Seputar Finansial https://seputarfinansial.com/ Memulai investasi dengan uang satu juta <p>Investasi bagi sebagian orang mungkin masih terdengar asing, dan yang sudah pernah mendengarpun masih memiliki pandangan yang terbatas tentang apa saja yang bisa diinvestasikan, saya sendiri dulu termasuk didalamnya (sekarang pun masih ada keterbatasan tentunya), mulai keterbatasan mengenai pengetahuan instrumen-instrumen investasi, bagaimana melakukannya, dan bagaimana memulainya.</p> <p>Postingan sebelum-sebelumnya pernah dibahas <a href="/perbandingan-tabungan-bunga-tinggi-deposito-reksadana-dan-obligasi-negara/">mengenai instrumen-instrumen</a> mana saja yang memiliki risiko dari rendah ke tinggi.</p> <p>Disaat sulit seperti saat ini, dengan wabah covid-19 yang memukul ekonomi, sebisa mungkin kita tetap menyisihkan uang untuk investasi, kalau bisa, dan mudah-mudahan kita bisa melewati semua ini dengan selamat.</p> <p>Apakah Investasi harus dengan uang banyak?</p> <p>Tentu saja tidak, investasi tidak harus mahal, tidak harus dengan uang yang banyak, sama halnya kalau orang-orang membeli barang dengan menyicil, investasi juga bisa dilakukan dengan menyicil, yang mana tujuan cicilannya agar menjadi lebih aman secara finansial, yang merupakan salah satu tujuan finansial (setidaknya untuk saya sendiri).</p> <p>Jadi, untuk menyimpan uang satu juta dalam bentuk investasi, apa sajakah instrumen yang bisa kita pilih?</p> <h3 id="tabungan-berbunga-tinggi">Tabungan berbunga tinggi</h3> <p>Meski untuk tabungan ada yang menyebut tidak terhitung sebagai investasi, dan saat ini bank tidak banyak menawarkan bunga yang tinggi, terutama bank-bank yan terhitung besar, seperti BCA, BNI, dan lainnya.</p> <p>Bank dengan Buku 3 ke bawah, biasanya memiliki bunga yang lebih tinggi dari bank yang disebut di atas, bank seperti BTPN Jenius dan TMRW by UOB yang menawarkan 4% p.a (pajak 20% untuk bunga yang diterima), suku bunga yang terhitung lumayan dengan imbal yang pasti.</p> <h3 id="reksa-dana-pasar-uang">Reksa dana Pasar uang</h3> <p>Reksa dana pasar uang saat ini memiliki return yang agak lebih tinggi dibanding dengan tabungan bunga tinggi, misalkan contoh BNI-AM(https://bni-am.co.id/produk.html/1/Reksa-Dana-Pasar-Uang), yang memiliki kinerja lebih baik.</p> <p>Reksa dana pasar uang ini akan menanamkan uang yang kita investasikan ke berbagai instrumen pasar uang, seperti sertfikat bank indonesia (SBI), sertfifikat deposito, repurchase agreement, dan instrumen lainnya</p> <h3 id="reksa-dana-pendapatan-tetap">Reksa dana Pendapatan Tetap</h3> <p>Reksa dana ini akan menginvestasikan uang kedalam setidaknya 80% ke surat utang atau obligasi, dan aset-aset lain yang bersifat efek utang, obligasi ini bisa yang dikeluarkan oleh perusahaan swasta atau oleh pemerintah (SBR, SUKUK dan lainnya).</p> <p>Reksa dana pendapatan tetap ini bersifat stabil, karena dari surat utang tersebut ada perjanjian jumlah kupon yang akan dibayarkan setiap bulannya, dari sini kata pendapatan tetap bermula, maka imbal balik yang didapat terhitung stabil, dan setiap surat hutang memiliki maturity date.</p> <p>Reksa dana ini memiliki risiko yang agak lebih tinggi dari reksa dana pasar uang, salah satu risiko yang terpapar adalah jika surat hutang yang dibeli dari suatu perusahaan, dan perusahaan tersebut mengalami gagal bayar kupon, maka kualitas dari produk reksa dana yang dikeluarkan oleh manajer investasi ini menjadi turun juga.</p> <h3 id="dplk">DPLK</h3> <p>Untuk DPLK (dana pensiun lembaga keuangan) ini, dikhususkan bagi yang sudah memiliki akun disatu bank atau perusahaan asuransi, dan memiliki kontribusi setiap bulannya, maka tambahan uang 1 juta ini bisa menambah kontribusi yang sebelumnya sudah dibayarkan.</p> <h2 id="lainnya">Lainnya</h2> <h3 id="obligasi">Obligasi</h3> <p>Sebelumnya dengan reksa dana pendapatan tetap yang berisi instrumen surat utang, <a href="/apa-itu-obligasi/">tapi kita bisa membeli obligasi secara langsung</a>, salah satunya dengan obligasi yang dikeluarkan oleh pemerintah, seperti SBR, Sukuk dan produk lainnya, Obligasi pemerintah ini terhitung aman, karena dijamin oleh pemerintah. Untuk surat utang lain yang dikeluarkan oleh perusahaan, akan berbeda lagi cara untuk menyaringnya, dan agak lebih rumit menilai kualitas dari obligasi tersebut</p> <h3 id="saham">Saham</h3> <p>Untuk yang memiliki toleransi risiko tinggi, uang 1 juta bisa digunakan <a href="/memulai-investasi-saham/">membeli saham</a>, tentu saja pemilihan saham perusahaan mana yang jadi pertimbangan keputusan.</p> <p>Dan seperti dibilang sebelumnya, risiko lebih tinggi, bisa jadi setelah anda beli nilai dari 1 juta tersebut menjadi turun (atau nambah).</p> <p>Investasi memang bukan perkerjaan satu kali saja, tapi dilakukan secara konsisten.</p> Sat, 04 Apr 2020 00:00:00 +0000 https://seputarfinansial.com/investasi-dengan-uang-satu-juta-bisa/ https://seputarfinansial.com/investasi-dengan-uang-satu-juta-bisa/ Mengenal fitur TMRW by UOB lebih dalam <p>Mengenal lebih dalam fitur-fitur yang ada di bank digital TMRW keluaran UOB, sejauh ini saya puas menggunakan aplikasi TMRW.</p> <h3 id="city-of-tomorrow">City of Tomorrow</h3> <p>Salah satu fitur dari TMRWbyUOB adalah City of Tomorrow, yaitu satu rekening tabungan dengan bunga yang relatif tinggi, saat ini ada diangka 4% p.a, meski ini terlihat seperti fitur yang biasa saja, tapi bagaimana UOB mendesign fitur ini yang saya sukai.</p> <p><a href="/images/posts/tmrw/insight-cot.jpg"><img src="/images/posts/tmrw/insight-cot-small.jpg" /></a></p> <p>City of Tomorrow didesain seperti game, yang memiliki fitur gamification didalamnya, bentuk dari gamification ini dengan mengibaratkan atau memvisualisasikan tabungan kita seperti sebuah pulau, yang mana pulau itu akan menjadi besar jika kita terus menabung, eits, seperti game lain pada umumnya, ada aturan didalamnya, yaitu, jika kita sudah topup, kita tidak bisa menambahkan dana ke dalam rekening City of Tomorrow (CoT) dalam 3 jam kedepan, sejauh ini saya test, jumlah topup tidak mempengaruhi durasi lamanya kita bisa menambahkan dana, jadi jika menambah 100rb dengan 1juta, tetap 3 jam jarak sampai bisa menabung lagi.</p> <p>Gamification mungkin fitur yang sedikit berguna, tapi untuk saya, fitur yang menarik (entah ini disengaja atau tidak) adalah pemisahan tabungan utama dan CoT, dan tidak menampilkan informasi CoT di dalam dashboard paling depan, iya, kita tetap bisa melihatnya jika swipe.</p> <h3 id="smart-insight">Smart Insight</h3> <p>Berisi ringkasan mengenai transaksi-transaksi yang sudah saya lakukan sebelum-sebelumnya, dan menyajikannya dalam bentuk tips, trik dan informasi yang bisa dijadikan sebagai saran agar bisa memaksimalkan tabungan baik untuk menabung atau untuk konsumsi.  <a href="/images/posts/tmrw/insight.jpg"><img src="/images/posts/tmrw/insight-small.jpg" /></a></p> <h3 id="review-cash-flow">Review cash flow</h3> <p>Ini termasuk fitur favorit, meski tidak selengkap aplikasi money management lain, contohnya MoneyLover, tapi untuk lingkup aplikasi TMRW ini terhitung cukup, informasi yang ditampilkan, berapa jumlah yang masuk dan keluar, dan kemudian memberikan informasi yang dibutuhkan.</p> <p><a href="/images/posts/tmrw/insight-cashflow.jpg"><img src="/images/posts/tmrw/insight-cashflow-small.jpg" /></a></p> <p>Berapa jumlah yang ditabung, berapa jumlah yang dikeluarkan, untuk review ini didesain dengan kode warna, dan juga chart sebagai visual agar lebih mudah membaca cashflow.</p> <h3 id="fitur-lain">Fitur lain</h3> <p>Informasi promo-promo yang diadakan oleh juga berguna hehe, yang bisa dibilang saat ini lumayan menguntungkan, dan juga fitur standar lainnya seperti ringkasan transaksi yang dilakukan, dan tak kalah penting fitur transfer gratis ke bank lain, beberapa bank digital lain ada yang menawarkan fitur serupa, tapi ada juga yang gratis tapi dibatasi jumlahnya.</p> <p>Untuk aplikasi bank digital di indonesia, mungkin belum sama seperti yang dilakukan <a href="https://monzo.com/">Monzo</a> atau <a href="https://n26.com/">N26</a>, tapi ada beberapa bank digital di indonesia yang mencoba melakukan itu.</p> Wed, 25 Mar 2020 00:00:00 +0000 https://seputarfinansial.com/Mengenal-fitur-TMRW-by-UOB-lebih-dalam/ https://seputarfinansial.com/Mengenal-fitur-TMRW-by-UOB-lebih-dalam/ Work from home? perhatikan beberapa hal ini <p>Dengan merebaknya <a href="/pandemi-corona-dan-dampak-keuangan/">wabah corono/covid-19</a> ini, pemerintah, baik daerah maupun pusat mengimbau agar warga-warga membatasi aktivitas di luar, dan juga mengurangi berkumpul (<em>social distancing</em>), dan untuk yang bekerja dan bisa melakukan pekerjaannya di rumah, atau lebih dikenal <em>work from home</em>, yang mana pekerjaan bisa diselesaikan dengan bantuan internet dan kolaborasi secara online dengan rekan kerja yang lain.</p> <p>Hal ini membuka era baru untuk cara kita bekerja, banyak yang sebenarnya jenis pekerjaan yang bisa dilakukan secara remote atau dikerjakan dari rumah, hanya saja karena mungkin belum terbiasa saja dan kadang masih ada ketidak percayaan apakah karyawan akan benar-benar kerja, tinggal bagaimana mengatur itu semua.</p> <p>Kembali ke soal bekerja dari rumah, tentunya dengan perubahan cara kerja ini ada perubahan lain juga di dalam rumah kita, antara lain,</p> <p><a href="https://unsplash.com/photos/HfR0W6HW_Cw" title="Photo by Alex Iby via Unsplash"><img src="/images/posts/alex-iby-HfR0W6HW_Cw-unsplash.jpg" alt="" /></a></p> <h3 id="listrik">Listrik</h3> <p>Ini adalah faktor terbesar, dengan adanya yang bekerja di rumah, menambah orang yang rumah disaat siang hari, yang sebelumnya tidak ada penggunaan listrik siang hari menjadi ada, dan terkadang AC hidup sepanjang hari (yup, saya sendiri mengalami), kemudian lampu yang dihidupkan kalau gelap pada siang hari.</p> <p>Dengan penggunaan listrik yang lebih dari biasanya, tentu akan berdampak pada biaya listrik yang kita harus bayar, sebisa mungkin menghemat apa yang bisa dihemat, seperti lebih baik banyak berkumpul di satu ruangan dibanding berbeda ruangan yang mungkin memiliki AC terpisah.</p> <p>Hal ini saya rasakan sendiri, dari indikator token kwh listrik yang sebelumnya 6000an, dalam seminggu bisa sampai 3800an, dalam seminggu saja.</p> <p>Kemudian hal umum, mematikan listrik yang tidak digunakan, gunakan kompor daripada microwave untuk menghangatkan makanan atau membuat kopi, dan cara-cara lain.</p> <h3 id="makanan">Makanan</h3> <p>Hal kedua adalah makanan, dengan adanya tambahan orang di rumah, dan juga dengan keadaan sekarang yang apa-apa menjadi mahal, harga sembako lumayan tinggi, tapi kita tetap harus makan, jadi kebutuhan makan ini juga menjadi bengkak biayanya.</p> <p>Sebisa mungkin memasak makanan sendiri, dengan cara ini bisa <a href="/tips-belanja-bulanan-hemat/">menghemat</a> banyak, dan juga lebih sehat dibanding beli di luar yang kita sendiri tidak tahu keadaan orang yang melayani pesanan makanan kita, bukan menakuti, tapi ini adalah hal normal yang baru sekarang.</p> <h3 id="kesehatan">Kesehatan</h3> <p>Sebisa mungkin selalu sehat, dan konsumsi tambahan vitamin untuk membantu kita lebih fit juga diperlukan sekarang ini, karena literally sekarang ini tidak boleh sakit, risikonya terlalu banyak, dari mulai apakah kita sendiri terkena covid-19, jika tidak, kunjungan ke rumah sakit menjadi sangat berbahaya saat ini, seperti halnya mall, bangunan itu harus dihindari demi kesehatan.</p> <h3 id="internet-dan-langganan-layanan-internet">Internet dan langganan layanan internet</h3> <p>Mungkin di saat sebelum wabah ini, penggunaan internet di rumah hanya sedikit, jadi tidak diperlukan untuk berlangganan layanan bandwidth yang lebih besar, berbeda dengan sekarang, dengan bekerja di rumah, tentu kebutuhan itu meningkat juga, ada yang perlu upload/download file besar misalkan, yang sebelumnya bisa dilakukan di kantor yang punya bandwidth lebih besar.</p> <p><a href="https://unsplash.com/photos/v_CxSroHKWg" title="Photo by Matthew Hamilton via Unsplash"><img src="/images/posts/matthew-hamilton-v_CxSroHKWg-unsplash.jpg" alt="" /></a></p> <p>Jenis-jenis biaya di atas adalah sebagian hal yang bisa menambah sektor pengeluaran lebih berat saat ini, karena sebelumnya tidak ada, melakukan <a href="/Penyesuaian-budget-saat-situasi-krisis/">penyesuaian budget</a> dan bagaimana kita menyiasati ini agar bisa lebih hemat dan bisa melewati masa-masa sult ini, dan tetap bisa berhemat.</p> Mon, 23 Mar 2020 00:00:00 +0000 https://seputarfinansial.com/work-from-home-apa-saja-yang-perlu-diperhatikan/ https://seputarfinansial.com/work-from-home-apa-saja-yang-perlu-diperhatikan/ Melakukan penyesuaian budget saat situasi krisis <p>Dengan situasi seperti sekarang ini, merebaknya wabah Covid-19 (atau biasa disebut virus corona), tentunya memiliki dampak yang sangat lumayan terhadap kehidupan sehari-hari, dari mulai membatasi keluar rumah jika dirasa tidak perlu saja, sampai ke pengaruh terhadap kehidupan keseharian, hal sederhana seperti memasak, makan dan aktivitas harian lainnya.</p> <p>Dengan adanya wabah ini, muncul ketakutan, muncul panik, bisa dilihat di supermarket-supermarket, atau pasar tradisional orang banyak melakukan pembelian barang yang manjadikan beberapa barang menjadi langka, bahan makanan menjadi mahal karena supply berkurang sedang demand tinggi karena orang-orang panik dan akhirnya menimbun.</p> <p>Dengan melihat itu, budget yang kita buat tidak berjalan, banyak alokasi dana yang meleset atau membengkak karena barang yang kita beli harganya melebihi budget yang dialokasikan.</p> <p>Disaat-saat ini, kita perlu berhenti sejenak, memikirkan ini semua, dan implikasi yang akan timbul karena wabah ini.</p> <p>Memikirkan skala prioritas, barang apa saja yang sekiranya menjadi kebutuhan sangat penting sekarang, contoh sanitizer, itu menjadi hal yang penting saat wabah ini melanda.</p> <p>Skala prioritas lain seperti budget yang mengharuskan kita keluar dari rumah lebih baik dipotong, contoh budget untuk nonton, makan di luar, ngopi di luar, hal itu selain bisa dialokasikan untuk kebutuhan lain yang lebih penting, juga lebih aman jika kita di rumah saja, meminimalisir penyebaran wabah.</p> <p>Dari alokasi-alokasi bukan prioritas tersebut, kita bisa menambahkan budget belanja, budget kebutuhan-kebutuhan pokok lainnya.</p> <p>Dan dalam masa-masa ini, tetap usahakan untuk menabung, berapapun jumlahnya, sebisa kita.</p> <p>Semoga kita bisa melalui krisis ini dengan selamat, dan tetap bisa bahagia, tidak kurang apapun.</p> Sat, 21 Mar 2020 00:00:00 +0000 https://seputarfinansial.com/Penyesuaian-budget-saat-situasi-krisis/ https://seputarfinansial.com/Penyesuaian-budget-saat-situasi-krisis/ Berhutang untuk menunjang gaya hidup <p>Postingan ini bukan untuk menghakimi atau memandang sinis, hanya mencoba untuk refleksi, apakah hal ini bisa membahagiakan kita, atau apakah ini baik untuk kehidupan finansial kita, karena kita mungkin sering/pernah lihat orang-orang yang ada di media sosial yang sedang liburan atau memperlihatkan barang-barang bermerek? liburan ke luar negeri dengan hotel yang wah, atau liburan ke tempat yang eksotis, menggunakan jam yang mahal, tas yang mahal, atau sneaker yang mahal.</p> <p>Lagi-lagi, bukan bermaksud <em>julid</em>, atau menghakimi atas apa yang dibeli, tapi kadang suka bertanya dalam hati, apakah keadaan finansial orang itu itu seperti yang diperlihatkan?</p> <p><em>Spoiler</em>, banyak yang tidak.</p> <p>Banyak yang memaksakan untuk bisa terlihat seperti itu, terlihat kaya dan mampu, dengan satu cara, berhutang, apapun itu bentuknya, dengan meminjam pada orang lain, beli kartu kredit, beli tiket atau menginap di hotel dengan fitur PayLater, yang mana bunga dari kartu kredit dan PayLater bisa lebih dari 20% pertahun.</p> <p>Kenapa banyak orang yang rela berhutang demi menunjang gaya hidup? padahal jika dipikir secara logis, dengan pendapatan yang sekian, dan biaya gaya hidup yang tinggi tidak masuk dihitungan, tapi orang bisa berpikir tidak logis dan tetap berhutang.</p> <p>Jeratan gengsi dan iri melihat teman atau orang yang difollow di instagram pergi ke Bali, ke Paris, Maroko, berpikir untuk memaksakan diri dan akhirnya tergoda untuk berhutang demi untuk bisa pergi ke tempat yang dilihat di media sosial.</p> <h3 id="bisakah-traveling-tanpa-berhutang">Bisakah traveling tanpa berhutang?</h3> <p>Tentu bisa, tidak masalah jika memang ingin ke tempat-tempat menarik tersebut, jika mampu, dan logis, banyak kok yang menabung untuk bisa berlibur, ada juga dengan travel hacking, mencari promo-promo yang bisa menekan biaya berlibur, backpacking dengan memilih rute diskon dan tidak bermewah, dan juga jika ingin beli barang yang bermerk dan tentunya harus berkualitas.</p> <p>Untuk bisa mencapai traveling ke tempat idaman, cara yang bisa dipakai menabung dengan tabungan bunga tinggi atau dengan investasi dengan imbal balik yang lumayan tinggi.</p> <p>Saat-saat <a href="https://seputarfinansial.com/resesi-apa-yang-harus-diperhatikan/">krisis</a> akibat <a href="https://seputarfinansial.com/pandemi-corona-dan-dampak-keuangan/">Covid-19</a> ini, sudah dipastikan menggunakan instrumen saham amat sangat tidak dianjurkan, tidak ada krisis pun, saham tetap instrumen investasi yang berisiko dan tidak akan mendapatkan untung yang cepat.</p> <p>Reksa dana pasar uang merupakan salah satu instrumen yang bisa dicoba, selain bisa menabung atau membeli unit sedikit-sedikit, nyicil, supaya tercipta portofolio yang solid, dan usahakan membeli produk reksa dana pasar uang itu dari satu manajer investasi saja, ini berkaitan dengan biaya admin dan bank kustodian, jika lebih dari satu, maka fee-nya juga lebih dari satu yang harus kita bayar, jadi pilih yang menurut kita bagus, fee yang masuk akal, dan tetap di situ, terus tambah saldonya.</p> <p>Reksa dana adalah instrumen investasi yang bebas pajak, maka jika kita mencairkannya tidak ada pajak yang dikenai, dan tidak ada pajak juga setiap bulannya, hanya saja perlu dilihat juga prospektus dan facts dari produknya apakah pencairan cepat (kurang dari 1 tahun) ada penalti atau tidak, jadikan itu sebagai pertimbangan juga untuk memilih produknya.</p> <h3 id="tetap-bahagia-dan-positif">Tetap bahagia dan positif</h3> <p>Kebahagiaan memang terkadang hal yang <em>absurd</em>, ada orang yang <em>traveling</em> katanya bisa membuat bahagia, tapi ada yang makan indomie bisa membuat orang itu bahagia, bersedekah, berbagi pada sesama juga bisa membuat kita bahagia, intinya kebahagiaan sama pentingnya dengan finansial kita juga. carilah kebahagiaan yang tidak membuat kita bangkrut atau sampai berhutang, karena biasanya akan menyulitkan nanti.</p> Mon, 16 Mar 2020 00:00:00 +0000 https://seputarfinansial.com/berhutang-untuk-menunjang-gaya-hidup/ https://seputarfinansial.com/berhutang-untuk-menunjang-gaya-hidup/ Pandemi Corona (covid-19) dan dampak keuangan, apa yang perlu dilakukan? <p>Saat ini, sudah menginjak hampir 4 bulan dari pertama terdeteksi adanya Corona virus, dan saat ini juga virus itu sudah menjangkau ke belahan dunia lain, tak terkecuali Indonesia.</p> <p>Pada saat sebelumnya mungkin belum terpikirkan sejauh apa dampak yang akan terjadi gara-gara virus ini ke dalam ekonomi dan aspek yang terkait didalamnya, seperti <a href="/investasi/">investasi</a>, industri dan sektor riil lainnya.</p> <p>Dengan adanya virus ini, atau lebih tepatnya adanya ketakutan atas virus ini, banyak industri terganggu, transportasi salah satunya, logistik, bisnis hospitality, produk industri konsumen seperti beras, buah-buahan, susu, minuman-minuman, selain karena masalah logistik dan transportasi, juga karena panik orang-orang dalam membeli barang-barang tersebut yang menjadikan barang langka, demand meningkat, tapi supply terbatas.</p> <p>Pada detik ini, IHSG (index harga saham gabungan) sudah mencapai titik rendah dari 5 tahun yang lalu (perlu dilihat lagi datanya, 2015 mencapai 4200an), implikasi dari saham-saham pada anjlok (atau koreksi) karena banyak orang menjual sahamnya dengan harapan bisa memegang cash, orang-orang mungkin terlalu berisiko jika memegang saham untuk sekarang ini.</p> <p>Jadi bisa dipastikan nilai investasi yang sekarang dipegang cenderung turun, dari reksa dana saham, dan mungkin sampai dana pensiun yang ada di BPJS JHT, DPLK atau produk lainnya, karena ada mengandung komponen saham di dalamnya.</p> <p>Dengan perkembangan itu, apa yang harus dilakukan sekarang? <a href="/resesi-apa-yang-harus-diperhatikan/">hal-hal yang bisa dilakukan ketika resesi</a>, dan juga untuk kasus khusus sekarang ini, hal tambahan yang bisa dipertimbangkan,</p> <h3 id="jangan-panik">Jangan panik</h3> <p>Panik menjadikan semua kacau, susunan perencanaan keuangan, alokasi-alokasi yang sudah disusun, budget yang sudah dibuat bisa kacau, tetap ikuti rencana-rencana itu dan juga budgetnya, dengan perubahan dan penyesuaian di beberapa sisi.</p> <p><a href="https://unsplash.com/photos/g-u2XlUqAXA" title="Photo by DDP"><img src="/images/posts/ddp-g-u2XlUqAXA-unsplash.jpg" alt="" /></a></p> <h3 id="potong-pengeluaran-yang-tidak-perlu">Potong pengeluaran yang tidak perlu</h3> <p>Dalam kondisi ini, patut sepertinya mengubah alokasi <a href="/metode-budgeting/">budget</a>, karena corona ini bisa menular, maka hindari tempat-tempat ramai, dari sini bisa memilih alokasi dana mana yang memerlukan perlu ke tempat ramai, bisa memotong atau menghilangkan alokasi untuk makan di luar, ngopi-ngopi di luar, dan pindahkan alokasi ke kategori lain.</p> <h3 id="sedia-uang-tunaicash-dan-dana-darurat">Sedia uang tunai/cash dan dana darurat</h3> <p>Karena saat ini cash-lah yang dibutuhkan, memiliki cadangan emas mungkin bagus sebelum-sebelumnya, hanya saja saat inipun harga emas sudah jauh turun karena orang lebih memilih memegang cash yang likuid, yang bisa dipakai untuk apapun kebutuhan lainnya.</p> <p>Dan amit-amitnya, jika ada yang sakit bisa <a href="/menabung-menyiapkan-dana-darurat/">menggunakan dana darurat</a> yang tersedia.</p> <h3 id="hindari-keputusan-keuangan-yang-besar">Hindari keputusan keuangan yang besar</h3> <p>Menurut pendapat saya, lebih baik hindari dulu rencana membeli mobil, gadget, rumah atau apapun yang memiliki nilai yang tinggi, atau kita musti mengeluarkan uang yang besar.</p> <p>Hal ini lebih baik dialihkan dulu ke membeli barang-barang pokok yang diperlukan saja, secukupnya, karena logistik terganggu, dan bisa dipastikan harga juga akan naik drastis, juga <a href="/hindari-belanja-impulsif-dengan-cara-ini/">hindari belanja barang yang tidak perlu dan impulsif</a>.</p> <h3 id="bersiap">Bersiap</h3> <p>Bersiap dengan semua kemungkinan yang ada, karena efek dari virus ini global, maka efek ekonomi juga mendunia, tidak hanya terkena satu dua negara saja, apalagi dengan Tiongkok yang produsen banyak hal di dunia terkena dampak paling besar, maka sektor yang mengandalkan barang dari Tiongkok akan terkena dampak.</p> <h3 id="diet-informasi">Diet informasi</h3> <p>Media massa dan media sosial saat ini menjadi alat penyebar ketakutan, yang dibuat oleh media sendiri, dengan membuat orang takut dan tidak rasional, karena media butuh atensi, butuh kita sebagai pengkonsumsi agar mereka tetap hidup dengan klik dari pengguna, yang akhirnya menjadi uang untuk mereka, dan media sosial mengamplify itu semua.</p> <p><a href="https://notes.dedenf.com/2020/02/diet-informasi-information-diet">Selalu saring berita yang ada</a>, dan selalu ingat bahwa media akan selalu lebay dalam menanggapi sesuatu, objektivitas mungkin dikesampingkan, dan juga selalu waspada di media sosial, jangan terpancing isu.</p> <hr /> <p>Selalu tenang dan jangan seperti orang-orang yang panik melakukan rush dan membeli semua barang sampai tidak menyisakan untuk orang lain, karena jika terus begini, bukan virus yang akan membunuh manusia, tapi kepanikan, ketakutan yang akan membunuh.</p> <hr /> Fri, 13 Mar 2020 00:00:00 +0000 https://seputarfinansial.com/pandemi-corona-dan-dampak-keuangan/ https://seputarfinansial.com/pandemi-corona-dan-dampak-keuangan/ Belajar dari kesalahan finansial pada umur 20an <p>Postingan Ini mungkin salah satu dokumentasi <a href="/apa-saja-tujuan-finansial-dan-membuatnya/">perjalanan finansial</a> pribadi dan mungkin bisa (atau sudah) terjadi pada yang lain, karena ”kesalahan-kesalahan” ini adalah proses belajar juga, dalam kehidupan finansial, pasti ada proses yang gagal, berhasil, cara-cara yang diperbarui dari cara sebelumnya, ada perubahan-perubahan dalam hidup, kebutuhan-kebutuhan yang mendadak yang mengharuskan menguras tabungan atau simpanan lainnya.</p> <p>Umur 20an adalah umur yang dibilang sangat produktif, umur awal memulai usia kerja jika baru keluar dari sekolah, atau umur dimana memulai berkeluarga, dan sepanjang jalan, pastinya kita menemukan, membuat kesalahan dalam keuangan, kesalahan yang dibuat biasanya seperti yang saya coba tulis di bawah, masih ada kesalahan-kesalahan lainnya, coba mari kita jabarkan beberapa.</p> <h3 id="buruknya-hubungan-dengan-uang">Buruknya hubungan dengan uang</h3> <p>Kita mulai dengan ini, kita pasti memiliki latar belakang pendidikan, lingkungan berbeda, kita memilki <a href="/memahami-kinerja-keuangan-pribadi/">pandangan yang berbeda juga tentang uang</a>, ada yang menganggap uang adalah sumber petaka, sumber kehidupan, atau apapun pendangan mereka tentang uang.</p> <!--more--> <p>Dengan uang memang bisa jadi alat untuk kita mencapai sesuatu yang dibutuhkan, yang diinginkan, jika hubungan dengan uang buruk, artinya kita tidak menghargai uang, boros, tidak memikirkan kegunaan uang untuk kehidupan kita kelak nanti, lebih banyak terperangkap pada kehidupan yang sekarang (YOLO?), menggunakan uang untuk membeli barang yang tidak kita butuhkan, bahkan untuk memikat orang yang sama sekali tidak kita kenal.</p> <p>Apalagi dengan media sosial saat ini, amat mudah melihat orang lain lagi liburan, menggunakan barang-barang bermerk, yang menjadikan keputusan keuangan kacau, lebih memilih membeli barang dan liburan sering-sering demi menunjukkan eksistensi.</p> <h3 id="tidak-memiliki-dana-darurat">Tidak memiliki dana darurat</h3> <p>Kesalahan ini amat umum, banyak orang yang tidak memiliki <a href="/menabung-dan-investasi/">tabungan</a> yang cukup, apalagi memiliki <a href="/menabung-menyiapkan-dana-darurat/">dana darurat</a>, ini terjadi hampir pada semua orang, tenang, coba lakukan dengan perlahan dalam mengumpulkan <a href="/hal-yang-perlu-diperhatikan-ketika-menyiapkan-dana-darurat/">dana darurat</a> ini, secara umum orang-orang berpendapat bahwa dana darurat itu sebesar 3-6 bulan pengeluaran, dan selalu memperbaharuinya dari waktu ke waktu seiring dengan jumlah pengeluaran yang biasanya tren-nya naik.</p> <p>Ayo semangat mengumpulkan ini jika belum ada!</p> <h3 id="tidak-memiliki-tabungan-dan-investasi">Tidak memiliki tabungan dan investasi</h3> <p>Sama seperti dana darurat, jika tidak ada tabungan atau uang yang cair juga berbahaya, tabungan ini bisa digunakan atau alokasikan nantinya baik untuk invetasi atau keperluan lain, tabungan ini tidak selalu harus semuanya berbentuk angka di saldo rekening kita, dalam artian bisa membaginya dalam bentuk saldo tabungan yang berbunga tinggi, atau bisa juga dalam bentuk reksa dana pasar uang yang biasanya memiliki return lebih tinggi dari tabungan.</p> <p>Seperti dana darurat, saya mencoba mengumpulkan ini juga perlahan-lahan, tidak harus semuanya dalam satu waktu, bisa stress nanti</p> <p>Tidak mempunyai gambaran jelas mengenai tujuan finansial Ini terjadi pada saya juga, pada umur 20an tidak tahu sama sekali, atau tidak kepikiran sama sekali soal memiliki tabungan, <a href="/investasi/">investasi</a>, apalagi berpikiran memiliki dana pensiun, pada umur itu hanya memikirkan konsumsi dan konsumsi.</p> <p>Dengan tidak memiliki gambaran, kita bisa tersesat, yang menjadikan tujuan hidup dan keuangan tidak sejalan, berakhir dengan uang gajian selalu habis.</p> <p>Mulai dengan memikirkan posisi akhir dimana kita mau berada dalam 20-40 tahun ke depan, makin cepat memikirkan dan mempunyai gambaran makin cepat tujuan finansial terbentuk.</p> <p>Karena investasi lebih awal lebih baik.</p> <h3 id="tidak-memiliki-rencana-jangka-pendek-atau-panjang">Tidak memiliki rencana jangka pendek atau panjang</h3> <p>Sebagai langkah lanjutan dari gambaran tujuan finansial, merencanakan dan memiliki tujuan finansial <a href="/investasi-jangka-pendek-apa-saja/">jangka pendek</a> dan panjang penting, meski dulu sama sekali tidak punya, tidak pernah punya pikiran menyisihkan 10% untuk tabungan atau 15% untuk investasi (panjang/pendek), yang ada hanya konsumsi.</p> <p>Coba menggambarkan dulu tujuan kita 20-40 tahun ke depan, dan mulai memikirkan membagi-bagi tujuan itu ke dalam jangka pendek (dan mungkin menengah) sampai jangka panjang.</p> <p>Jangka pendek seperti pernikahan, atau lahiran anak, jangka panjang seperti sekolah anak dan lain-lain, untuk kategorisasi bisa berbeda tiap orang, maka dari itu personal finance memang sangat pribadi karena tiap orang bisa berbeda.</p> <p><a href="https://unsplash.com/photos/lkA6qT_aGds" title="Photo by Clay Banks"><img src="/images/posts/clay-banks-lkA6qT_aGds-unsplash.jpg" alt="" /></a></p> <h3 id="perubahan-gaya-hidup">Perubahan gaya hidup</h3> <p>Di tempat kerja, kita termasuk yang berprestasi, memiliki hubungan baik dengan klien dan atasan, atau pindah tempat kerja yang menjadikan gaji kita naik, pernah merasa meski gaji naik tapi tetap merasa kurang? nah itu dinamakan <a href="/inflasi-gaya-hidup/">inflasi gaya hidup</a>.</p> <p>Misalkan yang biasanya kita minum kopi sachet atau tubruk, sekarang ingin ganti jadi starbucks atau kopi kekinian yang bisa lebih dari 20.000 satu gelas, tentu ini satu contoh perubahan yang bisa berdampak pada keuangan kita, dan kita merasa perubahan angka itu seperti tidak terasa.</p> <p>Saya pun terkadang suka terjebak dalam kondisi ini, dibutuhkan ekstra disiplin.</p> <p>Coba dengan tabung uang lebih tersebut ke tempat yang lebih aman, tidak dalam rekening konsumsi, bisa dicoba misalkan transfer ke bank yang kita sendiri tidak memiliki kartu ATM-nya, untuk mengaksesnya perlu datang ke cabang.</p> <p>Upgrade memang terkadang diperlukan, hanya perlu lebih waspada.</p> <p><a href="https://unsplash.com/photos/eMP4sYPJ9x0" title="Photo by Sharon McCutcheon"><img src="/images/posts/sharon-mccutcheon-eMP4sYPJ9x0-unsplash.jpg" alt="" /></a></p> <h3 id="kurangnya-pengetahuan-keuangan">Kurangnya pengetahuan keuangan</h3> <p>Ini mungkin bisa dibilang yang paling berbahaya, poin di atas berujung atas ketidak tahuan atau kurangnya pengetahuan atas uang, bagaimana mengaturnya, bagaimana membuat uang itu tidak seperti angin, numpang lewat, atau seperti memegang air, selalu lepas.</p> <p>Dengan selalu belajar, membaca mengenai keuangan, membuat <a href="/metode-budgeting/">budget</a>, belajar tentang instrumen-instrumen investasi, dan memperbaiki hubungan kita dengan uang, uang bisa membuat kita bahagia, dengan uang kita juga bisa membuat orang lain bahagia, dengan sedekah, beramal, agar seimbang diri kita bahagia, dan orang lain.</p> <p>Dengan pengetahuan keuangan, mudah menavigasikan kemana arah yang akan kita tempuh ke depan, dan di sini pulalah kenapa saya menulis blog ini sebagai bagian dari pelajaran dan pembelajaran atas banyak <a href="/7-kesalahan-finansial-yang-sering-terjadi/">kesalahan</a> dan memperbaiki hubungan dengan uang, sambil menavigasikan aspek finansial, yang mudah-mudahan menjadi lebih baik.</p> Thu, 12 Mar 2020 00:00:00 +0000 https://seputarfinansial.com/kesalahan-keputusan-keuangan-pada-umur-20an/ https://seputarfinansial.com/kesalahan-keputusan-keuangan-pada-umur-20an/ Mengenal Jenius Akun Bisnis <p>Baru-baru ini <a href="/bank-digital-jenius/">Jenius</a> merilis fitur baru, yang dinamakan <a href="https://www.jenius.com/akunbisnis">Akun Bisnis (Business Account)</a>, yang mana akun bisnis ini dikhususkan untuk kebutuhan bisnis dan transaksi <em>online</em>, akun bisnis terpisah dari akun pribadi, dengan tujuan agar lebih mudah <a href="/pisahkan-rekening-konsumsi-dan-rekening-tabungan/">mengelola keuangan antara bisnis dan pribadi</a>, karena targetnya untuk aktivitas online, maka tidak banyak fitur yang ditawarkan saat ini untuk Akun bisnis ini.</p> <h3 id="cara-pengaktifan-akun-bisnis">Cara Pengaktifan Akun Bisnis</h3> <p>Untuk mengaktifkan akun bisnis ini cukup mudah, cukup dengan mengkonfirmasi ”Activate Now” di dashboard sesudah mengupdate Jenius ke versi 2.31.0 (<a href="https://play.google.com/store/apps/details?id=com.btpn.dc&amp;hl=en_US">android</a>, <a href="https://apps.apple.com/id/app/jenius/id1079340119">iOS</a>), maka kita akan ditampilkan jendela untuk melakukan aktivasi akun bisnis.</p> <p><a href="/images/posts/jenius-bisnis/jenius-bisnis-activating-small.jpg" title="klik untuk gambar lebih besar Jenius aktivasi"><img src="/images/posts/jenius-bisnis/jenius-bisnis-activating-small.jpg" alt="" /></a></p> <p>Ketika kita aktivasi, kemudian akan ditanyakan cashtag yang akan dipakai untuk akun bisnis ini.</p> <p><a href="/images/posts/jenius-bisnis/jenius-bisnis-cashtag-choose.jpg" title="klik untuk gambar lebih besar Jenius Cashtag"><img src="/images/posts/jenius-bisnis/jenius-bisnis-cashtag-choose-small.jpg" alt="" /></a></p> <p>Setelah memilih cashtag, maka akun bisnis kita akan segera aktif</p> <p><a href="/images/posts/jenius-bisnis/jenius-bisnis-activated.jpg" title="klik untuk gambar lebih besar Jenius Bisnis teraktivasi"><img src="/images/posts/jenius-bisnis/jenius-bisnis-activated-small.jpg" alt="" /></a></p> <p>Tampilan Dashboard</p> <p><a href="/images/posts/jenius-bisnis/jenius-dashboard-activated.jpg" title="klik untuk gambar lebih besar Jenius Dashboard"><img src="/images/posts/jenius-bisnis/jenius-bisnis-dashboard-small.jpg" alt="" /></a></p> <h3 id="perbedaan-dengan-akun-pribadi">Perbedaan dengan akun pribadi</h3> <p>Akun bisnis memiliki banyak perbedaan dengan akun pribadi, dalam akun bisnis ini tidak banyak fitur yang bisa dilihat, jadi murni seperti <em>checking account</em>, fitur yang ditampilkan di sini adalah</p> <ul> <li>Dashboard</li> <li>In &amp; Out</li> <li>Card Center</li> <li>Send It</li> <li>Jenius Contact</li> </ul> <p><a href="/images/posts/jenius-bisnis/jenius-bisnis-menu.jpg" title="klik untuk gambar lebih besar Jenius Menu"><img src="/images/posts/jenius-bisnis/jenius-bisnis-menu-small.jpg" alt="" /></a></p> <p>Seperti yang dilihat, di akun bisnis tidak ada fitur tabungan dengan bunga tinggi seperti FlexiSaver, DreamSaver atau bahkan MaxiSaver (dan bahkan tidak ada FlexiCash untuk pinjaman), mungkin bisa dibilang Jenius Akun Bisnis ini seperti Jenius versi ringan, tanpa fitur lebih seperti Jenius Akun pribadi.</p> <h3 id="apakah-perlu-mengaktifkan-akun-bisnis">Apakah perlu mengaktifkan akun bisnis?</h3> <p>Seperti biasa, ini tergantung, jika kita memang sering melakukan transaksi online, sepertinya ini bisa jadi komplemen untuk akun Jenius Pribadi yang sudah kita punya.</p> <p>Dengan dihadirkan versi bisnis yang ”ringan” ini, kita bisa lebih mudah melihat perjalanan uang kita di <strong>In &amp; Out</strong>.</p> <p>Untuk yang sering menggunakan kartu fisik dalam bertransaksi, kita tidak dapat menggunakan kartu fisik di akun bisnis, di akun bisnis ini kita hanya diberikan 1 kartu, yaitu kartu M-Card, tidak seperti akun pribadi yang ada kartu fisiknya, di akun bisnis kartu M-Card ini berbentuk virtual, kartu ini persis seperti e-Card di akun pribadi.</p> <p>Berikut tabel pembanding sederhana perbedaan antara akun bisnis dan pribadi,</p> <table> <thead> <tr> <th>Fitur</th> <th style="text-align: center">Akun Pribadi</th> <th style="text-align: center">Akun Bisnis</th> </tr> </thead> <tbody> <tr> <td><strong>Dashboard</strong></td> <td style="text-align: center">✓</td> <td style="text-align: center">✓</td> </tr> <tr> <td>In &amp; Out</td> <td style="text-align: center">✓</td> <td style="text-align: center">✓</td> </tr> <tr> <td>Save It</td> <td style="text-align: center">✓</td> <td style="text-align: center">✗</td> </tr> <tr> <td>Split Bill</td> <td style="text-align: center">✓</td> <td style="text-align: center">✗</td> </tr> <tr> <td>Pay Me</td> <td style="text-align: center">✓</td> <td style="text-align: center">✗</td> </tr> <tr> <td>Send It</td> <td style="text-align: center">✓</td> <td style="text-align: center">✗</td> </tr> <tr> <td>M-Card</td> <td style="text-align: center">✓</td> <td style="text-align: center">✓ (Virtual)</td> </tr> <tr> <td>e-Card</td> <td style="text-align: center">✓</td> <td style="text-align: center">✗</td> </tr> <tr> <td>x-Card</td> <td style="text-align: center">✓</td> <td style="text-align: center">✗</td> </tr> <tr> <td>FlexiCash</td> <td style="text-align: center">✓</td> <td style="text-align: center">✗</td> </tr> </tbody> </table> <p>Untuk saya pribadi, ini saya anggap sebagai rekening bank tambahan, jadi punya rekening lain yang bisa digunakan untuk <em>checking account</em>, dan untuk transaksi, jadi jangan berharap memiliki bunga yang tinggi seperti pada akun pribadi, yang bisa mencapai <strong>4%</strong> p.a, di akun bisnis, untuk saldo utama diberikan bunga sebesar <strong>0.5%</strong> p.a.</p> Mon, 09 Mar 2020 00:00:00 +0000 https://seputarfinansial.com/mengenal-jenius-akun-bisnis/ https://seputarfinansial.com/mengenal-jenius-akun-bisnis/ Seputar Finansial, setahun (lebih) <p>Baru sadar kalau seputar finansial sudah satu tahun, pertama memposting artikel di sini pada tanggal 19 januari 2019, dengan judul “<a href="https://seputarfinansial.com/perkenalan-seputarfinansial/">Perkenalan seputar finansial</a>”, Sampai saat ini, sudah mempublish 40 artikel (41 dengan artikel ini), ini masih terhitung sedikit, dan akan coba lebih banyak lagi menulis artikel-artikel tahun ini.</p> <p>Untuk statistik pengunjung memang hitungan kecil rata-rata 300an pengunjung setiap bulannya, ada beberapa yang musti di<em>tune</em> dari sisi tampilan, konten, kecepatan menampilkan halaman, kompatibilitas antar perangkat (mobile, desktop dan lainnya).</p> <p>Selanjutnya pembahasan lebih dalam terhadap instrumen-instrumen investasi, dibarengi dengan perilaku keuangan (behavioral finance), bagaimana hubungan manusia dengan uang, karena ini sangat penting untuk mencapai tujuan finansial yang direncanakan.</p> Wed, 04 Mar 2020 00:00:00 +0000 https://seputarfinansial.com/seputar-finansial-satu-tahun/ https://seputarfinansial.com/seputar-finansial-satu-tahun/ Dana uang dingin (uang hilang/hangus?) <p>Disamping <a href="/perbandingan-tabungan-bunga-tinggi-deposito-reksadana-dan-obligasi-negara/">tabungan</a> dan <a href="/investasi/">investasi</a>, dalam hidup pasti ada kebutuhan lain selain kebutuhan primer, seperti misalkan hobi, hobi ini bisa menjadi murah dan bisa juga menjadi mahal, tergantung dari hobi yang dipilih.</p> <p>Kebutuhan diluar <a href="/check-up-finansial-sebelum-membuat-blueprint-tujuan-finansial/">kebutuhan pokok</a> (primer), seperti sekunder atau bahkan tersier, tentu tetap membutuhkan dana/uang, ambil contoh modifikasi motor/mobil atau mungkin traveling, hal-hal tersebut adalah hal yang kita tetap bisa hidup tanpanya, pengeluaran untuk kebutuhan sekunder atau bahkan tersier sebisa mungkin tidak mengganggu kebutuhan primer.</p> <p>Untuk bisa memenuhi itu, ada cara yang bisa ditempuh, seperti tabungan umumnya, untuk kebutuhan dana ini saya namakan dana uang dingin, yang mana dana ini bisa saya gunakan untuk hal-hal diluar primer.</p> <h3 id="mengumpulkan-uang-dingin">Mengumpulkan uang dingin</h3> <p>Untuk bisa mengumpulkan uang dingin ini, seperti strategi sebelumnya untuk <a href="/menabung-dan-investasi/">tabungan dan investasi</a>, kita tetap menyisihkan persentase dari uang bulanan atau ketika medapatkan bonus/kenaikan gaji ke dalam tabungan uang dingin, yang mana uang tersebut bisa kita gunakan nanti-nanti jika saatnya tepat.</p> <p>Tujuan dari uang dingin ini bisa digunakan untuk apapun, bahkan untuk keperluan investasipun bisa saja kalau mau, yang perlu diingat, dana ini berbeda dengan dana darurat, atau dana khusus investasi, dana ini murni untuk tujuan yang mungkin belum terencana saat ini, mungkin juga kategori “foya-foya” dan bisa juga digunakan untuk pengeluaran yang tidak rutin.</p> <h3 id="gunakan-mental-accounting">Gunakan mental accounting</h3> <p><a href="https://unsplash.com/photos/rH8O0FHFpfw" title="Photo by Marten Bjork at Unsplash"><img src="/images/posts/marten-bjork-rH8O0FHFpfw-unsplash.jpg" alt="" /></a> Dana uang dingin, secara penyimpanan bersifat sama, di sinilah peran <a href="/psikologi-keuangan/"><em>mental accounting</em></a> diperlukan dan bisa diaplikasikan terhadap dana uang dingin, meski itu <a href="/pisahkan-rekening-konsumsi-dan-rekening-tabungan/">sama-sama tabungan</a>, tapi ini bersifat dana-yang-selalu-siap jika diperlukan untuk hal-hal yang bisa dibilang non-primer.</p> <h3 id="hal-hal-non-primer">Hal-hal non-primer</h3> <p>Untuk menggunakan dana uang dingin, bisa bermacam-macam, misalkan untuk modifikasi motor/mobil, membeli Lego, makan malam karena anniversary atau ulang tahun, bisa juga mendadak harus membeli stelan jas (haha), berlibur dan masih banyak lagi contoh yang lain, tinggal kita pikirkan untuk apa uang itu.</p> <h3 id="strategi">Strategi</h3> <p>Dalam membangun dana uang dingin ini, tetap diperlukan strategi agar bisa berjalan konsisten sehingga bisa terkumpul dananya, strategi yang bisa dipakai,</p> <ol> <li><strong>Otomatisasi</strong> <br /> <a href="/otomasi-proses-manajemen-keuangan-finansial/">Otomatisasi</a> ini penting agar pikiran kita mudah dalam memutuskan sesuatu, tidak perlu ada friksi.</li> <li><strong>Gunakan akun yang berbeda</strong> (atau beda rekening) <br /> Ini berguna agar tidak bercampur dengan dana-dana tujuan yang lain, dan kita bisa tetap fokus dalam mengumpulkan dananya</li> <li><strong>Gunakan mental accounting</strong> <br /> Hal ini agar tercipta mindset bahwa ini dana yang berbeda, dengan uang yang berbeda, dengan tujuan yang berbeda, perlakukan seperti dana darurat.</li> <li><strong>Tetap dalam bentuk likuid</strong> <br /> Disarankan tetap dalam bentuk likuid, yang mana gampang diakses, dan juga untuk digunakan, dan kapanpun dibutuhkan dana tersebut bisa langsung digunakan tanpa ada proses lagi (seperti proses pencairan, proses penjualan aset).</li> <li><strong>Gunakan bank digital atau bank bebas fee</strong> <br /> Dengan menggunakan <a href="/bank-digital-apa-itu/">bank digital</a>, hal ini agar uang yang terkumpul tidak dikurangi oleh <a href="/mengapa-memperhatikan-biaya-admin-itu-penting/">fee-fee admin</a> yang setiap bulan ditarik otomatis oleh pihak bank, biasanya bank konvensional, uang tersebut lumayan sebagai tambahan dana jika tidak ada fee.</li> </ol> <p>Tentu saja strategi di atas bisa berbeda tiap orang, tinggal kita cari apa yang bisa jalan dan cocok, saya sendiri menggunakan strategi itu dengan pengaplikasian di <a href="/bank-digital-jenius/">Jenius</a> dan juga <a href="/bank-digital-membuka-tabungan-TMRW-by-UOB/">TMRWbyUOB</a>, karena bisa menggunakan DreamSaver di Jenius untuk menampung dana tersebut, dan bisa ditransfer otomatis, dan untuk beda akun bank, transfer ke UOB.</p> <p>Meski dana uang dingin ini bisa jadi tidak ada angka acuan, tapi tidak ada salahnya jika diperhatikan, misalkan jika mencapai 3 juta, maka uang yang lebihnya bisa digunakan untuk membuat dana untuk kebutuhan lain, atau melanjutkan dana uang dingin yang sudah ada dengan menaikkan angka acuan.</p> Wed, 04 Mar 2020 00:00:00 +0000 https://seputarfinansial.com/dana-uang-dingin-uang-hilang/ https://seputarfinansial.com/dana-uang-dingin-uang-hilang/