investor dengan tipe ini memiliki batas toleransi tinggi, dan memiliki kemauan dan kesiapan akan risiko yang ada, siap akan adanya potensi kehilanganan uangnya dengan harapan mendapatkan return yang lebih tinggi.</p> <p>Investor ini mau berinvestasi di instrumen-instrumen yang memiliki risiko tinggi, seperti reksa dana saham, saham, properti.</p> <p>Tipe investor agresif ini juga harus memiliki jangka waktu yang panjang, biasanya lebih dari 10 tahun, karena tipe ini mampu dan siap melihat keadaan fluktuasi pasar, naik, turun, dan juga portofolionya ikut naik turun, tipe ini memiliki instrumen lebih banyak dalam saham dalam portofolio investasinya, bisa lebih dari 70%, karena biasanya saham memiliki return yang lebih tinggi seiring dengan waktu (capital gain dan dividen).</p> <h2 id="investasi-adalah-hal-yang-personal">Investasi adalah hal yang personal</h2> <p>Dengan risiko yang ada tersebut, sampai sejauh manakah kita mau dan bisa mengambil risiko tersebut, dalam hal ini risiko terhadap portofolio investasi yang kita punya.</p> <p>Dan perlu diingat, investasi itu sangat personal, sangat bergantung pada pribadi seseorang, kemampuan dan kemauan menerima risiko, tidak ada ”salah tipe”, banyak faktor yang menjadikan kita berada atau memikirkan untuk berada di tipe mana sebagai investor.</p> Tue, 14 Apr 2020 00:00:00 +0000 https://seputarfinansial.com/mengenal-profil-risiko-diri-sendiri-ketika-berinvestasi-disaat-krisis-ini/ https://seputarfinansial.com/mengenal-profil-risiko-diri-sendiri-ketika-berinvestasi-disaat-krisis-ini/ Mengkaji ulang pengeluaran rutin setiap bulan disaat pandemi <p>Saat ini hampir di seluruh dunia sudah mengalami atau sedang mengalami bagaimana pandemi covid-19 ini, bagaimana dampaknya terhadap kesehatan, dan juga pada skala lebih besar, kehidupan sosial dan juga ekonomi.</p> <p>Bisa dibilang ini zaman susah, akibat pandemi ini, banyak perusahaan yang mem-phk karyawannya, karena turunnya omzet, dan hampir tidak ada pemasukan yang menjadikan perusahaan sulit untuk membuat usahanya tetap hidup.</p> <p>Disaat ini perlu kita juga melakukan penghematan, beberapa hal yang saya coba mengkaji ulang pengeluaran-pengeluaran rutin yang saat ini saya bayarkan setiap bulannya, <a href="/Penyesuaian-budget-saat-situasi-krisis/">selain menyesuaikan budget</a>, tentunya setelah berjalan pandemi ini beberapa waktu, ada pola yang bisa kita lihat, dan juga bisa kita teliti sehingga bisa lebih berhemat disaat susah ini.</p> <h3 id="kos">Kos</h3> <p>Biaya kos-kosan adalah salah satu kontributor paling besar, alhamdulillah saya masih bekerja disaat banyak orang yang kehilangan pekerjaannya, dan dengan adanya wabah ini, perusahaan tempat saya bekerja mengimbau agar karyawannya bekerja dari rumah, dan karena sepertinya akan berlangsung lumayan lama, jadi untuk beberapa bulan ini tidak diperlukan ngekost, juga membayar listriknya.</p> <p>Dengan menghilangkan biaya itu, menjadi ada uang untuk <a href="/conveyor-belt-saving-concept/">keperluan</a> lain yang <a href="/investasi-jangka-pendek-apa-saja/">lebih penting</a>.</p> <h3 id="langganan-subscription-bulanan">Langganan subscription bulanan</h3> <p>Langganan bulanan yang saya pakai sebelum covid ini memang terhitung agak lumayan banyak, antara lain</p> <ul> <li>Spotify</li> <li>Netflix</li> <li>Internet rumah</li> <li>Internet modem mobile 2</li> <li>Google Drive</li> <li>Apple</li> <li>Youtube</li> </ul> <p>Dari daftar di atas, Netflix yang sebelumnya saya daftarkan dengan lokasi US, yang menjadikan tagihan dalam kurs USD, diubah menjadi rupiah, dan ini perbedaannya lumayan, bisa beda 50-60rb tergantung nilai tukar rupian vs USD.</p> <p>Youtube premium sekarang ikutan yang barengan sama orang lain yang saya sendiri sebenarnya tidak kenal, tapi ada satu orang yang mengurus pembayaran patungannya, jadi bisa jauh lebih murah, ini juga bisa dilakukan untuk Netflix, Spotify, biasanya di situs ecommerce, atau forum ada orang yang menyediakan/mengajak untuk patungan, jadi lebih murah.</p> <p>Internet modem mobile bisa saya potong, jadi tidak ada biaya internet mobile, mungkin bisa sampai sebelum masa aktif berakhir, lumayan.</p> <p>Tagihan lain masih dikaji perlu tidaknya.</p> <h3 id="kendaraan">Kendaraan</h3> <p>Saya menggunakan mobil untuk transportasi dari tempat tinggal ke kantor, dan karena saat ini bekerja dari rumah, maka hampir tidak diperlukan lagi biaya bensin yang harus saya keluarkan, dan jika keluar pun hanya sedikit, yang tadinya bisa 300rb/minggu, bisa menjadi hanya 100rb/bulan, lumayan.</p> <p>Dan juga bisa menghilangkan biaya transportasi umum seperti ojol atau taksi.</p> <p>Karena banyak sekali orang yang juga tidak menggunakan kendaraannya saat ini, polusi udara di jakarta banyak sekali berkurang, bahkan pegunungan di bogor menjadi terlihat jelas dari Jakarta.</p> <h3 id="makanan">Makanan</h3> <p>Jika bekerja di kantor, bisa dipastikan saya makan dari makanan yang dibeli baik dari kantin atau restoran yang ada di sekitar kantor, dengan adanya bekerja dari rumah, bisa menghemat dengan <a href="/tips-belanja-bulanan-hemat/">belanja sendiri</a> dan juga memasak di rumah, selain bisa lebih murah, juga lebih sehat karena tahu bahan-bahannya dan juga bisa lebih bersih.</p> <p><img src="/images/posts/nordwood-themes-q8U1YgBaRQk-unsplash.jpg" alt="" /></p> <h3 id="komunikasi-selular">Komunikasi selular</h3> <p>Sengaja dibedakan dengan biaya langganan subscription bulanan di atas, karena biaya komunikasi sangat tidak tentu, saat ini memiliki nomor lebih dari satu, paham ini merupakan hal yang tidak hemat, tapi punya alasan sendiri.</p> <p>Dan memang dengan bekerja dari rumah, hampir saya tidak pernah membeli pulsa untuk nomor-nomor tersebut, karena selain orang rumah selalu ada, juga tidak ada kebutuhan membeli pulsa, yang tadinya bisa sampai 300rb/bulan untuk pulsa, bisa menjadi hanya 50-70rb/bulan.</p> <h3 id="pengeluaran-lain">Pengeluaran lain</h3> <p>Dengan beberapa pengeluaran yang bisa dihemat, memang ada hal lain yang menjadi besar, antara lain listrik, air. Dengan adanya itu diharapkan juga bisa lebih bijak dalam menggunakannya, sejauh ini belum bisa menentukan bisa menghemat di sisi apa, masih dalam tahap mempelajari kebiasaan bulanan.</p> <p>Dan mungkin masih banyak lagi pengeluaran-pengeluatan yang bisa dilakukan penghematan, mumpung sedang di rumah, dan mungkin pesan ini terdengar aneh, tapi sebisa mungkin jangan sakit disaat-saat sekarang ini, selain bisa mahal, juga dengan adanya wabah ini menjadi lebih berisiko, makan sehat dan berolahraga setiap hari, dan selalu positif!</p> Sun, 12 Apr 2020 00:00:00 +0000 https://seputarfinansial.com/Mereview-pengeluaran-rutin-setiap-bulan-disaat-pandemi/ https://seputarfinansial.com/Mereview-pengeluaran-rutin-setiap-bulan-disaat-pandemi/ Memulai investasi dengan uang satu juta <p>Investasi bagi sebagian orang mungkin masih terdengar asing, dan yang sudah pernah mendengarpun masih memiliki pandangan yang terbatas tentang apa saja yang bisa diinvestasikan, saya sendiri dulu termasuk didalamnya (sekarang pun masih ada keterbatasan tentunya), mulai keterbatasan mengenai pengetahuan instrumen-instrumen investasi, bagaimana melakukannya, dan bagaimana memulainya.</p> <p>Postingan sebelum-sebelumnya pernah dibahas <a href="/perbandingan-tabungan-bunga-tinggi-deposito-reksadana-dan-obligasi-negara/">mengenai instrumen-instrumen</a> mana saja yang memiliki risiko dari rendah ke tinggi.</p> <p>Disaat sulit seperti saat ini, dengan wabah covid-19 yang memukul ekonomi, sebisa mungkin kita tetap menyisihkan uang untuk investasi, kalau bisa, dan mudah-mudahan kita bisa melewati semua ini dengan selamat.</p> <p>Apakah Investasi harus dengan uang banyak?</p> <p>Tentu saja tidak, investasi tidak harus mahal, tidak harus dengan uang yang banyak, sama halnya kalau orang-orang membeli barang dengan menyicil, investasi juga bisa dilakukan dengan menyicil, yang mana tujuan cicilannya agar menjadi lebih aman secara finansial, yang merupakan salah satu tujuan finansial (setidaknya untuk saya sendiri).</p> <p>Jadi, untuk menyimpan uang satu juta dalam bentuk investasi, apa sajakah instrumen yang bisa kita pilih?</p> <h3 id="tabungan-berbunga-tinggi">Tabungan berbunga tinggi</h3> <p>Meski untuk tabungan ada yang menyebut tidak terhitung sebagai investasi, dan saat ini bank tidak banyak menawarkan bunga yang tinggi, terutama bank-bank yan terhitung besar, seperti BCA, BNI, dan lainnya.</p> <p>Bank dengan Buku 3 ke bawah, biasanya memiliki bunga yang lebih tinggi dari bank yang disebut di atas, bank seperti BTPN Jenius dan TMRW by UOB yang menawarkan 4% p.a (pajak 20% untuk bunga yang diterima), suku bunga yang terhitung lumayan dengan imbal yang pasti.</p> <h3 id="reksa-dana-pasar-uang">Reksa dana Pasar uang</h3> <p>Reksa dana pasar uang saat ini memiliki return yang agak lebih tinggi dibanding dengan tabungan bunga tinggi, misalkan contoh <a href="https://bni-am.co.id/produk.html/1/Reksa-Dana-Pasar-Uang">BNI-AM</a>, yang memiliki kinerja lebih baik.</p> <p>Reksa dana pasar uang ini akan menanamkan uang yang kita investasikan ke berbagai instrumen pasar uang, seperti sertfikat bank indonesia (SBI), sertfifikat deposito, repurchase agreement, dan instrumen lainnya</p> <h3 id="reksa-dana-pendapatan-tetap">Reksa dana Pendapatan Tetap</h3> <p>Reksa dana ini akan menginvestasikan uang kedalam setidaknya 80% ke surat utang atau obligasi, dan aset-aset lain yang bersifat efek utang, obligasi ini bisa yang dikeluarkan oleh perusahaan swasta atau oleh pemerintah (SBR, SUKUK dan lainnya).</p> <p>Reksa dana pendapatan tetap ini bersifat stabil, karena dari surat utang tersebut ada perjanjian jumlah kupon yang akan dibayarkan setiap bulannya, dari sini kata pendapatan tetap bermula, maka imbal balik yang didapat terhitung stabil, dan setiap surat hutang memiliki maturity date.</p> <p>Reksa dana ini memiliki risiko yang agak lebih tinggi dari reksa dana pasar uang, salah satu risiko yang terpapar adalah jika surat hutang yang dibeli dari suatu perusahaan, dan perusahaan tersebut mengalami gagal bayar kupon, maka kualitas dari produk reksa dana yang dikeluarkan oleh manajer investasi ini menjadi turun juga.</p> <h3 id="dplk">DPLK</h3> <p>Untuk DPLK (dana pensiun lembaga keuangan) ini, dikhususkan bagi yang sudah memiliki akun disatu bank atau perusahaan asuransi, dan memiliki kontribusi setiap bulannya, maka tambahan uang 1 juta ini bisa menambah kontribusi yang sebelumnya sudah dibayarkan.</p> <h2 id="lainnya">Lainnya</h2> <h3 id="obligasi">Obligasi</h3> <p>Sebelumnya dengan reksa dana pendapatan tetap yang berisi instrumen surat utang, <a href="/apa-itu-obligasi/">tapi kita bisa membeli obligasi secara langsung</a>, salah satunya dengan obligasi yang dikeluarkan oleh pemerintah, seperti SBR, Sukuk dan produk lainnya, Obligasi pemerintah ini terhitung aman, karena dijamin oleh pemerintah. Untuk surat utang lain yang dikeluarkan oleh perusahaan, akan berbeda lagi cara untuk menyaringnya, dan agak lebih rumit menilai kualitas dari obligasi tersebut</p> <h3 id="saham">Saham</h3> <p>Untuk yang memiliki toleransi risiko tinggi, uang 1 juta bisa digunakan <a href="/memulai-investasi-saham/">membeli saham</a>, tentu saja pemilihan saham perusahaan mana yang jadi pertimbangan keputusan.</p> <p>Dan seperti dibilang sebelumnya, risiko lebih tinggi, bisa jadi setelah anda beli nilai dari 1 juta tersebut menjadi turun (atau nambah).</p> <p>Investasi memang bukan perkerjaan satu kali saja, tapi dilakukan secara konsisten.</p> Sat, 04 Apr 2020 00:00:00 +0000 https://seputarfinansial.com/investasi-dengan-uang-satu-juta-bisa/ https://seputarfinansial.com/investasi-dengan-uang-satu-juta-bisa/ Mengenal fitur TMRW by UOB lebih dalam <p>Mengenal lebih dalam fitur-fitur yang ada di bank digital <a href="https://www.tmrwbyuob.com/id/id/mgm/friend_referral.html?ref=https%3A%2F%2Ftmrwbyuobid.page.link%3Fapn%3Dcom.uob.id.digitalbank%26ibi%3Dcom.uob.id.digitalbank%26link%3Dhttps%3A%2F%2Fwww.tmrwbyuob.com%3FreferralCode%3DM01320004378">TMRW keluaran UOB</a>, sejauh ini saya puas menggunakan aplikasi TMRW.</p> <h3 id="city-of-tomorrow">City of Tomorrow</h3> <p>Salah satu fitur dari <a href="https://www.tmrwbyuob.com/id/id/mgm/friend_referral.html?ref=https%3A%2F%2Ftmrwbyuobid.page.link%3Fapn%3Dcom.uob.id.digitalbank%26ibi%3Dcom.uob.id.digitalbank%26link%3Dhttps%3A%2F%2Fwww.tmrwbyuob.com%3FreferralCode%3DM01320004378">TMRWbyUOB</a> adalah City of Tomorrow, yaitu satu rekening tabungan dengan bunga yang relatif tinggi, saat ini ada diangka 4% p.a, meski ini terlihat seperti fitur yang biasa saja, tapi bagaimana UOB mendesign fitur ini yang saya sukai.</p> <p><a href="/images/posts/tmrw/insight-cot.jpg"><img src="/images/posts/tmrw/insight-cot-small.jpg" /></a></p> <p>City of Tomorrow didesain seperti game, yang memiliki fitur gamification didalamnya, bentuk dari gamification ini dengan mengibaratkan atau memvisualisasikan tabungan kita seperti sebuah pulau, yang mana pulau itu akan menjadi besar jika kita terus menabung, eits, seperti game lain pada umumnya, ada aturan didalamnya, yaitu, jika kita sudah topup, kita tidak bisa menambahkan dana ke dalam rekening City of Tomorrow (CoT) dalam 3 jam kedepan, sejauh ini saya test, jumlah topup tidak mempengaruhi durasi lamanya kita bisa menambahkan dana, jadi jika menambah 100rb dengan 1juta, tetap 3 jam jarak sampai bisa menabung lagi.</p> <p>Gamification mungkin fitur yang sedikit berguna, tapi untuk saya, fitur yang menarik (entah ini disengaja atau tidak) adalah pemisahan tabungan utama dan CoT, dan tidak menampilkan informasi CoT di dalam dashboard paling depan, iya, kita tetap bisa melihatnya jika swipe.</p> <h3 id="smart-insight">Smart Insight</h3> <p>Berisi ringkasan mengenai transaksi-transaksi yang sudah saya lakukan sebelum-sebelumnya, dan menyajikannya dalam bentuk tips, trik dan informasi yang bisa dijadikan sebagai saran agar bisa memaksimalkan tabungan baik untuk menabung atau untuk konsumsi.  <a href="/images/posts/tmrw/insight.jpg"><img src="/images/posts/tmrw/insight-small.jpg" /></a></p> <h3 id="review-cash-flow">Review cash flow</h3> <p>Ini termasuk fitur favorit, meski tidak selengkap aplikasi money management lain, contohnya MoneyLover, tapi untuk lingkup aplikasi TMRW ini terhitung cukup, informasi yang ditampilkan, berapa jumlah yang masuk dan keluar, dan kemudian memberikan informasi yang dibutuhkan.</p> <p><a href="/images/posts/tmrw/insight-cashflow.jpg"><img src="/images/posts/tmrw/insight-cashflow-small.jpg" /></a></p> <p>Berapa jumlah yang ditabung, berapa jumlah yang dikeluarkan, untuk review ini didesain dengan kode warna, dan juga chart sebagai visual agar lebih mudah membaca cashflow.</p> <h3 id="fitur-lain">Fitur lain</h3> <p>Informasi promo-promo yang diadakan oleh juga berguna hehe, yang bisa dibilang saat ini lumayan menguntungkan, dan juga fitur standar lainnya seperti ringkasan transaksi yang dilakukan, dan tak kalah penting fitur transfer gratis ke bank lain, beberapa bank digital lain ada yang menawarkan fitur serupa, tapi ada juga yang gratis tapi dibatasi jumlahnya.</p> <p>Untuk aplikasi bank digital di indonesia, mungkin belum sama seperti yang dilakukan <a href="https://monzo.com/">Monzo</a> atau <a href="https://n26.com/">N26</a>, tapi ada beberapa bank digital di indonesia yang mencoba melakukan itu.</p> Wed, 25 Mar 2020 00:00:00 +0000 https://seputarfinansial.com/Mengenal-fitur-TMRW-by-UOB-lebih-dalam/ https://seputarfinansial.com/Mengenal-fitur-TMRW-by-UOB-lebih-dalam/ Work from home? perhatikan beberapa hal ini <p>Dengan merebaknya <a href="/pandemi-corona-dan-dampak-keuangan/">wabah corono/covid-19</a> ini, pemerintah, baik daerah maupun pusat mengimbau agar warga-warga membatasi aktivitas di luar, dan juga mengurangi berkumpul (<em>social distancing</em>), dan untuk yang bekerja dan bisa melakukan pekerjaannya di rumah, atau lebih dikenal <em>work from home</em>, yang mana pekerjaan bisa diselesaikan dengan bantuan internet dan kolaborasi secara online dengan rekan kerja yang lain.</p> <p>Hal ini membuka era baru untuk cara kita bekerja, banyak yang sebenarnya jenis pekerjaan yang bisa dilakukan secara remote atau dikerjakan dari rumah, hanya saja karena mungkin belum terbiasa saja dan kadang masih ada ketidak percayaan apakah karyawan akan benar-benar kerja, tinggal bagaimana mengatur itu semua.</p> <p>Kembali ke soal bekerja dari rumah, tentunya dengan perubahan cara kerja ini ada perubahan lain juga di dalam rumah kita, antara lain,</p> <p><a href="https://unsplash.com/photos/HfR0W6HW_Cw" title="Photo by Alex Iby via Unsplash"><img src="/images/posts/alex-iby-HfR0W6HW_Cw-unsplash.jpg" alt="" /></a></p> <h3 id="listrik">Listrik</h3> <p>Ini adalah faktor terbesar, dengan adanya yang bekerja di rumah, menambah orang yang rumah disaat siang hari, yang sebelumnya tidak ada penggunaan listrik siang hari menjadi ada, dan terkadang AC hidup sepanjang hari (yup, saya sendiri mengalami), kemudian lampu yang dihidupkan kalau gelap pada siang hari.</p> <p>Dengan penggunaan listrik yang lebih dari biasanya, tentu akan berdampak pada biaya listrik yang kita harus bayar, sebisa mungkin menghemat apa yang bisa dihemat, seperti lebih baik banyak berkumpul di satu ruangan dibanding berbeda ruangan yang mungkin memiliki AC terpisah.</p> <p>Hal ini saya rasakan sendiri, dari indikator token kwh listrik yang sebelumnya 6000an, dalam seminggu bisa sampai 3800an, dalam seminggu saja.</p> <p>Kemudian hal umum, mematikan listrik yang tidak digunakan, gunakan kompor daripada microwave untuk menghangatkan makanan atau membuat kopi, dan cara-cara lain.</p> <h3 id="makanan">Makanan</h3> <p>Hal kedua adalah makanan, dengan adanya tambahan orang di rumah, dan juga dengan keadaan sekarang yang apa-apa menjadi mahal, harga sembako lumayan tinggi, tapi kita tetap harus makan, jadi kebutuhan makan ini juga menjadi bengkak biayanya.</p> <p>Sebisa mungkin memasak makanan sendiri, dengan cara ini bisa <a href="/tips-belanja-bulanan-hemat/">menghemat</a> banyak, dan juga lebih sehat dibanding beli di luar yang kita sendiri tidak tahu keadaan orang yang melayani pesanan makanan kita, bukan menakuti, tapi ini adalah hal normal yang baru sekarang.</p> <h3 id="kesehatan">Kesehatan</h3> <p>Sebisa mungkin selalu sehat, dan konsumsi tambahan vitamin untuk membantu kita lebih fit juga diperlukan sekarang ini, karena literally sekarang ini tidak boleh sakit, risikonya terlalu banyak, dari mulai apakah kita sendiri terkena covid-19, jika tidak, kunjungan ke rumah sakit menjadi sangat berbahaya saat ini, seperti halnya mall, bangunan itu harus dihindari demi kesehatan.</p> <h3 id="internet-dan-langganan-layanan-internet">Internet dan langganan layanan internet</h3> <p>Mungkin di saat sebelum wabah ini, penggunaan internet di rumah hanya sedikit, jadi tidak diperlukan untuk berlangganan layanan bandwidth yang lebih besar, berbeda dengan sekarang, dengan bekerja di rumah, tentu kebutuhan itu meningkat juga, ada yang perlu upload/download file besar misalkan, yang sebelumnya bisa dilakukan di kantor yang punya bandwidth lebih besar.</p> <p><a href="https://unsplash.com/photos/v_CxSroHKWg" title="Photo by Matthew Hamilton via Unsplash"><img src="/images/posts/matthew-hamilton-v_CxSroHKWg-unsplash.jpg" alt="" /></a></p> <p>Jenis-jenis biaya di atas adalah sebagian hal yang bisa menambah sektor pengeluaran lebih berat saat ini, karena sebelumnya tidak ada, melakukan <a href="/Penyesuaian-budget-saat-situasi-krisis/">penyesuaian budget</a> dan bagaimana kita menyiasati ini agar bisa lebih hemat dan bisa melewati masa-masa sult ini, dan tetap bisa berhemat.</p> Mon, 23 Mar 2020 00:00:00 +0000 https://seputarfinansial.com/work-from-home-apa-saja-yang-perlu-diperhatikan/ https://seputarfinansial.com/work-from-home-apa-saja-yang-perlu-diperhatikan/ Melakukan penyesuaian budget saat situasi krisis <p>Dengan situasi seperti sekarang ini, merebaknya wabah Covid-19 (atau biasa disebut virus corona), tentunya memiliki dampak yang sangat lumayan terhadap kehidupan sehari-hari, dari mulai membatasi keluar rumah jika dirasa tidak perlu saja, sampai ke pengaruh terhadap kehidupan keseharian, hal sederhana seperti memasak, makan dan aktivitas harian lainnya.</p> <p>Dengan adanya wabah ini, muncul ketakutan, muncul panik, bisa dilihat di supermarket-supermarket, atau pasar tradisional orang banyak melakukan pembelian barang yang manjadikan beberapa barang menjadi langka, bahan makanan menjadi mahal karena supply berkurang sedang demand tinggi karena orang-orang panik dan akhirnya menimbun.</p> <p>Dengan melihat itu, budget yang kita buat tidak berjalan, banyak alokasi dana yang meleset atau membengkak karena barang yang kita beli harganya melebihi budget yang dialokasikan.</p> <p>Disaat-saat ini, kita perlu berhenti sejenak, memikirkan ini semua, dan implikasi yang akan timbul karena wabah ini.</p> <p>Memikirkan skala prioritas, barang apa saja yang sekiranya menjadi kebutuhan sangat penting sekarang, contoh sanitizer, itu menjadi hal yang penting saat wabah ini melanda.</p> <p>Skala prioritas lain seperti budget yang mengharuskan kita keluar dari rumah lebih baik dipotong, contoh budget untuk nonton, makan di luar, ngopi di luar, hal itu selain bisa dialokasikan untuk kebutuhan lain yang lebih penting, juga lebih aman jika kita di rumah saja, meminimalisir penyebaran wabah.</p> <p>Dari alokasi-alokasi bukan prioritas tersebut, kita bisa menambahkan budget belanja, budget kebutuhan-kebutuhan pokok lainnya.</p> <p>Dan dalam masa-masa ini, tetap usahakan untuk menabung, berapapun jumlahnya, sebisa kita.</p> <p>Semoga kita bisa melalui krisis ini dengan selamat, dan tetap bisa bahagia, tidak kurang apapun.</p> Sat, 21 Mar 2020 00:00:00 +0000 https://seputarfinansial.com/Penyesuaian-budget-saat-situasi-krisis/ https://seputarfinansial.com/Penyesuaian-budget-saat-situasi-krisis/