Seputar Finansial Ngatur duit, Menuju literasi finansial. https://seputarfinansial.com/ Tue, 04 Aug 2020 02:04:19 +0000 Tue, 04 Aug 2020 02:04:19 +0000 Jekyll v3.8.7 Tips-tips memaksimalkan penggunaan akun dan aplikasi Jenius <p>Sudah membuka akun <a href="/bank-digital-jenius/">Jenius</a>? kali ini saya akan coba tuliskan tips-tips memaksimalkan akun Jenius yang kita punya untuk kebutuhan investasi, dan kebutuhan lainnya jika ada.</p> <p>Berikut teknik-teknik, cara, yang saya gunakan untuk memaksimalkan penggunaan akun Jenius saya,</p> <h3 id="conveyor-belt-saving-dengan-dream-saver">Conveyor belt saving dengan Dream Saver</h3> <p>Masih ingat <a href="/conveyor-belt-saving-concept/">teknik conveyor belt saving</a>?, yang sederhananya, kita membuat satu wadah yang nantinya jika wadah itu tercukupi akan berpindah ke proses selanjutnya.</p> <p>Teknik conveyor belt saving dengan menggunakan Jenius, setidaknya saya menggunakan cara seperti ini.</p> <ol> <li>Membuat Dream Saver dengan nilai kontribusi terserah kita, tapi jika tujuannya untuk deposito di Maxi Saver, maka angka tujuan kita adalah 10 juta, saya sarankan membuat Dream Saver lebih dari 1.</li> <li>Melakukan kontribusi di Dream Saver tersebut harian, misalkan saya nabung di Dream Saver itu dengan kontribusi 20rb sehari, dan jika ada uang lebih, akan saya tambahkan ke dalam Dream Saver itu agar bisa lebih cepat.</li> <li>Jika sudah mencukupi, dan tercapai Dream Saver yang saya buat, akan saya pindahkan ke Maxi Saver</li> </ol> <p>Dengan menggunakan Dream Saver kita mendapatkan bunga 4% p.a (saat ini), kalau ada pertanyaan kenapa tidak menggunakan Flexi Saver? kan bunganya sama?.</p> <p>Memang, tapi dengan menggunakan Dream Saver, ada faktor psikologis yang akan menyayangkan jika Dream Saver tersebut dihentikan, sedangkan jika menyimpan di Flexi Saver gampang dilakukan penarikan, yang ujungnya uang bisa terus diambil.</p> <p>Secara alur, bisa dilihat seperti ini.</p> <p><img src="/images/posts/jenius-conveyor-belt-saving.png" alt="" /></p> <p>Teknik ini bukan hanya terbatas untuk deposito saja, mungkin bisa digunakan untuk nanti melakukan pembelian reksa dana jika sudah mencapai angka yang diinginkan (biasanya reksa dana dimulai dengan harga 50 - 100 ribu), atau mungkin yang sedang ramai sekarang, menabung emas.</p> <h3 id="otomatisasi">Otomatisasi</h3> <p>Melakukan otomatisasi itu penting, karena kita menghilangkan faktor emosional dalam mengambil keputusan finansial, terutama menabung.</p> <p>Saya menggunakan otomasi untuk membagi pos-pos tabungan di bank lain dan atau untuk melakukan investasi.</p> <p>Baca: <a href="/otomasi-proses-manajemen-keuangan-finansial/">Otomatisasi finansial</a></p> <p>Contoh, saya menggunakan <a href="/Investasi-reksadana-dengan-uang-receh-di-BIBIT/">BIBIT</a> untuk melakukan investasi reksa dana (<em>ehem….</em> kode referral saya <strong><em>tigvgn4</em></strong>), dan karena BIBIT mendukung pembelian dengan menggunakan GoPay (ada metode lain seperti LinkAja, Virtual account, manual transfer), saya akan membuat transfer terjadwal di Jenius ke rekening tujuan yang digunakan untuk kebutuhan pembelian produk reksa dana.</p> <p><img src="/images/posts/jenius-auto-gopay.jpg" alt="otomasi" /></p> <p>Sesudah melakukan <em>setting</em> di BIBIT, saya juga melakukan penjadwalan di sisi Jenius di menu Send It ke akun GoPay saya.</p> <p><img src="/images/posts/jenius-auto-transfer.jpg" alt="transfer" /></p> <p>Dengan melakukan ini, saya (dengan harapan) bebas dari memutuskan pembelian reksa dana tersebut, karena saya tinggal melakukan eksekusi pembelian reksa dana di aplikasi BIBIT, dan bisa dengan otomatis melakukan investasi.</p> <p>Baca: <a href="/kesalahan-kesalahan-yang-pernah-saya-lakukan-dalam-memilih-produk-reksadana/">Kesalahan-kesalahan yang pernah pernah lakukan ketika memilih produk reksa dana</a></p> <p>Otomatisasi ini juga saya terapkan <a href="/metode-budgeting/">untuk hal lain</a> seperti bayar tagihan, pos belankja dan lain-lain.</p> <h3 id="e-card-untuk-semua-transaksi-online">E-Card untuk semua transaksi online</h3> <p>Menggunakan E-Card untuk keperluan transaksi-transaksi yang sering dilakukan, dari mulai membayar tagihan listrik, internet, pulsa dan lain-lain, dan kebetulan saya menggunakan Tokopedia untuk keperluan itu, juga bisa dilakukan penjadwalan pembayaran, selain pertimbangan lebih ke arah cashback points, yang mana points tersebut bisa saya gunakan untuk keperluan lain nantinya.</p> <p>Selain lebih terukur pengeluaran jika menggunakan debit, juga kalau ada kebocoran data kartu bisa meminta e-card baru.</p> <h3 id="x-card">X-Card</h3> <p>Meski saat pandemi ini amat sangat jarang melakukan perjalanan untuk mengambil uang tunai, tapi dengan X-Card agak terbantukan dengan hanya menyimpan uang yang diperlukan saja, dan juga kalau kartu hilang, tinggal minta kartu baru.</p> <h3 id="manfaatkan-flexi-saver">Manfaatkan Flexi Saver</h3> <p>Jika ada saldo, saya sarankan simpan di dalam Flexi Saver, saat ini Jenius bisa membuat sampai 3 Flexi Saver, karena memiliki bunga yang lebih tinggi, 4% p.a, lebih besar daripada di saldo utama yaitu hanya 0.5% p.a.</p> <p>Sisihkan uang yang sekiranya diperlukan, atau jika disimpan di Flexi Saver semua, tarik sejumlah uang yang diperlukan, agak sedikit repot kalau butuh segera, tapi menurut saya sepadan, karena lumayan jika membandingkan bunga 0.5% vs 4% p.a.</p> <h3 id="pilih-maxi-saver-dengan-aropi">Pilih Maxi Saver dengan AROPI</h3> <p>Menyimpan dana deposito dan juga sekaligus mendapatkan keuntungan melalui compounding interest, atau bunga berbunga, dengan mode AROPI, Auto RollOver Principal and Interest, kita bisa mendapatkan bunga dari deposito kita, dan bunga tersebut dimasukkan ke dalam prinsipal.</p> <p>Misalkan kita menaruh dana di deposito 10 juta, dengan 5.5%, pada bulan pertama kita mendapatkan bunga kira-kira 36.666 (5.5%/12 - pajak), pada bulan selanjutnya prinsipal deposito kita menjadi 10.036.666, pada bulan ke-dua akan dihitung bunga dari jumlah prinsipal pada bulan pertama, dan begitu seterusnya.</p> <p>Ada yang punya ide <em>money hack</em> yang lain di Jenius?</p> Tue, 04 Aug 2020 00:00:00 +0000 https://seputarfinansial.com/tips-tips-memaksimalkan-penggunaan-akun-dan-aplikasi-jenius/ https://seputarfinansial.com/tips-tips-memaksimalkan-penggunaan-akun-dan-aplikasi-jenius/ Menyimpan dana di deposito di bank-bank digital (dan online banking) <p>Deposito, produk bank yang menawarkan imbal hasil yang lebih tinggi dari tabungan biasa, dengan bunga saat ini 4-6% (tergantung bank, prinsipal, dan tenor), dan juga menawarkan keamanan yang tinggi dibanding investasi lain, karena dana kita akan tetap bersifat likuid, terutama dengan perkembangan bank digital, kita bisa mengakses dana kapanpun dengan mencairkannya.</p> <p>Meski ada bank digital yang tetap memberikan penalti jika dicairkan sebelum waktunya, atau ada yang tidak bisa dicairkan sama sekali sampai jatuh tempo.</p> <p>Pada artikel sebelumnya saya pernah membahas dimana saja produk yang bisa digunakan untuk menyimpan dana kebutuhan <a href="/investasi-jangka-pendek-apa-saja/">finansial jangka pendek</a>, <a href="/investasi-dana-darurat-dengan-deposito-bertingkat/">deposito</a> adalah salah satunya.</p> <p>Jika dibandingkan dengan <a href="/perbandingan-tabungan-bunga-tinggi-deposito-reksadana-dan-obligasi-negara/">reksa dana pasar uang</a>, secara rata-rat deposito cenderung “kalah” imbal hasilnya, tapi reksa dana pasar uang, meski bisa dicairkan (<em>redemption</em>), tapi ada waktu tunggu, setidaknya hari ini + 1 hari, dan ada beberapa produk yang tidak bisa dicairkan jika sudah masuk bukan hari kerja (atau jam kerja).</p> <p>Untuk mengulang, deposito adalah sebuah produk tabungan dan investasi dari bank, dimana kita menyimpan sejumlah dana di bank tersebut, dengan jangka waktu yang disepakati, biasanya 1, 3, 6, 12 bulan, atau lebih lama, bank-bank yang menawarkan deposito saat ini memang banyak, tapi tidak semua memiliki suku bunga tinggi, apalagi dengan suku bunga acuan Bank Indonesia yang kecil saat ini, tapi bisa melihat dari data yang ada <a href="https://pusatdata.kontan.co.id/bungadeposito/">di sini sebagai referensi</a>.</p> <p>Dengan menggunakan deposito, kita masih memiliki prinsipalnya ditambah dengan bunga yang didapatkan setiap bulannya atau diakhir masa penyimpanan, pajak bunga dari deposito ini berkisar 20%.</p> <p>Di sini sering saya menuliskan mengenai bank digital dan bag, dan bank digital tersebut menawarkan juga produk deposito, di sini akan membahas beberapa deposito yang saya pernah coba di bank digital.</p> <h3 id="jenius-maxi-saver">Jenius Maxi Saver</h3> <p><img src="https://www.jenius.com/assets/img/brand/logo_jenius-blue.svg" alt="jenius" /></p> <p>Di <a href="/bank-digital-jenius/">Jenius</a>, produk depositonya dinamakan <a href="https://www.jenius.com/app/save/maxi-saver/">Maxi Saver</a>, silakan <a href="/bank-digital-jenius/">baca review saya mengenai Jenius ini dan produk-produk di dalamnya</a>.</p> <p>Untuk membuka deposito di Maxi Saver, minimum dana yang disimpan adalah 10 juta, angka yang mungkin cukup besar jika dibandingkan dengan bank lain yang akan saya bahas juga di sini.</p> <p>Untuk mendapatkan hasil maksimal, terutama di Jenius Maxi Saver, saya menyarankan untuk memilih AROPI (Auto-rollover principal and interest), artinya, prinsipal + bunga dijadikan prinsipal untuk rollover pada bulan berikutnya.</p> <p>Untuk tenor, sama dengan bank-bank lain, hanya saja deposito di Jenius bisa di-terminate kapan saja (minimum +1 dari hari dibuat bilyet), tapi jika diterminate, kita tidak mendapatkan apapun selain prinsipal.</p> <h3 id="digibank">Digibank</h3> <p>Untuk produk <a href="https://www.dbs.id/digibank/id/id/investasi/produk-investasi/deposito#">deposito</a> di digibank dari DBS ini, minimum dana yang disimpan adalah 1 juta, lebih kecil dari yang Jenius syaratkan, dan minimum tenor 1 bulan, artinya kita tidak dapat mencairkan dana kita untuk sebulan kedepan, tidak seperti Jenius yang bisa dicairkan kapanpun (syarat ketentuan berlaku).</p> <h3 id="ocbc-nisp">OCBC NISP</h3> <p><img src="https://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/5/55/OCBC_NISP_logo.svg/1024px-OCBC_NISP_logo.svg.png" alt="OCBC NISP" /> Meski <a href="/mobile-banking-ocbc-nisp-one-mobile/">OCBC NISP ONe Mobile</a> tidak murni digital, tapi dengan kemudahan akses melalui aplikasi, nasabah bisa dengan mudah melihat dana dan melakukan aktivitas lainnya.</p> <p>Untuk penyimpanan deposito di OCBC NISP ini, minimum penyimpanan dana <a href="https://www.ocbcnisp.com/personal-banking/simpanan/Deposito/Deposito-IDR.aspx">sebesar 8 juta</a>, dan tenor 1, 3, 6 dan 12 bulan, sama seperti Digibank, nasabah tidak bisa mencairkan dananya sebelum jatuh tempo (maturity date).</p> <p>OCBC NISP menawarkan deposito selain dalam bentuk rupiah, bisa dengan valuta asing.</p> <h2 id="notable-mention"><em>Notable Mention</em></h2> <h3 id="tmrw-by-uob">TMRW By UOB</h3> <p>Meski <a href="https://www.tmrwbyuob.com/id/en.html">TMRW by UOB</a> ini belum menawarkan produk deposito, tapi <a href="/bank-digital-membuka-tabungan-TMRW-by-UOB/">TMRW</a>, menawarkan fitur City of Tomorrow, dengan bunga sebesar 4%, sama seperti yang ditawarkan FlexiSaver dari Jenius.</p> <h3 id="d-save-danamon-d-bank">D-Save Danamon (D-Bank)</h3> <p>Jika memiliki akun <a href="https://www.danamon.co.id/en/Personal/Simpanan/Tabungan-Danamon/D-Save">D-Bank</a>, bisa membuka Time Deposit dengan dana minimum 8 juta (tentunya dengan bunga yang berbeda jika menyimpan lebih besar), nasabah bisa membuka D-Save ini melalui aplikasi D-Bank.</p> <p>Untuk fitur D-Save dan D-Save plus, nasabah bisa mendapatkan bunga yang lebih tinggi dari tabungan konvensional bank Danamon.</p> Mon, 03 Aug 2020 00:00:00 +0000 https://seputarfinansial.com/deposito-di-bank-digital-apa-saja/ https://seputarfinansial.com/deposito-di-bank-digital-apa-saja/ Investasi menabung emas di mana saja? <p>Investasi emas disaat pandemi ini memang menjadi sangat menarik, ada nilai intrinsik yang dipandang oleh orang sebagai nilai yang tidak bisa digantikan dengan instrumen investasi lain, kepemilikan emas memiliki perasaan lebih dibanding kepemilikan reksa dana atau saham yang tidak bisa “dipegang”, sedang emas bisa “dipegang”.</p> <p>Naik turunnya emas berbeda dengan naik turunnya instrumen investasi lain, setidaknya pemegang emas tidak terlalu deg-degan, dan lagi pula harga emas sendiri tidak semua orang bisa mengaksesnya, untuk 1 gram bisa seharga 800 ribuan lebih, terkadang menyentuh 900 ribu atau lebih, agak susah untuk bisa membelinya untuk investasi 1 gram sebagai permulaan.</p> <p>Dengan perkembangan TekFin-TekFin (FinTech) saat ini investasi emas lebih bisa diakses oleh banyak kalangan, dengan harga masuk yang rendah, pada artikel sebelumnya pernah dibahas, dengan uang 5000 rupiah, bisa membeli emas.</p> <p>Aplikasi layanan untuk investasi saham yang akan dibahas di sini antara lain,</p> <ul> <li>E-Mas</li> <li>Pegadaian Digital</li> <li>Tanam Duit</li> <li>Bareksa</li> <li>Tokopedia</li> <li>Pluang</li> </ul> <h3 id="e-mas">E-Mas</h3> <p><a href="https://www.e-mas.com/">E-Mas</a> merupakan layanan ada dalam bentuk aplikasi, E-mas merupakan marketplace untuk jual, beli, transfer emas, selain itu aplikasi E-Mas ini juga ada layanan untuk membeli pulsa, dan membayar tagihan-tagihan.</p> <p>Aplikasi E-Mas ini merupakan marketplace emas, dan juga bisa dijadikan sebagai tabungan emas, dengan cara topup saldo yang ada di E-Mas sedikit demi sedikit, kemudian bisa dilakukan pembelian emas.</p> <p>E-Mas melayani untuk mencetak emas ke dalam bentuk fisik.</p> <p>Untuk membuka akun emas di E-Mas ini menggunakan kartu identitas (KTP) dan juga informasi-informasi pribadi lainnya, hampir sama seperti membuka rekening bank untuk kebutuhan KYC (know your customer).</p> <h3 id="pegadaian-digital">Pegadaian Digital</h3> <p><a href="https://digital.pegadaian.co.id/">Pegadaian</a>, yang sebelumnya terkenal untuk menggadaikan barang, sekarang juga memiliki tabungan emas yang memiliki fitur mungkin mirip dengan e-mas, yakni beli, jual emas.</p> <p>Pegadaian juga menyediakan pilihan untuk dicetak ke dalam bentuk fisik.</p> <p>Untuk membuka akun tabungan emas di pegadaian juga menggunakan KTP dan informasi-informasi personal lainnya untuk kebutuhan KYC.</p> <h3 id="tanam-duit">Tanam Duit</h3> <p><a href="https://id.tanamduit.com/">Aplikasi TanamDuit</a> ini saya gunakan untuk investasi reksa dana, Tanam Duit merupakan salah satu APERD, yang menjual produk reksa dana dari manajer investasi, sekarang di Tanam Duit, kita bisa melakukan pembelian emas, dimulai dengan 0.1 gram.</p> <p><a href="/images/posts/investasi-emas/tanamduit.jpg"><img src="/images/posts/investasi-emas/tanamduit-small.jpg" alt="" /></a></p> <p>Tanam Duit juga menyediakan pilihan untuk dicetak ke dalam bentuk fisik.</p> <p>Untuk bisa melakukan investasi, baik reksa dana, emas, dibutuhkan identitas untuk kebutuhan proses KYC.</p> <h3 id="bareksa">Bareksa</h3> <p><a href="https://bareksa.com">Bareksa</a>, sebagai salah satu APERD juga, yang menjual produk reksa dana, sekarang pun terjun di tabungan emas, didalam aplikasi Bareksa juga bisa melakukan pembelian dan penjualan emas.</p> <p><a href="/images/posts/investasi-emas/bareksa.jpg"><img src="/images/posts/investasi-emas/bareksa-small.jpg" alt="" /></a></p> <p>Bareksa juga menyediakan pilihan untuk dicetak ke dalam bentuk fisik.</p> <p>Pembelian emas di Bareksa dimulai dari harga 50.000, saat ini ditulis, atau setara dengan 0.0536 gram di Bareksa.</p> <h3 id="tokopedia">Tokopedia</h3> <p>Pastinya <a href="https://www.tokopedia.com/">Tokopedia</a> ini banyak orang yang menggunakan aplikasi ini, Tokopedia yang dikenal sebagai aplikasi e-commerce, sekarang sudah menjadi super-app, banyak fitur yang ada di dalamnya, dari reksadana sampai sekarang juga bisa digunakan untuk melakukan investasi emas.</p> <p>Tokopedia bekerjasama dengan Pegadaian untuk tabungan emas ini, tidak ada minimum pembelian, jadi bisa mulai membeli dengan harga yang relatif murah</p> <p>Dan karena bekerjasama dengan Pegadaian, Tokopedia menyediakan pilihan untuk dicetak ke dalam bentuk fisik.</p> <h3 id="pluang">Pluang</h3> <p><a href="https://pluang.com/">Aplikasi Pluang</a> merupakan aplikasi yang terakhir yang saya coba, di Pluang ini juga bisa melakukan beli, jual emas, pembelian dimulai dari 0.1 gram, dan dengan melakukan topup yang kemudian bisa digunakan untuk membeli emas.</p> <p><a href="/images/posts/investasi-emas/pluang.jpg"><img src="/images/posts/investasi-emas/pluang-small.jpg" alt="" /></a></p> <p>Pluang juga menyediakan pilihan untuk dicetak ke dalam bentuk fisik.</p> <p>Untuk membuka tabungan emas ini juga memerlukan KTP dan data-data personal.</p> <p>Harga emas saat pandemi ini memang <a href="https://money.kompas.com/read/2020/07/27/124946726/membandingkan-harga-emas-dalam-setahun-berapa-kenaikannya?page=all">melonjak naik</a>, di dalam negeri maupun diluar, dari mulai nilai rupiah vs dollar yang tidak menentu, juga ada ketakutan orang-orang dengan situasi ekonomi, jadi merasa lebih aman dengan memegang posisi di investasi <a href="https://www.cnbcindonesia.com/investment/20200728093501-21-175871/akhirnya-rekor-harga-emas-antam-hari-ini-rp-1-juta-gram">emas</a>.</p> Wed, 29 Jul 2020 00:00:00 +0000 https://seputarfinansial.com/investasi-tabungan-emas-dimana-saja/ https://seputarfinansial.com/investasi-tabungan-emas-dimana-saja/ Hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum investasi saham <p>Investasi <a href="/memulai-investasi-saham/">saham</a> memang menjadi menarik sekali sekarang, per akhir bulan Juli ini, melihat indeks harga saham gabungan (IHSG), ketika jatuh pada bulan Maret hingga 3900an, dan sekarang mulai rebound lagi di angka 5100an, untuk yang memiliki uang dan membeli saham yang tepat ketika sedang jatuh tersebut, sekarang bisa mendapatkan imbal yang lumayan.</p> <p>Tapi, <a href="/mengenal-apa-itu-sid-sre-rdn-akses/">sebelum investasi</a> saham tersebut apakah sudah memperhatikan checklist-checklist ini? checklist ini berguna agar kita tidak mengorbankan dana-dana lain yang punya dan seharusnya ada tersedia sebelum terjun ke investasi saham, karena tidak ada yang tahu masa depan seperti apa, dan juga investasi saham ini memiliki risiko tinggi (dengan imbal hasil tinggi juga), dengan adanya risiko tersebut sebaiknya selalu siap dengan kemungkinan-kemungkinan buruk.</p> <p>Hal yang perlu diperhatikan,</p> <ol> <li>Dana Darurat</li> <li>Tabungan</li> <li>Budgeting</li> <li>Mempelajari instrumen-instrumen investasi</li> <li>Kenali profil risiko diri</li> </ol> <h3 id="1-dana-darurat">1. Dana Darurat</h3> <p><a href="/menabung-menyiapkan-dana-darurat/">Dana darurat</a> sering saya bahas di sini, karena memang ini fondasi yang seharusnya dimiliki oleh orang-orang (jika ada), <a href="/hal-yang-perlu-diperhatikan-ketika-menyiapkan-dana-darurat/">dana darurat</a> ini bisa membantu kita jika ada hal-hal yang tidak diinginkan, bisa kehilangan pekerjaan, atau ada keperluan yang sangat urgent yang membutuhkan cash.</p> <p>baca: <a href="/investasi-dana-darurat-dengan-deposito-bertingkat/">Investasi, dana darurat, dengan Deposito bertingkat (atau berjenjang?)</a></p> <p>Apalagi disaat pandemi ini, banyak perusahaan yang membuat kebijakan dengan mengurangi karyawan atau pengurangan gaji, dana darurat ini bisa membantu jika terjadi perubahan-perubahan tersebut, setidaknya bisa bertahan sampai beberapa waktu dana darurat tersebut.Sebelum investasi saham, kita harus sudah memiliki dana darurat ini, sejumlah apa? itu kembali ke masing-masing orang, meski banyak yang berpendapat sebesar 6 bulan pengeluaran kita setiap bulannya.</p> <h3 id="2-tabungan">2. Tabungan</h3> <p>Selain dana darurat, <a href="/pisahkan-rekening-konsumsi-dan-rekening-tabungan/">tabungan</a> juga penting, meski mungkin untuk yang terkena imbas pandemi ini jumlah tabungan yang disetorkan bisa berkurang, tapi setidaknya kita bisa terus <a href="/strategi-tabungan-dan-akun-bank/">menabung</a>, karena memegang uang tunai yang likuid saat ini sangat penting, bisa jadi untuk tabungan pendidikan, atau sebagai penyimpanan uang tunai dalam instrumen likuid seperti deposito.</p> <p><a href="/perbandingan-tabungan-bunga-tinggi-deposito-reksadana-dan-obligasi-negara/">Tabungan</a> juga bisa diperlukan jika ada kesempatan investasi, seperti yang dilakukan oleh orang yang membeli saham atau properti ketika pandemi datang membuat jatuh pasar modal, saat ini orang-orang tersebut bisa mendapat imbal banyak.</p> <p>Sebelum investasi saham, kita harus memiliki tabungan yang cukup dulu, seberapa cukupnya? ini juga kembali ke masing-masing orang, karena kebutuhan bisa berbeda-beda.</p> <h3 id="3-budgeting">3. Budgeting</h3> <p>Setelah dana darurat ada, tabungan ada, kita juga sudah mulai melakukan <a href="/budgeting/"><em>budgeting</em></a>, <a href="/metode-budgeting/"><em>budgeting</em> dana-dana</a> yang nantinya dialokasikan untuk kebutuhan-kebutuhan kita, bisa itu belanja bulanan, tagihan, dana darurat, tabungan atau pengalokasian untuk dana investasi, apalagi dimasa pandemi ini, <a href="/Penyesuaian-budget-saat-situasi-krisis/">budgeting</a> menjadi hal yang penting untuk kita lakukan.</p> <p>Budgeting ini berguna untuk mengenal dalam kondisi apa keuangan kita saat ini dan bisa memproyeksikan keuangan dimasa depan.</p> <p>Ada banyak alat yang bisa membantu kita untuk budgeting ini, dari mulai kertas biasa, Spreadsheet, atau pakai aplikasi khusus (baca review saya tentang <a href="/money-lover-aplikasi-ngaturduit-keuangan/">aplikasi MoneyLover</a>).</p> <h3 id="4-mempelajari-instrumen-instrumen-investasi">4. Mempelajari instrumen-instrumen investasi</h3> <p>Setelah komponen-komponen di atas ada, dilevel ini kita bisa lebih banyak ketenangan (seharusnya), dan bisa lebih banyak waktu untuk membuat kita lebih terinformasi dengan mempelajari instrumen-instrumen investasi yang sesuai dengan keadaan kita saat ini, misalkan hendak berinvestasi di <a href="/mengenal-lebih-jauh-produk-reksa-dana/">reksa dana</a>.</p> <p>Ada banyak instrumen investasi, dengan risiko-risiko yang dibawanya, ada yang dengan risiko rendah sampai tinggi.</p> <p>Belajar tentang hal ini penting agar jangan sampai kita terjebak di investasi yang tidak jelas, atau investasi bodong, dan juga bisa lebih menyesuaikan dengan tujuan-tujuan finansial kita yang direncanakan, panjang, pendek, kita yang tahu.</p> <h3 id="5-kenali-profil-risiko-diri">5. Kenali profil risiko diri</h3> <p>Setelah mempelajari mengenai instrumen-instrumen investasi, mempunyai budget, dan juga dana yang kita punyai, serta tujuan finansial yang kita punya, di sini kita coba <a href="/memanage-risiko-risiko-dalam-berinvestasi/">kenali profil risiko</a> kita, sebelum memulai investasi.</p> <p>Instrumen apa yang bisa kita investasikan, dengan sebesar apa <a href="/mengenal-profil-risiko-diri-sendiri-ketika-berinvestasi-disaat-krisis-ini/">risiko</a> yang bisa kita tanggung, jika ada risiko kehilangan atau berkurang.</p> <p>Jika ada instrumen yang sesuai dengan profil risiko kita, misalkan kita tidak bisa mentolerir kehilangan &gt; 30% dari dana investasi kita (ini bisa berbeda tiap orang), maka lebih baik memilih investasi yang memiliki risiko rendah, atau bisa juga dengan melihat tujuan finansial kita, untuk <a href="/investasi-jangka-pendek-apa-saja/">jangka pendek</a>, sama, kita bisa memilih dengan menginvestasikan dana kita ke instrumen risiko rendah juga, dan untuk jangka panjang, kita bisa memilih saham sebagai salah satu instrumennya.</p> <h3 id="apakah-kita-sudah-siap-dan-cukup-untuk-berinvestasi-di-saham">Apakah kita sudah siap dan cukup untuk berinvestasi di saham?</h3> <p>Menurut penelitian, untuk investasi jangka panjang memang saham merupakan instrumen investasi yang memiliki imbal hasil yang lebih tinggi daripada instrumen lain, tapi hal ini tidak datang dengan tanpa risiko, dan risikonya tidak sedikit, kita bisa kehilangan 70-90% dana kita jika melakukan investasi saham yang serampangan.</p> <p>Ilmu-ilmu mengenai valuasi saham, membaca laporan keuangan satu perusahaan emiten adalah hal yang menjadi pertimbangan awal ketika memilih saham apa yang akan kita beli.</p> <p>Jadi, jangan karena melihat hasil orang lain yang bisa mendapatkan puluhan persen untung (cuan) dari hasil trading saham membutakan kita dan lupa dengan komponen yang seharusnya ada sebelum terjun ke saham ini.</p> <p>Tanpa ilmu yang memadai, dan risiko yang tinggi, berinvestasi saham ini ujung-ujungnya jadi spekulasi, bukan investasi.</p> Mon, 27 Jul 2020 00:00:00 +0000 https://seputarfinansial.com/hal-hal-yang-perlu-diperhatikan-sebelum-investasi-saham/ https://seputarfinansial.com/hal-hal-yang-perlu-diperhatikan-sebelum-investasi-saham/ Kesalahan-kesalahan yang pernah pernah lakukan ketika memilih produk reksa dana <p>Sudah mulai investasi? sudah <a href="/mengenal-apa-itu-sid-sre-rdn-akses/">punya SID</a>? dan sudah punya akun di ksei? bagus. berarti sudah menjadi bagian dari ekosistem investasi di indonesia agar lebih bisa maju dalam perekonomian, dan di sisi lain, kita merencanakan masa depan kita dari sekarang.</p> <p>Dalam memilih instrumen investasi memang terkadang gampang-gampang susah, tapi ada beberapa hal yang bisa dijadikan patokan agar kita tidak melakukan kesalahan-kesalahan yang disesali nanti.</p> <p>Di sini saya tuliskan kesalahan-kesalahan yang pernah saya lakukan ketika memilih investasi produk reksa dana, pengalaman, pandangan dan ada juga kesalahan-kesalahan orang lain yang pernah saya lihat.</p> <h3 id="1-tidak-membaca-prospectus-dan-fund-fact-sheet">1. Tidak membaca prospectus dan fund fact sheet</h3> <p>Setiap manajer Investasi (MI) mengeluarkan <a href="/mengenal-lebih-jauh-produk-reksa-dana/"><em>prospectus</em> dan <em>fund fact sheet</em></a>, yakni, dokumen yang berisi detail produk reksa dana yang mereka buat dan jual, tujuannya, portofolio di dalamnya, dan juga ketentuan-ketentuan lain.</p> <p>Dengan tidak membaca dokumen tersebut, bisa saja menjadi fatal karena banyak hal yang bisa dilihat untuk menjadi bahan pertimbangan sebelum membeli produk reksa dana-nya.</p> <h3 id="2-tidak-mengetahui-tujuan-finansial">2. Tidak mengetahui tujuan finansial</h3> <p>Ini kesalahan pertama yang sering dilakukan, <a href="/memanage-risiko-risiko-dalam-berinvestasi/">berinvestasi</a> tanpa mengetahui untuk apa tujuannya, kita <a href="/apa-saja-tujuan-finansial-dan-membuatnya/">pasti punya tujuan</a>, hanya saja biasanya sangat umum, misalkan tujuan finansial adalah “<em>hidup cukup dimasa tua</em>”, tanpa detail tentang cukup seperti apa? sebulan butuh apa saja dan berapa? kira-kira saja, tidak perlu sangat detail, seperti menghitung kebutuhan sekarang ditambah inflasi, kira-kira umur 65 tahun butuh sekian perbulan.</p> <p>Tujuan ini penting agar bisa <a href="/mencari-produk-reksadana-reksa-dana-yang-kinerja-bagus/">membeli produk reksa dana</a> yang tepat, sesuai dengan jangka waktu dan penggunaan, sebagai contoh, untuk uang sekolah anak, kita kemungkinan akan membutuhkannya sekitar 5 tahun lagi, investasi reksa dana yang bisa dipilih adalah pasar uang dan pendapatan tetap.</p> <p><a href="/apa-saja-tujuan-finansial-dan-membuatnya/">Tujuan finansial</a> ini bisa berbeda setiap orang, makanya disebut personal finance, karena memang sangat personal, tergantung keadaan masing-masing orang.</p> <h3 id="3-memilih-manajer-investasi-yang-tidak-teruji">3. Memilih manajer investasi yang tidak teruji</h3> <p>Terkadang kita silau dengan grafik kinerja manajer investasi yang terpampang di halaman agen penjual reksa dana, melihat data yang saat ini saja (recency bias), tanpa melihat keseluruhan waktu, dan juga MI tersebut terhitung baru dan memiliki dana kelola terhitung kecil dibanding dengan MI lain.</p> <p>Memang ini bukan berarti MI tersebut jelek atau akan jelek, tapi dengan melihat MI yang memiliki track record bagus, berpengalaman, dan juga dana kelola besar, bisa menjadi satu pilihan untuk menanamkan dana kita di MI tersebut.</p> <h3 id="4-memilih-produk-yang-tidak-sesuai-dengan-tujuan-finansial">4. Memilih produk yang tidak sesuai dengan tujuan finansial</h3> <p>Ini sempat dibahas di atas, dengan pemilihan produk yang tidak sesuai akan menyulitkan kita nantinya, rencananya untuk dana sekolah tapi membeli reksa dana saham yang bisa jadi sangat rentan naik turun dalam waktu dekat.</p> <h3 id="5-membeli-produk-yang-memiliki-fee-yang-tinggi">5. Membeli produk yang memiliki fee yang tinggi</h3> <p>Ini salah satu kesalahan lanjutan dari nomor 1, tidak membaca <em>prospectus</em> dan <em>fund fact sheet</em>, di dokumen tersebut disebutkan <a href="mengapa-memperhatikan-biaya-admin-itu-penting/">fee atau biaya admin dari dana kita yang dikelola oleh manajer investasi</a>, terkadang ada MI yang memiliki fee kelola 2.5% - 3%, belum termasuk fee yang lain, misalkan redemption, switching jika ada, dan juga fee untuk bank kustodian, itu juga ada yang mencapai 1%.</p> <p>Biaya admin/fee tersebut alangkah lebih baik jika diinvestasikan, yang bisa menghasilkan lagi uang, ada MI yang termasuk <em>active manage</em> dengan jaminan imbal hasil tinggi tapi dengan fee tinggi juga, perlu di ingat, <span class="important">imbal hasil tinggi tidak akan selalu terjadi, dan dana kita yang dikelola oleh MI malah tergerus oleh fee tersebut</span>.</p> <h3 id="6-membeli-produk-reksa-dana-dari-mi-yang-berbeda-beda">6. Membeli produk reksa dana dari MI yang berbeda-beda</h3> <p>Ini mungkin salah satu pengamatan saya pribadi, jika membeli produk reksa dana, usahakan tidak berbeda-beda manajer investasinya, misalkan kita beli produk dari BNI-AM, atau Pinnacle, atau Syailendra, usahakan membeli produk reksa dana jenis lain di MI yang sama, karena jika kita memutuskan hendak switcing ke jenis lain, jika dalam satu MI, biasanya digratiskan.</p> <p>Hal lain juga berkaitan dengan terlalu banyaknya MI yang kita beli, untuk saham sendiri saya pernah membeli dari 5 MI yang berbeda, karena hanya melihat kinerja saat ini saja, dan juga dengan banyak produk dari banyak MI malah jadi pusing ketika harus memonitor, dan ketika hendak terus berinvestasi di produk reksa dana-nya, bisa jadi akan kesulitan produk dari MI yang mana yang akan kita top-up.</p> <p>Ini saya alami sendri, jadinya kurang optimal dalam pengelolaan investasi, salah satunya karena ada produk yang saya tidak top-up lama dan menjadi seperti terbengkalai dan kehilangan momentum.</p> <h3 id="7-tidak-memulai-investasi">7. Tidak memulai investasi</h3> <p>Ini bukan merupakan kesalahan dalam pemilihan produk investasi, tapi kesalahan karena tidak memulai investasi, karena waktu yang tepat untuk berinvestasi itu saat ini, dimulai saat ini, tidak ada kata terlambat, mulailah dari sekarang.</p> <p>Tidak perlu langsung besar (tapi jika ada lump sum lebih baik), yang penting adalah konsistensi dalam menanamkan dana kita ke dalam produk investasi.</p> <h2 id="bagaimana-jika-ada-kesalahan-yang-sudah-terlanjur">Bagaimana jika ada kesalahan yang sudah terlanjur?</h2> <p>Ini kembali ke masing-masing, saya sendiri yang saya lakukan, saya redeem produk reksa dana yang saya pikir akan menjadi masalah di kemudian hari, dan menggantinya dengan produk reksa dana yang saya rasa nyaman dikelola oleh manajer investasi yang menurut saya baik (dan murah tentunya).</p> <p>Manajer investasi memang membuka banyak pintu ke instrumen-instrumen produk investasi yang kita tidak bisa masuk sebagai investor retail, misalkan obligasi perusahaan, obligasi tersebut tidak dijual bebas, tapi dengan MI kita bisa mengakses obligasi-obligasi itu.</p> <p>Selalu lakukan penyaringan sebelum memilih dan menyimpankan dana kita yang susah payah kita dapatkan dengan bekerja.</p> Sun, 19 Jul 2020 00:00:00 +0000 https://seputarfinansial.com/kesalahan-kesalahan-yang-pernah-saya-lakukan-dalam-memilih-produk-reksadana/ https://seputarfinansial.com/kesalahan-kesalahan-yang-pernah-saya-lakukan-dalam-memilih-produk-reksadana/ OCBC NISP ONe Mobile <p>Baru-baru ini saya mencoba membuka akun bank di <a href="https://go.onelink.me/P27D?pid=af_app_invites&amp;af_referrer_customer_id=A991441FB2C35A7FE053292810ACECA7&amp;c=MGM&amp;af_referrer_name=A991441FB2C35A7FE053292810ACECA7&amp;af_referrer_uid=1594401557978-3381444534651170217&amp;af_channel=OneMobile&amp;af_siteid=com.ocbcnisp.onemobileapp">OCBS NISP</a> melalui aplikasi mobile bankingnya, <a href="https://go.onelink.me/P27D?pid=af_app_invites&amp;af_referrer_customer_id=A991441FB2C35A7FE053292810ACECA7&amp;c=MGM&amp;af_referrer_name=A991441FB2C35A7FE053292810ACECA7&amp;af_referrer_uid=1594401557978-3381444534651170217&amp;af_channel=OneMobile&amp;af_siteid=com.ocbcnisp.onemobileapp">ONe Mobile</a>, kalau secara kategori, ONe Mobile ini belum bisa disebut sebagai <a href="/bank-digital-apa-itu/">bank digital</a>, karena ada kriteria-kriteria yang menandai sebagai bank digital.</p> <p><img src="/images/posts/ocbc/dash-ocbc.png" alt="ocbc nisp one mobile dashboard" /></p> <p>Artikel lain yang pernah ditulis mengenai bank-bank digital, seperti <a href="/bank-digital-jenius/">Jenius</a>, Digibank, atau <a href="/bank-digital-membuka-tabungan-TMRW-by-UOB/">TMRW by UOB</a>.</p> <h2 id="pembukaan-akun-ocbc-one-mobile">Pembukaan Akun OCBC ONe Mobile</h2> <p>Seperti Jenius, Digibank, TMRW, saya bisa membuka akun melalui aplikasi <a href="https://go.onelink.me/P27D?pid=af_app_invites&amp;af_referrer_customer_id=A991441FB2C35A7FE053292810ACECA7&amp;c=MGM&amp;af_referrer_name=A991441FB2C35A7FE053292810ACECA7&amp;af_referrer_uid=1594401557978-3381444534651170217&amp;af_channel=OneMobile&amp;af_siteid=com.ocbcnisp.onemobileapp">ONe Mobile</a>, dan seperti pembukaan rekening pada umumnya, mengisi form-form, hanya saja untuk OCBC NISP ONe Mobile ini lumayan banyak sekali form yang harus saya isi, jadi butuh waktu yang lebih lama, banyak kuisioner yang harus diisi, jadi tidak cuma data pribadi saja.</p> <p>Untuk pembukaan akun, e-KTP dan NPWP adalah hal yang harus disiapkan, berbeda dengan bank lain yang cukup dengan e-KTP saja, ini dikarenakan dibutuhkan untuk perpajakan jika menggunakan fitur investasi.</p> <p><img src="/images/posts/ocbc/ktp-npwp.jpg" alt="upload ktp npwp" /></p> <p>Setelah melakukan pengisian data dan kuisioner, setelah selesai, saya bisa login ke aplikasi ONe Mobile, di sini menarik, untuk login, password kita adalah berupa PIN, bukan seperti password pada umumnya (alphanumeric, simbol), mungkin ini fitur.</p> <p>Oh iya, didalam proses pembukaan rekening juga kita akan dihadapkan dengan pilihan kartu ATM, saya memilih 2 kartu, kartu dengan logo Visa dan kartu GPN.</p> <p>Setelah bisa login, ada hal yang harus dilakukan, yaitu aktivasi akun.</p> <h2 id="aktivasi-akun">Aktivasi Akun</h2> <p>Aktivasi akun di ONe Mobile hampir sama seperti bank lain, melalui video call, yang nanti akan dilakukan semacam verifikasi data yang dimasukkan ketika melakukan registrasi sebelumnya.</p> <p>Setelah melakukan verifikasi, jika belum ada yang jelas, seperti foto e-KTP atau NPWP, maka <em>customer service</em> akan meminta foto yang lebih jelas melalui email, seperti yang terjadi pada saya, meski OCR sudah bisa membaca informasi dalam KTP dan NPWP saya dengan baik, tapi foto yang ditangkap ketika registrasi katanya kurang bagus.</p> <p>Akun akan aktif dalam waktu kurang lebih 6 jam sesudah dilakukan verifikasi online.</p> <p>Selanjutnya, anda disarankan untuk mengisi saldo di ONe Mobile sebesar Rp 200.000, menurut <em>customer service</em>, hal ini supaya pengiriman kartu debit bisa dilakukan.</p> <p>Ok, setelah itu selesai, secara resmi semua proses pembukaan akun telah selesai, hanya tinggal menunggu kartu debit sampai di rumah yang nanti bisa diaktivasi melalui aplikasi ONe Mobile.</p> <p><img src="/images/posts/ocbc/side-menu.jpg" alt="ONe Mobile menu" /></p> <h2 id="fitur">Fitur</h2> <p>Seperti bank lain juga, ONe Mobile menyediakan fitur transfer gratis (dengan syarat tentunya), dan beberapa fitur lain yang saya bisa bilang lebih dari bank lain seperti Jenius atau Digibank.</p> <p>Beberapa fitur saja yang saya highlight karena menurut saya menarik,</p> <h4 id="transfer">Transfer</h4> <p>Mungkin ini fitur yang ada di semua bank, hanya saja di ONe Mobile, transfer dengan valuta asing adalah fitur standar, Jenius baru-baru ini mengadopsi fitur ini, itupun masih terbatas valas-nya, untuk ONe Mobile, sudah mendukung mata uang CAD, NZD, AUD, GBP dan mata uang asing lainnya (12 mata uang).</p> <p>Fitur transfer juga mendukung pengiriman ke luar negeri, itu satu nilai bonus untuk yang sering menggunakan mata uang asing dalam keseharian.</p> <p><img src="/images/posts/ocbc/transfer.jpg" alt="transfer" /></p> <h4 id="wealth-management">Wealth Management</h4> <p>Ini salah satu fitur yang menarik perhatian saya, di sini kita bisa melakukan investasi dari produk-produk investasi dan asuransi, dari mulai <a href="/mengenal-lebih-jauh-produk-reksa-dana/">reksa dana</a>, <a href="/perbandingan-tabungan-bunga-tinggi-deposito-reksadana-dan-obligasi-negara/">obligasi</a> ritel pemerintah, <a href="/apa-itu-obligasi/">obligasi</a>, dan juga informasi-informasi investasi yang disajikan oleh wealth manager di OCBC NISP.</p> <p>Di fitur ini, saya melihatnya sebagai fitur one-stop investment, karena menyajikan banyak produk dari instrumen-instrumen investasi dalam satu fitur, untuk yang sudah memiliki SID, tunggu sehari biasanya fitur investasi efek sudah bisa diakses.</p> <p><img src="/images/posts/ocbc/one-mobile-wealth-management.jpg" alt="wealth management" /></p> <h4 id="cardless-withdrawals">Cardless Withdrawals</h4> <p>Dengan fitur ini kita bisa mengambil uang di ATM tanpa harus membawa kartu debit, ada juga bank lain yang menyediakan fitur ini, untuk saya yang kadang pelupa, fitur ini menarik.</p> <h4 id="fx-transaction">FX transaction</h4> <p>Karena OCBC NISP ONe Mobile ini menyediakan mata uang asing (Forex) sebagai saldo, maka tidak heran jika fitur ini diadakan, untuk menggunakan fitur ini mengikuti jam operasional kerja, ada waktu <em>cut-off</em> jam 5 sore.</p> <h4 id="online-debit-card">Online Debit card</h4> <p>Ini mungkin seperti e-card di <a href="/bank-digital-jenius/">Jenius</a>, kita bisa menggunakan kartu digital ini untuk transaksi-transaksi online, membayar online shop atau transaksi lainnya.</p> <h4 id="qr-payment">QR Payment</h4> <p>Fitur ini bisa digunakan untuk membayar merchant-merchant yang menggunakan QRis dibelakangnya, hal yang berguna untuk bayar-bayar, apalagi saat covid ini yang sebisa mungkin mengurangi aktivitas pembayaran dengan mengharuskan memegang sesuai, baik kartu debit, atau PIN.</p> <h3 id="fitur-lainnya">Fitur lainnya</h3> <h4 id="payment--purchase">Payment &amp; Purchase</h4> <p>Fitur seperti membayar tagihan-tagihan, juga membeli pulsa, voucher dan lainnya, sepertinya sekarang bank-bank sudah menyediakan ini sebagai fitur standar saat ini.</p> <h4 id="e-wallet">E-wallet</h4> <p>Dan fitur yang lumayan umum saat ini, yaitu GoPay, OVO, dan juga wallet OCBC bernama ONe Wallet.</p> <h2 id="sepadankah-membuka-akun-one-mobile">Sepadankah membuka akun ONe Mobile?</h2> <p>Menurut saya membuat akun di <a href="https://www.ocbcnisp.com/personal-banking/Landing/ONe-Mobile.aspx">OCBC NISP ONe Mobile</a> adalah sepadan, bisa digunakan untuk alternatif penyimpanan dana, dan juga jika hendak menggunakan fitur <em>wealth management</em> secara khusus akan sangat berguna, saya ingat dulu pertama menggunakan bank commonwealth yang memiliki fitur investasi reksa dana didalam halaman banking user-nya, hanya sekarang sepertinya commonwealth tidak banyak pembaruan.</p> <p>Hal lain yang hendak di-<em>highlight</em> juga mengenai penempatan menu yang menurut saya agak membingungkan, contoh, untuk mengakses setting, kita harus klik di <em>customer support</em> dengan icon telepon, yang secara spontan sebelumnya saya pikir ini isinya FAQ atau bagaimana cara menghubungi <em>customer service</em>, dan didalam menu itu juga ada fitur untuk block/unblock kartu debit yang kita punya, mungkin ke depannya bisa dibuat lebih mudah untuk mencari fitur-fitur yang penting.</p> <p>Dan juga entah saya kelewat atau <em>gimana</em>, tapi saya tidak bisa menemukan fitur untuk membuat deposito.</p> <p>Sejauh ini saya suka dengan fitur yang ada, terlepas menu-menu, juga kartu debit cepat sampai, pada tanggal 15 juli buat akun, 16 juli 2020 kartu sudah sampai di alamat surat menyurat yang digunakan pada saat registrasi.</p> Thu, 16 Jul 2020 00:00:00 +0000 https://seputarfinansial.com/mobile-banking-ocbc-nisp-one-mobile/ https://seputarfinansial.com/mobile-banking-ocbc-nisp-one-mobile/ Hubungan pola asuh terhadap perilaku keuangan <p>Topik yang memang agak berat menurut saya, karena <span class="important">pola asuh atau pola didik bisa jadi salah satu faktor bagaimana kita memandang uang</span> saat ini, cara <a href="https://seputarfinansial.com/membangun-pola-pikir-positif-terhadap-uang/">bagaimana kita memandang uang</a> mempengaruhi hubungan kita dengan uang, bisa jadi lebih baik, atau lebih buruk, banyak terjadi masalah pada keuangan karena buruknya pandangan dan hubungan dengan uang.</p> <p>Sedikit latar belakang, saya sendiri tidak jago dalam mengatur uang, belajar sambil melakukannya, datang dari keluarga yang memang pas-pasan, cukup seadanya, tidak bisa lebih apalagi mewah, dan hal ini tentu mempengaruhi pandangan saya terhadap uang.</p> <p>Begitupun dengan orang lain, yang pastinya memiliki latar belakang lain yang berbeda, lingkungan, seperti misalkan bagaimana orang tuanya memandang, memperlakukan uang, kemungkinan besar, karena anak sifatnya meniru, akan memiliki pandangan yang hampir sama dengan orang tuanya, atau orang di sekitarnya.</p> <p>Jika dibesarkan dikeluarga yang memiliki pandangan sempit tentang uang, bisa jadi akan mewarisi pandangan yang sempit juga tentang uang, jika dibesarkan memandang tabu ketika membahas uang, maka akan selalu begitu juga.</p> <p><span class="important">Jika selalu memiliki pola pikir mental miskin, maka akan mewarisi pola pikir mental miskin juga</span>, jangan salah, miskin di sini bukan arti sebenarnya miskin, yang menurut definisi bahasa, orang yang memiliki banyak kekuarangan dari sisi harta, pendapatan, sehingga untuk kebutuhan sehari-hari-pun sulit.</p> <p>Pola pikir, perilaku dan mental miskin di sini, meski orang tersebut yang memiliki uang atau harta, tetapi selalu merasa tidak mampu, tidak akan bisa meraih dan tidak akan bisa mendapatkan apa yang diinginkan, selalu ada yang berbicara di kepala “<em>kamu kan … mana mungkin kamu bisa mendapatkan</em> …”, isi titik-titik itu sendiri, hal ini terus menerus berputar di kepala, sehingga mental menjadi jatuh, rendah diri, memarginalkan diri sendiri, dan memiliki kecenderungan menyalahkan orang lain atas keadaan “buruk” yang terjadi kepadanya</p> <p>Dan banyak hal lain yang bisa terjadi dalam pola asuh yang bisa menjadi pola pikir (<em>mindset</em>), yang bisa juga ikut mewarisi itu ke keturunan sesudah kita.</p> <h2 id="adakah-cara-mengubahnya">Adakah cara mengubahnya?</h2> <p><em>Mindset-mindset</em> ini sebenarnya diciptakan, baik oleh diri sendiri atau lingkungan kita, menurut penelitian, hal tersebut bisa diubah, tentunya dibutuhkan kerja keras untuk mengenali dan memahami <em>mindset-mindset</em> tersebut ada di dalam diri kita sendiri, dan jika ada, akui itu semua, jangan menyangkalnya, apalagi sampai mengesampingkannya.</p> <p>Selain mengenali dan mencoba mengubahnya, ada referensi-rerefensi yang bisa dijadikan bacaan untuk menambah ilmu, untuk bisa jadi lebih tahu diri kita sendiri dan juga untuk motivasi diri sendiri.</p> <p>Buku-buku rekomendasi yang menarik diexplore,</p> <ol> <li><a href="https://www.goodreads.com/book/show/69571.Rich_Dad_Poor_Dad">Rich Dad, Poor Dad</a></li> <li><a href="https://www.goodreads.com/book/show/36072.The_7_Habits_of_Highly_Effective_People">The 7 Habits of Highly Effective People</a></li> <li><a href="https://www.gramedia.com/products/keuangan-berbasis-perilaku">Keuangan Berbasis Perilaku</a> (<a href="https://seputarfinansial.com/psikologi-keuangan/">review saya tentang buku itu</a>).</li> </ol> <p>Dan masih banyak lagi buku-buku yang lain yang bisa dijadikan pegangan.</p> <p>Hal kecil yang bisa dilakukan saat ini,</p> <ol> <li>Apa yang <a href="https://seputarfinansial.com/apa-saja-tujuan-finansial-dan-membuatnya/">hendak dicapai dalam sisi finansial</a> (ingat, bukan barang ya!) dalam waktu dekat/panjang?</li> <li>Kenali diri sendiri ketika mendengar kata uang.</li> <li><a href="https://seputarfinansial.com/membangun-pola-pikir-positif-terhadap-uang/">Memulai pola pikir positif terhadap uang</a></li> <li>Akui dan <a href="https://seputarfinansial.com/kesalahan-keputusan-keuangan-pada-umur-20an/">belajar dari kesalahan</a>-<a href="https://seputarfinansial.com/7-kesalahan-finansial-yang-sering-terjadi/">kesalahan keuangan</a> jika ada.</li> </ol> <p>Jangan takut, jangan berdiam diri, kendalikan pikiran dan juga mengendalikan kehidupan finansial kita sendiri.</p> Sat, 11 Jul 2020 00:00:00 +0000 https://seputarfinansial.com/hubungan-pola-asuh-terhadap-perilaku-keuangan-finansial/ https://seputarfinansial.com/hubungan-pola-asuh-terhadap-perilaku-keuangan-finansial/ Cara menabung emas, sebagai salah satu instrumen investasi <p>Zaman dulu mungkin tidak pernah terpikirkan untuk bisa “menabung emas”, dan mungkin jika ada, arti menabung emas, dulu, membeli emas (1gr atau lebih), kemudian mengumpulkannya, dan berharap mendapatkan untung dari apresiasi harga emas per-gram-nya.</p> <p>Selain harus mengumpulkan emas secara fisik dan terkadang harus dalam jumlah besar, kemudian harus memeliharanya agar <em>kinclong</em>, dan juga harus menyimpan di tempat yang aman, karena hal-hal inilah yang menjadikan investasi emas dengan menyimpan emas secara fisik terlihat seram, merepotkan, dan juga secara hitung-hitungan, kalau mau aman, menyimpan di deposit box akan kena biaya.</p> <p>Harga emas cenderung naik trennya, dan memiliki fluktuasi yang relatif rendah, jadi bisa dijadikan sebagai salah satu instrumen investasi.</p> <p>Menabung emas pada zaman sekarang sudah banyak berubah, tidak perlu lagi membeli dalam jumlah besar (hitungan 1 gram-pun masih terhitung mahal), investor emas ritel saat ini bisa membeli melalui tabungan emas online yang mana bisa membeli 0,01 gram, atau pada harga sekarang cuma Rp 5000, bisa membeli emas secara “ketengan” tentu memudahkan untuk ditabung.</p> <h3 id="sebentar-menabung-emas-secara-online">Sebentar, menabung emas secara online?</h3> <p>Iya, sekarang dengan banyaknya inovasi TekFin (Teknologi Finansial, atau fintech), orang menjadi mudah dalam melakukan investasi, emas tidak terkecuali.</p> <p>Tabungan emas online adalah satu layanan penitipan (saldo) emas secara digital, melalui internet, dari layanan penyedia tabungan emas online, kebalikan dari membeli emas secara konvensional, yang mengharuskan datang ke toko emas, dan membeli dalam satuan biasanya 1 gram atau lebih.</p> <p>Dengan tabungan emas online, investor, seperti disebut di atas bisa menabung/membeli emas dengan “saldo” gram awal minimal, yang bisa ditambah terus sampai misalkan minimal (biasanya) 1 gram, yang mana kita bisa memilih untuk mencetaknya secara fisik, berupa emas batang (ada layanan yang bisa mencetak dalam bentuk perhiasan).</p> <p>Dengan menabung emas secara online, bisa juga dengan cara ketengan/eceran, memudahkan investor/nasabah untuk melakukan transaksi jual atau beli emas secara digital, karena semua dilakukan secara realtime, dan zaman sekarang, membeli emas tersebut bisa dilakukan melalui aplikasi atau <em>ecommerce marketplace</em>, dan seperti online shop, pembayaran bisa melalui transfer, atau dompet digital.</p> <h3 id="apakah-menguntungkan-menggunakan-tabungan-emas-online">Apakah menguntungkan menggunakan tabungan emas online?</h3> <p>Secara garis besar, seperti disebutkan di atas, tabungan emas online ini relatif rendah risiko, salah satu web yang suka dikunjungi, <a href="https://duwitmu.com" rel="dofollow">Duwitmu.com</a>, menegaskan poin-poin yang saya sebut di atas, mengutip 5 keuntungan menabung emas, yaitu,</p> <h4 id="1-harga-emas-relatif-stabil">1. Harga emas relatif stabil</h4> <p>Jika merunut histori harga emas, itu relatif stabil, bahkan jika merentangkan histori sampai 10 tahun, harga emas cenderung naik, bisa dilihat <a href="https://www.xe.com/currencycharts/?from=XAU&amp;to=IDR&amp;view=10Y">di sini</a>, dengan kestabilan dan kecenderungan harga naik, banyak orang menggunakan emas sebagai salah satu instrumen investasi untuk dipegang sebagai bagian alokasi aset perencanaan tujuan finansial jangka panjang.</p> <h4 id="2-fleksibel-dan-mudah-dicairkan">2. Fleksibel dan mudah dicairkan</h4> <p>Tabungan emas online menawarkan kemudahan-kemudahan, salah satunya mencairkan tabungan emas tersebut, dengan cara menjual tabungan emas yang kita punya melalui aplikasi penyedia, dan juga bisa melakukan pencetakan emas, dengan minimum berat biasanya 1 gram, menjadi batangan atau perhiasan, dengan tambahan biaya cetak tentunya.</p> <h4 id="3-aman">3. Aman</h4> <p>Dibanding dengan menyimpan emas di rumah yang lebih banyak risiko keamanan, menyimpan dalam bentuk tabungan emas tentunya lebih aman, dan juga lebih murah dalam pemeliharaan, bayangkan misalkan memiliki emas banyak dan mengharuskan menyimpan di safe deposit box, maka ada biaya sewa deposit box yang tidak murah, yang tadinya untuk investasi malah harus keluar uang.</p> <p>Salah satu penyedia layanan tabungan emas online adalah <a href="https://www,pegadaian.co.id/">Pegadaian</a>, merupakan BUMN yang sudah dikenal masyarakat dan tentunya berpengalaman puluhan tahun, memiliki track record bagus, dan biasanya cabangnya di dekat rumah.</p> <h4 id="4-terjangkau">4. Terjangkau</h4> <p>Bisa memulai tabungan emas online dengan satuan kecil, sekecil 0.01 gram, dan bisa memulainya langsung, tidak perlu menunggu lama, sama seperti bisa membeli <a href="/Investasi-reksadana-dengan-uang-receh-di-BIBIT/">reksa dana dengan saldo “receh”</a> dari beli-beli go-food?</p> <p>Uang jajan sisa ini, jika memiliki akun tabungan emas online, bisa digunakan untuk membeli emas.</p> <h4 id="5-praktis-dan-mudah">5. Praktis dan mudah</h4> <p>Dengan kemudahan internet dan inovasi TekFin, sekarang mudah untuk membuka tabungan emas online, misalkan dengan Pegadaian Online, saya sendiri menggunakan Pegadaian Digital untuk keperluan tabuang emas online ini.</p> <p>Dengan menggunakan aplikasi tentu lebih mudah dan praktis, karena bisa membuka tabungan emas online, bisa membeli, menjual, atau sekadar mengecek harga, saldo di dalam aplikasi.</p> <p>Dan karena Pegadaian juga memiliki cabang fisik, bisa juga mendatangi cabang Pegadaian terdekat, dan membuka tabungan emas yang tentunya bisa dibantu oleh agen Pegadaian di cabang tersebut dan bisa melakukan topup seperti rekening tabungan umumnya, hanya saja ini dikonversi dalam emas.</p> Thu, 09 Jul 2020 00:00:00 +0000 https://seputarfinansial.com/menabung-emas-zaman-sekarang/ https://seputarfinansial.com/menabung-emas-zaman-sekarang/ Investasi, dana darurat, dengan Deposito bertingkat (atau berjenjang?) <p><a href="/perbandingan-tabungan-bunga-tinggi-deposito-reksadana-dan-obligasi-negara/">Deposito</a> sebagai salah satu produk tabungan dan investasi dari bank, deposito biasanya memiliki kelebihan dibandingkan dengan tabungan biasa, dan tentunya memiliki syarat yang berbeda pula, salah satu kelebihan dari deposito adalah memiliki bunga yang lebih tinggi dibanding dengan tabungan biasa, karena ada kontrak yang disepakati bersama mengenai berapa jumlah dana, dan lama dana kita akan disimpan dalam deposito tersebut, tetapi masih memiliki keluwesan jika hendak mencairkannya.</p> <p>Karena hal inilah deposito sering digunakan juga untuk menyimpan <a href="/menabung-menyiapkan-dana-darurat/">dana darurat</a>, karena selain memiliki syarat jika hendak mencairkannya, dan juga lebih menguntungkan dari sisi imbal hasil bunga.</p> <p>Implementasi deposito bertingkat ini, sebagai nasabah bank ritel, bisa dibuka di bank yang menyediakan layanan produk deposito ini, <a href="https://pusatdata.kontan.co.id/bungadeposito/">bisa liat data di sini</a> untuk informasi suku bunga.</p> <p>Karena kita diperbolehkan membuka lebih dari satu kontrak deposito, maka memungkinkan melakukan penyimpanan deposito secara bertingkat (atau berjenjang?).</p> <p>Perubahan suku bunga, baik pinjaman, tabungan atau deposito bergantung pada kebijakan dari Bank Indonesia, yang biasanya memperbaharui acuan bunga setiap beberapa waktu, dan bank-bank yang ada di indonesia, disarankan untuk mengikuti acuan BI tersebut, maka dari itu bunga bisa jadi naik atau turun ketika kontrak habis atau ketika membuka advis baru.</p> <h3 id="keuntungan-deposito-bertingkat">Keuntungan deposito bertingkat</h3> <p>Dengan melakukan sistem bertingkat ini, kita melakukan diversifikasi, dan juga membagi dana kita ke dalam satuan waktu yang berbeda, sehingga bisa mendapatkan tingkat suku bunga yang berbeda (jika terjadi).</p> <p>Dengan pemisahan dana tersebut, karena bisa jadi kita hanya bisa membuka deposito hasil dari <a href="/conveyor-belt-saving-concept/">conveyor</a> yang terkumpul dalam 3 bulan, maka kita bisa langsung membuka deposito, karena tidak semua orang bisa membuka deposito sekaligus besar dalam satu advis.</p> <p>Keuntungan lain adalah sifat dari deposito ini sendiri, semakin lama penyimpanan dana, semakin tinggi juga bunga yang didapat.</p> <p>Selain imbal hasil bunga, hal lainnya tentu jika diperlukan deposito ini bisa dicairkan (dengan atau tanpa penalti tidak mendapat bunga bulan berjalan).</p> <p>Dengan menyimpan uang di deposito, kita memiliki imbal hasil yang pasti, karena semua sudah didefinisikan delam bentuk suku bunga (dan pajang 20% untuk bunga yang didapat)</p> <h3 id="cara-membuat-deposito-bertingkat">Cara membuat deposito bertingkat</h3> <p>Dengan merujuk <a href="https://pusatdata.kontan.co.id/bungadeposito/">informasi data di sini</a>, dalam data tersebut, tingkat suku bunga dibedakan dengan lama waktu penyimpanan kontrak deposito.</p> <p>Misalkan pada deposito pertama kita membuka deposito dan dengan suku bunga 6% p.a, kemudian pada deposito berikutnya mendapatkan bunga 5.75% p.a, dengan tenor yang berbeda-beda, biasanya suku bunga ini juga dibedakan dari tenor deposito tersebut, tenor deposito ini ada 1 bulan hingga 12 bulan (ada yang lebih, 24, 32 bulan, tergantung bank) dan seterusnya, dan juga terkadang pada beberapa bank, jumlah dana yang kita simpan juga berpengaruh pada tingkat suku bunga.</p> <p>Dengan konsep <a href="/conveyor-belt-saving-concept/">conveyor belt</a>, kita bisa memulai dengan dana kecil dulu, ketika sudah cukup besar bisa kita “upgrade” ke penyimpanan deposito dengan tenor maturity terlama, yang biasanya memiliki imbal hasil lebih tinggi.</p> <p>Untuk yang keberatan dengan sistem tenor yang bisa jadi “menyandera” dana kita, dengan kondisi dana bisa diambil, tapi ada penalti yang harus kita bayar, beberapa bank ada yang tidak mengenakan denda ini, misalkan MaxiSaver Jenius, tidak ada penalti jika kita menarik dana pada bulan berjalan.</p> <p>Sedikit tips, jika memungkinkan, selalu pilih AROPI (Auto rollover principal + interest), dengan itu kita menggunakan compounding interest bekerja untuk kita, sehingga dana bisa mendapat bunga berbunga.</p> <h3 id="kontra-menyimpan-dana-di-deposito">Kontra menyimpan dana di deposito</h3> <p>Menyimpan dana di deposito memiliki kontra, lebih ke faktor eksternal, karena imbal hasil yang bernilai pasti, kita bisa kehilangan kesempatan untuk mendapatkan imbal hasil yang lebih tinggi, seperti dalam instrumen saham, atau obligasi.</p> <p>Tetapi karena ini umtuk investasi dengan nilai pasti dan juga untuk <a href="/hal-yang-perlu-diperhatikan-ketika-menyiapkan-dana-darurat/">dana darurat</a>, maka kita tidak perlu memikirkan invetasi jenis lain, karena ketidak jelasan imbal hasil dan juga fluktuasi nilai menjadikan deposito salah satu pilihan untuk menyimpan dana darurat.</p> Mon, 06 Jul 2020 00:00:00 +0000 https://seputarfinansial.com/investasi-dana-darurat-dengan-deposito-bertingkat/ https://seputarfinansial.com/investasi-dana-darurat-dengan-deposito-bertingkat/ Memiliki akun broker lebih dari satu? <p>Pertama, iya, boleh, kita boleh memiliki akun broker lebih dari satu, kata broker di sini saya gunakan sebagai pengganti untuk perusahaan yang berwenang untuk membuka akun efek atas nama pengguna, jadi bisa jadi broker untuk jual beli <a href="/memulai-investasi-saham/">saham</a>, atau untuk membeli <a href="/mencari-produk-reksadana-reksa-dana-yang-kinerja-bagus/">reksa dana</a>, membeli <a href="/apa-itu-obligasi/">obligasi</a>, atau produk <a href="/perbandingan-tabungan-bunga-tinggi-deposito-reksadana-dan-obligasi-negara/">efek lainnya</a>.</p> <p>Membuka akun broker hampir sama dengan membuka akun di bank, yang harus disiapkan seperti biasa, KTP, ada beberapa yang membutuhkan NPWP, dan juga buku tabungan fisik, jadi tiap perusahaan broker bisa berbeda.</p> <p>Sudah mengenai akunnya, sekarang kita bahas apakah merepotkan atau berguna memiliki akun broker lebih dari satu?</p> <p>Jawaban paling gampang, tergantung, hehe.., tapi jawaban ini adalah pengalaman saya sendiri, jawaban singkatnya, menurut saya ada gunanya, saya coba jabarkan, tapi tiap orang bisa berbeda.</p> <h2 id="kelebihan">Kelebihan</h2> <p>Dengan memiliki akun broker lebih dari satu, saya bisa mengatur portofolio yang sesuai dengan tujuan finansial saya, jangka pendek atau panjang, dan untuk akun broker saham, saya bisa memisahkan akun untuk ”iseng” trading, atau memang untuk tujuan investasi jangka panjang.</p> <p>Bisa memilih broker mana yang memiliki <a href="/mengapa-memperhatikan-biaya-admin-itu-penting/">fee</a> yang lebih rendah dari broker lain misalkan untuk trading (day, wing, interday, etc).</p> <p>Menggunakan <em>mental accounting</em> untuk keuntungan kita, maksudnya, kita bisa membedakan untung dari transaksi atau memang dari capital gain dari akun trading, dan menggunakan untung tersebut untuk konsumsi atau menanamnya kembali ke akun yang khusus untuk <a href="/investasi-dengan-uang-satu-juta-bisa/">investasi</a> di layanan broker yang khusus untuk investasi.</p> <h2 id="kekurangan">Kekurangan</h2> <p>Dengan memiliki akun broker lebih dari satu, terkadang kita bisa kehilangan fokus dan malah bikin pusing, hal lainnya adalah harus memelihara aplikasi lebih dari satu (mayoritas broker sudah dalam bentuk aplikasi).</p> <p>Kekurangan lain yaitu, dana mengendap, broker biasanya menyimpan uang kita via RDN, dan dana yang disimpan di <a href="/mengenal-apa-itu-sid-sre-rdn-akses/">RDN</a>, maka dana tersebut mengendap dan memang tidak berhak mendapatkan bunga, jadi usahakan dana tersebut tidak nganggur dan bisa lebih produktif dengan membelikan produk efek, atau bisa juga hanya mengisi RDN ini ketika hendak melakukan transaksi saja.</p> <p>Beberapa broker menarik biaya untuk data yang kita gunakan, artinya, jika kita login ke aplikasi broker, selama kita menggunakan aplikasi tersebut, dan melihat data, trend, dan informasi lain mengenai emiten-emiten, informasi yang kita konsumsi itu dihitung oleh broker, dan menjadikan <a href="/mengapa-memperhatikan-biaya-admin-itu-penting/">fee</a> lebih mahal, ada biaya bulanan.</p> <h2 id="skema">Skema</h2> <p>Untuk skema penempatan portofolio, dengan pemisahan berdasarkan tujuan investasi, beda tujuan beda broker, ambil contoh untuk reksa dana dengan skema,</p> <ul> <li><a href="https://www.bareksa.com/">Bareksa</a> 100% reksa dana saham</li> <li><a href="https://app.tanamduit.com/invite/R9DQU1iAHsWUPDR5A">Tanam Duit</a> 100% reksa dana pasar uang.</li> <li><a href="https://bibit.id/">Bibit</a> 40% reksa dana pasar uang, 50% pendapatan tetap, 10% saham (<em>uhuk</em> kode referral <a href="http://bit.ly/bibitreferral1">tigvgn4</a>)</li> </ul> <p>Dengan menggunakan Skema ini, setidaknya untuk saya jadi lebih mudah untuk memutuskan ke agen mana saya harus login ketika ada uang yang bisa diinvestasikan, berdasarkan tujuan yang saya niatkan sebelumnya.</p> <p>Begitupun untuk saham, <a href="https://trima.trimegah.id/">Trima</a> dan <a href="https://www.ipotpay.com/">iPot</a> jadi broker pilihan saya untuk transaksi saham.</p> Thu, 02 Jul 2020 00:00:00 +0000 https://seputarfinansial.com/memiliki-akun-broker-saham-reksadana-reksa-dana-lebih-dari-satu/ https://seputarfinansial.com/memiliki-akun-broker-saham-reksadana-reksa-dana-lebih-dari-satu/ Membangun pola pikir positif terhadap uang <p>Mengenai pola pikir ini adalah hal tidak terpikir sebelumnya, apa pandangan saya sebelumnya terhadap uang, merupakan hasil edukasi (kurang atau cukup), lingkungan, dan asumsi kita, jadi, bagaimana pola pikir kita saat ini terhadap uang, adalah perjalanan hidup yang dipengaruhi hal-hal di atas, bisa jadi positif atau negatif, terkadang ada yang memandang uang sebagai musuh, sesuatu yang jahat, akar dari semua masalah, dan uang akan selalu dipandang begitu jika kita memiliki pikiran buruk, lain halnya jika kita memiliki pola pikir positif terhadap uang.</p> <p>Hal lain yang kerap terjadi juga, kita merasa tidak mungkin untuk memiliki uang lebih, atau merasa tidak pernah cukup, merasa apa yang kita punya tidak sepadan, merasa kurang dibandingkan dengan orang lain yang memiliki ini dan itu.</p> <p>Bagaimanapun juga, uang adalah bagian dari hidup, berdampak terhadap kita secara langsung atau tidak langsung, uang juga memberi dampak terhadap hubungan kita dengan pasangan, keluarga, dan lainnya, berdampak juga pada pendidikan, (bahkan agama sekalipun) dan hampir semua aspek kehidupan kita.</p> <p>Bagaimana cara membangun pola pikir positif terhadap uang? ini hal yang saya sendiri coba lakukan, apakah berhasil atau tidak, atau sampai dimana perjalanannya? saya sendiri tidak tahu, karena yang pasti ini merupakan perjalanan, bukan hal yang ada garis finish-nya, karena hidup itu dinamis, dan poin di bawah ini hanya sedikit cara dari banyak cara dalam membangun pola pikir positif terhadap uang.</p> <h3 id="analisa-apa-yang-kita-pikirkan-ketika-mendengar-uang">Analisa apa yang kita pikirkan ketika mendengar uang</h3> <p>Hal apa yang terlintas dikepala ketika mendengar kata uang?, atau ketika mendengar kata budgeting?, investasi, hubungan antara pendapatan dan pengeluaran?, apakah yang terlintas adalah hal memusingkan, bikin repot, “<em>ah gak perlu dipikirin!</em>” maka ada yang musti kita ubah dalam cara kita memandang uang.</p> <h3 id="maafkan-diri-anda-jika-pernah-melakukan-kesalahan-keuangan">Maafkan diri anda jika pernah melakukan kesalahan keuangan</h3> <p>Melakukan kesalahan adalah hal yang lumrah, tak terkecuali dalam hal keuangan, keputusan dalam membeli sesuatu, berhutang, atau pemborosan yang pernah dilakukan dulu karena ketidak tahuan, atau mungkin punya kebiasaan hidup boros.</p> <p>Sekarang, kita tidak bisa mengubah masa lalu, dan tidak akan ada gunanya jika kita terus menerus menyalahkan diri sendiri (atau orang lain) atas kesalahan-kesalahan tersebut.</p> <p>Maafkan diri anda sendiri, dan mulai menata kembali, karena yang bisa kita lakukan adalah tidak melakukannya lagi, dan lebih memikirkan masa depan, apa yang bisa kita lakukan agar terhindar dari kesalahan-kesalahan tersebut lagi, dan belajar dari pengalaman-pengalaman terdahulu.</p> <h3 id="stop-membandingkan-finansial-diri-dengan-orang-lain">Stop membandingkan finansial diri dengan orang lain</h3> <p>Setiap orang berbeda, setiap orang memiliki kehidupan yang berbeda, begitupun juga dengan sisi finansialnya, mungkin ada yang punya lebih, dan sangat terlihat di media sosial, tapi jangan terjebak, karena, mungkin saja yang terlihat di media sosial itu tidak seperti kenyataannya.</p> <p>Mobil baru yang dikendarai mungkin saja kredit, tas-tas bermerek juga bisa jadi hasil pinjam dan kredit, demi agar terlihat kaya.</p> <p>Keuangan orang lain tidak harus menjadi sama dengan kita dan sebaliknya, lebih baik kita fokus terhadap apa yang bisa kita lakukan terhadap finansial kita sendiri, dan apa yang bisa kita lakukan untuk membuat itu lebih baik, cuekin hal-hal yang memicu ingin sama sama orang lain karena orang lain pamer.</p> <h3 id="jangan-membatasi-diri-sendiri">Jangan membatasi diri sendiri</h3> <p>Di sini lebih ke pola pikir, kalau kita sendiri merasa tidak mampu, tidak berhak memiliki uang banyak, atau keuangan yang stabil, atau sampai berpikir, ”tidak mungkin saya bisa mendapatkan itu, saya tidak akan pernah mampu”, pola pikir ini yang membatasi kita untuk bisa meraih apa yang kita mau, kita cita-citakan.</p> <p>Pola pikir yang sempit akan melahirkan kinerja yang sempit juga, dan merasa tidak perlu merealisasikannya.</p> <h3 id="jangan-selalu-berpikir-negatif-tentang-uang">Jangan selalu berpikir negatif tentang uang</h3> <p>Pernah dengar istilah, “<em>uang adalah sumber bencana?</em>”, jika kalimat ini yang selalu ada di kepala, maka kita akan selalu berpikiran bahwa uang adalah bencana, akan selalu negatif.</p> <p>Kita kerja mencari uang, dan tidak ada yang salah dalam hal itu, dengan uang kita bisa membangun kebaikan untuk orang-orang sekitar kita, untuk orang yang membutuhkan, pikirkan uang sebagai alat saja, alat yang dapat kita tukarkan untuk tujuan-tujuan yang baik.</p> <p><img src="/images/posts/zac-durant-_6HzPU9Hyfg-unsplash.jpg" alt="" /></p> <div class="credit_image"><center>Photo by <a href="https://unsplash.com/photos/_6HzPU9Hyfg">Zac Durant</a> on <a href="https://unsplash.com/">Unsplash</a></center></div> <h3 id="memulai-membangun-kebiasaan-baik-terhadap-uang">Memulai membangun kebiasaan baik terhadap uang</h3> <p>Untuk memiliki pola pikir baik terhadap uang, kita harus mulai juga membangun kebiasaan yang baik terhadap uang itu sendiri, seperti menabung, berinvestasi, berhemat, membatasi diri untuk pengeluaran-pengeluaran yang <em>gak</em> perlu, memiliki fokus saat ini dan masa depan, dan tidak hidup hanya untuk saat ini.</p> <p>Lakukan kebiasaan-kebiasaan yang baik dari hal yang kecil, dan penting juga untuk mencari motivasi agar lebih mudah dan terdorong dalam melakukan kebiasaan-kebiasaan baik, dan usahakan konsisten.</p> Mon, 29 Jun 2020 00:00:00 +0000 https://seputarfinansial.com/membangun-pola-pikir-positif-terhadap-uang/ https://seputarfinansial.com/membangun-pola-pikir-positif-terhadap-uang/ Memonitor Portofolio <p>Sudah <a href="/memulai-investasi-saham/">membuka</a> akun broker? bagus, kita memulai <a href="/tag/investasi/">investasi</a>,bisa dalam instrumen produk <a href="/mengenal-lebih-jauh-produk-reksa-dana/">reksa dana</a> atau saham, dan secara konsisten juga menambah jumlah investasinya, meski memang <span class="important">tidak dianjurkan untuk selalu melihat portofolio, karena bisa memicu emosi, psikologi</span>, baik jika pasar sedang bagus, atau buruk, pasti akan ada sisi emosional manusia yang akan terdampak.</p> <p>Tapi kalau memang mau memonitor kinerja portofolio, tentu bisa, ada beberapa layanan yang bisa dipakai, antara lain yang saya pribadi gunakan untuk melihat portofolio yang tersebar di beberapa broker, dan atau aperd untuk reksa dana, untuk bisa melihat dalam satu tampilan dashboard memang sangat membantu, untuk memudahkan itu, saya menggunakan <a href="https://bloomberg.com/">Bloomberg</a> dan <a href="https://finance.yahoo.com/">Yahoo! Finance</a>, tidak ada alasan khusus dengan memakai 2 aplikasi/layanan, supaya lebih informatif saja.</p> <p>Memang kita bisa melihat portofolio kita diaplikasi dimana kita melakukan investasi, tapi terkadang ada masa dimana kita membeli produk investasi dibeda tempat, ambil contoh, saya membeli saham di Trimegah melalui aplikasi Trima, sedangkan untuk reksa dana, saya menggunakan Bareksa dan juga Tanam Duit (kenapa 2 APERD? lain artikel nanti dibahas)</p> <h2 id="bloomberg-watchlist">Bloomberg Watchlist</h2> <p>Memonitor portofolio menggunakan <a href="https://bloomberg.com/">Bloomberg</a> watchlist sangat mudah, kita bisa memonitor saham, reksa dana, obligasi, karena memang Bloomberg ini memiliki solusi untuk trading dan laiannya, produk Bloomberg, yaitu Bloomberg terminal, dipakai hampir semua pasar saham, jadi tidak heran mereka memiliki data di banyak instrumen.</p> <h3 id="manajemen-portofolio">Manajemen portofolio</h3> <p>Untuk memonitor portofolio yang dimiliki, setelah mempunyai akun di Bloomberg, bisa melihat menu yang ada di sebelah kiri</p> <p><img src="/images/posts/monitor-portofolio/link-watchlist.png" alt="Bloomberg watchlist" title="Bloomberg watchlist" /></p> <p>Dari menu tersebut ada link menuju ke halaman Watchlist.</p> <p><img src="/images/posts/monitor-portofolio/create-watchlist.png" alt="Create Bloomberg watchlist" title="Create Bloomberg watchlist" /></p> <p>Kita bisa membuat Watchlist sendiri, dan bisa mulai memasukkan data-data atau saham apa saja yang kita miliki, dengan memasukkan informasi simbol atau ticker, di sini saya ambil contoh dengan Telkom, yang memiliki simbol <a href="https://www.bloomberg.com/quote/TLKM:IJ">TLKM:IJ</a>, dan memang agak sedikit pekerjaan manual menambahkan simbol ticker/simbol emiten yang hendak kita monitor.</p> <p><img src="/images/posts/monitor-portofolio/create-watchlist2.png" alt="Adding Bloomberg watchlist" title="Adding Bloomberg watchlist" /></p> <p>Bisa dimasukkan kapan kita membeli saham tersebut, berapa banyak (1 lot = 100 lembar), dan berapa harga saham tersebut ketika kita membeli saham itu, karena ini akan berpengaruh banyak untuk analisa harga dan performa.</p> <p><img src="/images/posts/monitor-portofolio/total-gain.png" alt="Bloomberg watchlist total gain" /></p> <p>Seperti yang disinggung sebelumnya, dengan memasukkan, tanggal, jumlah lembar, dan harga beli, kita bisa melihat performa saham yang kita beli, dan bisa melihat pula pergerakan, apakah untung, rugi, dan juga bisa menghitung saham dengan waktu pembelian berbeda, dan dibuatkan satu summary.</p> <p>Dan juga ini memudahkan untuk melihat performa masa lalu, sehingga memiliki pandangan yang penuh atas kinerja portofolio.</p> <h2 id="yahoo-finance-portofolio">Yahoo! Finance portofolio</h2> <p><a href="(https://finance.yahoo.com/)">Yahoo! Finance</a> mengkombinasikan portofolio listing dengan berita, yang mana memang Yahoo! Finance ini sebagai agregator berita, memiliki berita yang lengkap, dan bisa menyesuaikan beritanya dengan portofolio yang kita punya, misalkan kita memiliki <a href="https://finance.yahoo.com/quote/TLKM.JK">TLKM.JK</a> (beda dengan Bloomberg untuk simbol ticker, <a href="https://www.bloomberg.com/quote/TLKM:IJ">TLKM:IJ</a>) di portofolio Yahoo!, atau sedang membuka halaman emiten tersebut, dan Yahoo! akan menampilkan berita yang berkenaan dengan TLKM.JK, sumber berita bisa dari mana saja, bisa Bloomberg, Business Insider atau lainnya.</p> <h3 id="manajemen-portofolio-1">Manajemen portofolio</h3> <p>Untuk melakukan manajemen portofolio, sebenarnya hampir sama dengan yang dilakukan dengan Bloomberg, dimulai dengan membuat portofolio yang akan menampung daftar emiten.</p> <p><img src="/images/posts/monitor-portofolio/yahoo-create-watchlist.png" alt="Yahoo! create watchlist" /></p> <p>Setelah itu bisa dimulai ditambahkan simbol-simbol yang mewakili produk yang dipunyai di portofolio <img src="/images/posts/monitor-portofolio/yahoo-list-empty.png" alt="Yahoo! create watchlist" /></p> <p>Setelah menambahkan simbol, selanjutnya bisa menambahkan berapa lot yang dipunyai/dibeli, dan kapan membeli lot tersebut, jadi bisa dilihat kinerjanya seiring waktu, dan dibandingkan dengan harga saat ini.</p> <p><img src="/images/posts/monitor-portofolio/yahoo-add-symbol.png" alt="Yahoo! create watchlist" /></p> <p>Seperti yang disinggung sebelumnya, Yahoo! Finance menampilkan berita yang terkait dengan simbol portofolio yang kita punya, contoh diatas ketika menambahkan TLKM.JK, Yahoo! menampilkan berita terkait dengan simbol yang dipunyai di portofolio.</p> <h2 id="lainnya">Lainnya</h2> <p>Dan banyak layanan-layanan lain yang bisa kita gunakan untuk tujuan serupa, seperti <a href="https://www.investing.com/">Investing.com</a>, <a href="https://www.marketwatch.com/">Marketwatch.com</a> dan <a href="https://www.tradingview.com/">lainnya</a>, selama mereka dalam bentuk aplikasi dan mudah mengaksesnya, dan juga mengatur portofolio itu mudah, maka bisa digunakan.</p> Wed, 24 Jun 2020 00:00:00 +0000 https://seputarfinansial.com/memonitor-portofolio/ https://seputarfinansial.com/memonitor-portofolio/ Masih bekerja dari rumah, dan pengeluaran bulan mei <p>Bulan mei ini saya bisa lebih mengerti kebiasaan-kebiasaan yang ada di rumah, penggunaan alat-alat yang menggunakan listrik, transportasi, dan belanja bulanan dibandingkan dengan bulan <a href="/april-di-rumah-dan-pengeluaran-pengeluaran/">april kemarin</a>.</p> <p>Komponen pengeluaran yang dibayar/beli setiap bulannya dikategorikan seperti ini</p> <ol> <li>Belanja</li> <li>Utilitas</li> <li>Transportasi</li> <li>Makanan</li> <li>Layanan langganan</li> </ol> <p>Dengan mengkategorikan jenis-jenis pengeluaran, kita lebih mudah dalam pengalokasian, dan juga lebih mudah dalam melakukan inspeksi jika diperlukan untuk mereview pengeluaran, sehingga bisa lebih mudah untuk mengambil tindakan yang diperlukan.</p> <h3 id="belanja">Belanja</h3> <p>Sekarang sudah tidak lagi melakukan belanja bulanan, karena menurut dalam opini saya, agak susah (setidaknya untuk saya) untuk memprediksi mau masak/makan apa 3 minggu ke depan, untuk beberapa hal bisa diprediksi, misalkan sabun cairan pel, sabun mandi, dan beberapa yang non-makanan lebih mudah menakarnya, dan kalau beli agak lebih tidak akan basi.</p> <p>Belanja dilakukan mingguan, terutama untuk sayuran dan bahan lain, dengan melakukan ini, belanja jadi lebih hemat, karena pikiran gak kemana-mana yang kadang membeli yang tidak dibutuhkan kalau belanja untuk satu bulan, dan jadi bisa hanya belanja untuk yang dibutuhkan saja.</p> <p>Dalam seminggu untuk sayur/makanan dilakukan satu atau dua kali seminggu, sekali belanja rata-rata maksimum 100 ribu, total untuk belanja masak atau bahan makanan maksimum 500-600 ribuan (kalau ada daging bisa 600 ribuan) 4 minggu.</p> <h3 id="utilitas">Utilitas</h3> <p>Listrik, air, internet, gas, hal-hal yang saya sebut sebagai utilitas rumah, penggunaan listrik sebulan maksimum mencapai 700 ribuan, air sekitar 200 ribuan, internet 410 ribu, dan gas 130 ribu, gas terkadang bisa digunakan sebulan lebih, hampir dua bulan.</p> <p>Untuk listrik, lumayan turun dari bulan lalu, karena sudah mulai tau mana saja yang bisa dihemat, menerapkan ac tidak boleh lebih dari 2 kamar yang hidup, Air terkadang fluktuatif, tapi rata-rata 200 ribu, dan internet, karena bekerja dari rumah, dan hampir tiap hari video conference, butuh internet yang lumayan, saya menggunakan firstmedia paket D’Lite HD, sejauh ini masih mencukupi.</p> <h3 id="transportasi">Transportasi</h3> <p>Karena masih bekerja dari rumah, jadi penggunaan mobil tidak sesering dulu, dalam sebulan cukup menghabiskan 300 ribu, berbeda dengan dulu, yang 300 ribu itu untuk seminggu.</p> <h3 id="makanan">Makanan</h3> <p>Saat pandemi sudah tidak pernah lagi makan di luar, meski terkadang ada saat membeli makanan dari luar menggunakan GoFood atau GrabFood, itupun rata-rata satu minggu sekali, dan jika dirata-rata, mencapai 400 ribu sebulan.</p> <h3 id="layanan-berlangganan">Layanan berlangganan</h3> <p>Untuk kebutuhan kerja, dan pribadi, masih berlangganan seperti Spotify, Netflix, Apple, Google, sebulan bisa mencapai 443 ribu, untuk langganan-langganan layanan ini masih belum ada gantinya, jadi masih dipakai sampai saat ini.</p> <p>Dalam sebulan untuk sehari-hari pengeluaran dan lain-lain mencapai kurang lebih 4juta.</p> Tue, 09 Jun 2020 00:00:00 +0000 https://seputarfinansial.com/mei-bekerja-dari-rumah-pengeluaran-bulanan/ https://seputarfinansial.com/mei-bekerja-dari-rumah-pengeluaran-bulanan/ Mengenal lebih jauh terhadap produk reksa dana yang (akan) dibeli, Prospektus dan Fund Fact Sheet <p><a href="/mencari-produk-reksadana-reksa-dana-yang-kinerja-bagus/">Pada artikel sebelumnya</a>, dibahas mengenai bagaimana mencari reksa dana yang bagus, secara produk dan kinerjanya, juga dibahas darimana saja kita bisa mendapatkan informasi mengenai produk-produk reksa dana tersebut yang bisa kita jadikan acuan sebelum kita menanamkan urang kita di sana.</p> <p>Perlu diingat juga, pemilihan jenis reksa dana dan produknya, tergantung dari tujuan finansial yang sedang atau akan dibuat oleh kita.</p> <p>Nah, sekarang sudah atau akan memulai investasi? bagus! dan seperti pepatah umum, tak kenal maka tak sayang, begitu juga dengan instrumen investasi dan produk-produk di dalamnya, kali ini akan membahas reksa dana pada umumnya, dan produk-produk yang ditawarkan di dalamnya, produk yang dibuat oleh manajer investasi dengan sedemikian rupa, berupa gabungan antara satu jenis investasi atau gabungan.</p> <p>Seperti yang diketahui didalam reksa dana ada 4 jenis reksa dana yang umum dikenal dan gampang diakses oleh investor umum, yaitu pasar uang, campuran, pendapatan tetap, dan saham (ada jenis reksa dana lain, tapi kita batasi hanya 4 jenis yang mudah diakses oleh investor ritel).</p> <p>Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan, masing-masing produk reksa dana yang ditawarkan berisi portofolio investasi, bisa komponen obligasi, deposito, saham-saham, dan produk lainnya.</p> <p>Diproduk tersebut akan disebutkan terdiri dari apa sajakah produknya, alokasi aset dan juga informasi-informasi lain.</p> <p>Selain informasi AUM (Asset Under Management), berisi informasi berapa jumlah dana yang dihimpun dari investor, yang dijadikan sebagai aset oleh manajer investasi dalam produk tersebut, juga informasi detail mengenai produknya sendiri, dalam bentuk Prospektus dan Fund fact sheet.</p> <h2 id="prospektus">Prospektus</h2> <p>Prospektus adalah dokumen yang berisi informasi mengenai produk reksa dana yang diterbitkan oleh manajer investasi, berbasis Efek, dokumen ini memiliki kekuatan hukum, terdapat pasal-pasal, hak dan kewajiban investor, dan juga manajer investasinya.</p> <p>Didalam dokumen prospektus ini juga, berisi keterbukaan informasi yang berhubungan dengan produk investasi yang ditawarkan, secara garis besar dokumen biasanya terdiri dari dasar hukum, istilah-istilah yang digunakan, pengelolaan investasi, bank kustodian, risiko-risiko yang terpapar, cara jual beli atau pemindahan (switching), biaya-biaya (expense ratio), pajak-pajak, hak dan kewajiban dari investor dan manajer investasi.</p> <p>Prospektus dijadikan sebagai dokumen acuan oleh investor, dimana dan kemana dana investor tersebut itu diinvestasikan ke produk-produk investasi dalam penyusunan portofolio oleh manajer investasi sesuai dengan jenis reksa dananya.</p> <p>Contoh prospektus dari <a href="https://www.bni-am.co.id/upload/product/att2/15.pdf">BNI-AM Likuid</a>.</p> <h2 id="fund-fact-sheet">Fund Fact Sheet</h2> <p>Adalah lembaran mengenai profil singkat dan juga informasi lain mengenai produk reksa dana tersebut, didalah Fund Fact Sheet (FFS) ini berisi juga informasi kinerja dari produk tersebut.</p> <p>Untuk melihat informasi singkat dan cepat, bisa melihat informasi di FFS ini, contoh FFS dari <a href="https://www.bni-am.co.id/upload/product/att1/15.pdf">BNI-AM Likuid</a>.</p> <h2 id="hal-hal-yang-perlu-diperhatikan">Hal-hal yang perlu diperhatikan</h2> <p>Dari dua dokumen di atas, apa saja yang perlu diperhatikan? ini pendapat saya saja, bisa jadi beda tiap orang dalam melihatnya.</p> <h3 id="strategi-investasi">Strategi investasi</h3> <p>Sebagai investor menurut saya, sebelum membeli produk tersebut, wajib juga membaca strategi investasi dari produk reksa dana yang ditawarkan oleh manajer investasi.</p> <p>Kemana uang yang kita setorkan itu akan diinvestasikan? bagaimana manajer investasi menyusun portofolio dalam produknya.</p> <p>Ada ketentuan-ketentuan yang diatur dari jenis reksa dana yang akan kita diinvestasikan, semua tertuang dalam prospektus, misalkan reksa dana pasar uang BNI-AM Likuid tersebut, akan membuat protofolio dengan komposisi 100% berupa utang yang diterbitkan oleh korporasi atau negara yang jatuh temponya tidak lebih dari 1 tahun, dan juga akan diinvestasikan dalam pasar uang yang juga memiliki jatuh tempo kurang dari 1 tahun.</p> <p>Informasi ini harus transparan komposisinya, contoh lain misalkan jika produk reksa dana saham, ini juga perlu dilihat komposisi saham berapa persen, dan ini berlaku untuk jenis reksa dana lainnya.</p> <h3 id="expense-ratio-biaya-admin">Expense ratio (biaya admin)</h3> <p>Biaya ini biasanya terdiri dari biaya manajer investasi, biaya bank kustodian, biaya ini digunakan untuk imbalan mnajer investasi dan juga imbalan jasa pengelolaan uang oleh bank kustodian.</p> <p>Biaya ini tiap produk reksa dana bisa berbeda-beda, kembali saya ambil contoh untuk BNI-AM Likuid ini halaman 32, menurut prospektus, manajer investasi imbalan sebesar maksimum 1% pertahun, dihitung harian, dan untuk bank kustodian, imbalan jasa maksimum 0.15% berdasarkan 365 hari dan dibayarkan perbulan ke bank kustodian tersebut.</p> <p>Expense ratio adalah penjumlahan dari 2 komponen biaya di atas, biaya manajer investasi dan juga biaya bank kustodian.</p> <p>Jika expense ratio ini lebih dari 1.5% (meski menurut saya 1.5% pun masih terlalu besar), <a href="/mengapa-memperhatikan-biaya-admin-itu-penting/">lebih baik dihindari produk tersebut</a>, karena akan mengikis nilai investasi kita perlahan-lahan, mengingat, tidak selamanya investasi bisa mendapatkan untung, nilai aktiva bersih bisa saja turun, tapi biaya administrasi ini tetap (dan bisa saja bertambah), jadi manajer investasi tetap akan mengambil bagiannya terlepas untung atau rugi dalam penginvestasiannya, dan juga nilai imbalan itu diambil dari keseluruhan jumlah investasi kita, dari jumlah investasi pokok yang disetorkan dan juga hasil perkembangannya.</p> <h3 id="kinerja">Kinerja</h3> <p>Ini juga penting, kita tidak mau kan investasi di produk reksa dana yang kinerjanya buruk? dengan melihat informasi-informasi mengenai kinerja produk bisa menentukan ke produk siapa uang kita akan diinvestasikan.</p> <p>Dengan informasi online seperti infovesta, Bareksa, dan situs lainnya, kita bisa melihat kinerja dari produk tersebut harian, mingguan, bulanan atau tahunan.</p> <p>Selalu pilih produk yang nilainya cenderung naik setiap waktu.</p> <h3 id="asset-under-management-aum-atau-dana-kelola">Asset Under Management (AUM atau Dana Kelola)</h3> <p>Perhatikan dana kelola, dana kelola ini, biasanya semakin besar semakin baik, karena adanya kepercayaan dari investor yang menanamkan uangnya diproduk tersebut, semakin banyak jumlahnya biasanya semakin terpercaya.</p> <p>Selain itu, dengan jumlah yang besar tersebut, manajer investasi memiliki pilihan untuk investasi ke produk apa, dan juga sedikit banyak bisa menyetir pasar dengan dana kelola besar yang dipunyai oleh manajer investasi tersebut.</p> <h3 id="manajemen">Manajemen</h3> <p>Hal ini berkaitan dengan manajer investasi yang akan mengelola uang kita, uang yang kita dapatkan dengan susah payah, tentunya tidak ingin uang itu dikelola oleh manajemen yang buruk, yang bisa berujung hancurnya tujuan finansial.</p> <p>Selalu perhatikan, dan cari tahu mengenai nama dari penjual produk tersebut, dan juga cari tahu kredibilitasnya, tidak semua manajer investasi yang terdaftar diefek memiliki <em>track record</em> yang sama, dan tidak semua manajer investasi memiliki kepiawaian dalam menyusun portofolio-nya.</p> <p>Manajemen yang baik juga selalu mencantumkan hasil audit dari kinerja produk investasi-nya setiap tahun, hal ini terlampir dalam prospektus, ini merupakan satu bentuk tanggung jawab manajer investasi dan juga laporan keterbukaan informasi.</p> <h2 id="tips-lain">Tips lain</h2> <h3 id="usahakan-membeli-produk-produk-dari-manajemen-investasi-yang-sama">Usahakan membeli produk-produk dari manajemen investasi yang sama</h3> <p>Hal ini berkaitan dengan biaya-biaya, terutama biaya switching, jika kita misalkan hendak berpindah dari satu jenis reksa dana ke jenis lain, biaya akan lebih mudah jika semua produk masih dalam satu MI, ambil contoh misalkan <a href="https://www.bareksa.com/id/search/result/bnp%20paribas">BNP paribas</a> (disclaimer: bukan endorse, bukan saran, saya memang ada produk dari BNP Paribas diportofolio, dan ini hanya untuk contoh saja), dalam BNP Paribas, terdapat produk-produk reksa dana yang dijual dari semua jenis reksa dana.</p> <p>Dengan melihat tujuan finansial kita, dalam penyusunan portofolio, misalkan hendak alokasikan 40% reksa dana pasar uang, dan 50% ke reksa dana saham, sisanya ke pendapatan tetap dan campuran.</p> <p>Dengan melihat skema tersebut, kita bisa memilih produk yang sesuai dengan kebutuhan kita, dan juga selaras dengan tujuan finansial, dalam produk-produk investasi dari manajer investasi yang sama.</p> <p>Meski tidak masalah jika membeli produk dari beda manajer investasi, ini agar lebih mudah saja dalam pengelolaan portofolio kita.</p> Mon, 08 Jun 2020 00:00:00 +0000 https://seputarfinansial.com/mengenal-lebih-jauh-produk-reksa-dana/ https://seputarfinansial.com/mengenal-lebih-jauh-produk-reksa-dana/ Mencari dan berinvestasi di produk reksa dana yang kinerjanya bagus <p><a href="/Investasi-reksadana-dengan-uang-receh-di-BIBIT/">Reksa dana</a> sebagai satu produk <a href="/investasi/">investasi</a> yang ditawarkan oleh manajer investasi, biasanya institusi efek, atau perbankan yang mempunyai bisnis majemen aset.</p> <p>Seperti yang pernah dibahas mengenai apa itu reksa dana, jika sudah mengetahui pengertian dan jenis dari reksa dana tersebut, sekarang saatnya kita untuk berinvestasi di dalamnya.</p> <p>Dalam <a href="/perbandingan-tabungan-bunga-tinggi-deposito-reksadana-dan-obligasi-negara/">jenis-jenis reksa dana</a> tersebut, ada banyak sekali produk yang ditawarkan, ada banyak dari produk-produk yang bagus, dalam artian performanya bagus, ada yang biasa saja, dan ada yang buruk kinerjanya, seperti yang diketahui, kinerja reksa dana bergantung pada ketelitian dan kemahiran manajer investasi dalam memilih komponen investasi di dalamnya, jika itu tentang pasar uang dan pendapatan tetap, maka manajer investasi harus cermat memilih bank mana yang memasarkan uang, atau juga memilih obligasi yang berkualitas.</p> <p>Dan ini juga berlaku misalkan untuk jenis campuran dan jenis saham, bagaimana manajer investasi memilih emiten yang memiliki prospek bagus ke depan, yang tentunya akan menguntungkan semua pihak.</p> <p>Selain kinerja dari produknya, <a href="/mengapa-memperhatikan-biaya-admin-itu-penting/">biaya admin</a> juga perlu dijadikan perhitungan, karena hal itu bisa mengurangi nilai yang sudah didapatkan, nilai unit dari reksa dana bisa naik turun, tapi biaya admin adalah pasti.</p> <p>Untuk mencari informasi kinerja reksa dana, saya sendiri tidak menggunakan satu layanan saja, tapi membandingkannya dengan informasi-informasi lain, meski Prospectus dan Fund Factsheet adalah sumber informasi mengenai produk reksa dana tersebut, tetapi terkadang sumber dari layanan lain bisa membantu kita memutuskan.</p> <ol> <li><a href="https://www.infovesta.com/index2/rdsaham">Infovesta</a></li> <li><a href="https://ksa.com/bloomberg.com/">Bloomberg</a></li> <li><a href="https://bareksa.com/">Bareksa</a></li> <li><a href="https://finance.yahoo.com/">Yahoo! Finance</a></li> </ol> <p>Dari website, atau aplikasi yang dikeluarkan oleh layanan di atas bisa dengan mudah mendapatkan informasi produk reksa dana, dan juga kinerjanya.</p> <p>Untuk Infovesta, mereka menyediakan informasi kinerja dari semua reksa dana yang terdaftar di efek, dan <a href="https://www.infovesta.com/index2/rdsaham">Infovesta</a> ini menampilkan layanan seperti <a href="https://www.morningstar.com/">Morningstar</a> dalam memberikan rating pada produk reksa dana tersebut, hal ini berguna untuk menyaring reksa dana yang bagus, yang kemudian bisa kita lakukan investigasi lebih lanjut.</p> <p>Kemudian untuk mencari informasi yang lebih jauh, menggunakan <a href="https://bareksa.com/">Bareksa</a>, kebetulan saya memiliki akun di sana, dan juga memiliki portofolio di Bareksa, dan menurut saya, informasi yang ditampilkan mengenai satu produk reksa dana lengkap, komplit dengan informasi kinerja, dan juga menampilkan informasi portofolio yang terkandung didalam reksa dana tersebut, misalkan emiten apa atau obligasi apa.</p> <p>Sedangkan Bloomberg dan Yahoo! Finance, saya gunakan untuk tracking portofolio, karena reksa dana memiliki ticker symbol yang seperti halnya saham, contohnya Shinhan Balance Fund, memiliki ticker <a href="https://www.bloomberg.com/quote/ARCHIBF:IJ">ARCHIBF:IJ</a>.</p> <p>Untuk Bloomberg, saya melakukan tracking portofolio seperti ini misalkan (akan dibuat post khusus untuk monitoring portofolio)</p> <p><img src="/images/posts/bloomberg.jpg" alt="" /></p> <p>Saat pandemi ini, memang banyak portofolio yang turun nilainya hehe, sabar aja, untuk produk reksa dana yang berkualitas lebih mudah untuk kembali naik nilainya, <em>hahaha!</em> (<em>tertawa getir</em>).</p> <p>Secara urutan, mencari informasi di Infovesta &gt; membeli reksa dana di (<a href="/investasi-reksadana-dengan-aplikasi-bibit/">BIBIT</a>, <a href="/investasi-reksadana-dengan-ajaib/">Ajaib</a>, <a href="/perbandingan-bareksa-tanamduit-investree/">Investree</a>, <a href="/perbandingan-bareksa-tanamduit-investree-bagian-2/">Tanamduit</a>, Bareksa, atau Tokopedia) &gt; <em>monitoring</em> portofolio di Yahoo! Finance atau Bloomberg.</p> Fri, 05 Jun 2020 00:00:00 +0000 https://seputarfinansial.com/mencari-produk-reksadana-reksa-dana-yang-kinerja-bagus/ https://seputarfinansial.com/mencari-produk-reksadana-reksa-dana-yang-kinerja-bagus/ Hal kecil <p>Pernah terpikir lampu toilet yang nyala tidak digunakan merupakan satu pemborosan juga?</p> <p>Kasus di atas banyak yang mengalami, banyak hal-hal kecil yang kita pikir tidak akan berakibat banyak, bisa menjadi satu sumber pemborosan uang, tapi karena ini masuk sebagai hal kecil, yang menjadikannya tidak dilihat, atau dipandang sebelah mata.</p> <p>Tentu saja contoh lampu toilet ini bisa diaplikasikan ke hal-hal lain, bisa misalkan ketika gosok gigi, banyak yang tetap menyalakan air krannya, tentu ini berujung pada borosnya air, tagihan air/listrik.</p> <p>Hal kecil lain yang saya sering lihat, monitor laptop/komputer, tidak menerapkan sistem matikan layar jika dalam satuan waktu tidak digunakan.</p> <p>Memang jika melihat hal-hal seperti ini, ada pikiran di kepala, ”<em>halah cuman lampu toilet!</em>”, tapi justru inilah yang menjadikan ini kadang menjadi masalah besar, mindset menyepelekan ini bisa menjangkiti hal-hal lain, termasuk hal yang besar.</p> <p>”<em>Ah cuman dikit ambil dari kartu kredit</em>”, padahal cash ada, atau <br /> ”<em>Ah pake dulu nih dana darurat, ada sale, kalo ga beli rugiiiii</em>”, padahal bukan itu tujuan dana darurat.</p> <p>Dan contoh-contoh yang lain.</p> <p>Saya melihatnya bukan soal hal kecilnya, tapi kebiasaan (<em>habit</em>) yang kita sedang biasakan, dengan lebih memperhatikan hal kecil, bukan menjadi pelit, tapi dengan lebih memperhatikan, akan tercipta kebiasaan menjadi tidak boros, lebih waspada tentang pengeluaran.</p> Thu, 14 May 2020 00:00:00 +0000 https://seputarfinansial.com/hal-kecil/ https://seputarfinansial.com/hal-kecil/ April di rumah dan pengeluaran-pengeluarannya <p>April terhitung sebagai bulan ke-dua saya kerja dari rumah, semenjak 17 maret sudah ada imbauan kerja dari rumah, dan selanjutnya diperintahkan oleh pemerintah DKI juga, terkait dengan COVID-19, hal ini tentunya mengubah beberapa kebiasaan, termasuk cara kerja, yang mana sekarang dikerjakan dari rumah.</p> <p>Dan April merupakan waktu sebulan penuh saya kerja dari rumah.</p> <p>Dengan WFH ini, tentunya saya memakai, menggunakan fasilitas yang ada di rumah, setelah sebelumnya kebanyakan menggunakan fasilitas kantor, seperti listrik, dan tentunya berdampak pada hal lain, seperti makan, sekarang plus satu.</p> <p>Setelah dilihat dari cashflow, memang ada perubahan-perubahan, antara lain,</p> <!-- |--|--| |Listrik| 2.110.300| |Internet| 368.500| |Belanja bulanan | 2.613.200| |Kosan| 3.000.000| |Tabungan & Investasi| 4.500.000| |Cicilan| 3.945.000| |lainnya| 3.300.000| |Langganan bulanan| 430.000| |total|20.267.000| --> <p>Ada perubahan signifikan di listrik dan belanja bulanan, ini <em>expected</em>, untuk bulan mei ini akan ada pengeluaran yang saya bisa hilangkan, seperti biaya kosan (dan listriknya), dan bisa saya alokasikan ke hal lain, dan untuk belanja bulanan sepertinya masih akan sama (atau bisa lebih).</p> <p>Selama bulan april, berat badan bertambah, makan lebih banyak, gerak kurang (ini hal buruk, harus segera diubah).</p> <p>Karena semua orang ada di rumah, tentunya internet makin berkurang kecepatannya, jadi awal mei ini memutuskan untuk menambah kapasitas, saya menggunakan Firstmedia, tagihan yang baru kurang lebih 410.000.</p> <p>kita lihat nanti update bulan mei ini diakhir bulan.</p> Wed, 06 May 2020 00:00:00 +0000 https://seputarfinansial.com/april-di-rumah-dan-pengeluaran-pengeluaran/ https://seputarfinansial.com/april-di-rumah-dan-pengeluaran-pengeluaran/ Keuntungan menggunakan bank digital <p>Mungkin ada yang sudah membuka akun di <a href="/bank-digital-apa-itu/">bank digital</a> seperti <a href="/bank-digital-jenius/">Jenius</a>, Digibank, <a href="bank-digital-membuka-tabungan-TMRW-by-UOB/">TMRW by UOB</a>? atau bank digital lainnya? (sejauh ini hanya 3 itu yang saya memiliki akunnya), ketiga akun bank tersebut saya gunakan untuk tujuan yang berbeda.</p> <p>Poin-poin yang saya sampaikan di sini berdasarkan pengalaman pribadi dalam menggunakan aplikasi dan fitur lainnya yang saya gunakan sehari-hari, dan juga pengalaman menggunakannya di dalam negeri maupun di luar negeri.</p> <p>Karena saya sendiri tidak menggunakan kartu kredit, lebih mengandalkan kartu debit, supaya keuangan lebih terkontrol dan lebih <a href="/ketahui-pengeluaran-pengeluaran/">sadar atas pengeluaran-pengeluaran</a>.</p> <p>Ini adalah beberapa hal yang saya pikir sebagai kelebihan-kelebihan yang saya rasakan ketika menggunakan bank digital, baik aplikasinya, kartu dan atau fitur lainnya untuk keseharian.</p> <h3 id="mudah-dalam-melakuan-transaksi">Mudah dalam melakuan transaksi</h3> <p>Menggunakan fitur-fitur yang ada di aplikasi 3 bank yang saya gunakan, yang saya rasakan mudah dalam <a href="/tips-belanja-bulanan-hemat/">melakukan transaksi</a>, baik transfer, atau melakukan online payment ketika membeli sesuatu di online shop.</p> <p>Kemudahan lainnya seperti kartu debit, terutama Jenius memiliki PayWave, ketika di subway New York, bisa digunakan sebagai pengganti Metro Card, dan juga karena kartu-kartu debit tersebut menggunakan Visa, transaksi di toko-toko amerika juga mudah.</p> <h3 id="kemudahan-dalam-melakukan-budgeting">Kemudahan dalam melakukan budgeting</h3> <p>Jika sudah memiliki <a href="/metode-budgeting/">sistem budgeting</a>, menggunakan bank digital menjadi lebih mudah dalam melakukan tracking pada pengeluaran-pengeluaran yang kita keluarkan, karena daftar transaksi bisa lebih mudah diakses, dan dapat melakukan penyesuaian jika dibutuhkan.</p> <p>Transaksi-transaksi yang dilakukan bisa langsung dilihat laporannya, bahkan diberikan push notifikasi ke aplikasi banking yang diinstal di ponsel.</p> <h3 id="online-daring">Online (daring)!</h3> <p>Ya, ini mungkin fitur yang umum, tapi bayangkan dengan bisa mengakses bank kita secara online, maka dimanapun, kapanpun kita bisa mengakses bank lebih mudah, tidak perlu melakukan kunjungan ke bank.</p> <p>Jika ada hal yang mencurigakan juga lebih mudah untuk mengetahuinya, karena biasanya bank digital tersebut memberikan informasi transaksi-transaksi yang terjadi, sebagai notifikasi di handphone, hal ini untuk keamanan bagi nasabahnya.</p> <h3 id="otomatisasi">Otomatisasi</h3> <p>Di aplikasi bank digital, biasanya menyediakan fitur untuk bisa melakukan transfer atau membayar tagihan secara <a href="/otomasi-proses-manajemen-keuangan-finansial/">otomatis</a>, dan bisa juga berulang, hal ini seperti yang pernah saya bahas sebelumnya, melakukan semuanya secara otomatis, hal ini bisa memudahkan pikiran kita dan juga memiliki waktu yang bisa kita gunakan untuk hal lain.</p> <h3 id="biaya-ringangratis">Biaya ringan/gratis</h3> <p>Bank digital memiliki biaya yang ringan, bahkan gratis, dan dari tiga bank yang saya gunakan semuanya tidak memungut biaya, termasuk biaya transfer ke bank lain (meski Jenius memiliki limit transfer dimulai dari 25, tergantung dari saldo, makin besar saldo makin banyak free transfer).</p> <p>Hal ini tentu lumayan mengurangi <a href="/mengapa-memperhatikan-biaya-admin-itu-penting/">biaya yang ”tak perlu”</a>, karena biaya transfer bisa mencapai 6500 sekali transfer.</p> Sun, 26 Apr 2020 00:00:00 +0000 https://seputarfinansial.com/keuntungan-menggunakan-bank-digital/ https://seputarfinansial.com/keuntungan-menggunakan-bank-digital/ Meminimalisir risiko-risiko dalam berinvestasi <p>Dalam dunia investasi, apapun instrumennya, tidak ada yang bersifat pasti, makanya jika ada instrumen investasi dan dipasarkan dengan embel-embel return dijamin 7% atau 12% lebih baik jangan didekati, apalagi dibeli, bisa berkaca pada kasus-kasus produk-produk dari manajer investasi yang sekarang dibubarkan, dan ada yang sampai berujung pidana karena menawarkan produk yang menjamin return untuk investasi yang tidak ada yang bisa dijamin.</p> <p>Tapi dengan adanya risiko, bukan berarti ini menjadi alasan untuk tidak berinvestasi.</p> <!--more--> <p>Untuk menjadi investor memang membutuhkan kesabaran, ketekunan, ketelitian dan yang terpenting mengetahui batasan diri sendiri, karena investasi ini bagian dari mengetahui diri kita sendiri.</p> <p>Terutama disaat krisis saat ini, akibat pandemi yang sedang terjadi, yang menjadikan dunia usaha, investasi, lapangan pekerjaan mengecil, ekonomi kolaps, semua berusaha bertahan hidup.</p> <p>Ketika kita berinvestasi, sudah harus ditanamkan bahwa nilai investasi kita akan atau bisa turun nilainya, tergantung dari pasar dan dengan seiring waktu, investasi kita diharapkan bisa berkembang, karena waktu dan kesabaran yang akan membuat investasi berkembang dan memberi nilai bagi investor.</p> <p>Jika memang akan selalu ada fluktuasi dalam investasi, apa yang sebaiknya diketahui dan bagaimana mengatur risiko ini?</p> <h3 id="1-ketahui-risiko-dari-masing-masing-instrumen-investasi">1. Ketahui risiko dari masing-masing instrumen investasi</h3> <p>Misalkan kita memilih reksa dana sebagai instrumen investasi awal yang kita pilih, perlu diketahui reksa dana jenis apakah yang akan dipilih, dan risiko yang dibawa dari masing-masing produk.</p> <p>Misalkan untuk reksa dana pasar uang, meski ini memiliki risiko rendah, tapi juga memiliki return yang rendah juga, ungkapan makin tinggi risiko makin tinggi juga return yang didapat.</p> <p>kemudian misalkan Investasi di saham, atau di reksa dana saham, instrumen ini memiliki risiko tinggi, karena bertumpu pada saham, valuasi saham fluktuatif tergantung dari keadaan pasar, dan faktor-faktor lainnya, dan komponen saham di reksa dana saham dipilih oleh manajer investasi, pemilihan ini dibutuhkan skill dan bisa jadi pemilihan ini tidak optimal, yang berujung pada risiko kehilangan peluang.</p> <p>Risiko-risiko pada pasar saham yang menentukan harga dari saham-saham, bisa jadi jatuh lumayan jauh, bisa jadi naik, tidak ada yang pasti, tetapi menurut penelitian, saham biasanya mendapatkan return lebih tinggi.</p> <h3 id="2-konsisten-dalam-berinvestasi">2. Konsisten dalam berinvestasi</h3> <p>Melakukan investasi misalkan setiap bulan, secara berkala dan terus menerus, akan sangat bermanfaat dikemudian hari, karena seiring waktu kita mendapatkan pertambahan nilai dari investasi kita, bisa berupa bunga, capital gain.</p> <p>Dengan melakukan investasi, seiring waktu kita bisa mentoleransi naik turunnya keadaan pasar, terutama pasar efek, terlepas dari jangka waktu investasi, panjang atau pendek.</p> <p>Yang terpenting dari konsistensi berinvestasi ini adalah membangun kebiasaan, kebiasaaan dalam menabung dan berinvestasi, dengan konsistensi ini bisa mengajarkan kita lebih sabar, lebih bijak dalam berinvestasi dan mengenal diri sendiri.</p> <h3 id="3-diversifikasi-pengalokasian-aset">3. Diversifikasi pengalokasian aset</h3> <p>Pastinya pernah mendengar pepatah, jangan simpan telur dalam satu keranjang? kerena risiko telur pecah tinggi, begitu juga dengan investasi, jangan hanya terpaku di satu instrumen investasi, misalkan hanya investasi di saham saja, atau properti saja, lakukan diversifikasi, misalkan dengan proporsi 40% obligasi, 60% saham, atau dengan pengaturan proporsi lainnya.</p> <p>Pengalokasian aset seperti di atas, ada juga hubungan dengan umur investor, biasanya semakin muda, lebih bisa berinvestasi dengan instrumen berisiko tinggi seperti saham, proporsi saham bisa lebih besar, bisa sampai 80% dalam bentuk saham.</p> <h3 id="4-hanya-investasi-di-instrumen-yang-kita-merasa-nyaman">4. Hanya investasi di instrumen yang kita merasa nyaman</h3> <p>Meski kita bisa melakukan diversifikasi dalam instrumen investasi, agar lebih aman dan juga lebih bisa mentolerir kehilangan dalam berinvestasi, hal ini kembali lagi ke investornya sendiri, sampai sejauh mana investor bisa menerima risiko, dan juga sejauh mana investor sanggup melihat naik turun portofolio yang dimiliki tanpa merasa sedih yang dapat mempengaruhi emosinya.</p> <p>Berinvestasi diperlukan waktu dan kesabaran, dan dengan mengetahui risiko-risiko yang terpapar kita bisa menjadi lebih tenang dan lebih siap dalam berinvestasi.</p> Sun, 26 Apr 2020 00:00:00 +0000 https://seputarfinansial.com/memanage-risiko-risiko-dalam-berinvestasi/ https://seputarfinansial.com/memanage-risiko-risiko-dalam-berinvestasi/ Mengenal profil risiko diri sendiri ketika berinvestasi <p>Ekonomi dunia yang sedang diarah yang bisa dibilang tidak menentu, tak luput juga ekonomi Indonesia, karena pandemi yang sudah memasuki semua lini, pemerintah sudah mendeklarasikan Covid-19 ini sebagai bencana nasional, dan juga pemerintah Indonesia sendiri sampai mengeluarkan <a href="https://katadata.co.id/berita/2020/04/07/ri-negara-pertama-asia-yang-jual-obligasi-global-rp-69-t-saat-pandemi">obligasi negara khusus untuk pandemi korona</a>, yang akan digunakan untuk memulihkan ekonomi Indonesia, apakah pandemi ini juga mempengaruhi .</p> <p>Dan disaat ini juga saham-saham terkoreksi dalam, bahkan ada yang sangat dalam, dan bisa dipastikan banyak portofolio orang-orang minus, karena memang banyak emiten yang mengalami koreksi, salah satu faktor adalah banyak orang atau institusi yang menjual portofolionya karena saat ini mungkin lebih aman memegang tunai.</p> <p>Dari kejadian-kejadian saat ini, tentu berdampak pada kemauan dan kemampuan kita melakukan investasi, ada banyak ketakutan yang muncul, karena risikonya terlihat, untuk yang sudah memiliki saham, melihat portofolio-nya drop di atas 30% bahkan bisa sampai 70% drop, untuk <a href="/investasi/">investasi</a> di instrumen efek lain sama ada risiko, terlebih dengan fluktuasi harga barang, pangan terutama, menjadi mahal, budget yang sudah dibangun menjadi berantakan, sehingga diperlukan dana lebih.</p> <p>Dan sebagai investor, melihat keadaan ini, sekarang saat yang tepat untuk melakukan risk checkup, apakah ada perubahan dalam cara kita memandang dan melakukan investasi? dengan mengenali (lagi), mudah-mudahan bisa melewati krisis ini dan sambil masih tetap bisa menabung, dan juga berinvestasi.</p> <h2 id="tipe-investor-berdasarkan-profil-risiko">Tipe Investor berdasarkan profil risiko</h2> <p>Profil risiko ini mengidentifikasikan dan juga membuka pikiran kita sampai ditahap mana kita bisa mempersiapkan dan menerima risiko yang terpapar diportofolio investasi kita saat ini atau nanti.</p> <p>Ditipe manakah kita berada saat ini?</p> <h3 id="tipe-konservatif-risiko-rendahrisk-averse">Tipe konservatif (risiko rendah/risk averse)</h3> <p>Didalam investor tipe ini, investor lebih cenderung memilih instrumen investasi yang memiliki risiko rendah, karena tidak mau terpapar risiko nilai investasi turun, atau faktor eksternal lainnya.</p> <p>Instrumen seperti deposito, reksa dana pasar uang, reksa dana pendapatan tetap, obligasi negara, dan sedikit saham, bisa menjadi pilihan, karena produk-produk tersebut bisa dibilang kecil terpapar risiko, mungkin kalau ini bisa dibilang risiko, maka ”risiko” yang ada adalah rendahnya return, karena investasi di atas terhitung rendah, meski terkadang obligasi negara ada yang memiliki return besar, hanya saja tidak setiap produk.</p> <p>Tipe konservatif juga terkadang tidak menutup kemungkinan memiliki investasi dalam bentuk saham, tapi persentasinya biasanya hanya berkisar 5-10% dari total portofolio.</p> <p>Meski terhitung rendah return-nya, tapi investor memiliki ketenangan akan investasinya.</p> <h3 id="tipe-moderate-menengah">Tipe moderate (menengah)</h3> <p>Untuk investor tipe ini, lebih bisa menerima risiko daripada investor tipe konservatif, tetapi hanya bisa mentolerir risiko dalam waktu jangka pendek saja, dan tidak ingin investasinya jatuh dalam atau uangnya ‘hilang’.</p> <p>Untuk tipe investor ini bisa dipilih obligasi perusahaan, reksa dana campuran, saham bluechip dan lainnya.</p> <p>Tipe investor moderate ini memiliki ketertarikan akan mengembangkan investasinya tanpa harus kehilangan banyak uang atas risiko yang terpapar dari investasi yang dipilihnya.</p> <p>Portofolionya sebagai investor menengah, bisa memiliki penempatan dana investasi dialokasikan sebesar 60% di obligasi (atau cash investment equivalent lainnya yang lebih rendah risiko) dan 30-40% di saham.</p> <h3 id="tipe-agresif">Tipe agresif</h3> <p>Investor dengan tipe ini memiliki batas toleransi tinggi, dan memiliki kemauan dan kesiapan akan risiko yang ada, siap akan adanya potensi kehilanganan uangnya dengan harapan mendapatkan return yang lebih tinggi.</p> <p>Investor ini mau berinvestasi di instrumen-instrumen yang memiliki risiko tinggi, seperti reksa dana saham, saham, properti.</p> <p>Tipe investor agresif ini juga harus memiliki jangka waktu yang panjang, biasanya lebih dari 10 tahun, karena tipe ini mampu dan siap melihat keadaan fluktuasi pasar, naik, turun, dan juga portofolionya ikut naik turun, tipe ini memiliki instrumen lebih banyak dalam saham dalam portofolio investasinya, bisa lebih dari 70%, karena biasanya saham memiliki return yang lebih tinggi seiring dengan waktu (capital gain dan dividen).</p> <h2 id="investasi-adalah-hal-yang-personal">Investasi adalah hal yang personal</h2> <p>Dengan risiko yang ada tersebut, sampai sejauh manakah kita mau dan bisa mengambil risiko tersebut, dalam hal ini risiko terhadap portofolio investasi yang kita punya.</p> <p>Dan perlu diingat, investasi itu sangat personal, sangat bergantung pada pribadi seseorang, kemampuan dan kemauan menerima risiko, tidak ada ”salah tipe”, banyak faktor yang menjadikan kita berada atau memikirkan untuk berada di tipe mana sebagai investor.</p> Tue, 14 Apr 2020 00:00:00 +0000 https://seputarfinansial.com/mengenal-profil-risiko-diri-sendiri-ketika-berinvestasi-disaat-krisis-ini/ https://seputarfinansial.com/mengenal-profil-risiko-diri-sendiri-ketika-berinvestasi-disaat-krisis-ini/ Mengkaji ulang pengeluaran rutin setiap bulan disaat pandemi <p>Saat ini hampir di seluruh dunia sudah mengalami atau sedang mengalami bagaimana pandemi covid-19 ini, bagaimana dampaknya terhadap kesehatan, dan juga pada skala lebih besar, kehidupan sosial dan juga ekonomi.</p> <p>Bisa dibilang ini zaman susah, akibat pandemi ini, banyak perusahaan yang mem-phk karyawannya, karena turunnya omzet, dan hampir tidak ada pemasukan yang menjadikan perusahaan sulit untuk membuat usahanya tetap hidup.</p> <p>Disaat ini perlu kita juga melakukan penghematan, beberapa hal yang saya coba mengkaji ulang pengeluaran-pengeluaran rutin yang saat ini saya bayarkan setiap bulannya, <a href="/Penyesuaian-budget-saat-situasi-krisis/">selain menyesuaikan budget</a>, tentunya setelah berjalan pandemi ini beberapa waktu, ada pola yang bisa kita lihat, dan juga bisa kita teliti sehingga bisa lebih berhemat disaat susah ini.</p> <h3 id="kos">Kos</h3> <p>Biaya kos-kosan adalah salah satu kontributor paling besar, alhamdulillah saya masih bekerja disaat banyak orang yang kehilangan pekerjaannya, dan dengan adanya wabah ini, perusahaan tempat saya bekerja mengimbau agar karyawannya bekerja dari rumah, dan karena sepertinya akan berlangsung lumayan lama, jadi untuk beberapa bulan ini tidak diperlukan ngekost, juga membayar listriknya.</p> <p>Dengan menghilangkan biaya itu, menjadi ada uang untuk <a href="/conveyor-belt-saving-concept/">keperluan</a> lain yang <a href="/investasi-jangka-pendek-apa-saja/">lebih penting</a>.</p> <h3 id="langganan-subscription-bulanan">Langganan subscription bulanan</h3> <p>Langganan bulanan yang saya pakai sebelum covid ini memang terhitung agak lumayan banyak, antara lain</p> <ul> <li>Spotify</li> <li>Netflix</li> <li>Internet rumah</li> <li>Internet modem mobile 2</li> <li>Google Drive</li> <li>Apple</li> <li>Youtube</li> </ul> <p>Dari daftar di atas, Netflix yang sebelumnya saya daftarkan dengan lokasi US, yang menjadikan tagihan dalam kurs USD, diubah menjadi rupiah, dan ini perbedaannya lumayan, bisa beda 50-60rb tergantung nilai tukar rupian vs USD.</p> <p>Youtube premium sekarang ikutan yang barengan sama orang lain yang saya sendiri sebenarnya tidak kenal, tapi ada satu orang yang mengurus pembayaran patungannya, jadi bisa jauh lebih murah, ini juga bisa dilakukan untuk Netflix, Spotify, biasanya di situs ecommerce, atau forum ada orang yang menyediakan/mengajak untuk patungan, jadi lebih murah.</p> <p>Internet modem mobile bisa saya potong, jadi tidak ada biaya internet mobile, mungkin bisa sampai sebelum masa aktif berakhir, lumayan.</p> <p>Tagihan lain masih dikaji perlu tidaknya.</p> <h3 id="kendaraan">Kendaraan</h3> <p>Saya menggunakan mobil untuk transportasi dari tempat tinggal ke kantor, dan karena saat ini bekerja dari rumah, maka hampir tidak diperlukan lagi biaya bensin yang harus saya keluarkan, dan jika keluar pun hanya sedikit, yang tadinya bisa 300rb/minggu, bisa menjadi hanya 100rb/bulan, lumayan.</p> <p>Dan juga bisa menghilangkan biaya transportasi umum seperti ojol atau taksi.</p> <p>Karena banyak sekali orang yang juga tidak menggunakan kendaraannya saat ini, polusi udara di jakarta banyak sekali berkurang, bahkan pegunungan di bogor menjadi terlihat jelas dari Jakarta.</p> <h3 id="makanan">Makanan</h3> <p>Jika bekerja di kantor, bisa dipastikan saya makan dari makanan yang dibeli baik dari kantin atau restoran yang ada di sekitar kantor, dengan adanya bekerja dari rumah, bisa menghemat dengan <a href="/tips-belanja-bulanan-hemat/">belanja sendiri</a> dan juga memasak di rumah, selain bisa lebih murah, juga lebih sehat karena tahu bahan-bahannya dan juga bisa lebih bersih.</p> <p><img src="/images/posts/nordwood-themes-q8U1YgBaRQk-unsplash.jpg" alt="" /></p> <h3 id="komunikasi-selular">Komunikasi selular</h3> <p>Sengaja dibedakan dengan biaya langganan subscription bulanan di atas, karena biaya komunikasi sangat tidak tentu, saat ini memiliki nomor lebih dari satu, paham ini merupakan hal yang tidak hemat, tapi punya alasan sendiri.</p> <p>Dan memang dengan bekerja dari rumah, hampir saya tidak pernah membeli pulsa untuk nomor-nomor tersebut, karena selain orang rumah selalu ada, juga tidak ada kebutuhan membeli pulsa, yang tadinya bisa sampai 300rb/bulan untuk pulsa, bisa menjadi hanya 50-70rb/bulan.</p> <h3 id="pengeluaran-lain">Pengeluaran lain</h3> <p>Dengan beberapa pengeluaran yang bisa dihemat, memang ada hal lain yang menjadi besar, antara lain listrik, air. Dengan adanya itu diharapkan juga bisa lebih bijak dalam menggunakannya, sejauh ini belum bisa menentukan bisa menghemat di sisi apa, masih dalam tahap mempelajari kebiasaan bulanan.</p> <p>Dan mungkin masih banyak lagi pengeluaran-pengeluatan yang bisa dilakukan penghematan, mumpung sedang di rumah, dan mungkin pesan ini terdengar aneh, tapi sebisa mungkin jangan sakit disaat-saat sekarang ini, selain bisa mahal, juga dengan adanya wabah ini menjadi lebih berisiko, makan sehat dan berolahraga setiap hari, dan selalu positif!</p> Sun, 12 Apr 2020 00:00:00 +0000 https://seputarfinansial.com/Mereview-pengeluaran-rutin-setiap-bulan-disaat-pandemi/ https://seputarfinansial.com/Mereview-pengeluaran-rutin-setiap-bulan-disaat-pandemi/ Memulai investasi dengan uang satu juta <p>Investasi bagi sebagian orang mungkin masih terdengar asing, dan yang sudah pernah mendengarpun masih memiliki pandangan yang terbatas tentang apa saja yang bisa diinvestasikan, saya sendiri dulu termasuk didalamnya (sekarang pun masih ada keterbatasan tentunya), mulai keterbatasan mengenai pengetahuan instrumen-instrumen investasi, bagaimana melakukannya, dan bagaimana memulainya.</p> <p>Postingan sebelum-sebelumnya pernah dibahas <a href="/perbandingan-tabungan-bunga-tinggi-deposito-reksadana-dan-obligasi-negara/">mengenai instrumen-instrumen</a> mana saja yang memiliki risiko dari rendah ke tinggi.</p> <p>Disaat sulit seperti saat ini, dengan wabah covid-19 yang memukul ekonomi, sebisa mungkin kita tetap menyisihkan uang untuk investasi, kalau bisa, dan mudah-mudahan kita bisa melewati semua ini dengan selamat.</p> <p>Apakah Investasi harus dengan uang banyak?</p> <p>Tentu saja tidak, investasi tidak harus mahal, tidak harus dengan uang yang banyak, sama halnya kalau orang-orang membeli barang dengan menyicil, investasi juga bisa dilakukan dengan menyicil, yang mana tujuan cicilannya agar menjadi lebih aman secara finansial, yang merupakan salah satu tujuan finansial (setidaknya untuk saya sendiri).</p> <p>Jadi, untuk menyimpan uang satu juta dalam bentuk investasi, apa sajakah instrumen yang bisa kita pilih?</p> <h3 id="tabungan-berbunga-tinggi">Tabungan berbunga tinggi</h3> <p>Meski untuk tabungan ada yang menyebut tidak terhitung sebagai investasi, dan saat ini bank tidak banyak menawarkan bunga yang tinggi, terutama bank-bank yan terhitung besar, seperti BCA, BNI, dan lainnya.</p> <p>Bank dengan Buku 3 ke bawah, biasanya memiliki bunga yang lebih tinggi dari bank yang disebut di atas, bank seperti BTPN Jenius dan TMRW by UOB yang menawarkan 4% p.a (pajak 20% untuk bunga yang diterima), suku bunga yang terhitung lumayan dengan imbal yang pasti.</p> <h3 id="reksa-dana-pasar-uang">Reksa dana Pasar uang</h3> <p>Reksa dana pasar uang saat ini memiliki return yang agak lebih tinggi dibanding dengan tabungan bunga tinggi, misalkan contoh <a href="https://bni-am.co.id/produk.html/1/Reksa-Dana-Pasar-Uang">BNI-AM</a>, yang memiliki kinerja lebih baik.</p> <p>Reksa dana pasar uang ini akan menanamkan uang yang kita investasikan ke berbagai instrumen pasar uang, seperti sertfikat bank indonesia (SBI), sertfifikat deposito, repurchase agreement, dan instrumen lainnya</p> <h3 id="reksa-dana-pendapatan-tetap">Reksa dana Pendapatan Tetap</h3> <p>Reksa dana ini akan menginvestasikan uang kedalam setidaknya 80% ke surat utang atau obligasi, dan aset-aset lain yang bersifat efek utang, obligasi ini bisa yang dikeluarkan oleh perusahaan swasta atau oleh pemerintah (SBR, SUKUK dan lainnya).</p> <p>Reksa dana pendapatan tetap ini bersifat stabil, karena dari surat utang tersebut ada perjanjian jumlah kupon yang akan dibayarkan setiap bulannya, dari sini kata pendapatan tetap bermula, maka imbal balik yang didapat terhitung stabil, dan setiap surat hutang memiliki maturity date.</p> <p>Reksa dana ini memiliki risiko yang agak lebih tinggi dari reksa dana pasar uang, salah satu risiko yang terpapar adalah jika surat hutang yang dibeli dari suatu perusahaan, dan perusahaan tersebut mengalami gagal bayar kupon, maka kualitas dari produk reksa dana yang dikeluarkan oleh manajer investasi ini menjadi turun juga.</p> <h3 id="dplk">DPLK</h3> <p>Untuk DPLK (dana pensiun lembaga keuangan) ini, dikhususkan bagi yang sudah memiliki akun disatu bank atau perusahaan asuransi, dan memiliki kontribusi setiap bulannya, maka tambahan uang 1 juta ini bisa menambah kontribusi yang sebelumnya sudah dibayarkan.</p> <h2 id="lainnya">Lainnya</h2> <h3 id="obligasi">Obligasi</h3> <p>Sebelumnya dengan reksa dana pendapatan tetap yang berisi instrumen surat utang, <a href="/apa-itu-obligasi/">tapi kita bisa membeli obligasi secara langsung</a>, salah satunya dengan obligasi yang dikeluarkan oleh pemerintah, seperti SBR, Sukuk dan produk lainnya, Obligasi pemerintah ini terhitung aman, karena dijamin oleh pemerintah. Untuk surat utang lain yang dikeluarkan oleh perusahaan, akan berbeda lagi cara untuk menyaringnya, dan agak lebih rumit menilai kualitas dari obligasi tersebut</p> <h3 id="saham">Saham</h3> <p>Untuk yang memiliki toleransi risiko tinggi, uang 1 juta bisa digunakan <a href="/memulai-investasi-saham/">membeli saham</a>, tentu saja pemilihan saham perusahaan mana yang jadi pertimbangan keputusan.</p> <p>Dan seperti dibilang sebelumnya, risiko lebih tinggi, bisa jadi setelah anda beli nilai dari 1 juta tersebut menjadi turun (atau nambah).</p> <p>Investasi memang bukan perkerjaan satu kali saja, tapi dilakukan secara konsisten.</p> Sat, 04 Apr 2020 00:00:00 +0000 https://seputarfinansial.com/investasi-dengan-uang-satu-juta-bisa/ https://seputarfinansial.com/investasi-dengan-uang-satu-juta-bisa/ Mengenal fitur TMRW by UOB lebih dalam <p>Mengenal lebih dalam fitur-fitur yang ada di bank digital <a href="https://www.tmrwbyuob.com/id/id/mgm/friend_referral.html?ref=https%3A%2F%2Ftmrwbyuobid.page.link%3Fapn%3Dcom.uob.id.digitalbank%26ibi%3Dcom.uob.id.digitalbank%26link%3Dhttps%3A%2F%2Fwww.tmrwbyuob.com%3FreferralCode%3DM01320004378">TMRW keluaran UOB</a>, sejauh ini saya puas menggunakan aplikasi TMRW.</p> <h3 id="city-of-tomorrow">City of Tomorrow</h3> <p>Salah satu fitur dari <a href="https://www.tmrwbyuob.com/id/id/mgm/friend_referral.html?ref=https%3A%2F%2Ftmrwbyuobid.page.link%3Fapn%3Dcom.uob.id.digitalbank%26ibi%3Dcom.uob.id.digitalbank%26link%3Dhttps%3A%2F%2Fwww.tmrwbyuob.com%3FreferralCode%3DM01320004378">TMRWbyUOB</a> adalah City of Tomorrow, yaitu satu rekening tabungan dengan bunga yang relatif tinggi, saat ini ada diangka 4% p.a, meski ini terlihat seperti fitur yang biasa saja, tapi bagaimana UOB mendesign fitur ini yang saya sukai.</p> <p><a href="/images/posts/tmrw/insight-cot.jpg"><img src="/images/posts/tmrw/insight-cot-small.jpg" /></a></p> <p>City of Tomorrow didesain seperti game, yang memiliki fitur gamification didalamnya, bentuk dari gamification ini dengan mengibaratkan atau memvisualisasikan tabungan kita seperti sebuah pulau, yang mana pulau itu akan menjadi besar jika kita terus menabung, eits, seperti game lain pada umumnya, ada aturan didalamnya, yaitu, jika kita sudah topup, kita tidak bisa menambahkan dana ke dalam rekening City of Tomorrow (CoT) dalam 3 jam kedepan, sejauh ini saya test, jumlah topup tidak mempengaruhi durasi lamanya kita bisa menambahkan dana, jadi jika menambah 100rb dengan 1juta, tetap 3 jam jarak sampai bisa menabung lagi.</p> <p>Gamification mungkin fitur yang sedikit berguna, tapi untuk saya, fitur yang menarik (entah ini disengaja atau tidak) adalah pemisahan tabungan utama dan CoT, dan tidak menampilkan informasi CoT di dalam dashboard paling depan, iya, kita tetap bisa melihatnya jika swipe.</p> <h3 id="smart-insight">Smart Insight</h3> <p>Berisi ringkasan mengenai transaksi-transaksi yang sudah saya lakukan sebelum-sebelumnya, dan menyajikannya dalam bentuk tips, trik dan informasi yang bisa dijadikan sebagai saran agar bisa memaksimalkan tabungan baik untuk menabung atau untuk konsumsi.  <a href="/images/posts/tmrw/insight.jpg"><img src="/images/posts/tmrw/insight-small.jpg" /></a></p> <h3 id="review-cash-flow">Review cash flow</h3> <p>Ini termasuk fitur favorit, meski tidak selengkap aplikasi money management lain, contohnya MoneyLover, tapi untuk lingkup aplikasi TMRW ini terhitung cukup, informasi yang ditampilkan, berapa jumlah yang masuk dan keluar, dan kemudian memberikan informasi yang dibutuhkan.</p> <p><a href="/images/posts/tmrw/insight-cashflow.jpg"><img src="/images/posts/tmrw/insight-cashflow-small.jpg" /></a></p> <p>Berapa jumlah yang ditabung, berapa jumlah yang dikeluarkan, untuk review ini didesain dengan kode warna, dan juga chart sebagai visual agar lebih mudah membaca cashflow.</p> <h3 id="fitur-lain">Fitur lain</h3> <p>Informasi promo-promo yang diadakan oleh juga berguna hehe, yang bisa dibilang saat ini lumayan menguntungkan, dan juga fitur standar lainnya seperti ringkasan transaksi yang dilakukan, dan tak kalah penting fitur transfer gratis ke bank lain, beberapa bank digital lain ada yang menawarkan fitur serupa, tapi ada juga yang gratis tapi dibatasi jumlahnya.</p> <p>Untuk aplikasi bank digital di indonesia, mungkin belum sama seperti yang dilakukan <a href="https://monzo.com/">Monzo</a> atau <a href="https://n26.com/">N26</a>, tapi ada beberapa bank digital di indonesia yang mencoba melakukan itu.</p> Wed, 25 Mar 2020 00:00:00 +0000 https://seputarfinansial.com/Mengenal-fitur-TMRW-by-UOB-lebih-dalam/ https://seputarfinansial.com/Mengenal-fitur-TMRW-by-UOB-lebih-dalam/ Work from home? perhatikan beberapa hal ini <p>Dengan merebaknya <a href="/pandemi-corona-dan-dampak-keuangan/">wabah corono/covid-19</a> ini, pemerintah, baik daerah maupun pusat mengimbau agar warga-warga membatasi aktivitas di luar, dan juga mengurangi berkumpul (<em>social distancing</em>), dan untuk yang bekerja dan bisa melakukan pekerjaannya di rumah, atau lebih dikenal <em>work from home</em>, yang mana pekerjaan bisa diselesaikan dengan bantuan internet dan kolaborasi secara online dengan rekan kerja yang lain.</p> <p>Hal ini membuka era baru untuk cara kita bekerja, banyak yang sebenarnya jenis pekerjaan yang bisa dilakukan secara remote atau dikerjakan dari rumah, hanya saja karena mungkin belum terbiasa saja dan kadang masih ada ketidak percayaan apakah karyawan akan benar-benar kerja, tinggal bagaimana mengatur itu semua.</p> <p>Kembali ke soal bekerja dari rumah, tentunya dengan perubahan cara kerja ini ada perubahan lain juga di dalam rumah kita, antara lain,</p> <p><a href="https://unsplash.com/photos/HfR0W6HW_Cw" title="Photo by Alex Iby via Unsplash"><img src="/images/posts/alex-iby-HfR0W6HW_Cw-unsplash.jpg" alt="" /></a></p> <h3 id="listrik">Listrik</h3> <p>Ini adalah faktor terbesar, dengan adanya yang bekerja di rumah, menambah orang yang rumah disaat siang hari, yang sebelumnya tidak ada penggunaan listrik siang hari menjadi ada, dan terkadang AC hidup sepanjang hari (yup, saya sendiri mengalami), kemudian lampu yang dihidupkan kalau gelap pada siang hari.</p> <p>Dengan penggunaan listrik yang lebih dari biasanya, tentu akan berdampak pada biaya listrik yang kita harus bayar, sebisa mungkin menghemat apa yang bisa dihemat, seperti lebih baik banyak berkumpul di satu ruangan dibanding berbeda ruangan yang mungkin memiliki AC terpisah.</p> <p>Hal ini saya rasakan sendiri, dari indikator token kwh listrik yang sebelumnya 6000an, dalam seminggu bisa sampai 3800an, dalam seminggu saja.</p> <p>Kemudian hal umum, mematikan listrik yang tidak digunakan, gunakan kompor daripada microwave untuk menghangatkan makanan atau membuat kopi, dan cara-cara lain.</p> <h3 id="makanan">Makanan</h3> <p>Hal kedua adalah makanan, dengan adanya tambahan orang di rumah, dan juga dengan keadaan sekarang yang apa-apa menjadi mahal, harga sembako lumayan tinggi, tapi kita tetap harus makan, jadi kebutuhan makan ini juga menjadi bengkak biayanya.</p> <p>Sebisa mungkin memasak makanan sendiri, dengan cara ini bisa <a href="/tips-belanja-bulanan-hemat/">menghemat</a> banyak, dan juga lebih sehat dibanding beli di luar yang kita sendiri tidak tahu keadaan orang yang melayani pesanan makanan kita, bukan menakuti, tapi ini adalah hal normal yang baru sekarang.</p> <h3 id="kesehatan">Kesehatan</h3> <p>Sebisa mungkin selalu sehat, dan konsumsi tambahan vitamin untuk membantu kita lebih fit juga diperlukan sekarang ini, karena literally sekarang ini tidak boleh sakit, risikonya terlalu banyak, dari mulai apakah kita sendiri terkena covid-19, jika tidak, kunjungan ke rumah sakit menjadi sangat berbahaya saat ini, seperti halnya mall, bangunan itu harus dihindari demi kesehatan.</p> <h3 id="internet-dan-langganan-layanan-internet">Internet dan langganan layanan internet</h3> <p>Mungkin di saat sebelum wabah ini, penggunaan internet di rumah hanya sedikit, jadi tidak diperlukan untuk berlangganan layanan bandwidth yang lebih besar, berbeda dengan sekarang, dengan bekerja di rumah, tentu kebutuhan itu meningkat juga, ada yang perlu upload/download file besar misalkan, yang sebelumnya bisa dilakukan di kantor yang punya bandwidth lebih besar.</p> <p><a href="https://unsplash.com/photos/v_CxSroHKWg" title="Photo by Matthew Hamilton via Unsplash"><img src="/images/posts/matthew-hamilton-v_CxSroHKWg-unsplash.jpg" alt="" /></a></p> <p>Jenis-jenis biaya di atas adalah sebagian hal yang bisa menambah sektor pengeluaran lebih berat saat ini, karena sebelumnya tidak ada, melakukan <a href="/Penyesuaian-budget-saat-situasi-krisis/">penyesuaian budget</a> dan bagaimana kita menyiasati ini agar bisa lebih hemat dan bisa melewati masa-masa sult ini, dan tetap bisa berhemat.</p> Mon, 23 Mar 2020 00:00:00 +0000 https://seputarfinansial.com/work-from-home-apa-saja-yang-perlu-diperhatikan/ https://seputarfinansial.com/work-from-home-apa-saja-yang-perlu-diperhatikan/ Melakukan penyesuaian budget saat situasi krisis <p>Dengan situasi seperti sekarang ini, merebaknya wabah Covid-19 (atau biasa disebut virus corona), tentunya memiliki dampak yang sangat lumayan terhadap kehidupan sehari-hari, dari mulai membatasi keluar rumah jika dirasa tidak perlu saja, sampai ke pengaruh terhadap kehidupan keseharian, hal sederhana seperti memasak, makan dan aktivitas harian lainnya.</p> <p>Dengan adanya wabah ini, muncul ketakutan, muncul panik, bisa dilihat di supermarket-supermarket, atau pasar tradisional orang banyak melakukan pembelian barang yang manjadikan beberapa barang menjadi langka, bahan makanan menjadi mahal karena supply berkurang sedang demand tinggi karena orang-orang panik dan akhirnya menimbun.</p> <p>Dengan melihat itu, budget yang kita buat tidak berjalan, banyak alokasi dana yang meleset atau membengkak karena barang yang kita beli harganya melebihi budget yang dialokasikan.</p> <p>Disaat-saat ini, kita perlu berhenti sejenak, memikirkan ini semua, dan implikasi yang akan timbul karena wabah ini.</p> <p>Memikirkan skala prioritas, barang apa saja yang sekiranya menjadi kebutuhan sangat penting sekarang, contoh sanitizer, itu menjadi hal yang penting saat wabah ini melanda.</p> <p>Skala prioritas lain seperti budget yang mengharuskan kita keluar dari rumah lebih baik dipotong, contoh budget untuk nonton, makan di luar, ngopi di luar, hal itu selain bisa dialokasikan untuk kebutuhan lain yang lebih penting, juga lebih aman jika kita di rumah saja, meminimalisir penyebaran wabah.</p> <p>Dari alokasi-alokasi bukan prioritas tersebut, kita bisa menambahkan budget belanja, budget kebutuhan-kebutuhan pokok lainnya.</p> <p>Dan dalam masa-masa ini, tetap usahakan untuk menabung, berapapun jumlahnya, sebisa kita.</p> <p>Semoga kita bisa melalui krisis ini dengan selamat, dan tetap bisa bahagia, tidak kurang apapun.</p> Sat, 21 Mar 2020 00:00:00 +0000 https://seputarfinansial.com/Penyesuaian-budget-saat-situasi-krisis/ https://seputarfinansial.com/Penyesuaian-budget-saat-situasi-krisis/ Berhutang untuk menunjang gaya hidup <p>Postingan ini bukan untuk menghakimi atau memandang sinis, hanya mencoba untuk refleksi, apakah hal ini bisa membahagiakan kita, atau apakah ini baik untuk kehidupan finansial kita, karena kita mungkin sering/pernah lihat orang-orang yang ada di media sosial yang sedang liburan atau memperlihatkan barang-barang bermerek? liburan ke luar negeri dengan hotel yang wah, atau liburan ke tempat yang eksotis, menggunakan jam yang mahal, tas yang mahal, atau sneaker yang mahal.</p> <p>Lagi-lagi, bukan bermaksud <em>julid</em>, atau menghakimi atas apa yang dibeli, tapi kadang suka bertanya dalam hati, apakah keadaan finansial orang itu itu seperti yang diperlihatkan?</p> <p><em>Spoiler</em>, banyak yang tidak.</p> <p>Banyak yang memaksakan untuk bisa terlihat seperti itu, terlihat kaya dan mampu, dengan satu cara, berhutang, apapun itu bentuknya, dengan meminjam pada orang lain, beli kartu kredit, beli tiket atau menginap di hotel dengan fitur PayLater, yang mana bunga dari kartu kredit dan PayLater bisa lebih dari 20% pertahun.</p> <p>Kenapa banyak orang yang rela berhutang demi menunjang gaya hidup? padahal jika dipikir secara logis, dengan pendapatan yang sekian, dan biaya gaya hidup yang tinggi tidak masuk dihitungan, tapi orang bisa berpikir tidak logis dan tetap berhutang.</p> <p>Jeratan gengsi dan iri melihat teman atau orang yang difollow di instagram pergi ke Bali, ke Paris, Maroko, berpikir untuk memaksakan diri dan akhirnya tergoda untuk berhutang demi untuk bisa pergi ke tempat yang dilihat di media sosial.</p> <h3 id="bisakah-traveling-tanpa-berhutang">Bisakah traveling tanpa berhutang?</h3> <p>Tentu bisa, tidak masalah jika memang ingin ke tempat-tempat menarik tersebut, jika mampu, dan logis, banyak kok yang menabung untuk bisa berlibur, ada juga dengan travel hacking, mencari promo-promo yang bisa menekan biaya berlibur, backpacking dengan memilih rute diskon dan tidak bermewah, dan juga jika ingin beli barang yang bermerk dan tentunya harus berkualitas.</p> <p>Untuk bisa mencapai traveling ke tempat idaman, cara yang bisa dipakai menabung dengan tabungan bunga tinggi atau dengan investasi dengan imbal balik yang lumayan tinggi.</p> <p>Saat-saat <a href="https://seputarfinansial.com/resesi-apa-yang-harus-diperhatikan/">krisis</a> akibat <a href="https://seputarfinansial.com/pandemi-corona-dan-dampak-keuangan/">Covid-19</a> ini, sudah dipastikan menggunakan instrumen saham amat sangat tidak dianjurkan, tidak ada krisis pun, saham tetap instrumen investasi yang berisiko dan tidak akan mendapatkan untung yang cepat.</p> <p>Reksa dana pasar uang merupakan salah satu instrumen yang bisa dicoba, selain bisa menabung atau membeli unit sedikit-sedikit, nyicil, supaya tercipta portofolio yang solid, dan usahakan membeli produk reksa dana pasar uang itu dari satu manajer investasi saja, ini berkaitan dengan biaya admin dan bank kustodian, jika lebih dari satu, maka fee-nya juga lebih dari satu yang harus kita bayar, jadi pilih yang menurut kita bagus, fee yang masuk akal, dan tetap di situ, terus tambah saldonya.</p> <p>Reksa dana adalah instrumen investasi yang bebas pajak, maka jika kita mencairkannya tidak ada pajak yang dikenai, dan tidak ada pajak juga setiap bulannya, hanya saja perlu dilihat juga prospektus dan facts dari produknya apakah pencairan cepat (kurang dari 1 tahun) ada penalti atau tidak, jadikan itu sebagai pertimbangan juga untuk memilih produknya.</p> <h3 id="tetap-bahagia-dan-positif">Tetap bahagia dan positif</h3> <p>Kebahagiaan memang terkadang hal yang <em>absurd</em>, ada orang yang <em>traveling</em> katanya bisa membuat bahagia, tapi ada yang makan indomie bisa membuat orang itu bahagia, bersedekah, berbagi pada sesama juga bisa membuat kita bahagia, intinya kebahagiaan sama pentingnya dengan finansial kita juga. carilah kebahagiaan yang tidak membuat kita bangkrut atau sampai berhutang, karena biasanya akan menyulitkan nanti.</p> Mon, 16 Mar 2020 00:00:00 +0000 https://seputarfinansial.com/berhutang-untuk-menunjang-gaya-hidup/ https://seputarfinansial.com/berhutang-untuk-menunjang-gaya-hidup/ Pandemi Corona (covid-19) dan dampak keuangan, apa yang perlu dilakukan? <p>Saat ini, sudah menginjak hampir 4 bulan dari pertama terdeteksi adanya Corona virus, dan saat ini juga virus itu sudah menjangkau ke belahan dunia lain, tak terkecuali Indonesia.</p> <p>Pada saat sebelumnya mungkin belum terpikirkan sejauh apa dampak yang akan terjadi gara-gara virus ini ke dalam ekonomi dan aspek yang terkait didalamnya, seperti <a href="/investasi/">investasi</a>, industri dan sektor riil lainnya.</p> <p>Dengan adanya virus ini, atau lebih tepatnya adanya ketakutan atas virus ini, banyak industri terganggu, transportasi salah satunya, logistik, bisnis hospitality, produk industri konsumen seperti beras, buah-buahan, susu, minuman-minuman, selain karena masalah logistik dan transportasi, juga karena panik orang-orang dalam membeli barang-barang tersebut yang menjadikan barang langka, demand meningkat, tapi supply terbatas.</p> <p>Pada detik ini, IHSG (index harga saham gabungan) sudah mencapai titik rendah dari 5 tahun yang lalu (perlu dilihat lagi datanya, 2015 mencapai 4200an), implikasi dari saham-saham pada anjlok (atau koreksi) karena banyak orang menjual sahamnya dengan harapan bisa memegang cash, orang-orang mungkin terlalu berisiko jika memegang saham untuk sekarang ini.</p> <p>Jadi bisa dipastikan nilai investasi yang sekarang dipegang cenderung turun, dari reksa dana saham, dan mungkin sampai dana pensiun yang ada di BPJS JHT, DPLK atau produk lainnya, karena ada mengandung komponen saham di dalamnya.</p> <p>Dengan perkembangan itu, apa yang harus dilakukan sekarang? <a href="/resesi-apa-yang-harus-diperhatikan/">hal-hal yang bisa dilakukan ketika resesi</a>, dan juga untuk kasus khusus sekarang ini, hal tambahan yang bisa dipertimbangkan,</p> <h3 id="jangan-panik">Jangan panik</h3> <p>Panik menjadikan semua kacau, susunan perencanaan keuangan, alokasi-alokasi yang sudah disusun, budget yang sudah dibuat bisa kacau, tetap ikuti rencana-rencana itu dan juga budgetnya, dengan perubahan dan penyesuaian di beberapa sisi.</p> <p><a href="https://unsplash.com/photos/g-u2XlUqAXA" title="Photo by DDP"><img src="/images/posts/ddp-g-u2XlUqAXA-unsplash.jpg" alt="" /></a></p> <h3 id="potong-pengeluaran-yang-tidak-perlu">Potong pengeluaran yang tidak perlu</h3> <p>Dalam kondisi ini, patut sepertinya mengubah alokasi <a href="/metode-budgeting/">budget</a>, karena corona ini bisa menular, maka hindari tempat-tempat ramai, dari sini bisa memilih alokasi dana mana yang memerlukan perlu ke tempat ramai, bisa memotong atau menghilangkan alokasi untuk makan di luar, ngopi-ngopi di luar, dan pindahkan alokasi ke kategori lain.</p> <h3 id="sedia-uang-tunaicash-dan-dana-darurat">Sedia uang tunai/cash dan dana darurat</h3> <p>Karena saat ini cash-lah yang dibutuhkan, memiliki cadangan emas mungkin bagus sebelum-sebelumnya, hanya saja saat inipun harga emas sudah jauh turun karena orang lebih memilih memegang cash yang likuid, yang bisa dipakai untuk apapun kebutuhan lainnya.</p> <p>Dan amit-amitnya, jika ada yang sakit bisa <a href="/menabung-menyiapkan-dana-darurat/">menggunakan dana darurat</a> yang tersedia.</p> <h3 id="hindari-keputusan-keuangan-yang-besar">Hindari keputusan keuangan yang besar</h3> <p>Menurut pendapat saya, lebih baik hindari dulu rencana membeli mobil, gadget, rumah atau apapun yang memiliki nilai yang tinggi, atau kita musti mengeluarkan uang yang besar.</p> <p>Hal ini lebih baik dialihkan dulu ke membeli barang-barang pokok yang diperlukan saja, secukupnya, karena logistik terganggu, dan bisa dipastikan harga juga akan naik drastis, juga <a href="/hindari-belanja-impulsif-dengan-cara-ini/">hindari belanja barang yang tidak perlu dan impulsif</a>.</p> <h3 id="bersiap">Bersiap</h3> <p>Bersiap dengan semua kemungkinan yang ada, karena efek dari virus ini global, maka efek ekonomi juga mendunia, tidak hanya terkena satu dua negara saja, apalagi dengan Tiongkok yang produsen banyak hal di dunia terkena dampak paling besar, maka sektor yang mengandalkan barang dari Tiongkok akan terkena dampak.</p> <h3 id="diet-informasi">Diet informasi</h3> <p>Media massa dan media sosial saat ini menjadi alat penyebar ketakutan, yang dibuat oleh media sendiri, dengan membuat orang takut dan tidak rasional, karena media butuh atensi, butuh kita sebagai pengkonsumsi agar mereka tetap hidup dengan klik dari pengguna, yang akhirnya menjadi uang untuk mereka, dan media sosial mengamplify itu semua.</p> <p><a href="https://notes.dedenf.com/2020/02/diet-informasi-information-diet">Selalu saring berita yang ada</a>, dan selalu ingat bahwa media akan selalu lebay dalam menanggapi sesuatu, objektivitas mungkin dikesampingkan, dan juga selalu waspada di media sosial, jangan terpancing isu.</p> <hr /> <p>Selalu tenang dan jangan seperti orang-orang yang panik melakukan rush dan membeli semua barang sampai tidak menyisakan untuk orang lain, karena jika terus begini, bukan virus yang akan membunuh manusia, tapi kepanikan, ketakutan yang akan membunuh.</p> <hr /> Fri, 13 Mar 2020 00:00:00 +0000 https://seputarfinansial.com/pandemi-corona-dan-dampak-keuangan/ https://seputarfinansial.com/pandemi-corona-dan-dampak-keuangan/ Belajar dari kesalahan finansial pada umur 20an <p>Postingan Ini mungkin salah satu dokumentasi <a href="/apa-saja-tujuan-finansial-dan-membuatnya/">perjalanan finansial</a> pribadi dan mungkin bisa (atau sudah) terjadi pada yang lain, karena ”kesalahan-kesalahan” ini adalah proses belajar juga, dalam kehidupan finansial, pasti ada proses yang gagal, berhasil, cara-cara yang diperbarui dari cara sebelumnya, ada perubahan-perubahan dalam hidup, kebutuhan-kebutuhan yang mendadak yang mengharuskan menguras tabungan atau simpanan lainnya.</p> <p>Umur 20an adalah umur yang dibilang sangat produktif, umur awal memulai usia kerja jika baru keluar dari sekolah, atau umur dimana memulai berkeluarga, dan sepanjang jalan, pastinya kita menemukan, membuat kesalahan dalam keuangan, kesalahan yang dibuat biasanya seperti yang saya coba tulis di bawah, masih ada kesalahan-kesalahan lainnya, coba mari kita jabarkan beberapa.</p> <h3 id="buruknya-hubungan-dengan-uang">Buruknya hubungan dengan uang</h3> <p>Kita mulai dengan ini, kita pasti memiliki latar belakang pendidikan, lingkungan berbeda, kita memilki <a href="/memahami-kinerja-keuangan-pribadi/">pandangan yang berbeda juga tentang uang</a>, ada yang menganggap uang adalah sumber petaka, sumber kehidupan, atau apapun pendangan mereka tentang uang.</p> <!--more--> <p>Dengan uang memang bisa jadi alat untuk kita mencapai sesuatu yang dibutuhkan, yang diinginkan, jika hubungan dengan uang buruk, artinya kita tidak menghargai uang, boros, tidak memikirkan kegunaan uang untuk kehidupan kita kelak nanti, lebih banyak terperangkap pada kehidupan yang sekarang (YOLO?), menggunakan uang untuk membeli barang yang tidak kita butuhkan, bahkan untuk memikat orang yang sama sekali tidak kita kenal.</p> <p>Apalagi dengan media sosial saat ini, amat mudah melihat orang lain lagi liburan, menggunakan barang-barang bermerk, yang menjadikan keputusan keuangan kacau, lebih memilih membeli barang dan liburan sering-sering demi menunjukkan eksistensi.</p> <h3 id="tidak-memiliki-dana-darurat">Tidak memiliki dana darurat</h3> <p>Kesalahan ini amat umum, banyak orang yang tidak memiliki <a href="/menabung-dan-investasi/">tabungan</a> yang cukup, apalagi memiliki <a href="/menabung-menyiapkan-dana-darurat/">dana darurat</a>, ini terjadi hampir pada semua orang, tenang, coba lakukan dengan perlahan dalam mengumpulkan <a href="/hal-yang-perlu-diperhatikan-ketika-menyiapkan-dana-darurat/">dana darurat</a> ini, secara umum orang-orang berpendapat bahwa dana darurat itu sebesar 3-6 bulan pengeluaran, dan selalu memperbaharuinya dari waktu ke waktu seiring dengan jumlah pengeluaran yang biasanya tren-nya naik.</p> <p>Ayo semangat mengumpulkan ini jika belum ada!</p> <h3 id="tidak-memiliki-tabungan-dan-investasi">Tidak memiliki tabungan dan investasi</h3> <p>Sama seperti dana darurat, jika tidak ada tabungan atau uang yang cair juga berbahaya, tabungan ini bisa digunakan atau alokasikan nantinya baik untuk investasi atau keperluan lain, tabungan ini tidak selalu harus semuanya berbentuk angka di saldo rekening kita, dalam artian bisa membaginya dalam bentuk saldo tabungan yang berbunga tinggi, atau bisa juga dalam bentuk reksa dana pasar uang yang biasanya memiliki return lebih tinggi dari tabungan.</p> <p>Seperti dana darurat, saya mencoba mengumpulkan ini juga perlahan-lahan, tidak harus semuanya dalam satu waktu, bisa stress nanti</p> <p>Tidak mempunyai gambaran jelas mengenai tujuan finansial Ini terjadi pada saya juga, pada umur 20an tidak tahu sama sekali, atau tidak kepikiran sama sekali soal memiliki tabungan, <a href="/investasi/">investasi</a>, apalagi berpikiran memiliki dana pensiun, pada umur itu hanya memikirkan konsumsi dan konsumsi.</p> <p>Dengan tidak memiliki gambaran, kita bisa tersesat, yang menjadikan tujuan hidup dan keuangan tidak sejalan, berakhir dengan uang gajian selalu habis.</p> <p>Mulai dengan memikirkan posisi akhir dimana kita mau berada dalam 20-40 tahun ke depan, makin cepat memikirkan dan mempunyai gambaran makin cepat tujuan finansial terbentuk.</p> <p>Karena investasi lebih awal lebih baik.</p> <h3 id="tidak-memiliki-rencana-jangka-pendek-atau-panjang">Tidak memiliki rencana jangka pendek atau panjang</h3> <p>Sebagai langkah lanjutan dari gambaran tujuan finansial, merencanakan dan memiliki tujuan finansial <a href="/investasi-jangka-pendek-apa-saja/">jangka pendek</a> dan panjang penting, meski dulu sama sekali tidak punya, tidak pernah punya pikiran menyisihkan 10% untuk tabungan atau 15% untuk investasi (panjang/pendek), yang ada hanya konsumsi.</p> <p>Coba menggambarkan dulu tujuan kita 20-40 tahun ke depan, dan mulai memikirkan membagi-bagi tujuan itu ke dalam jangka pendek (dan mungkin menengah) sampai jangka panjang.</p> <p>Jangka pendek seperti pernikahan, atau lahiran anak, jangka panjang seperti sekolah anak dan lain-lain, untuk kategorisasi bisa berbeda tiap orang, maka dari itu personal finance memang sangat pribadi karena tiap orang bisa berbeda.</p> <p><a href="https://unsplash.com/photos/lkA6qT_aGds" title="Photo by Clay Banks"><img src="/images/posts/clay-banks-lkA6qT_aGds-unsplash.jpg" alt="" /></a></p> <h3 id="perubahan-gaya-hidup">Perubahan gaya hidup</h3> <p>Di tempat kerja, kita termasuk yang berprestasi, memiliki hubungan baik dengan klien dan atasan, atau pindah tempat kerja yang menjadikan gaji kita naik, pernah merasa meski gaji naik tapi tetap merasa kurang? nah itu dinamakan <a href="/inflasi-gaya-hidup/">inflasi gaya hidup</a>.</p> <p>Misalkan yang biasanya kita minum kopi sachet atau tubruk, sekarang ingin ganti jadi starbucks atau kopi kekinian yang bisa lebih dari 20.000 satu gelas, tentu ini satu contoh perubahan yang bisa berdampak pada keuangan kita, dan kita merasa perubahan angka itu seperti tidak terasa.</p> <p>Saya pun terkadang suka terjebak dalam kondisi ini, dibutuhkan ekstra disiplin.</p> <p>Coba dengan tabung uang lebih tersebut ke tempat yang lebih aman, tidak dalam rekening konsumsi, bisa dicoba misalkan transfer ke bank yang kita sendiri tidak memiliki kartu ATM-nya, untuk mengaksesnya perlu datang ke cabang.</p> <p>Upgrade memang terkadang diperlukan, hanya perlu lebih waspada.</p> <p><a href="https://unsplash.com/photos/eMP4sYPJ9x0" title="Photo by Sharon McCutcheon"><img src="/images/posts/sharon-mccutcheon-eMP4sYPJ9x0-unsplash.jpg" alt="" /></a></p> <h3 id="kurangnya-pengetahuan-keuangan">Kurangnya pengetahuan keuangan</h3> <p>Ini mungkin bisa dibilang yang paling berbahaya, poin di atas berujung atas ketidak tahuan atau kurangnya pengetahuan atas uang, bagaimana mengaturnya, bagaimana membuat uang itu tidak seperti angin, numpang lewat, atau seperti memegang air, selalu lepas.</p> <p>Dengan selalu belajar, membaca mengenai keuangan, membuat <a href="/metode-budgeting/">budget</a>, belajar tentang instrumen-instrumen investasi, dan memperbaiki hubungan kita dengan uang, uang bisa membuat kita bahagia, dengan uang kita juga bisa membuat orang lain bahagia, dengan sedekah, beramal, agar seimbang diri kita bahagia, dan orang lain.</p> <p>Dengan pengetahuan keuangan, mudah menavigasikan kemana arah yang akan kita tempuh ke depan, dan di sini pulalah kenapa saya menulis blog ini sebagai bagian dari pelajaran dan pembelajaran atas banyak <a href="/7-kesalahan-finansial-yang-sering-terjadi/">kesalahan</a> dan memperbaiki hubungan dengan uang, sambil menavigasikan aspek finansial, yang mudah-mudahan menjadi lebih baik.</p> Thu, 12 Mar 2020 00:00:00 +0000 https://seputarfinansial.com/kesalahan-keputusan-keuangan-pada-umur-20an/ https://seputarfinansial.com/kesalahan-keputusan-keuangan-pada-umur-20an/ Mengenal Jenius Akun Bisnis <p>Baru-baru ini <a href="/bank-digital-jenius/">Jenius</a> merilis fitur baru, yang dinamakan <a href="https://www.jenius.com/akunbisnis">Akun Bisnis (Business Account)</a>, yang mana akun bisnis ini dikhususkan untuk kebutuhan bisnis dan transaksi <em>online</em>, akun bisnis terpisah dari akun pribadi, dengan tujuan agar lebih mudah <a href="/pisahkan-rekening-konsumsi-dan-rekening-tabungan/">mengelola keuangan antara bisnis dan pribadi</a>, karena targetnya untuk aktivitas online, maka tidak banyak fitur yang ditawarkan saat ini untuk Akun bisnis ini.</p> <h3 id="cara-pengaktifan-akun-bisnis">Cara Pengaktifan Akun Bisnis</h3> <p>Untuk mengaktifkan akun bisnis ini cukup mudah, cukup dengan mengkonfirmasi ”Activate Now” di dashboard sesudah mengupdate Jenius ke versi 2.31.0 (<a href="https://play.google.com/store/apps/details?id=com.btpn.dc&amp;hl=en_US">android</a>, <a href="https://apps.apple.com/id/app/jenius/id1079340119">iOS</a>), maka kita akan ditampilkan jendela untuk melakukan aktivasi akun bisnis.</p> <p><a href="/images/posts/jenius-bisnis/jenius-bisnis-activating-small.jpg" title="klik untuk gambar lebih besar Jenius aktivasi"><img src="/images/posts/jenius-bisnis/jenius-bisnis-activating-small.jpg" alt="" /></a></p> <p>Ketika kita aktivasi, kemudian akan ditanyakan cashtag yang akan dipakai untuk akun bisnis ini.</p> <p><a href="/images/posts/jenius-bisnis/jenius-bisnis-cashtag-choose.jpg" title="klik untuk gambar lebih besar Jenius Cashtag"><img src="/images/posts/jenius-bisnis/jenius-bisnis-cashtag-choose-small.jpg" alt="" /></a></p> <p>Setelah memilih cashtag, maka akun bisnis kita akan segera aktif</p> <p><a href="/images/posts/jenius-bisnis/jenius-bisnis-activated.jpg" title="klik untuk gambar lebih besar Jenius Bisnis teraktivasi"><img src="/images/posts/jenius-bisnis/jenius-bisnis-activated-small.jpg" alt="" /></a></p> <p>Tampilan Dashboard</p> <p><a href="/images/posts/jenius-bisnis/jenius-dashboard-activated.jpg" title="klik untuk gambar lebih besar Jenius Dashboard"><img src="/images/posts/jenius-bisnis/jenius-bisnis-dashboard-small.jpg" alt="" /></a></p> <h3 id="perbedaan-dengan-akun-pribadi">Perbedaan dengan akun pribadi</h3> <p>Akun bisnis memiliki banyak perbedaan dengan akun pribadi, dalam akun bisnis ini tidak banyak fitur yang bisa dilihat, jadi murni seperti <em>checking account</em>, fitur yang ditampilkan di sini adalah</p> <ul> <li>Dashboard</li> <li>In &amp; Out</li> <li>Card Center</li> <li>Send It</li> <li>Jenius Contact</li> </ul> <p><a href="/images/posts/jenius-bisnis/jenius-bisnis-menu.jpg" title="klik untuk gambar lebih besar Jenius Menu"><img src="/images/posts/jenius-bisnis/jenius-bisnis-menu-small.jpg" alt="" /></a></p> <p>Seperti yang dilihat, di akun bisnis tidak ada fitur tabungan dengan bunga tinggi seperti FlexiSaver, DreamSaver atau bahkan MaxiSaver (dan bahkan tidak ada FlexiCash untuk pinjaman), mungkin bisa dibilang Jenius Akun Bisnis ini seperti Jenius versi ringan, tanpa fitur lebih seperti Jenius Akun pribadi.</p> <h3 id="apakah-perlu-mengaktifkan-akun-bisnis">Apakah perlu mengaktifkan akun bisnis?</h3> <p>Seperti biasa, ini tergantung, jika kita memang sering melakukan transaksi online, sepertinya ini bisa jadi komplemen untuk akun Jenius Pribadi yang sudah kita punya.</p> <p>Dengan dihadirkan versi bisnis yang ”ringan” ini, kita bisa lebih mudah melihat perjalanan uang kita di <strong>In &amp; Out</strong>.</p> <p>Untuk yang sering menggunakan kartu fisik dalam bertransaksi, kita tidak dapat menggunakan kartu fisik di akun bisnis, di akun bisnis ini kita hanya diberikan 1 kartu, yaitu kartu M-Card, tidak seperti akun pribadi yang ada kartu fisiknya, di akun bisnis kartu M-Card ini berbentuk virtual, kartu ini persis seperti e-Card di akun pribadi.</p> <p>Berikut tabel pembanding sederhana perbedaan antara akun bisnis dan pribadi,</p> <table> <thead> <tr> <th>Fitur</th> <th style="text-align: center">Akun Pribadi</th> <th style="text-align: center">Akun Bisnis</th> </tr> </thead> <tbody> <tr> <td><strong>Dashboard</strong></td> <td style="text-align: center">✓</td> <td style="text-align: center">✓</td> </tr> <tr> <td>In &amp; Out</td> <td style="text-align: center">✓</td> <td style="text-align: center">✓</td> </tr> <tr> <td>Save It</td> <td style="text-align: center">✓</td> <td style="text-align: center">✗</td> </tr> <tr> <td>Split Bill</td> <td style="text-align: center">✓</td> <td style="text-align: center">✗</td> </tr> <tr> <td>Pay Me</td> <td style="text-align: center">✓</td> <td style="text-align: center">✗</td> </tr> <tr> <td>Send It</td> <td style="text-align: center">✓</td> <td style="text-align: center">✗</td> </tr> <tr> <td>M-Card</td> <td style="text-align: center">✓</td> <td style="text-align: center">✓ (Virtual)</td> </tr> <tr> <td>e-Card</td> <td style="text-align: center">✓</td> <td style="text-align: center">✗</td> </tr> <tr> <td>x-Card</td> <td style="text-align: center">✓</td> <td style="text-align: center">✗</td> </tr> <tr> <td>FlexiCash</td> <td style="text-align: center">✓</td> <td style="text-align: center">✗</td> </tr> </tbody> </table> <p>Untuk saya pribadi, ini saya anggap sebagai rekening bank tambahan, jadi punya rekening lain yang bisa digunakan untuk <em>checking account</em>, dan untuk transaksi, jadi jangan berharap memiliki bunga yang tinggi seperti pada akun pribadi, yang bisa mencapai <strong>4%</strong> p.a, di akun bisnis, untuk saldo utama diberikan bunga sebesar <strong>0.5%</strong> p.a.</p> Mon, 09 Mar 2020 00:00:00 +0000 https://seputarfinansial.com/mengenal-jenius-akun-bisnis/ https://seputarfinansial.com/mengenal-jenius-akun-bisnis/ Seputar Finansial, setahun (lebih) <p>Baru sadar kalau seputar finansial sudah satu tahun, pertama memposting artikel di sini pada tanggal 19 januari 2019, dengan judul “<a href="https://seputarfinansial.com/perkenalan-seputarfinansial/">Perkenalan seputar finansial</a>”, Sampai saat ini, sudah mempublish 40 artikel (41 dengan artikel ini), ini masih terhitung sedikit, dan akan coba lebih banyak lagi menulis artikel-artikel tahun ini.</p> <p>Untuk statistik pengunjung memang hitungan kecil rata-rata 300an pengunjung setiap bulannya, ada beberapa yang musti di<em>tune</em> dari sisi tampilan, konten, kecepatan menampilkan halaman, kompatibilitas antar perangkat (mobile, desktop dan lainnya).</p> <p>Selanjutnya pembahasan lebih dalam terhadap instrumen-instrumen investasi, dibarengi dengan perilaku keuangan (behavioral finance), bagaimana hubungan manusia dengan uang, karena ini sangat penting untuk mencapai tujuan finansial yang direncanakan.</p> Wed, 04 Mar 2020 00:00:00 +0000 https://seputarfinansial.com/seputar-finansial-satu-tahun/ https://seputarfinansial.com/seputar-finansial-satu-tahun/ Dana uang dingin (uang hilang/hangus?) <p>Disamping <a href="/perbandingan-tabungan-bunga-tinggi-deposito-reksadana-dan-obligasi-negara/">tabungan</a> dan <a href="/investasi/">investasi</a>, dalam hidup pasti ada kebutuhan lain selain kebutuhan primer, seperti misalkan hobi, hobi ini bisa menjadi murah dan bisa juga menjadi mahal, tergantung dari hobi yang dipilih.</p> <p>Kebutuhan diluar <a href="/check-up-finansial-sebelum-membuat-blueprint-tujuan-finansial/">kebutuhan pokok</a> (primer), seperti sekunder atau bahkan tersier, tentu tetap membutuhkan dana/uang, ambil contoh modifikasi motor/mobil atau mungkin traveling, hal-hal tersebut adalah hal yang kita tetap bisa hidup tanpanya, pengeluaran untuk kebutuhan sekunder atau bahkan tersier sebisa mungkin tidak mengganggu kebutuhan primer.</p> <p>Untuk bisa memenuhi itu, ada cara yang bisa ditempuh, seperti tabungan umumnya, untuk kebutuhan dana ini saya namakan dana uang dingin, yang mana dana ini bisa saya gunakan untuk hal-hal diluar primer.</p> <h3 id="mengumpulkan-uang-dingin">Mengumpulkan uang dingin</h3> <p>Untuk bisa mengumpulkan uang dingin ini, seperti strategi sebelumnya untuk <a href="/menabung-dan-investasi/">tabungan dan investasi</a>, kita tetap menyisihkan persentase dari uang bulanan atau ketika medapatkan bonus/kenaikan gaji ke dalam tabungan uang dingin, yang mana uang tersebut bisa kita gunakan nanti-nanti jika saatnya tepat.</p> <p>Tujuan dari uang dingin ini bisa digunakan untuk apapun, bahkan untuk keperluan investasipun bisa saja kalau mau, yang perlu diingat, dana ini berbeda dengan dana darurat, atau dana khusus investasi, dana ini murni untuk tujuan yang mungkin belum terencana saat ini, mungkin juga kategori “foya-foya” dan bisa juga digunakan untuk pengeluaran yang tidak rutin.</p> <h3 id="gunakan-mental-accounting">Gunakan mental accounting</h3> <p><a href="https://unsplash.com/photos/rH8O0FHFpfw" title="Photo by Marten Bjork at Unsplash"><img src="/images/posts/marten-bjork-rH8O0FHFpfw-unsplash.jpg" alt="" /></a> Dana uang dingin, secara penyimpanan bersifat sama, di sinilah peran <a href="/psikologi-keuangan/"><em>mental accounting</em></a> diperlukan dan bisa diaplikasikan terhadap dana uang dingin, meski itu <a href="/pisahkan-rekening-konsumsi-dan-rekening-tabungan/">sama-sama tabungan</a>, tapi ini bersifat dana-yang-selalu-siap jika diperlukan untuk hal-hal yang bisa dibilang non-primer.</p> <h3 id="hal-hal-non-primer">Hal-hal non-primer</h3> <p>Untuk menggunakan dana uang dingin, bisa bermacam-macam, misalkan untuk modifikasi motor/mobil, membeli Lego, makan malam karena anniversary atau ulang tahun, bisa juga mendadak harus membeli stelan jas (haha), berlibur dan masih banyak lagi contoh yang lain, tinggal kita pikirkan untuk apa uang itu.</p> <h3 id="strategi">Strategi</h3> <p>Dalam membangun dana uang dingin ini, tetap diperlukan strategi agar bisa berjalan konsisten sehingga bisa terkumpul dananya, strategi yang bisa dipakai,</p> <ol> <li><strong>Otomatisasi</strong> <br /> <a href="/otomasi-proses-manajemen-keuangan-finansial/">Otomatisasi</a> ini penting agar pikiran kita mudah dalam memutuskan sesuatu, tidak perlu ada friksi.</li> <li><strong>Gunakan akun yang berbeda</strong> (atau beda rekening) <br /> Ini berguna agar tidak bercampur dengan dana-dana tujuan yang lain, dan kita bisa tetap fokus dalam mengumpulkan dananya</li> <li><strong>Gunakan mental accounting</strong> <br /> Hal ini agar tercipta mindset bahwa ini dana yang berbeda, dengan uang yang berbeda, dengan tujuan yang berbeda, perlakukan seperti dana darurat.</li> <li><strong>Tetap dalam bentuk likuid</strong> <br /> Disarankan tetap dalam bentuk likuid, yang mana gampang diakses, dan juga untuk digunakan, dan kapanpun dibutuhkan dana tersebut bisa langsung digunakan tanpa ada proses lagi (seperti proses pencairan, proses penjualan aset).</li> <li><strong>Gunakan bank digital atau bank bebas fee</strong> <br /> Dengan menggunakan <a href="/bank-digital-apa-itu/">bank digital</a>, hal ini agar uang yang terkumpul tidak dikurangi oleh <a href="/mengapa-memperhatikan-biaya-admin-itu-penting/">fee-fee admin</a> yang setiap bulan ditarik otomatis oleh pihak bank, biasanya bank konvensional, uang tersebut lumayan sebagai tambahan dana jika tidak ada fee.</li> </ol> <p>Tentu saja strategi di atas bisa berbeda tiap orang, tinggal kita cari apa yang bisa jalan dan cocok, saya sendiri menggunakan strategi itu dengan pengaplikasian di <a href="/bank-digital-jenius/">Jenius</a> dan juga <a href="/bank-digital-membuka-tabungan-TMRW-by-UOB/">TMRWbyUOB</a>, karena bisa menggunakan DreamSaver di Jenius untuk menampung dana tersebut, dan bisa ditransfer otomatis, dan untuk beda akun bank, transfer ke UOB.</p> <p>Meski dana uang dingin ini bisa jadi tidak ada angka acuan, tapi tidak ada salahnya jika diperhatikan, misalkan jika mencapai 3 juta, maka uang yang lebihnya bisa digunakan untuk membuat dana untuk kebutuhan lain, atau melanjutkan dana uang dingin yang sudah ada dengan menaikkan angka acuan.</p> Wed, 04 Mar 2020 00:00:00 +0000 https://seputarfinansial.com/dana-uang-dingin-uang-hilang/ https://seputarfinansial.com/dana-uang-dingin-uang-hilang/ Buku Keuangan Berbasis Perilaku <p>Mengatur keuangan, membuat rencana-rencana finansial, baik jangka panjang, pendek, konsumsi, bagaimana membelanjakan uang dan hal lain yang berhubungan dengan finansial, tidak terlepas dari bagaimana hubungan kita dengan uang, latar belakang kita bisa mempengaruhi hubungan tersebut, dan yang terpenting kita sendiri sadar akan kondisi kita sendiri dan bagaimana kita bisa memperbaikinya jika ada yang tidak baik.</p> <p>Bagaimana kondisi saat ini, hubungan kita dengan uang, mungkin ini terdengar sangat <em>keduniawi-duniawian™</em>, tapi disadari atau tidak, diakui atau tidak, uang adalah bagian integral dari kehidupan manusia, meski dekat dengan agama, untuk bisa beramal tetap butuh materi, walau hanya tenaga, tetap butuh uang untuk membeli makanan, ya?</p> <p>Sebelum ngelantur kejauhan :p</p> <p>Didalam buku ini, dijelaskan perilaku-perilaku manusia ketika berhadapan dengan uang, atau keputusan keuangan, misalkan pada bab awal bercerita tentang <a href="https://www.investopedia.com/terms/m/mentalaccounting.asp"><em>mental accounting</em></a>, di sini kecenderungan perilaku manusia terkadang suka memisahkan uang berdasarkan bagaimana kita mendapatkan uang tersebut, misalkan antara uang gaji dan uang bonus akan cenderung diperlakukan berbeda, kita lebih rela menghamburkan uang bonus, dibanding uang gaji, meski dua-duanya sama-sama uang, keduanya bisa digunakan untuk menabung, konsumsi, investasi seperti fungsi uang pada umumnya.</p> <p>Kemudian Anchoring, dimana perilaku manusia yang telah terlanjut menggunakan angka patokan dengan melihat angka yang pertama dilihat, ini misalkan pada kasus konsumsi, ketika melihat kata <strong>SALE!!</strong>, dan ada angka diskon berapa, angka harga ‘asal’ dan kemudian harga setelah ‘diskon’, manusia cenderung mengambil angka harga ‘asal’ sebagai patokan, dan kemudian melihat harga diskon, dan berpikir ini ‘murah’.</p> <p>Buku yang ditulis oleh Supramono, Pambayun Kinasih Yekni Nasiti, dan Theresia Woro Damayanti, yang diterbitkan oleh Penerbit Andi sangat membuka mata dan banyak perilaku-perilaku lain yang dibahas, dan bisa belajar banyak tentang hubungan kita sebagai manusia dengan uang, dan bagaimana kita mengambil keputusan, baik atau buruk.</p> <p>Buku ini bisa dibeli di <a href="https://www.gramedia.com/products/keuangan-berbasis-perilaku">gramedia.com</a>.</p> Thu, 27 Feb 2020 00:00:00 +0000 https://seputarfinansial.com/psikologi-keuangan/ https://seputarfinansial.com/psikologi-keuangan/ Conveyor Belt Saving <p>Menabung dengan konsep <em>conveyor belt</em> ini mungkin bukan hal yang baru, mungkin ada yang melihat ini mirip dengan konsep amplop, saya menemukan cara ini lewat cara tidak sengaja yang didukung oleh Jenius yang membolehkan kita membuat <a href="https://www.jenius.com/faq/save-it">rekening didalam rekening</a> (fitur <em>Save it</em>), dan sejauh ini konsep dan strategi ini berjalan cukup baik, dan menjadikan finansial lebih terarah.</p> <p>Didalam strategi <em>conveyor belt saving</em> yang saya jalankan, saat ini menggunakan <a href="/bank-digital-jenius/">Jenius</a>, tapi ini saja diganti dengan penyesuaian yang akan coba saya jabarkan nanti untuk yang tidak memiliki akun Jenius.</p> <p>Pada dasarnya, <em>conveyor belt saving</em> ini bayangkan seperti conveyor belt, yang mana dari satu titik yang kemudian akan bergerak dan berpindah ke tempat lain yang nanti akan ada proses selanjutnya, sampai dimana titik ”finish”, yang artinya barang tersebut memang direncakanan akan berakhir di situ.</p> <p>Dalam konteks <em>conveyor belt saving</em> ini, hal pertama yang harus dilihat adalah <a href="/metode-budgeting/">buget kita</a>, karena saya bermula dari sini, alokasi dana mana yang akan kita gunakan untuk tujuan menabung ini, awal mula uang itu dikumpulkan dan kemudian kemana uang tersebut akan diproses selanjutnya, saya akan mulai dengan apa yang saya lakukan.</p> <p>Dalam <em>budgeting</em> yang saya lakukan, ini terpisah dengan alokasi investasi, karena saya tidak mau mencampurkan tabungan dengan investasi, karena memiliki tujuan yang berbeda, untuk <em>conveyor belt saving</em> ini, saya mengambil sisa dana dari jatah uang harian, ambil contoh dalam budget, pengeluaran sehari saya targetkan misalkan Rp100.000.</p> <p><a href="https://unsplash.com/photos/mO3s5xdo68Y" title="Photo by Estée Janssens"><img src="/images/posts/estee-janssens-mO3s5xdo68Y-unsplash.jpg" alt="" /></a></p> <p>Dan sebelumnya, di aplikasi Jenius saya membuat DreamSaver, dengan nominal tujuan misalkan 3 juta, dengan saldo awal 100 ribu dan kontribusi harian sebesar 1000, dengan komposisi ini Jenius akan menampilkan bahwa nominal tujuan akan tercapai pada tahun 2029, jangan terlalu dipikirkan, dengan 1000 sehari saya pikir tidak akan menjadi hal yang berat untuk menabung, anggap sisa budget harian menjadi 99 ribu hehe, dan kita bisa membuat banyak DreamSaver dengan komposisi nominal yang sama atau varian yang dirasa cukup, tergantung pribadi, saya sendiri membuat 3 DreamSaver untuk <em>conveyor belt saving</em> ini.</p> <p>Selanjutnya, dan ini yang penting, JIKA ada sisa uang berlebih dari budget harian tersebut, misalkan biaya makan 2-3 kali sehari itu anggap 75 ribu, ada sisa 25 ribu (atau 24 ribu jika menghitung seribu uang kontribusi DreamSaver), sisa uang tersebut dimasukkan ke DreamSaver yang sudah dibuat, bisa memasukkan ke satu saja atau 3 sekaligus dengan cara dibagi-bagi.</p> <p>Dengan cara ini, DreamSaver bisa lebih cepat terisi, kita bisa kreatif dengan misalkan kalau kebetulan ada teman yang traktir (haha!) maka ada uang berlebih, lumayan, atau misalkan uang dari hasil sidejob, dan sumber dana lainnya, langsung dimasukkan di DreamSaver ini, maka DreamSaver ini akan cepat ”terwujud”, kita bisa mencapai target yang diinginkan lebih awal, dan seterusnya.</p> <p>Setelah uang 3 juta itu tercapai (kalau membuat satu DreamSaver), yang dilanjutkan kemudian, atau <em>coveyor belt</em> selanjutnya adalah memilih proses apa, di sini terserah kita hendak diapakan, saya sendiri menunggu sampai uang terkumpul dan bisa membuat satu MaxiSaver (sebuah produk <a href="/perbandingan-tabungan-bunga-tinggi-deposito-reksadana-dan-obligasi-negara/">deposito</a> yang minimal 10 juta), <em>conveyor belt</em> pada tahap DreamSaver ini memang pelan, sabar, tidak harus buru-buru, kontribusi 1000 sehari itu sengaja agar tidak terasa.</p> <p>Kira-kira, jika divisualisasikan flow-nya <img src="/images/posts/conveyor-belt-saving.png" alt="" /></p> <p>Dengan menabung DreamSaver yang bisa dibilang menabung ”iseng”, yang kemudian dana ditempatkan di MaxiSaver, saya pilih <a href="/perbandingan-tabungan-bunga-tinggi-deposito-reksadana-dan-obligasi-negara/">AROPI</a> (Auto RollOver Plus Interest, artinya dana deposito digulirkan ke bulan selanjutnya bersama dengan bunga yang didapat dari tenor bulan sebelumnya) sebagai untuk jenis depositonya, menarik karena <a href="/mengenal-compound-interest-bunga-berbunga/"><em>compounding interest</em></a>.</p> <p>Untuk saya, akhir dari <em>conveyor belt</em> ketika membuat MaxiSaver, tentunya tidak terbatas itu, uang dari DreamSaver itu bisa saja dijadikan <em>dry powder</em> ketika <a href="/memulai-investasi-saham/">saham</a> sedang diskon yang tentunya menambah jumlah portofolio saham kita, bisa juga dibelikan <a href="/perbandingan-tabungan-bunga-tinggi-deposito-reksadana-dan-obligasi-negara/">reksa dana</a> (biasanya reksa dana minimum 100 ribu), membeli obligasi atau tujuan akhir lain yang bisa dipikirkan, dan tentunya angka tujuan 3 juta itu bisa diganti dengan angka acuan sendiri.</p> <h4 id="coveyor-belt-saving-menggunakan-bank-selain-jenius">Coveyor Belt Saving menggunakan bank selain Jenius</h4> <p>Untuk strategi selain menggunakan Jenius, kita bisa menggantinya dengan tabungan di bank lain, di artikel sebelumnya saya membahas <a href="/bank-digital-apa-itu/">rekening-rekening</a> <a href="/bank-digital-membuka-tabungan-TMRW-by-UOB/">bank digital</a> yang saat ini bermunculan, dengan menggunakan bank-bank itu, tidak masalah memiliki banyak akun bank, asalkan cukup masuk akal fee-nya, atau sebisa mungkin gratis, dan bank digital biasanya bebas biaya admain/fee dan biaya transfer, jadi cukup memudahkan jika hendak transfer dari satu bank digital ke bank lainnya, jadi aman digunakan sebagai conveyor untuk proses-proses yang disebutkan di atas.</p> Wed, 26 Feb 2020 00:00:00 +0000 https://seputarfinansial.com/conveyor-belt-saving-concept/ https://seputarfinansial.com/conveyor-belt-saving-concept/ Perbandingan Tabungan bunga tinggi, Deposito, Reksa Dana Pasar Uang, dan Obligasi <p>Judulnya lumayan panjang, hehe, dan meski ini tidak membahas perbandingan antara satu produk dengan yang lainnya, tapi lebih ke perbandingan atau manakah yang bisa dipilih dari sisi bunga yang didapat, atau apresiasi dari uang yang kita tabung atau investasikan, dan juga risiko/beban yang ada dimasing-masing produk seperti pajak dan faktor lain.</p> <p>Skenario yang akan kita gunakan adalah, dengan uang sebesar <code class="highlighter-rouge">Rp10.000.000</code>, dalam rentang waktu satu tahun, manakah yang lebih besar returnnya, untuk skenario ini juga kita menggunakan data tahun 2019 saja, hasil ini dihitung di akhir, karena lebih pasti, untuk masa depan tidak ada yang tahu bagaimana kondisi ekonomi dan pasar akan bereaksi, ini bukan merupakan saran atau acuan akan suku bunga atau return dimasa depan.</p> <p>Yang akan dibandingkan antara lain produk,</p> <ol> <li>Tabungan berbunga tinggi</li> <li>Deposito</li> <li>Reksa dana pasar uang</li> <li>Obligasi negara</li> </ol> <p><strong><em>disclaimer</em></strong> : <em>kondisi perhitungan dibawah dengan menggunakan cara konservatif, angka dibagi 12, dan angka yang didapat bisa berubah, karena ada faktor compounding interest (bunga berbunga), dalam contoh ini saya coba masukkan</em>.</p> <h3 id="tabungan-berbunga-tinggi">Tabungan berbunga tinggi</h3> <p>Tabungan di bank dan yang memiliki bunga tinggi sejauh yang saya tahu baru sedikit, dan rata-rata bunga tertinggi yang saya temui di bank yang menawarkan bunga tinggi memiliki bunga sebesar <code class="highlighter-rouge">s</code>.</p> <p>Dengan menabung sebesar 10juta, dan bunga <strong><code class="highlighter-rouge">4%</code></strong>, maka <code class="highlighter-rouge">10.000.000</code> dan bunga 4% pertahun, maka nilai bunga deposito adalah <code class="highlighter-rouge">400.000/tahun</code> (dengan compounding menjadi <code class="highlighter-rouge">Rp405,919.13</code>).</p> <p>Perhitungan dalam dibagi 12 bulan, <code class="highlighter-rouge">400.000/12</code> = <code class="highlighter-rouge">33.333,33</code> (exc pajak), dikurangi pajak sebesar <code class="highlighter-rouge">20%</code> dari bunga yang diterima, <code class="highlighter-rouge">33.333,33</code> - (<code class="highlighter-rouge">33.333,33</code> * <code class="highlighter-rouge">0.2</code>) = <code class="highlighter-rouge">26.666,66/bulan</code>, atau <code class="highlighter-rouge">319.999.92/tahun</code>.</p> <p>Jika dengan perhitungan compounding interest: bunga yang didapat <code class="highlighter-rouge">Rp324,735.30</code>.</p> <h3 id="deposito">Deposito</h3> <p>Belum pernah nulis tentang apa itu deposito, coba dijelaskan di sini secara singkat, deposito adalah salah satu produk bank yang termasuk dalam kategori investasi, investasi melalui deposito ini memiliki kontrak, yang mana nasabah sepakat untuk tidak menarik uangnya dalam satu satuan waktu, kontrak biasanya dalam hitungan 1, 3, 6, 12 atau sampai 24 bulan (ada yang sampai 36 bulan), selama waktu (tenor) ini, nasabah tidak menariknya, kalaupun menarik deposito sebelum bisa ada penalti, atau tidak mendapatkan bunga dari bunga berjalan (sepertinya butuh postingan sendiri untuk deposito ini).</p> <p>Diambil dari data <a href="https://pusatdata.kontan.co.id/bungadeposito/">Kontan</a>, deposito memiliki bunga rata-rata <code class="highlighter-rouge">5%</code> pertahun, bunga terkadang lebih besar jika tenor lebih panjang, itu praktek yang biasa di bank-bank, dan juga terkadang ada bank yang tidak menerima deposito “pecahan” 10 juta.</p> <p>Jika menyimpan deposito sebesar <code class="highlighter-rouge">10.000.000</code> dan bunga 5% pertahun, maka nilai bunga deposito adalah <code class="highlighter-rouge">500.000/tahun</code> (dengan compounding interest menjadi <code class="highlighter-rouge">Rp509,269.29</code>).</p> <p>Perhitungan dalam dibagi 12 bulan, <br /> <code class="highlighter-rouge">500.000/12</code> = <code class="highlighter-rouge">41.666,66</code> (exc pajak), <br /> dikurangi pajak sebesar 20% dari bunga yang diterima, <br /> <code class="highlighter-rouge">41.666,66</code> - (<code class="highlighter-rouge">41.666,66</code> * <code class="highlighter-rouge">0.2</code>) = <code class="highlighter-rouge">33.333,33/bulan</code> atau <code class="highlighter-rouge">400.000/tahun</code> <br /> (atau <code class="highlighter-rouge">Rp407,415.43</code> dengan compounding interest).</p> <p>Hitungan jika kita menyimpan selama setahun, mendapatkan bunga sebesar <code class="highlighter-rouge">400.000</code> jika ditotalkan, akhir tahun mendapatkan ±<code class="highlighter-rouge">10.400.000</code> (dengan compounding interest mendapatkan sebesar<code class="highlighter-rouge"> Rp10,407,415.43</code>).</p> <p>Hal lain dari deposito adalah sistem penyimpanannya, ada sitem ARO (ketika deposito mature, misal 1 bulan, uang dan bunga ditransfer ke saldo utama), AROP (ketika mature, uang prinsipal dimasukan kembali ke deposito, sedang bunga yang didapat dikirim ke saldo utama), AROPI (uang dan bunga dimasukan kembali ke bentuk deposito, dan terus bergulir, compounding, bunga berbunga)</p> <p><a href="https://unsplash.com/photos/9o4p3eCcRBE"><img src="/images/posts/jeremy-bishop-9o4p3eCcRBE-unsplash.jpg" alt="" /></a></p> <h3 id="reksa-dana-pasar-uang">Reksa dana pasar uang</h3> <p>Kali ini saya ambil contoh terhadap produk reksa dana yang dikeluarkan oleh bank BNI, produknya BNI-AM <a href="https://bni-am.co.id/produk.html/1/Reksa-Dana-Pasar-Uang">Dana Likuid</a></p> <p>Saya ambil contoh rentang waktu dari 1 januari 2019 sampai 31 desember 2019, kinerja reksa dana selama setahun itu mencapai 6.67%, jadi jika kita membeli unit di tanggal 1 januari senilai <code class="highlighter-rouge">10.000.000</code>, nilai NAB pertanggal 1 januari adalah <code class="highlighter-rouge">1477.40</code>, maka akan mendapatkan sejumlah 6768.64 unit, dan jika dilihat pada tanggal 31 desember 2019, maka nilai investasi kita menjadi <code class="highlighter-rouge">10.667.930,14</code>, lumayan agak lebih besar dari deposito di atas kertas.</p> <p>Hal ini ini karena uang <code class="highlighter-rouge">Rp10.667.930,14</code> belum termasuk biaya manajemen fee, berdasarkan <a href="https://www.bni-am.co.id/upload/product/att2/15.pdf">prospektus BAB IX</a>, sebesar berkisar maksimum <code class="highlighter-rouge">1%</code> dari nilai dana kelola, dan bank kustodian mengambil fee sebesar <code class="highlighter-rouge">0.15%</code>, bisa anggap biaya fee untuk reksa dana ini sebesar 1.15%.</p> <p>Sekarang hitung kira-kira berapa nilai uang yang telah diinvestasikan, <br /> <code class="highlighter-rouge">10.667.930,14</code> * <code class="highlighter-rouge">1.15%</code> = <code class="highlighter-rouge">10.5452.49.25</code>.</p> <h3 id="obligasi-negara">Obligasi negara</h3> <p>Pada awal tahun 2019, Obligasi negara yang dijual adalah seri SBR005, tidak menyentuh dulu ke obligasi lain yang di keluarkan selain oleh negara, seperti perusahaan, karena memiliki risiko yang berbeda, untuk obligasi negara hampir tidak ada risiko, obligasi negara seri <a href="https://www.bni.co.id/en-us/home/promotionevents/promoperbankan/articleid/4483">SBR005</a>, dengan kupon sebesar 8.15% pertahun.</p> <p>Perhitungan dari kupon dan jumlah yang kita investasikan, bunga <code class="highlighter-rouge">815.000/12</code> = <code class="highlighter-rouge">67.916,66</code>, dengan bunga obligasi negara sebesar <code class="highlighter-rouge">15%</code>, jadi <code class="highlighter-rouge">67.916,66 </code>- <code class="highlighter-rouge">10.187,5</code> = <code class="highlighter-rouge">Rp57.729.16/bulan</code> dalam hitungan pertahun sebesar <code class="highlighter-rouge">Rp692.749,92</code>.</p> <p>Instrumen obligasi ini tidak selikuid yang lain, karena dana kapital kita tidak bisa diambil dalam kurun waktu kematangan dari obligasi itu sendiri, untuk SBR005 waktu investasi adalah 2 tahun, dan untuk bunga <code class="highlighter-rouge">8.15%</code> adalah kupon minimal (floor), artinya kupon itu tidak akan berubah sampai waktu SBR005 jatuh tempo.</p> <h3 id="mana-yang-dipilih">Mana yang dipilih?</h3> <p>Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan, dan untuk memilih mana yang terbaik tergantung dari apa tujuan finansialnya, misalkan untuk dana dararut, sangat tidak dianjurkan disimpan dalam bentuk obligasi karena jika terjadi darurat, dana tidak bisa diambil, sebaliknya juga jika ingin mengejar return yang tinggi dan memiliki waktu, tidak dianjurkan juga menyimpan dalam bentuk tabungan.</p> <p>Jenis simpanan ini memiliki bunga yang fluktuatif seiring dengan rekomendasi bank indonesia, jadi bisa jadi turun, atau bisa jadi naik, sepanjang 2019 bunga cenderung menurun sampai akhir 2019 dan awal 2020 ini.</p> <p>Dan hal lain yang perlu diperhatikan yaitu pajak, jika ingin instrumen yang bebas pajak reksa dana bisa jadi pilihan, tapi instrumen itu memiliki unsur admin fee, jadi sesuaikan dengan tujuan finansial apa, lalu putuskan instrumen apa yang akan dipilih.</p> Fri, 21 Feb 2020 00:00:00 +0000 https://seputarfinansial.com/perbandingan-tabungan-bunga-tinggi-deposito-reksadana-dan-obligasi-negara/ https://seputarfinansial.com/perbandingan-tabungan-bunga-tinggi-deposito-reksadana-dan-obligasi-negara/ Money hack: Promo TMRWbyUOB dengan reward topup saldo GoPay <p>Money Hack kali ini berhubungan dengan <a href="/bank-digital-membuka-tabungan-TMRW-by-UOB/">TMRWbyUOB akun UOB yang baru saja saya buat</a>, dan baru tau ternyata ada promo jika membuka dan menggunakan UOB untuk transaksi.</p> <p>Promo yang dibuat <a href="https://www.tmrwbyuob.com/id/id/mgm/friend_referral.html?ref=https%3A%2F%2Ftmrwbyuobid.page.link%3Fapn%3Dcom.uob.id.digitalbank%26ibi%3Dcom.uob.id.digitalbank%26link%3Dhttps%3A%2F%2Fwww.tmrwbyuob.com%3FreferralCode%3DM01320004378">TMRW</a> adalah berupa topup Gopay sebesar 250 ribu (atau 300 ribu pakai promo <strong><em>TMRWGOPAY800</em></strong>), karena ini jumlah yang menurut saya lumayan, jadi layak buat dicoba nih!</p> <p>Promo ini memiliki syarat, kita menabung di <a href="https://www.tmrwbyuob.com/id/id/mgm/friend_referral.html?ref=https%3A%2F%2Ftmrwbyuobid.page.link%3Fapn%3Dcom.uob.id.digitalbank%26ibi%3Dcom.uob.id.digitalbank%26link%3Dhttps%3A%2F%2Fwww.tmrwbyuob.com%3FreferralCode%3DM01320004378">TMRW</a> ini sebesar 1 juta yang dihold selama 1 bulan, dan kemudian melakukan online payment atau transaksi dari app <a href="https://www.tmrwbyuob.com/id/id/mgm/friend_referral.html?ref=https%3A%2F%2Ftmrwbyuobid.page.link%3Fapn%3Dcom.uob.id.digitalbank%26ibi%3Dcom.uob.id.digitalbank%26link%3Dhttps%3A%2F%2Fwww.tmrwbyuob.com%3FreferralCode%3DM01320004378">TMRWbyUOB</a>.</p> <p>Saya mencoba promo ini dengan menabung 1 juta, kemudian isi Gopay untuk transaksi pembelian reksa dana di BIBIT sebesar 100.000 (biasanya itu angka minimal pembelian unit RD), dan segelas kopi yang menggunakan DANA sebagai metode pembayaran yang sudah dihubungkan dengan kartu debit TMRW ini.</p> <p>Sekitar 4 hari kerja kemudian, saldo Gopay saya ditopup oleh TMRW, hore!</p> <p><img src="/images/posts/tmrw-gopay.jpg" alt="Gopay" /> <em>notif dari gojek</em></p> <p>Dengan menggunakan saldo Gopay ini bisa membeli lebih banyak reksa dana, lumayan.</p> <p>Keluar uang untuk mendapatkan uang, dan karena ini bukan untuk konsumsi (hati-hati dengan mental accounting, ya!), jadi bisa ”membelanjakannya” untuk investasi juga.</p> <p>Promo ini sampai 31 Juli, <a href="https://www.tmrwbyuob.com/id/en.html">info selengkapnya</a>.</p> Thu, 20 Feb 2020 00:00:00 +0000 https://seputarfinansial.com/money-hack-tmrw-by-UOB-topup-gojek-gopay/ https://seputarfinansial.com/money-hack-tmrw-by-UOB-topup-gojek-gopay/ Hal-hal yang perlu diperhatikan ketika menyiapkan dana darurat <p>Pada artikel sebelumnya, saya menulis tentang “<a href="/menabung-menyiapkan-dana-darurat/">Menyiapkan dana darurat</a>”, dimana disebutkan 2, karakteristik dana darurat.</p> <ol> <li>Bernilai sejumlah pengeluaran selama 3 - 6 bulan</li> <li>Bersifat cair, mudah diakses dan mudah diambil</li> </ol> <p>Dan juga menuliskan strategi dan tips ketika menyiapkan dana darurat ini.</p> <p>Dalam artikel kali ini, hendak menambahkan beberapa poin berdasarkan pengalaman, mungkin agak sedikit overlap dengan artikel sebelumnya tersebut.</p> <p>Bagaimanapun, dana darurat <a href="/check-up-finansial-sebelum-membuat-blueprint-tujuan-finansial/">bagian penting</a> dalam menyiapkan <a href="/apa-saja-tujuan-finansial-dan-membuatnya/">tujuan finansial</a> kita.</p> <h4 id="likuiditas">Likuiditas</h4> <p>Seperti yang dibahas poin atas, dana darurat bersifat cair, hal ini untuk meminimalisasi risiko, dan juga ketersediaan uang cash, yang bisa kita akses kapanpun, dan ini perlu dilihat secara periodik, apakah bisa mengejar atau setara dengan inflasi dana darurat kita?</p> <p>Menyimpan dana darurat di instrumen investasi yang ilikuid (susah untuk dicairkan) sangat tidak disarankan, seperti dalam bentuk properti misalkan, atau disimpan dalam bentuk yang bisa berkurang nilainya.</p> <p>Untuk penyimpanan dalam bentuk deposito, harap diperhatikan klausa dari bank tersebut, ada beberapa bank konvensional yang menerapkan penalti jika mencairkan deposito sebelum waktunya, saya sendiri menggunakan <a href="/bank-digital-jenius/">Jenius</a> untuk deposito, karena tidak perlu ke bank, dan bisa dicairkan kapan saja.</p> <p>Dan seperti <a href="/menabung-menyiapkan-dana-darurat/">artikel sebelumnya</a>, dalam opini saya, tidak menjadi masalah jika kita memiliki 3 bulan dalam bentuk cash, dan 3 bulan lagi diinvestasikan dalam bentuk reksadana pasar uang, selain uang kita memiliki kesempatan berkembang, juga pasar uang memiliki likuiditas lebih tinggi dibanding dengan reksadana lain.</p> <h4 id="besaran-dana-darurat">Besaran dana darurat</h4> <p>Memang angka 2-3 bulan <a href="/ketahui-pengeluaran-pengeluaran/">pengeluaran</a> sangat luas diartikan, karena standar orang berbeda-beda, ada yang mengambil cara dengan menghitung persentase pengeluaran yang ada sekarang, misalkan dari gaji sekitar 10juta, dan pengeluaran kita pada saat gaji 10 juta adalah 4 juta, atau 40% dari itu.</p> <p>Jika gaji naik, atau pendapatan bulanan naik, tinggal sesuaikan dengan persentasenya.</p> <p>Ada yang berpendapat lain, cukup dengan mengumpulkan sejumlah uang, misalkan 50 juta, dan itu jadi dana darurat, karena ini bagian dari <em>personal finance</em> (keuangan pribadi), maka memang jumlah menjadi amat sangat personal, satu “aturan” tidak akan sama atau berlaku untuk orang lain, semua kembali ke masing-masing orang dalam mengaturnya, tinggal lakukan penyesuain jika ada inflasi, karena 1 juta sekarang berbeda nilainya dengan 1 juta 5-10 tahun yang lalu.</p> <h4 id="cari-bank-dengan-suku-bunga-tinggi-untuk-menyimpannya">Cari bank dengan suku bunga tinggi untuk menyimpannya</h4> <p>Disayangkan jika menyimpan dana darurat di bank yang memiliki suku bunga rendah, karena kita bisa melewatkan bunga yang bisa didapat di bank, suku bunga bank yang terhitung tinggi rata-rata dikisaran 4-5%.</p> <p>Seperti ditulis sebelumnya, saya menyimpan di MaxiSaver Jenius, produk deposito, yang memiliki suku bunga 5.5% p.a, atau FlexiSaver, atau <a href="/bank-digital-membuka-tabungan-TMRW-by-UOB/">TMRWbyUOB</a> yang berkisar 4%, masalah di jenis tabungan deposito adalah jumlah uang yang disetorkan, biasanya kisaran di 10 juta atau lebih untuk membuat satu kontrak deposito.</p> <p>Skema yang saya pakai, 3 bulan likuiditas tinggi di FlexiSaver, karena bisa diakses kapan saja, 3 bulan berikutnya di MaxiSaver, pencairan mudah, tapi jika dicairkan sebelum waktunya, hanya tidak mendapatkan bunga dari bulan yang berjalan saja, menurut saya ini tidak masalah, dan sisanya ada di <a href="/investasi-reksadana-dengan-aplikasi-bibit/">reksadana</a> pasar uang.</p> <p>Dengan skema itu, saya <a href="/mengapa-memperhatikan-biaya-admin-itu-penting/s">tidak terkena fee</a>, dan juga bisa mendapatkan <a href="/mengenal-compound-interest-bunga-berbunga/">bunga berbunga (compound intereset)</a>.</p> <h4 id="selalu-memeriksa-biaya-admin">Selalu memeriksa biaya admin</h4> <p>Hal ini biasanya tidak berlaku untuk tipe bank digital, karena jarang ada yang memiliki biaya admin, karena semua dilakukan secara digital, hanya saja untuk bank lain, misalkan BNI, seperti <a href="/strategi-tabungan-dan-akun-bank/">artikel sebelumnya</a>, saya kena biaya admin sebesar 16.000 setiap bulannya, dan tentunya lebih baik jika tidak ada fee, karena untuk medapatkan/mengganti 16.000 itu, setidaknya kita harus punya tabungan 5 juta jika suku bunga 4% pertahun.</p> <p>Dan jika menyimpan deposito di bank lain, perhatikan juga apakah ada <a href="/mengapa-memperhatikan-biaya-admin-itu-penting/">penalti</a> jika dicairkan sebelum waktunya.</p> Mon, 17 Feb 2020 00:00:00 +0000 https://seputarfinansial.com/hal-yang-perlu-diperhatikan-ketika-menyiapkan-dana-darurat/ https://seputarfinansial.com/hal-yang-perlu-diperhatikan-ketika-menyiapkan-dana-darurat/ Mengenal compound interest (bunga berbunga) <p>Bunga berbunga (Compund interest) disebut-sebut sebagai salah satu keajaiban dunia, pada dasarnya dengan compund interest ini kita bisa mendapatkan uang dengan uang, uang yang kita simpan di bank misalkan, akan diberikan bunga oleh bank yang ditambahkan ke saldo, yang kemudian saldo + bunga akan mendapatkan bunga lagi, uang ber-uang.</p> <p>Hal ini tidak terbatas pada produk bank saja, akan dijelaskan juga untuk jenis lain.</p> <p>Banyak orang yang konservatif, dalam artian tidak mau memiliki banyak risiko dalam finansialnya, agak berhati-hati dalam berinvestasi, ingin uangnya selalu aman, dalam dunia perilaku keuangan disebut risk-averse; keengganan mendapatkan risiko kerugian yang bisa berakibar hilang atau berkurangnya uang yang dia miliki.</p> <p>Pengertian bunga (interest) adalah jumlah uang yang diberikan bank atau intitusi finansial lainnya, yang mana jumlah yanng diberikan bergantung pada sejumlah uang yang diberikan kepada institusi tersebut, dan dihitung berdasarkan suku bunga, atau capital gain-nya.</p> <p>Sebagai contoh kita membuka tabungan dengan saldo awal 15 juta, dan menabung 3 juta perbulan, dan dengan asumsi bungan 3-5% pertahun (perhitungan ini mengesampingkan pajak bunga bank 20% dari bunga yang diterima), dan hal ini berjalan selama 10 tahun.</p> <p>Total nilai di masa depan adalah <strong>Rp477.237.550,68</strong>.</p> <!-- ![](/images/posts/compound.png) --> <div id="highcharts-k9F9O6EC" style="margin:20px 0"><script src="https://cloud.highcharts.com/inject/k9F9O6EC/" defer="defer"></script></div> <p><em>Tentu saja jumlah yang kita tabungkan bisa lebih banyak/sedikit, yang bisa mengubah nilai jumlah akhir tersebut, dan juga bunga pertahun dengan asumsi mungkin bisa turun sampai 3%.</em></p> <p>Bank mendapatkan uang dari nasabah yang menabung di bank itu, kemudian bank meminjamkan uang yang disimpan nasabah ke debitur, atau bisa juga bank melakukan investasi di sektor lain dan mendapatkan imbal balik yang kemudian mendistribusikan hasil tersebut ke nasabah, institusi investasi lain seperti broker juga melakukan hal yang sama, dan lebih aktif dan miliki tingkat risiko berbeda, tetapi hasilnya tetap imbal balik, dan hasilnya didistribusikan ke nasabahnya.</p> <p>Compound interest juga berlaku untuk posisi debitur (peminjam), dalam artian, compound interest ini berlaku dua arah. Misalkan untuk pemakai kartu kredit, jika tidak bisa melunasi tagihan bulan lalu, atau hanya melunasi pembayaran minimum, maka hutang tersebut akan menjadi coumpund interest, atau bunga berbunga, dan menjadikan tagihan hutang kartu kredit menjadi besar, dengan asumsi bunga 3% perbulan, atau 36% pertahun, jika memiliki tagihan 5 juta, kebayang jumlah yang harus dibayar?</p> <p>Sebisa mungkin kita gunakan compound interest ini untuk kebaikan kita, misalkan dengan investasi, tabungan, deposito atau instrumen lain yang memiliki sifat pertambahan nilai dari apa yang kita simpan.</p> Thu, 13 Feb 2020 00:00:00 +0000 https://seputarfinansial.com/mengenal-compound-interest-bunga-berbunga/ https://seputarfinansial.com/mengenal-compound-interest-bunga-berbunga/ Bank Digital: Membuka rekening tabungan TMRW by UOB <p><a href="https://www.uob.co.id/">UOB</a> akhir tahun lalu atau awal tahun ini meluncurkan <a href="/bank-digital-apa-itu/">bank digitalnya</a>, dinamakan <a href="https://www.tmrwbyuob.com/id/id.html">TMRW</a>, (mungkin) kependekan dari Tomorrow, pertama kali dirilis di thailand, yang disusul oleh Indonesia, Singapur, Malaysia, dan Vietnam.</p> <p>Saya sendiri sudah mencoba dan membuka akun di bank <a href="https://www.tmrwbyuob.com/id/id/mgm/friend_referral.html?ref=https%3A%2F%2Ftmrwbyuobid.page.link%3Fapn%3Dcom.uob.id.digitalbank%26ibi%3Dcom.uob.id.digitalbank%26link%3Dhttps%3A%2F%2Fwww.tmrwbyuob.com%3FreferralCode%3DM01320004378">UOB</a> ini, seperti bank digital pada umumnya, semua menggunakan media aplikasi mobile untuk membuka akunnya, dan setiap prosesnya dilakukan online, dan sepengalaman saya dilakukan dalam kurun waktu 20-40 menit, terhitung cepat.</p> <p>Kondisi saat membuka akun, saat itu, siang hari, sekitar jam 1an, mungkin ini bisa jadi faktor penentuan (saya belum menemukan pengalaman orang lain membuka akun di malam hari), karena customer service bisa langsung melakukan e-KYC (Know Your Customer) di saat itu juga, dan mungkin juga saat itu antrian yang membuka akun tidak begitu banyak.</p> <h4 id="pembukaan-akun">Pembukaan Akun</h4> <p>Untuk membuka akun, bisa dimulai dengan mengunduh aplikasinya terlebih dahulu, tersedia di <a href="https://play.google.com/store/apps/details?id=com.uob.id.digitalbank">Playstore</a> dan juga <a href="https://apps.apple.com/us/app/tmrwbyuob-id/id1472320289">App Store</a>.</p> <p><a href="/images/posts/tmrw/01.jpg"><img src="/images/posts/tmrw/01-thumb.jpg" alt="" /></a></p> <p>Setelah mengunduh aplikasi, dan memulai proses membuka akun, kita akan dihadapkan dengan tampilan beranda, dan klik ”Daftar”, untuk pembukaan TMRW ini saya memilih hanya membuka tabungan, tidak membuka tabungan + kartu kredit.</p> <p>Untuk proses pendaftaran ini, hampir sama seperti membuka bank pada umumnya, atau membuka bank digital pada umumnya, persyaratan seperti eKTP, Selfie, username, password, email dan juga beberapa informasi tambahan seperti pekerjaan, pendapatan, tujuan membuka rekening di UOB ini apa, biasanya hal tersebut untuk demografi dan data yang mungkin digunakan untuk kepentingan bank.</p> <p>Pengisian data pendaftaran ini sejauh pengalaman saya, cukup mudah, menyenangkan, bahkan dengan pemilihan font yang cukup mudah dibaca, dan menjadikannya menyenangkan untuk ditelusuri.</p> <p><a href="/images/posts/tmrw/02.jpg"><img src="/images/posts/tmrw/02-thumb.jpg" alt="tmrw" /></a></p> <p>Persyaratan sebelum membuka rekening</p> <p><a href="/images/posts/tmrw/03.jpg"><img src="/images/posts/tmrw/03-thumb.jpg" alt="tmrw" /></a></p> <h4 id="verifikasi">Verifikasi</h4> <p>Setelah melakukan pengisian dan kemudian pengiriman data-data kita ke bank UOB, dan di aplikasi dikatakan data kita sudah lengkap, nanti akan ditanyakan untuk e-KYC, pengguna dihadapkan dengan 2 pilihan,</p> <ul> <li>Verifikasi dengan agent (yang nanti janjian ketemuan, seperti Jenius atau Digibank)</li> <li>Video Call dengan memegang eKTP</li> </ul> <p>Saya sendiri memilih dengan video call, karena lebih efisien, dan cepat.</p> <p>Setelah pengisian di atas, bank verifikasi data yang kita masukkan ke data kependudukan, kemudian akan muncul chat dengan agen yang akan menanyakan tanggal lahir, dan juga verifikasi nama ibu, sesudah itu akan dilakukan video call oleh agen verifikator dari UOB yang akan menginstruksikan kita untuk memegang eKTP kita, bahkan disediakan cetakan untuk muka dan KTP pada layar smartphone, di proses ini, agen akan mengambil gambar kita saat melakukan video call.</p> <p>Kemudian setelah video call, agen akan bicara bahwa semua sudah selesai, sesi video call selesai, dan dalam keadaan aplikasi masih dibuka, TMRW akan mengirimkan notifikasi bahkan pembukaan rekening kita disetujui (atau tidak disetujui).</p> <h4 id="fitur">Fitur</h4> <p>TMRW ini digaungkan aplikasi bank digital yang memadukan banking dengan <em>game</em>, di dalam aplikasi tersebut diceritakan kita memiliki satu ”kota”, ini dinamakan fitur <em>City of Tomorrow</em>, yang mana kota ini akan terus berkembang seiring dengan uang yang ditabung ke rekening <em>City of Tomorrow</em> ini.</p> <p><em>City of Tomorrow</em> ini sebenarnya adalah sebuah rekening lain yang bisa kita isi, TMRW menyebut ini <em>Saving Account</em>, jadi membedakan antara <em>Checking Account</em>, yang biasanya untuk <a href="/pisahkan-rekening-konsumsi-dan-rekening-tabungan/">konsumsi</a>, dan <em>Saving Account</em> yang memang untuk <a href="/strategi-tabungan-dan-akun-bank/">tujuan menabung</a>, rekening <em>City of Tomorrow</em> berbeda dengan rekening utama (<em>checking account</em>, mungkin jika dibandingkan dengan Jenius, ini adalah FlexiSaver, bunga yang didapat, cukup standar, yaitu 4% per 14 februari 2020.</p> <p>Makin sering menabung, makin besar kota yang kita bangun.</p> <p>Fitur aplikasi yang lain, seperti biasa, ada transfer, yang saat ini masih gratis, dan kemudian fitur pembayaran, dari mulai pembayaran air (terbatas), PBB, listrik, ewallet, kartu kredit dan laiinya, saat ini saya belum melihat fitur deposito.</p> <p>TMRW juga mendukung fitur auto transfer, jadi bisa menjadwalkan kapan dan kemana kita hendak mentransfer, hal ini bagus untuk <a href="/otomasi-proses-manajemen-keuangan-finansial/">otomasi keuangan</a>.</p> <h4 id="pengaturan-keamanan">Pengaturan keamanan</h4> <p>Untuk pengaturan keamanan, TMRW ini untuk ponsel yang memiliki sidik jari atau fitur biometrik bisa digunakan sebagai media untuk cara verifikasi login, dan juga disediakan PIN untuk melakukan otorisasi.</p> <h4 id="tampilan-aplikasi">Tampilan aplikasi</h4> <p>Untuk tampilan aplikasi, saya pribadi suka, dengan tidak ragu membuat tulisan besar, dan warna yang fresh, dan juga cara navigasi yang baru, meski masih ada sidebar menu, tapi TMRW lebih mengedepankan menu sliding agar lebih mudah diakses, tapi terkadang hal ini menjadikan malah sering tidak sengaja diklik.</p> <p>Tetapi secara keseluruhan, saya menyukai tampilannya.</p> <h4 id="kartu-debit">Kartu Debit</h4> <p>Meski ini merupakan bank digital, seperti bank lain juga, TMRW tetap menawarkan kartu debit, saat artikel ini ditulis, saya belum menerima kartu debitnya, mungkin baru hari 2 hari juga membuka rekeningnya.</p> <p>Melihat cara pengaktifan kartu debit ini pengalamannya mirip dengan bank lain, cukup masukkan nomor kartu debit yang diterima, dan kemudian setting PIN yang digunakan untuk kartu debit tersebut.</p> <p>Pembukaan akun di <a href="https://www.tmrwbyuob.com/id/id/mgm/friend_referral.html?ref=https%3A%2F%2Ftmrwbyuobid.page.link%3Fapn%3Dcom.uob.id.digitalbank%26ibi%3Dcom.uob.id.digitalbank%26link%3Dhttps%3A%2F%2Fwww.tmrwbyuob.com%3FreferralCode%3DM01320004378">TMRW by UOB</a> ini merupakan pengalaman baru, dan menurut saya, lebih cepat, pengalaman ini tentu berbeda dengan yang lain, ada kasus teman saya membuka rekening, tapi karena dia baru-baru ini melakukan pindahan dan memperbaharui KTP-nya, sedang informasi yang ada di data kependudukan masih yang lama, jadi aplikasinya ditolak, meski semua informasinya benar.</p> Thu, 06 Feb 2020 00:00:00 +0000 https://seputarfinansial.com/bank-digital-membuka-tabungan-TMRW-by-UOB/ https://seputarfinansial.com/bank-digital-membuka-tabungan-TMRW-by-UOB/ Strategi tabungan dan mengatur rekening(-rekening) bank <p>Pada artikel sebelumnya, ditulis <a href="/pisahkan-rekening-konsumsi-dan-rekening-tabungan/">mengenai pemisahan rekening</a>, antara rekening menabung dan rekening konsumsi, ya, tentunya pemisahan itu bisa berarti membuka akun di bank lain, dan juga mengenai bagaimana <a href="/metode-budgeting/">mengatur budget</a> dengan cara pemisahan rekening (amplop).</p> <p>Keuntungan yang ada dengan memisahkan akun bank, buat saya sendiri setidaknya, lebih banyak ke sisi psikologis, dan menurut saya lebih gampang mengaturnya, untuk belanja misalkan menggunakan BCA, untuk rekening deposito menggunakan Jenius.</p> <p>Kita namai akun bank atau rekening ini sesuai dengan penggunaannya.</p> <h4 id="1-rekening-konsumsi">1. Rekening konsumsi</h4> <p>Rekening ini bisa dibilang, rekening yang kita pakai untuk tujuan transaksi yang <a href="/ketahui-pengeluaran-pengeluaran/">sifatnya konsumsi</a>, misalkan belanja bulanan, saya lebih memilih menggunakan BCA dan <a href="/bank-digital-jenius/">Jenius</a> (dengan xCard-nya).</p> <p>Alasannya hanya karena BCA lebih banyak diterima oleh merchant-merchant, juga banyak ATM-nya jika memerlukan uang tunai, kalau bisa jangan menyimpan semua dana di BCA jika BCA digunakan sebagai sarana transaksi sehari-hari, risiko keamanan harus dijaga juga, dan untuk <a href="/bank-digital-jenius/">Jenius</a> digunakan untuk transfer ke GoPay, OVO, <em>e-wallet</em> yang bisa menggunakan debit, atau belanja online.</p> <p>Di Jenius dan BCA, saya juga menggunakannya sebagai rekening untuk membayar listrik, internet, servis berlangganan, telepon, cicilan-cicilan (kalau ada), untuk Jenius tidak ada biaya admin, untuk BCA jika transfer ke lain bank, akan dikenakan biaya.</p> <p>Dan bisa juga disubtitusikan dengan membuka rekening di <a href="/bank-digital-apa-itu/">bank digital</a>, karena biasanya bank digital rendah fee, atau bahkan <a href="/mengapa-memperhatikan-biaya-admin-itu-penting/">tidak ada fee</a> sama sekali.</p> <h4 id="2-rekening-dana-darurat">2. Rekening dana darurat</h4> <p>Untuk rekening <a href="/menabung-menyiapkan-dana-darurat/">dana darurat</a>, teorinya berkisar antara 3-6 bulan pengeluaran, saya menggunakan <a href="/bank-digital-jenius/">MaxiSaver dari Jenius</a>, dengan bunga yang saat artikel ini ditulis mencapai 5.5% p.a, karena namanya dana darurat, maka hanya akan digunakan ketika darurat, beli Boba bukan hal yang darurat.</p> <p>Dan dengan menyimpan di MaxiSaver ini, selain bisa bertambah dengan keajaiban bunga bank, juga ada lapisan tambahan, kita harus mencairkan MaxiSaver tersebut, dengan konsekuensi kita tidak mendapatkan bunga bulan itu.</p> <p>Untuk dana darurat, saya tidak mengandalkan MaxiSaver Jenius semua, karena untuk bisa membuka MaxiSaver minimal ada 10 juta, kadang menyimpannya dulu di FlexiSaver atau DreamSaver sampai mencapai angka cukup, atau cara lain, dengan menabungnya ditabungan bank lain, di sini saya juga menggunakan Digibank dari DBS untuk ‘kantong lain’, dengan itu tidak perlu memecah MaxiSaver (minimal pecah 10 juta).</p> <p>Opini saya, dana darurat tidak selalu harus dalam bentuk uang tunai semua, misalkan ditentukan, untuk 3 bulan dalam bentuk tunai, 3 bulan berikutnya dalam bentuk reksa dana pasar uang, tapi ini tergantung pada masing-masing orang, ada yang lebih tenang dalam uang tunai semua, karena lebih cair.</p> <h4 id="3-rekening-investasi">3. Rekening Investasi</h4> <p>Untuk rekening <a href="/investasi/">investasi</a>, ada yang menggunakan BCA, karena <a href="/mengenal-apa-itu-sid-sre-rdn-akses/">rekening RDN</a> saat ini menggunakan BCA untuk keperluan <a href="/memulai-investasi-saham/">membeli saham</a>, <a href="/Investasi-reksadana-dengan-uang-receh-di-BIBIT/">reksa dana</a>, dan lainnya, biasanya broker-broker menggunakan BCA untuk transfer, tetapi tabungan tahapan BCA sendiri tidak dapat diharapkan sebagai tabungan investasi, karena bunganya kecil sekali.</p> <p>Untuk menabung dengan tujuan investasi, seperti di atas, saya menggunakan Jenius MaxiSaver atau deposito-nya, agar uang bisa lebih berkembangs maksimal.</p> <p>Rekening bank lain yang saya gunakan untuk investasi adalah BNI, lebih tepatnya produk <a href="https://dplk.bni.co.id/home">BNI Simponi</a>, sebuah tabungan DPLK (Dana Pensiun Lembaga Keuangan, akan dibahas lain waktu) yang dimiliki oleh BNI.</p> <p>BNI ini, untuk rekening tabungan biasa, ada fee admin sebesar Rp11.000 untuk bea rekening, dan Rp4.000 untuk bea kartu (yang sebetulnya tidak pernah dipakai transaksi, kartu biasanya diperlukan untuk verifikasi di cabang), total pengeluarannya setiap bulannya Rp16.000.</p> <p>Memang terlihat pusing mengatur banyak rekening bank, tapi sepengalaman saya hanya pada awalnya saja, karena kalau sudah terbiasa, rekening-rekening itu bisa dibayangkan seperti amplop, di kepala sudah dipetakan arah uang ini buat apa, dan disimpan di rekening apa sebaiknya, semakin lama semakin biasa.</p> Wed, 05 Feb 2020 00:00:00 +0000 https://seputarfinansial.com/strategi-tabungan-dan-akun-bank/ https://seputarfinansial.com/strategi-tabungan-dan-akun-bank/ Tips berbelanja bulanan hemat <p>Berbelanja kebutuhan, terutama untuk kebutuhan bulanan, kadang menyenangkan, kadang tidak, pasti ada masa dimana kita belanja bulanan mahal sekali, ada terkadang terhitung murah, belanja kebutuhan rumah ini kadang ada yang melakukannnya mingguan, 2 mingguan, atau bulanan, tergantung dari masing-masing.</p> <p>Karena ada beberapa barang yang bisa tahan lama, ada yang tidak, tapi setidaknya aktivitas belanja ini selalu ada.</p> <p>Belanja kebutuhan ini bukan hal yang mudah menurut saya, karena masing-masing tempat belanja pasti mendesain tempatnya agar orang-orang berbelanja lebih, berbelanja lebih dari apa yang sebenarnya diperlukan, seperti malah beli barang yang sama sekali tidak dibutuhkan.</p> <p>Supaya tidak boros, dan tidak membeli barang yang tidak dibutuhkan, saya juga masih mencoba terus menerus, meski karena kadang jebol juga, tips yang saya bisa implementasikan kira-kira seperti berikut,</p> <h4 id="buat-daftar-belanjaan">Buat daftar belanjaan</h4> <p>Selalu catat apa saja yang hendak dibeli sebelum berangkat ke tempat belanja (carrefour, transmart, giant, kemchick, farmer’s market, pasar tradisional, alfamart, indomaret, apapun), dengan menuliskan apa saja yang diperlukan, kita bisa lebih awas terhadap terhadap belanja barang yang tidak diperlukan, dan yang terpenting ikuti apa yang ada di daftar itu.</p> <h4 id="teliti-dulu-barang-barang-yang-ada-di-rumah">Teliti dulu barang-barang yang ada di rumah</h4> <p>Sebelum membuat daftar, ada baiknya melihat dulu, teliti dulu ada apa saja yang masih ada di rumah, misalkan detergen masih ada 1, jadi bisa menuliskan beli detergen 3 dari kebutuhan 4. dengan mengecek dulu barang di rumah, bisa lebih mengurangi risiko beli barang yang sama 2-3 kali, yang malah jadinya menumpuk dan tentu saja boros.</p> <h4 id="makan-dulu">Makan dulu</h4> <p>Kenapa makan dulu? karena biasanya ketika lapar akan membuat keputusan yang diluar nalar, kadang membeli makanan yang tidak perlu, kemudian membeli minuman botolan karena berpikir haus, membeli barang lainnya yang sebenarnya untuk memuaskan rasa laparnya itu, melewatkan apa yang sebenarnya dibutuhkan di rumah.</p> <h4 id="ada-yang-sale-ga">Ada yang sale ga?</h4> <p>Ini salah satu cara agar bisa lebih murah, beberapa toko menawarkan barang yang sale, kalo ada kesempatan ini, dan memang sesuai dengan kebutuhan kita, kenapa tidak diambil?</p> <h4 id="kalau-bisa-jangan-bawa-anak-anak-dulu">Kalau bisa jangan bawa anak-anak dulu</h4> <p>Kadang memang mengajak anak-anak bisa lebih seru, bisa mengajarkan mereka tentang dasar ekonomi, supply demand, transaksi jual beli, dan juga bisa jadi saat yang bagus untuk mendekatkan diri dengan anak, tapi, jika membawa anak-anak disaat yang tidak tepat, misalkan ketika anak-anak belum makan dan tidak dalam keadaan ngantuk (sudah jam tidur siang, atau malamnya), ini bisa jadi masalah, bisa jadi tantrum atau belanja tidak tenang.</p> <p>Kita bisa mengajak anak-anak ketika suasana mendukung, atau anak-anak sudah lebih paham mengenai aktivitas orang tuanya tersebut.</p> <h4 id="beli-dalam-jumlah-besar">Beli dalam jumlah besar</h4> <p>Misalkan membeli detergen 4, pewangi 8, atau beras beli sekaligus 20KG (iya tergantung jumlah orang di rumah), atau barang-barang lain yang sekiranya diperlukan banyak, hal ini untuk mengurangi harus bolak-balik ke supermarket/toko, dan akan ada kemungkinan membeli barang lain ketika bolak-balik itu.</p> <h4 id="kondisikan-belanja-dengan-budget-bulanan">Kondisikan belanja dengan budget bulanan</h4> <p>Dengan membuat daftar belanja, kita bisa (mudah-mudahan) dengan mudah menakar uang yang keluar untuk belanja dari budget bulanan yang kita buat alokasinya</p> <h4 id="selalu-waspada-dengan-desain-tata-letak-barang">Selalu waspada dengan desain tata letak barang</h4> <p>Ini mungkin terlihat sepele, tapi memang, pusat perbelanjaan itu memiliki trik untuk membuat orang belanja lebih, misalkan, barang yang lebih mahal itu memang sengaja ditempatkan diposisi yang selevel dengan mata, gampang diambil, jika sadar akan hal ini, bisa lihat ke atas atau bawah, biasanya ada barang dengan merk lain yang lebih murah,</p> <h4 id="beli-merk-dari-toko-itu">Beli merk dari toko itu</h4> <p>Yang saya tahu, misalkan Carrefour, Transmart, Alfamart memiliki merk sendiri untuk beberapa barang-barang yang dijual di tokonya, selain kualitas yang biasanya ga terlalu jauh juga, dan memiliki harga yang bisa dibilang lebih murah dari barang sejenis dari merek lain.</p> <h4 id="beli-dengan-debit-atau-cash">Beli dengan debit atau cash</h4> <p>Dengan membeli barang menggunakan kartu debit, itu bisa jadi salah satu rem, karena uang yang digunakan untuk berbelanja itu uang kita, bukan uang pinjaman dari kartu kredit, dengan mengetahui jumlah uang yang ada di budget, diharapkan lebih berhati-hati dalam mengeluarkan uang.</p> <h4 id="meal-planning">Meal planning</h4> <p>Mungkin ini lebih tahapan mahir, merencanakan mau masak apa seminggu atau lebih kedepan, kalo ada bayangan mau masak apa aja, bisa lebih terstruktur dan juga lebih tahu apa saja yang akan kita belanjakan, dan penyusunan daftar belanja juga lebih mudah.</p> <p>Saat ini saya sendiri belum melakukan ini, karena kadang tiba-tiba ingin makan jengkol balado yang sebelumnya tidak ada dalam rencana bulanan hehehe.</p> <h4 id="fokus">Fokus</h4> <p>Ini yang penting, selalu fokus terhadap apa yang akan kita belanjakan, selalu mengikuti daftar yang sudah kita buat, memang kadang susah, tapi bisa dilakukan.</p> <p>Apakah melakukan itu semua mudah? jujur tidak mudah, karena kita berargumen, berkompromi dengan diri sendiri.</p> Wed, 22 Jan 2020 00:00:00 +0000 https://seputarfinansial.com/tips-belanja-bulanan-hemat/ https://seputarfinansial.com/tips-belanja-bulanan-hemat/ Investasi jangka pendek, dengan apa? <p>Investasi selain dibedakan dari jenisnya, yang mana jenis investasi ini berkaitan dengan jangka waktunya, ada investasi jangka panjang, dan juga investasi jangka pendek, kesemuanya bergantung dari <a href="/apa-saja-tujuan-finansial-dan-membuatnya/">tujuan finansial</a> kita, untuk keperluan kurang dari 5 tahun, banyak pakar menyebut itu sebagai jangka pendek, dan disarankan diinvestasikan di produk investasi yang relatif konservatif dan minim risiko.</p> <p>Untuk investasi jangka pendek ini sudah barang tentu tidak disarankan dalam bentuk <a href="/memulai-investasi-saham/">saham</a>, jadi saham tidak masuk ke kategori investasi jangka pendek, lalu instrumen apa saja yang bisa kita investasikan untuk investasi jangka pendek?</p> <h4 id="1-deposito">1. Deposito</h4> <p>Produk bank yang mana kita menyimpan sejumlah uang di bank tersebut, dengan jangka waktu yang disepakati, biasanya 1, 3, 6, 12 bulan, atau lebih lama, Bank-bank yang menawarkan deposito saat ini memang banyak, tapi tidak semua memiliki suku bunga tinggi, apalagi dengan suku bunga acuan Bank Indonesia yang kecil saat ini, tapi bisa melihat dari data yang ada <a href="https://pusatdata.kontan.co.id/bungadeposito/">di sini sebagai referensi</a>.</p> <p>Dengan menggunakan deposito, kita masih memiliki kapitalnya ditambah dengan bunga yang didapatkan setiap bulannya atau diakhir masa penyimpanan, pajak bunga dari deposito ini berkisar 20%</p> <h4 id="2-reksa-dana-pasar-uang">2. Reksa dana pasar uang</h4> <p><a href="/investasi/">Reksa Dana</a> jenis pasar uang ini salah satu instrumen yang favorit untuk investasi, dengan reksa dana jenis ini uang kita akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam produk deposito bunga tinggi, obligasi dan lainnya, untuk lebih jelas kemana saja diinvestasikan, bisa melihat fund facts dari masing-masing produk reksa dana pasar uang dari masing-masing manajer investasi yang anda beli.</p> <p>Untuk reksa dana memang tidak ada pajak, karena sudah dihitung sebelumnya, tapi yang perlu diperhatikan adalah manajemen fee dan juga biaya bank kustodian, yang bisa mencapai 3%, jadi perlu teliti memilih manajer investasi dan produknya.</p> <h4 id="3-tabungan-suku-bunga-tinggi">3. Tabungan suku bunga tinggi</h4> <p>Seperti deposito, tidak semua bank menawarkan suku bunga tinggi untuk tabungannya, apalagi untuk bank yang digunakan sebagai bank konsumer, memiliki bunga yang sangat kecil, tapi ada bank lain yang menawarkan bunga lebih dari 1% setiap bulannya.</p> <p>Dan sama seperti deposito, pajak bunga dari tabungan adalah sekitar 20%</p> <h4 id="4-obligasi">4. Obligasi</h4> <p><a href="/apa-itu-obligasi/">Obligasi</a>, atau surat hutang baik yang dikeluarkan oleh negara, atau oleh perusahaan-perusahaan, ini bisa menjadi instrumen juga untuk investasi, struktur kupon dari masing-masih obligasi bisa berbeda-beda, silakan refer ke artikel sebelummya mengenai obligasi ini.</p> <p>Untuk obligasi negara, SUN atau ORI, memiliki pajak yang lebih kecil, yakni 15%.</p> <h4 id="5-pinjaman-peer-to-peer">5. Pinjaman Peer to Peer</h4> <p>Ini mungkin terhitung masih baru, hanya saja ini lebih berisiko dibandingkan dengan instrumen investasi yang sudah disebutkan di atas, konsepnya seperti obligasi, kita meminjamkan uang ke individu atau perusahaan yang sedang membutuhkan uang, yang nantinya pada masa peminjaman selesai, bunga diberikan berikut uang kapital yang kita pinjamkan sebelumnya.</p> <p>Saat ini industri ini masuk ke teknologi finansial (TekFin), karena memang banyak yang memanfaatkan teknologi sebagai cara untuk menjangkau kreditur dan debitur.</p> <p>Industri P2P memang diawasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan), dan dibuat peraturannya melalui POJK 77/2016, dan para kreditur/debitur diwajibkan memiliki RDP2P (berbeda dengan single investor identificatin, SID, yang dikeluarkan oleh KSEI), para peminjam wajib menerapkan kehati-hatian.</p> Tue, 21 Jan 2020 00:00:00 +0000 https://seputarfinansial.com/investasi-jangka-pendek-apa-saja/ https://seputarfinansial.com/investasi-jangka-pendek-apa-saja/ Mengenal apa itu SID, RDN, SRE, AKSes <p>Dalam dunia investasi di indonesia, terutama untuk pasar modal, dari <a href="/memulai-investasi-saham/">saham</a>, <a href="/investasi/">reksa dana</a> sampai <a href="/apa-itu-obligasi/">obligasi</a>, memerlukan semacam identitas yang menunjukkan bahwa orang tersebut bisa, sah secara hukum, dalam melakukan aktivitas investasi di pasar modal, aktivitas jual beli produk efek, aktivitas-aktivitas ini biasanya dilakukan melalui broker yang dipilih oleh investor atau didaftarkan.</p> <p><strong>SID</strong>, <em>Single Investor Identification</em>, bisa dibayangkan seperti nomor KTP yang kita punyai untuk bisa melakukan investasi di pasar modal, dengan SID ini, kita bisa menggunakannya unytk investasi melalui broker, membeli saham, atau membeli reksa dana melalui manajer investasi, SID ini diterbitkan oleh KSEI (Kustodian Sentral Efek Indonesia).</p> <p><strong>RDN</strong>, <em>Rekening Dana Nasabah</em>, rekening dana untuk keperluan investasi atas nama nasabah, yang terpisah dari rekening broker, yang mana rekening ini digunakan untuk membeli transaksi saham atau produk efek lainnya.</p> <p><strong>SRE</strong>, <em>Sub Rekening Efek</em>, adalah rekening efek yang dimiliki oleh orang yang memiliki SID, yang tercatat di KSEI (Kustodian Sentral Efek Indonesia), rekening efek ini digunakan untuk menyimpan portofolio efek, bisa berupa saham, reksa dana, obligasi.</p> <p><strong>AKSes</strong>, <em>Acuan Kepemilikan Sekuritas</em>, adalah semacam “kartu” atau akses yang dimiliki oleh investor, yang diterbitkan oleh <a href="https://www.ksei.co.id/">KSEI</a>, <a href="https://akses.ksei.co.id/">AKSes</a> ini berupa dashboard, di AKSes ini investor bisa melihat semua portofolio efeknya di sini.</p> <p><img src="/images/posts/akses.jpg" alt="" /></p> <p class="center photo-credit"><a href="https://akses.ksei.co.id/">AKSes KSEI</a></p> <p>Membuka akun broker lebih dari satu boleh, dan jika buka lebih dari satu, akan tetap memiliki SID satu, untuk RDN tergantung dari brokernya, kebetulan broker saya memakai BCA untuk RDN-nya, jika memiliki lebih dari satu akun broker, maka akan memiliki SRE yang berbeda, yang nantinya informasi itu akan disatukan di dashboard AKSes.</p> <p>Di <a href="https://akses.ksei.co.id/">AKSes</a> itu sendiri akan diperlihatkan saldo atau produk investasi mana saja yang kita beli, dashbord tersebut juga akan menampilkan informasi semua jenis reksa dana yang kita beli di semua APERD, informasi bank kustodian, saham yang kita punyai, dan termasuk juga obligasi yang kita punya.</p> Mon, 20 Jan 2020 00:00:00 +0000 https://seputarfinansial.com/mengenal-apa-itu-sid-sre-rdn-akses/ https://seputarfinansial.com/mengenal-apa-itu-sid-sre-rdn-akses/ Hal-hal yang perlu diperhatikan ketika renovasi rumah <p>Rumah atau tempat tinggal adalah salah satu hal yang penting dalam kehidupan manusia, baik rumah tersebut digunakan sebagai tempat tinggal utama, atau sebagai properti yang disewakan.</p> <p>Baru-baru ini bersama istri melakukan renovasi rumah tinggal, renovasi ini bisa dibilang cukup besar, karena menambah ruangan, jadi membuat bangunan baru di tanah yang kosong, dan membangun kamar di situ dan kamar tersebut menempel ke rumah utama yang sudah ada, ruangan ini dibuat 2 lantai, sama-sama kamar, dan juga beberapa renovasi ruangan lain untuk penyesuaian, mengganti beberapa alat yang digunakan sebagai utilitas seperti pompa, toren, pipa-pipa.</p> <p>Banyak? iya, mahal? tentu.</p> <p>Sebelum melakukan renovasi ini, sangat penting tentunya perencanaan matang, mau melakukan apa, apa saja yang akan direnovasi, ini kalau bisa tentukan diawal sebelum menghubungi kontraktor yang akan merenovasi rumah.</p> <p>Perencanaan ini berkaitan dengan budget yang akan dikeluarkan, setidaknya memiliki angka kira-kira yang nantinya kita alokasikan, meski sangat mungkin anggaran itu membengkak (sangat jarang kasus menjadi lebih murah), tapi setidaknya ada angka kisaran yang bisa dipakai.</p> <p>Hal yang perlu diperhatikan berdasarkan pengalaman saya kira-kira seperti ini,</p> <h3 id="1-ketahui-apa-tujuan-akhir-dari-renovasi-ini">1. Ketahui apa tujuan akhir dari renovasi ini</h3> <p>Jika yang direnovasi rumah, apa yang hendak direnovasi? tujuan akhirnya apa? apakah menambah kamar? merombak kamar mandi? jika sudah tahu tujuannya, seperti apakah bayangannya jika hendak merenovasi ruangan tersebut, dari sini sudah bisa melihat ke depan bagaimana desain dan tujuan akhirnya mau jadi apa.</p> <h3 id="2-rencanakan-budget">2. Rencanakan budget</h3> <p>Tentunya ini salah satu faktor utama, dengan mengetahui tujuan akhir dari renovasi ini, dan melihat kondisi keuangan kita sendiri, apakah dengan uang yang ada itu cukup melakukan hal-hal tersebut? apakah perlu ada kompromi dalam prosesnya.</p> <p><img src="/images/posts/glenn-carstens-peters-RLw-UC03Gwc-unsplash.jpg" alt="" /></p> <p class="center photo-credit">Photo by <a href="https://unsplash.com/@glenncarstenspeters?utm_source=unsplash&amp;utm_medium=referral&amp;utm_content=creditCopyText">Glenn Carstens-Peters</a> via <a href="https://unsplash.com/photos/RLw-UC03Gwc">Unsplash</a></p> <h3 id="3-buat-master-list">3. Buat master list</h3> <p>Daftarkan apa saja pekerjaan yang akan dilakukan oleh kontraktor atau tukang nantinya, karena ini juga berpengaruh kepada dana yang nanti akan dikeluarkan, misalkan dengan membuat daftar seperti,</p> <ol> <li>Membuat kamar baru</li> <li>Kamar baru memiliki balkon</li> <li>Kamar baru memiliki jendela kaca</li> <li>Kamar di isi dengan furniture HPL yang dipasang langsung</li> <li>dll</li> </ol> <h3 id="4-riset">4. Riset</h3> <p>Jalan-jalan diwaktu akhir pekan ke toko bangunan mungkin bisa jadi acara baru, dari itu bisa melihat harga-harga yang biasanya digunakan untuk renovasi rumah/bangunan, dengan berpegangan pada daftar pada nomer 3, dan renovasi biasanya membutuhkan pasir, semen, paku, papan, triplex dan lain-lain. Dari kegiatan ini, kita bisa mengira-ngira berapa budget yang akan keluar.</p> <h3 id="5-cari-tukangkontraktor">5. Cari tukang/kontraktor</h3> <p>Ini memang agak susah, apalagi jika kita hidup di daerah yang kita sendiri itungannya baru, tapi mungkin bisa ngobrol dengan yang berbelanja di toko bangunan ketika melakukan riset, biasanya mereka tentu menggunakan jasa tukang atau kontraktor, atau juga bisa bertanya ke karyawan toko bangunan tersebut, biasanya juga mereka tau, kadang tukang atau kontraktor itu jadi langganannya.</p> <p>Kalau ada teman yang bisa merekomendasikan tukang/kontraktor juga itu lebih baik, untuk renovasi ini kita menggunakan jasa teman, yang kebetulan juga seorang kontraktor, jadi tidak begitu sulit dalam prosesnya.</p> <h3 id="lain-lainnya">Lain-lainnya</h3> <p>Masih banyak hal lain memang yang bisa diperhatikan, misalkan jika di perumahan yang ada manajemennya, biasanya memerlukan izin dari pihak manajemen, dan tetangga, atau jika bukan di lingkungan tersebut, meminta izin ketua RT dan tetangga sebelah-sebelah, karena renovasi pasti akan kotor, dari pasir, atau sisa bangunan yang lain.</p> <p>Dan jika memiliki pasangan, selalu komunikasikan apa saja yang akan dan sudah dikerjakan, supaya semua dalam halaman yang sama, dan bisa sama-sama menikmati proses dan hasilnya.</p> Thu, 16 Jan 2020 00:00:00 +0000 https://seputarfinansial.com/hal-yang-perlu-diperhatikan-dalam-renovasi-rumah/ https://seputarfinansial.com/hal-yang-perlu-diperhatikan-dalam-renovasi-rumah/ Otomatisasi finansial <p>Disadari atau tidak, kita sebagai manusia pasti memiliki kebiasaan, memiliki rasa malas, suka lupa dan kebiasaan-kebiasaan lainnya, lupa adalah hal yang manusiawi sekali, lupa membayar tagihan, lupa mentransfer ke akun investasi dan lainnya.</p> <p>Hal yang setiap bulan kita lakukan, misalkan membayar kosan, membayar cicilan rumah, cicilan mobil, investasi, hal-hal semacam ini kebanyakan kita lakukan secara manual, kita membuka aplikasi banking kita (kalau ada), kemudian melakukan transfer itu satu persatu, cukup menyita waktu, belum lagi kalau kita lupa melakukan itu, bisa jadi malah kena denda.</p> <p>Hal-hal tersebut adalah lumrah dimiliki manusia, hal yang secara psikologis tertanam dikepala manusia, emosi dan psikologi juga berlaku untuk keputusan yang berkaitan dengan finansial, pasti pernah mengalami kalo mau transfer cicilan rumah berpikir ”kapan sih lunas”, ”duh, ini udah transfer lagi ya, gak kerasa…”, dan banyak obrolan diri sendiri dengan alam pikiran sendiri.</p> <p>Salah satu cara untuk mengurangi friksi adalah dengan mengotomatiskan proses keuangan, untungnya dengan perkembangan teknologi kita bisa dengan mudah melakukan otomatiasasi, meski beberapa bank masih melakukan ini secara konvensional.</p> <h3 id="bagaimana-melakukan-otomatisasi">Bagaimana melakukan otomatisasi?</h3> <p>Tergantung bank yang kita gunakan, ada beberapa bank yang memiliki produk seperti tabungan pendidikan, yang mana akan mengtransfer uang yang ada di rekening utama ke rekening tabungan setiap bulannya, dengan jumlah kontribusi yang disepakati dan lama waktu yang disepakati.</p> <p>Bisa juga dengan menggunakan transfer otomatis melalui aplikasi, <a href="/bank-digital-jenius/">Jenius</a> salah satunya yang sudah memiliki fitur ini, yang mana kita bisa mengatur kapan dan berapa kita melakukan transfer.</p> <p>Untuk penggunaan lain bisa dilihat fitur atau produk bank yang sedang digunakan sekarang apa saja, kalau tidak ada, tidak ada salahnya untuk membuka rekening bank lain.</p> <h3 id="apa-saja-yang-bisa-diotomatisasi">Apa saja yang bisa diotomatisasi?</h3> <h4 id="tabungan">Tabungan</h4> <p>Ini lebih ke menyediakan banyak kantong, bisa untuk menabung dana darurat, atau sekadar menabung di bank yang memiliki bunga yang tinggi dibanding bank lain, dan <a href="/pisahkan-rekening-konsumsi-dan-rekening-tabungan/">selalu pisahkan antara bank untuk menabung, dan bank yang digunakan untuk konsumsi</a>, contoh, BCA merupakan bank yang banyak digunakan, masuk akal jika bank ini digunakan untuk kebutuhan konsumsi (beli barang, bensin, dan lainnya), tetapi untuk digunakan sebagai tabungan hampir tidak mungkin, dengan suku bunga <a href="https://www.bca.co.id/id/Individu/Sarana/Kurs-dan-Suku-Bunga/Suku-Bunga-Simpanan">0,10% pertahun</a> untuk simpanan &gt; 10jt - &lt; 50jt, silakan cari bank lain yang menawarkan suku bunga lebih besar, dan simpan tabungan di situ.</p> <h4 id="cicilan-dan-tagihan">Cicilan dan tagihan</h4> <p>Lagi-lagi ini tergantung dari apa yang kita punya sekarang, kita bisa mulai dari membayar cicilan mobil, motor, rumah, yang biasanya setiap bulan kita diwajibkan men-transfer atau auto-debit dari rekening yang dipunyai ke rekening cicilan tersebut, bisa juga untuk tagihan-tagihan, meski terkadang untuk tagihan tergantung dari jumlah penggunaan, dan tidak bisa auto, kita bisa mulai dengan apa yang bisa kita kontrol dulu.</p> <p>Selanjutnya bisa juga untuk tagihan BPJS, asuransi kesehatan dan lainnya.</p> <h4 id="investasi">Investasi</h4> <p><a href="/investasi/">Investasi</a>, ini merupakan hal yang bisa kita kontrol, beberapa bank menyediakan fitur investasi, ini juga bisa kita lakukan otomatisasi, baik untuk membeli reksa dana, saham, atau untuk DPLK, BPJS JHT misalkan.</p> <p>Buatlah persentase berapa yang akan kita kontribusikan untuk tagihan, tabungan, investasi, sebagai proses <a href="/ketahui-pengeluaran-pengeluaran/">mengenali pengeluaran-pengeluaran</a> yang ada, berikut ini sedikit ilustrasi bagan yang mungkin bisa digunakan.</p> <p><img src="/images/posts/Otomatis-finansial.jpg" alt="" /></p> <p>Atau bisa dengan konfigurasi yang diinginkan, banyak sekali cara yang bisa digunakan untuk melakukan otomatisasi ini, sehingga, yang tersisa di rekening konsumsi adalah uang yang bisa kita gunakan, kita tidak perlu khawatir tentang lainnya, karena sudah diurus dibelakang.</p> <p>Dan yang terpenting dari otomatisasi ini adalah kita terbebas dari beban psikologis yang bisa saja muncul ketika kita hendak membeli produk investasi untuk kebutuhan kita nanti di masa depan.</p> Tue, 14 Jan 2020 00:00:00 +0000 https://seputarfinansial.com/otomasi-proses-manajemen-keuangan-finansial/ https://seputarfinansial.com/otomasi-proses-manajemen-keuangan-finansial/ Apa itu obligasi? <p>Obligasi atau surat hutang, atau dalam bahasas inggris Bond, pengertian bebas obligasi adalah surat hutang yang dikeluarkan oleh suatu perusahaan atau negara, surat hutang ini memiliki janji yang akan membayarkan kupon atau bunga, sesuai dengan janji atau ketentuan yang dikeluarkan oleh penerbit obligasi tersebut, kita sebagai perseorangan (atau institusi) pada dasarnya memberikan pinjaman terhadap perusahaan, atau negara tersebut.</p> <p>Obligasi bisa dikategorikan sebagai salah satu instrumen <a href="/investasi/">investasi</a> selain <a href="/memulai-investasi-saham/">saham</a> atau <a href="/investasi-reksadana-dengan-aplikasi-bibit/">reksa dana</a>.</p> <p>Obligasi bisa dikategorikan sebagai pendapatan tetap, karena sifatnya yang konstan, kupon atau bunga yang didapat ketika membeli obligasi tersebut biasanya juga bersifat tetap sampai dimana obligasi itu berakhir masanya (<em>mature</em>).</p> <p>Obligasi biasanya memiliki karakteristik seperti,</p> <ul> <li>Prinsipal, atau uang pokok, atau harga dari obligasi, ini adalah jumlah uang yang digunakan untuk membeli obligasi yang diterbitkan oleh penerbit obligasi (bisa perusahaan atau pemerintah), uang tersebut bisa diartikan sebagai hutang yang kita berikan, dengan imbalan berupa bunga.</li> <li><em>Maturity date</em>, atau masa berakhirnya obligasi, misalkan ada yang masanya selama 2, 3, 5 tahun (atau lebih), tergantung dari penerbit obligasi, dan biasanya semakin lama, nilai kupon atau bunganya semakin tinggi.</li> <li>Kupon, ini bisa diartikan juga bunga yang didapat dari obligasi tersebut, biasanya disajikan dalam bentuk persen dari nilai total obligasi yang dibeli, misalkan kupon (bunga) untuk satu obligasi adalah 6% pertahun, maka tinggal dihitung <code class="highlighter-rouge">(6%*harga obligasi)/12</code>, jangan lupa ada pajak biasanya, dan pembayaran kupon ini ditentukan tanggalnya oleh penerbit obligasi.</li> </ul> <p>Obligasi banyak yang menilai sebagai bentuk investasi yang lebih aman dibanding dengan <a href="https://seputarfinansial.com/memulai-investasi-saham/">investasi saham</a>, karena nilai prinsipalnya yang tetap, tanggal kupon dibayar juga tetap.</p> <p>Simulai bagaimana obligasi bekerja kira-kira seperti ini, perusahaan atau pemerintah menerbitkan obligasi, dan kita membeli obligasi tersebut dengan harga misalkan 10 juta, dengan janji kupon yang diberikan 6% pertahun, dengan masa berakhir 5 tahun, dan kupon diberikan setiap bulan tanggal 10.</p> <p>Dari 10 juta tersebut, kita mendapatkan (sebelum pajak) bunga/kupon 600.000 pertahun, dibagi 12 bulan, maka yang didapat perbulannya sekitar 50.000.</p> <p>Ada beberapa obligasi yang bisa diperjualbelikan seperti saham, pembeli obligasi bisa menjual obligasinya misalkan pada tahuan ke-2, ketentuan ini tergantung dari penerbit obligasi atau dengan kesepakatan.</p> <h3 id="apakah-ada-risiko-dengan-obligasi">Apakah ada risiko dengan obligasi?</h3> <p>Seperti investasi lainnya, tentu ada risikonya, antara lain kualitas dari obligasinya sendiri, maksud dari kualitas adalah penerbit obligasi tersebut, apakah perusahaannya sehat, ada kemampuan membayar kupon atau tidak, bisa mengembalikan uang prinsipal (pokok) atau tidak ketika berakhir masa obligasi tersebut.</p> <p>Untuk obligasi negara, biasanya tidak banyak risiko yang terpapar, dan relatif aman.</p> <p>Untuk meminimaliasasi risiko tersebut, risiko terkena junk bond (obligasi busuk/sampah), ada layanan yang melakukan rating terhadap obligasi, terutama obligasi yang dikeluarkan oleh perusahaan yang sedang mencari pendanaa.</p> <p>Layanan tersebut antara lain <a href="https://www.moodys.com/">Moody’s</a>, <a href="https://www.fitchratings.com/">Fitch rating</a>, mereka ini melakukan penelitian terhadap kualitas suatu obligasi kemudian memberikan rating terhadap obligasi tersebut, dari sini pembeli obligasi bisa terbantu dalam mengambil keputusan membeli atau tidak obligasi tersebut.</p> <h3 id="beda-obligasi-dan-deposito">Beda obligasi dan deposito</h3> <p>Dua hal ini bisa dianggap sebagai instrumen investasi, juga dengan nilai bunga yang ditentukan, kita mendapatkan untung dari bunga yang dibayarkan oleh bank atau oleh penerbit obligasi, bedanya nilai bunga dari masing-masing, bunga deposito bisa berubah seiring kebijakan moneter dari bank Indonesia, untuk obligasi biasanya tetap selama masa obligasi tersebut.</p> <p>Hal ini bisa jadi deposito bisa lebih besar bunganya, dan bisa juga lebih rendah, Hal lain yang perlu dipikirkan adalah pajak, deposito memiliki pajak 20% dari bunga yang diberikan bank ke nasabah, dan obligasi biasanya lebih rendah, untuk obligasi negara, pajak yang dikeluarkan 15%.</p> <h3 id="apakah-untung-membeli-obligasi">Apakah untung membeli obligasi?</h3> <p>Seperti jawaban pada umumnya, tergantung, jika kita merasa membeli 10 juta obligasi dan kebetulan tidak ada early redeem (pencairan lebih awal sebelum masa obligasi berakhir), maka uang kita tidak bisa diambil selama masa obligasi tersebut sampai maturity datenya, jika 10 juta dibelikan reksa dana, atau saham, bisa jadi beda, mungkin bisa lebih untung, atau tidak, jadi ini tergantung dari profil risiko kita sebagai investor bagaimana.</p> <p>Untuk obligasi negara, selain dijamin pemerintah, juga biasanya memiliki pajak yang lebih rendah.</p> <p>Karena sistem pembayaran, atau proyeksi keuntungan lebih jelas (dan terkadang tetap), maka obligasi dianggap sebagai instrumen yang aman untuk investasi.</p> Thu, 28 Nov 2019 00:00:00 +0000 https://seputarfinansial.com/apa-itu-obligasi/ https://seputarfinansial.com/apa-itu-obligasi/ Memulai investasi saham? <h3 id="apa-itu-saham">Apa itu saham?</h3> <p>Sebelum ke detil bagaimana <a href="/investasi/">investasi</a> di saham, ada baiknya melihat dulu apa itu saham, bagaimana bisa ada di ”pasar”, bagaimana bisa terjadi jual beli saham tersebut.</p> <p>Kata saham sendiri diserap dari bahasa arab, saham menurut BEI (bursa efek indonesia), <a href="https://idx.co.id/produk/saham/">definisinya adalah</a>, tanda penyertaan modal seseorang atau pihak (badan usaha) dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas. Dengan menyertakan modal tersebut, maka pihak tersebut memiliki klaim atas pendapatan perusahaan, klaim atas asset perusahaan, dan berhak hadir dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).</p> <p>Di halaman BEI/IDX itu juga tertulis keuntungan, risiko, dan klasifikasi saham yang diperjualbelikan di BEI, saya coba sarikan.</p> <p>Seperti pada aktivitas jual beli barang pada umumnya, pasti ada untung/rugi, risiko, barang apa yang dijual, begitu juga dalam jual beli saham, persis seperti apa yang ada di pasar biasa, meski ada juga perbedaan lain, tapi untuk menyederhanakan, bisa ambil analogi tersebut.</p> <h4 id="keuntungan">Keuntungan</h4> <ul> <li>Dividen, bisa diartikan pembagian hasil keuntungan dari hasil usaha perusahaan yang kita menanamkan saham di situ.</li> <li>Capital gain, bisa diartikan keuntungan yang didapat dari kenaikan harga dari saham yang kita beli sebelumnya, misal kita beli diharga 500, 6 bulan kemdian harganya 800, 300 itu adalah capital gain.</li> </ul> <h4 id="risiko">Risiko</h4> <p>Namanya investasi pasti ada risikonya, dan saham tidak terkecuali, risiko yang terpapar antara lain</p> <ul> <li>Capital loss, kebalikan dari capital gain, saham dibeli diharga 500, 6 bulan menjadi 300, capital loss kita 200.</li> <li>Risiko likuidasi, jika perusahaan yang kita beli sahamnya itu dinyatakan bangkrut, maka sebagai pemegang saham akan mendapatkan kompensasi di posisi paling akhir, jika perusahaan tersebut melikuidasi aset-asetnya.</li> <li>Selain risiko finansial, juga memiliki risiko psikologis, karena sifat saham yang bisa naik turun, dan ini bisa berimbas pada pikiran</li> </ul> <p>Di pasar saham, atau bursa efek indonesia (indonesia stock exchange) terdapat banyak sekali saham yang mewakili industri yang ada di indonesia, dari mulai finansial, pertambangan, infrastruktur dan klasifikasi industri lainnya.</p> <h3 id="broker">Broker</h3> <p>Untuk membeli saham, kita bisa melakukannya dengan memiliki akun di broker, ada banyak broker yang beroperasi di indonesia, antara lain <a href="https://trimegah.com/">Trimegah</a>, <a href="https://www.indopremier.com/">Indopremier</a>, <a href="https://www.poems.co.id/">Poems</a>, <a href="https://www.most.co.id/">Mandiri sekuritas</a>, <a href="https://www.miraeasset.co.id/">Mirae</a>, dan banyak lainnya.</p> <p>Untuk membuat akun investor, bisa mendaftarkan diri di broker yang sekiranya dipercaya, saya sendiri mendaftar di Trimegah. Untuk membuka akun diperlukan syarat hampir seperti membuka akun bank, data-data seperti KTP, dan informasi lainnya, setelah terdaftar di broker, dan disetujui oleh <a href="https://www.ksei.co.id/">KSEI</a>, kita akan mendapatkan SID (Single Investor ID), yang mana ID ini akan dipakai sebagai bentuk identitas investor.</p> <p>ID ini akan dibawa kemana-mana nantinya, misalkan <a href="/investasi-reksadana-dengan-aplikasi-bibit/">membeli</a> <a href="/perbandingan-reksadana-di-tokopedia-bukapalak/">reksa</a> <a href="/perbandingan-bareksa-tanamduit-investree/">dana</a> <a href="/Investasi-reksadana-dengan-uang-receh-di-BIBIT/">seperti</a> <a href="/investasi-reksadana-dengan-ajaib/">artikel</a> <a href="/Investasi-reksadana-dengan-uang-receh-di-BIBIT/">sebelumnya</a>, disana, di APERD tersebut tempat kita membeli reksa dana sebenarnya kita sudah memiliki SID, untuk penjelasan detil SID ini akan dicoba dibahas khusus terpisah.</p> <p>Setelah proses pendaftaran dan sudah memiliki akun di broker dan juga sudah dikeluarkan SID, maka kita akan lebih mudah untuk berinvestasi di intrumen lain.</p> <p>Tergantung dimana kita mendaftarkan diri sebagai nasabah, biasanya, masing-masing broker akan mendaftarkan juga RDN, atau Rekening Dana Nasabah, dan tergantung brokernya juga, RDN ini akan disimpan di bank apa, ada yang di BCA, Mandiri, Permata dan lainnya, silakan tanya broker yang hendak anda buka akunnya.</p> <p>Dengan RDN ini, nasabah bisa lebih mudah mengawasi kemana uangnya dipakai, membeli atau jual saham, semua ada pencatatannya di RDN ini.</p> <p>Dengan SID, kita dapat melihat aktivitas dana, dan juga portfolio selain di broker kita, juga bisa melihatnya di <a href="https://akses.ksei.co.id/">AKSES</a>.</p> <h3 id="aplikasi-online-trading">Aplikasi Online Trading</h3> <p>Saat ini masing-masing broker berlomba-lomba memiliki aplikasi yang memudahkan nasabah pemilik akun trading, atau jual beli saham di platformnya, dari daftar broker yang saya sebut di atas, semuanya memiliki aplikasi, terutama aplikasi mobile, yang menjadikan trading lebih mudah diakses, dan gampang.</p> <p>Saya sendiri menggunakan <a href="https://trima.trimegah.com/">Trima</a> dari Trimegah, tidak ada alasan khusus, karena saat itu ketika mendaftar, Trimegah lebih mudah diakses. Teman ada yang memakai aplikasi Most, Mirae, dan juga Stockbit, masing-masing memiliki kelebihan kekurangan, tinggal bagaimana menggunakannya.</p> <p>Saham sebagai salah satu bentuk <a href="/investasi/">investasi</a>, dan biasanya jangka panjang, menjanjikan return yang relatif lebih besar dari jenis investasi lain, seiring dengan waktu dan jangka pajang, saham bisa lebih menjanjikan.</p> <p>Jadi sudah mulai <a href="http://yuknabungsaham.idx.co.id/">menabung saham</a>?</p> Tue, 26 Nov 2019 00:00:00 +0000 https://seputarfinansial.com/memulai-investasi-saham/ https://seputarfinansial.com/memulai-investasi-saham/ Tujuan Finansial <p>Di blog ini sering menulis kalimat ”Tujuan Finansial”, sebenarnya apa yang disebut tujuan finansial? memangnya tujuan-tujuan apa yang bisa dicapai? dan bagaimana menerapkannya pada diri kita?.</p> <p><em>Disclaimer</em>: seperti yang ditulis di halaman about, pengertian, jalan dan asumsi yang saya gunakan berdasarkan pengalaman dan ada juga hasil membaca.</p> <p>Membuat tujuan finansial memang agak sulit, hal ini karena bisa berbeda setiap orang, berbeda juga setiap umur, bisa berbeda kapan memulai, karena setiap orang unik, memiliki situasi keuangan yang berbeda, sosial ekonomi berbeda, hubungan dengan uang yang bisa juga berbeda, bergantung pada lingkungan, dan tempat dibesarkan, tapi ada beberapa dasar yang bisa digunakan sebagai acuan untuk membuat tujuan finansial.</p> <p>Di sini kita coba bagi tujuan finansial berdasarkan jangka waktu, karena ini yang bisa diaplikasikan, dan paling mudah dipahami, untuk itu dibagi 3 jangka waktu</p> <ul> <li>Tujuan finansial jangka pendek</li> <li>Tujuan finansial jangka menengah</li> <li>Tujuan finansial jangka panjang</li> </ul> <h3 id="tujuan-finasial-jangka-pendek">Tujuan finasial jangka pendek</h3> <p>Untuk tujuan finansial jangka pendek, ini biasanya tujuan-tujuan yang bisa dicapai dengan ”mudah”, dan dalam jangka waktu pendek, karena tentunya mengumpulkan uang atau investasi sebesar 3 milyar bukan termasuk tujuan finansial jangka pendek.</p> <p>Jangka pendek ini bisa berarti satuan waktu yang pendek, atau juga sesuatu yang sebisa mungkin dilakukan dalam waktu yang singkat.</p> <p>Hal yang bisa dilakukan dalam jangka pendek antara lain</p> <ul> <li> <h4 id="memuat-sistem-budget-dan-pencatatan-pengeluaran">Memuat sistem budget dan pencatatan pengeluaran</h4> <p>Hal ini tentu sering <a href="/metode-budgeting/">sekali mendengarnya</a>, bahkan mungkin berulang-ulang <a href="/budgeting/">ditulis di sini</a>, tapi memang ini satu fondasi juga agak bisa lebih memahami kebiasaan kita dan juga bagaimana kita memperlakukan uang, dan bisa lebih memahami nilai psikologis kita terhadap uang, untuk memahami ini budgeting bisa menjadi barometer.</p> </li> <li> <h4 id="buat-dana-darurat">Buat dana darurat</h4> <p>Ini juga hal yang sering <a href="/menabung-menyiapkan-dana-darurat/">diulang-ulang</a>, karena memang penting, dana darurat bisa menjadi bantuan jika sedang kesusahan, misalkan sedang ada phk masal, sakit yang perlu ada uang cash (meski sebaiknya memiliki asuransi), formulanya senyamannya kita bagaimana, ada yang memiliki acuan 6 bulan gaji atau sejumlah 6 bulan pengeluaran, lebih banyak lebih baik yang pasti.</p> </li> <li> <h4 id="lunasi-hutang-jika-ada">Lunasi hutang (jika ada)</h4> <p>Ini mungkin masuk ke sesuatu yang sebaiknya dikerjakan secepat mungkin, dilunasi, meski idealnya tidak perlu sampai memiliki hutang, jika ada, lunasi secepatnya, misalkan hutang kartu kredit, selain ini bisa menjerat, juga memiliki bunga yang sangat tinggi, jadi hati-hati, selalu bijaksana menggunakan kartu kredit.</p> </li> </ul> <p>Ditahap ini selalu waspada untuk tidak membuat hutang baru atau yang bisa membuat <a href="/inflasi-gaya-hidup/">gaya hidup kita naik</a> (lifestyle inflation).</p> <h3 id="tujuan-finansial-jangka-menengah">Tujuan finansial jangka menengah</h3> <p>Setelah berhasil melakukan tujuan jangka pendek, sudah membuat sistem budget, memiliki dana darurat dan (mudah-mudahan) tidak memiliki hutang lagi, kita mulai memikirkan dan membuat tujuan jangka menengah.</p> <p>Tujuan finansial jangka menengah, lebih ke hal yang tidak pendek dan tidak juga terlalu panjang dalam arti waktu, dan lebih menantang, gol yang akan dicapai tidak dicapai dalam waktu yang singkat, hal seperti melunasi mobil, memiliki asuransi, mulai melakukan <a href="/investasi/">investasi</a>.</p> <p>Tujuan finansial jangka menengah bisa menjadi jembatan untuk finansial jangka pendek dan jangka panjang</p> <h3 id="tujuan-finansial-jangka-panjang">Tujuan finansial jangka panjang</h3> <p>Tujuan finansial ini, seperti namanya, bukan hal yang yang dilakukan sebentar, dibutuhkan waktu, hal yang menyangkut pensiun, rumah, investasi jangka panjang, pendidikan perguruan tinggi anak, ini bisa dikategorikan jangka panjang.</p> <p>Investasi adalah salah satu bagian dari jangka panjang, karena kita tentunya menginginkan kehidupan yang lebih baik ketika kita tua nanti, sejahtera, tidak membebani orang lain, terutama anak. Dengan melakukan investasi sedini mungkin, secepat mungkin, menjadi semakin banyak waktu menjadikan nilai investasi kita lebih bernilai. JIka belum memiliki investasi, lakukan secepatnya.</p> <p>Instrumen investasi bermacam-macam, ada dalam bentuk saham, reksa dana, obligasi berjangka, atau bisa saja memiliki rumah, kos-kosan yang bisa disewakan dan menjadi sumber pendapatan untuk nanti jika sudah tidak bekerja atau sudah bukan umur produktif (asumsi 65 tahun).</p> <h4 id="penutup">Penutup</h4> <p>Meski dalam finansial sebenarnya tidak ada yang bisa dibilang akhir tujuan, karena jika kita sampai disatu tujuan, maka akan ada tujuan lain, misalkan, tujuan sekolah anak, dari SD sampai kuliah, target yang dicapai tentunya selalu bergerak, tidak ada angka pasti, tapi setidaknya kita memiliki satu kisaran yang bisa kita gunakan sebagai acuan, hal ini juga agar kita bisa fokus dan bisa <a href="/6-kesalahan-finansial-yang-sering-terjadi/">menghindari kesalahan</a> yang mungkin terjadi.</p> <p>Tanpa target, acuan, agak susah untuk mencapai tujuan finansial.</p> Wed, 20 Nov 2019 00:00:00 +0000 https://seputarfinansial.com/apa-saja-tujuan-finansial-dan-membuatnya/ https://seputarfinansial.com/apa-saja-tujuan-finansial-dan-membuatnya/ Cek up finansial sebelum membuat blueprint tujuan finansial <p>Membuat tujuan-tujuan finansial memang susah-susah gampang, saya sendiri masih mencoba-coba apa yang bisa berjalan atau apa yang cocok buat saya, tetapi memang ada benang merah yang bisa dikerjakan secara paralel sembari membuat tujuan, ada baiknya juga melihat keadaan kita yang sekarang dulu, semacam financial checkup.</p> <p>Jadi sebelum mendefinisikan, membuat gol (misalkan tabungan pendidikan anak, rumah), tidak ada salahnya kita melakukan financial self-checkup pada keadaan kita sekarang dulu, sebelum membuat rencana finansial (financial blueprint), hal-hal yang bisa diperhatikan sebelum memulai (setidaknya ini yang saya lakukan), hal ini juga agar lebih mudah <a href="https://seputarfinansial.com/memahami-kinerja-keuangan-pribadi/">memahami kinerja finansial kita sendiri</a>, hal tersebut kurang lebih,</p> <h4 id="ketahui-jumlah-kekayaan-saat-ini">Ketahui jumlah kekayaan saat ini</h4> <p>Hal ini dilakukan agar kita tahu sedang berada dimana, dalam artian, dengan mengetahui hal ini, beberapa tujuan, gol, bisa memiliki awalan jika ada yang sejalan, misalkan sekarang memiliki rumah, dan punya gol memiliki bisa punya properti untuk disewakan, maka ini bisa jadi awal mula, meski nanti ada upaya untuk memisahkan antara rumah tinggal, dan rumah sewa, apakah memiliki 2 itu, atau lebih nantinya.</p> <p>Aset-aset yang ada bisa didata, baik yang wujud fisik, atau misalkan dalam bentuk saham, reksa dana atau aset lain, untuk aset yang sekiranya tidak ada angka pasti (misal rumah), kita bisa mengeluarkan angka estimasi yang bisa dijadikan basis, dan menjumlahkan itu.</p> <p>Juga jangan lupa untuk melakukan audit untuk hutang-hutang yang dimiliki, atau liabilitas, misalkan cicilan rumah, mobil, dan lainnya yang sifatnya harus mengeluarkan uang, kemudian lakukan perhitungan jumlah kekayaan dikurangi dengan liabilitas, dan itulah jumlah kekayaan bersih.</p> <h4 id="ketahui-jumlah-uang-yang-dimiliki-saat-ini">Ketahui jumlah uang yang dimiliki saat ini</h4> <p>Hal ini bisa dilakukan dengan cara mengecek tabungan kita saat ini, berapa arus kas yang ada, dari uang masuk dan uang keluar setiap bulannya, kemudian jika memiliki akun BPJS JHT, lihat juga saldo yang ada disitu, atau kalau punya jenis tabungan pensiunan lain seperti DPLK, bisa dicek juga.</p> <h4 id="ketahui-pengeluaran-pengeluaran-saat-ini">Ketahui pengeluaran-pengeluaran saat ini</h4> <p>Poin di atas menyebutkan mengenai arus kas, mengetahui pengeluaran-pengeluaran(https://seputarfinansial.com/ketahui-pengeluaran-pengeluaran/) bulanan yang ada agar bisa lebih mudah memproyeksikan pengeluaran yang akan terjadi dikemudian hari, dan juga coba hindari kesalahan-kesalah finansial yang sering terjadi(https://seputarfinansial.com/6-kesalahan-finansial-yang-sering-terjadi/).</p> <h5 id="apakah-memiliki-sistem-budget">Apakah memiliki sistem budget?</h5> <p>Hal ini biasanya bagian yang tidak disukai, budgeting(https://seputarfinansial.com/metode-budgeting/), kita mencatat pengeluaran-pengeluaran berdasarkan budget yang kita buat sebelumnya, ditambah, terkadang budgeting bisa berubah setiap bulannya, tergantung waktu, tapi tetap harus masuk akal. Sistem budgeting tiap orang bisa beda, cari saja yang sekiranya cocok untuk diterapkan diri sendiri.</p> <p>Dengan melakukan financial self-checkup seperti di atas, setidaknya memberi kita gambaran apa yang bisa ditambah, dikurangi, atau memikirkan ulang strategi yang bisa dilakukan, artikel selanjutnya akan membahas apa saja tujuan finansial yang bisa kita terapkan.</p> Wed, 13 Nov 2019 00:00:00 +0000 https://seputarfinansial.com/check-up-finansial-sebelum-membuat-blueprint-tujuan-finansial/ https://seputarfinansial.com/check-up-finansial-sebelum-membuat-blueprint-tujuan-finansial/ Bank Digital: Jenius <p>Seperti yang ditulis sebelumnya tentang bank digital, artikel kali ini akan mencoba membahas produk bank digital dari masing-masing bank yang saya sempat tulis sebelumnya, ini murni pengalaman saya menggunakan produk bank digital tersebut, ada bank online yang saya belum miliki akunnya.</p> <p>Bank digital yang akan saya coba bahas adalah</p> <ul> <li>Jenius dari bank BTPN</li> <li>Digibank dari bank DBS</li> <li>D-Bank dari bank Danamon</li> </ul> <p>Topik bahasan akan menyentuh poin pembukaan akun, aktivasi akun, fitur yang disediakan oleh aplikasi, suku bunga, fasilitas yang ada.</p> <h3 id="pembukaan-akun-jenius">Pembukaan akun Jenius</h3> <p>Pembukaan akun di Jenius bisa dilakukan melalui aplikasi mobilenya (iOS, Android) atau mendatangi service point Jenius atau mendatangi cabang bank BTPN (BTPN purnabakti, Sinaya), kita akan fokuskan pembukaan akun aplikasi-nya. Pada langkah awal, calon nasabah akan diminta untuk mengisi data diri seperti email, nomor handphone (yang mana ini jadi identitas untuk username dan OTP), kemudian calon nasabah akan diminta photo dari KTP, selfie dengan KTP dan NPWP (jika ada).</p> <h3 id="aktivasi-akun">Aktivasi akun</h3> <p>Aktivasi akun saat ini di Jenius, seperti yang diatur oleh OJK, aktivasi bisa dilakukan melalui mekanisme video call (mungkin nanti berubah seiring kemajuan teknologi, sedang digarap aturan untuk biometrik).</p> <h3 id="fitur">Fitur</h3> <p>Jenius memiliki fitur yang lumayan lengkap, fitur banking pada umumnya disediakan, seperti transfer, cek saldo, histori transaksi, dan beberapa fitur yang unik yang bisa saya <em>highlight</em> seperti berikut :</p> <h4 id="save-it">Save it</h4> <p>Berisi jenis tabungan lain selain saldo utama, di sini dikenalkan FlexiSaver, DreamSaver dan MaxiSaver.</p> <p><strong>FlexiSaver</strong>, rekening tabungan tambahan yang bisa digunakan untuk penyimpanan uang selain saldo utama.</p> <p><strong>DreamSaver</strong>, rekening yang bisa dibuat dengan tujuan agar bisa mencapai sejumlah uang yang direncanakan, biasanya orang-orang menggunakan ini untuk tabungan pendidikan, liburan, atau membeli barang, nasabah bisa membuka lebih dari satu DreamSaver.</p> <p><strong>MaxiSaver</strong>, ini lebih ke deposito, term deposit, nasabah menyimpan sejumlah uang yang ditentukan jumlahnya, minimum 10jt, disimpan minimum 1 bulan, ada beberapa model deposito yang ditawarkan, ARO (ketika deposito mature, misal 1 bulan, uang dan bunga ditransfer ke saldo utama), AROP (ketika mature, uang prinsipal dimasukan kembali ke deposito, sedang bunga yang didapat dikirim ke saldo utama), AROPI (ini favorit saya, uang dan bunga dimasukan kembali ke deposito, dan terus bergulir, compounding, bunga berbunga)</p> <h4 id="card-center">Card Center</h4> <p>Di sini pusat kartu-kartu yang disediakan Jenius, mCard adalah kartu utama, e-Card adalah kartu virtual, biasanya digunakan untuk transaksi online, dan xCard adalah kartu debit yang bisa digunakan selain mCard, maksimum xCard yang bisa didapat adalah 3 kartu fisik.</p> <h4 id="loan-flexicash">Loan (FlexiCash)</h4> <p>Ini adalah fitur pinjaman yang disediakan oleh Jenius, jumlah pinjaman yang bisa dipinjam tergantung dari Jenius, biasanya dimulai dari 50juta.</p> <h4 id="awards">Awards</h4> <p>Jumlah free transfer ke bank lain, yang biasanya bank lain mengenakan biaya, di Jenius gratis biasanya 25 kali perbulan, dan diperbarui tiap bulan</p> <h4 id="e-wallet">E-Wallet</h4> <p>Kumpulan E-Wallet yang saat ini banyak digunakan, GoPay, OVO, Dana yang bisa dilakukan topup langsung di aplikasi Jenius, transaksi topup ini akan mengurangi jumlah free transfer di fitur Awards.</p> <h4 id="tagihan">Tagihan</h4> <p>Jenius menyediakan fitur untuk membayar tagihan telepon, PAM, listrik, kartu kredit dan lainnya.</p> <h4 id="split-bill">Split Bill</h4> <p>Fitur ini bisa digunakan untuk membagi tagihan makan bareng teman misalkan, kemudian kita bisa managih sejumlah uang yang kita tagihkan ke orang lain dengan menuliskan CashTag-nya.</p> <h3 id="keuntungan">Keuntungan</h3> <h4 id="bunga">Bunga</h4> <p>Bunga yang ditawarkan oleh Jenius lumayan agak tinggi, dan itu tergantung dari jenis tabungannya, seperti yang ditulis di atas, ada beberapa jenis tabungan di Jenius, dan juga kartu (lihat card center), dari link ini https://www.jenius.com/rates-and-limits/ bisa disederhanakan sebagai berikut, suku bunga bisa bergantung pada suku bunga acuan yang dikeluarkan oleh BI.</p> <table> <thead> <tr> <th style="text-align: left">Jenis</th> <th style="text-align: left">Suku bunga</th> </tr> </thead> <tbody> <tr> <td style="text-align: left">Saldo Utama (mCard)</td> <td style="text-align: left">0.5% p.a</td> </tr> <tr> <td style="text-align: left">Valas</td> <td style="text-align: left">0% p.a</td> </tr> <tr> <td style="text-align: left">Cards (ecard, xcard)</td> <td style="text-align: left">0% p.a</td> </tr> <tr> <td style="text-align: left">FlexiSaver</td> <td style="text-align: left">5% p.a</td> </tr> <tr> <td style="text-align: left">DreamSaver</td> <td style="text-align: left">5% p.a</td> </tr> <tr> <td style="text-align: left">MaxiSaver</td> <td style="text-align: left"> </td> </tr> <tr> <td style="text-align: left">10jt - 99.999.999</td> <td style="text-align: left">6% p.a</td> </tr> <tr> <td style="text-align: left">100jt - 499.999.999</td> <td style="text-align: left">6.25% p.a</td> </tr> <tr> <td style="text-align: left">&gt;= 500jt</td> <td style="text-align: left">6.5% p.a</td> </tr> </tbody> </table> <h4 id="transaksi">Transaksi</h4> <p>Transaksi menggunakan Jenius terkadang ada casback, yang pernah penulis dapatkan yaitu cashback belanja online (menggunakan eCard), membeli bensin (cards), lumayan.</p> <p>Dan juga akses ke layanan transaksi luar, misalkan paypal, netflix, spotify dan lainnya, jadi cukup mudah untuk melakukan transaksi di luar Indonesia, kartu bisa juga digunakan di MRT singapura, atau Subway di New York (tergantung stasiun)</p> <p><em>Tulisan ini bisa terus bertambah, dan lain artikel akan membahas bank digital lain seperti yang ditulis di atas</em></p> Mon, 11 Nov 2019 00:00:00 +0000 https://seputarfinansial.com/bank-digital-jenius/ https://seputarfinansial.com/bank-digital-jenius/ Update singkat: Masuk direktori blog di Rockstar Finance <p>Update singkat, beberapa waktu lalu mendaftarkan blog ini di listing directory yang dimiliki oleh Rockstar Finance, Rockstar Finance ini salah satu blog yang sering saya kunjungi, banyak artikel yang bisa dijadikan ilmu di sana.</p> <p>Dan komunitas yang ada lumayan aktif.</p> <p><a href="https://directory.rockstarfinance.com/blogs/3352/Seputar-Finansial">Direktori Rockstar Finance</a></p> Wed, 06 Nov 2019 00:00:00 +0000 https://seputarfinansial.com/listing-di-rockstar-finance/ https://seputarfinansial.com/listing-di-rockstar-finance/ Pisahkan rekening tabungan dan rekening konsumsi <p>Apakah termasuk yang menggabungkan rekening tabungan dan konsumsi dalam satu rekening bank?</p> <p>Biasanya di indonesia, hampir setiap orang memiliki akun bank yang digunakan oleh banyak orang juga dan oleh merchant, pasti tahu nama bank biru itu, karena memang penetrasinya sangat luas, hampir semua bisnis memiliki akun di bank tersebut, hal ini berguna agar kompatibilitas dengan merchan dan sesama nasabah gampang, tidak ada fee yang dikenakan jika sesama bank.</p> <p>Rekening di bank ini boleh dikategorikan sebagai rekening konsumsi, digunakan belanja, atau untuk bayar tagihan-tagihan yang biasanya menjadikan nama bank ini sebagai rekening utamanya.</p> <p>Kenapa dinamakan rekening konsumsi? karena rekening di bank ini hampir tidak akan membuat pertambahan nilai, dari sisi bunga sangat kecil, sangat tidak cocok untuk orang yang mengharapkan bunga sebagai benefit tabungan pada umumnya, bisa dilihat dari tabel suku bunga di bawah</p> <table> <thead> <tr> <th style="text-align: left">Saldo</th> <th style="text-align: center">Suku Bunga (%pa)</th> </tr> </thead> <tbody> <tr> <td style="text-align: left">&lt; Rp 1.000.000</td> <td style="text-align: center">0,00</td> </tr> <tr> <td style="text-align: left">&gt;= Rp 1.000.000 - &lt; Rp 50.000.000</td> <td style="text-align: center">0,10</td> </tr> <tr> <td style="text-align: left">&gt;= Rp 50.000.000 - &lt; Rp 500.000.000</td> <td style="text-align: center">0,25</td> </tr> <tr> <td style="text-align: left">&gt;= Rp 500.000.000 - &lt; Rp 1.000.000.000</td> <td style="text-align: center">0,50</td> </tr> <tr> <td style="text-align: left">&gt;= Rp 1.000.000.000</td> <td style="text-align: center">1,05</td> </tr> </tbody> </table> <p class="center">Berlaku Efektif: 1 Oktober 2019</p> <p>Miris? ya gak apa-apa, memang untuk rekening bank konsumsi ini hal yang wajar, kita tidak mungkin menggunakan bank ini untuk tabungan (misalkan untuk dana darurat, atau investasi aman), dan selain itu perlu <a href="/mengapa-memperhatikan-biaya-admin-itu-penting/">diperhitungakan fee admin</a> setiap bulannya, yang berkisar antara 10.000 - 20.000 tergantung bank konvensionalnya.</p> <h3 id="buka-rekening-di-bank-lain">Buka rekening di bank lain</h3> <p>Sangat disarankan juga memiliki rekening di bank lain selain bank konsumsi, setidaknya memiliki 2 rekening di bank yang berbeda, atau lebih dan pastikan bank selain konsumsi memiliki suku bunga yang cukup tinggi, di sini berguna agar saldo yang ada di rekening tabungan setidaknya bisa mengikuti inflasi yang rata-rata pertahun 3-5% pertahun.</p> <h3 id="lihat-bank-digital">Lihat bank digital</h3> <p><a href="/bank-digital-apa-itu/">Bank digital</a> yang saat ini bermunculan di Indonesia, dan saat ini saling bersaing agar mendapatkan tempat di pengguna perbankan, saling menawarkan promo dan kemudahan-kemudahan lainnya.</p> <p>Bank digital lebih luwes, menawarkan apa yang bank konvensional tawarkan, tetapi dengan tambahan lain, kemudahan akses misalkan, karena semua berjalan di internet, akses via aplikasi smartphone dan kemudahan lainnya, dan biasanya bebas dari fee, misalkan biaya transfer antar bank atau biaya admin ATM.</p> <p>Suku bunga yang ditawarkan bank digital juga sangat menarik, ada yang dimulai dari 3-6%, tentu dengan suku bunga ini lumayan bisa melawan inflasi.</p> <h3 id="penutup">Penutup</h3> <p>Pemisahan rekening bank ini agar kita bisa lebih mudah mengatur keuangan, konsumsi vs investasi, atau sekedar agar saldo tabungan aman, dan dengan memiliki rekening bank yang menawarkan bunga tinggi, kita bisa menambahnya setiap kali ada dana tanpa khawatir dikurangi oleh <a href="/mengapa-memperhatikan-biaya-admin-itu-penting/">biaya admin/fee</a>, dan juga jangan <a href="/investasi/">lupa untuk investasi</a>.</p> Tue, 22 Oct 2019 00:00:00 +0000 https://seputarfinansial.com/pisahkan-rekening-konsumsi-dan-rekening-tabungan/ https://seputarfinansial.com/pisahkan-rekening-konsumsi-dan-rekening-tabungan/ Resesi? apa yang harus diperhatikan <p>Saat ini gencar di <a href="https://www.cnbcindonesia.com/market/20191016144137-17-107476/moodys-risiko-terjadi-resesi-global-sangat-tinggi">berita</a> dituliskan mengenai <a href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20191014191708-8-106953/gonjang-ganjing-resesi-global">resesi</a> ekonomi, perekonomian lesu, perang dagang dan berita yang bisa membuat stres.</p> <p>Terlepas dari apakah akan atau sudah datang resesi ini, untuk yang tidak memiliki sumber keuangan merasa takut mengenai bagaimana nanti, untuk yang memiliki <a href="/investasi/">investasi</a> merasa tidak tenang bagaimana dengan nasib investasinya.</p> <p>Resesi bisa jadi hal yang tidak dapat dihindari, akan selalu ada, tinggal bagaimana kita menghadapinya, kesiapan diri dan tentunya finansial agar bisa tetap maju dan melewati resesi.</p> <p>Agar bisa lebih siap, tidak ada salahnya memperhatikan beberapa hal berikut</p> <h3 id="tetap-tenang">Tetap tenang</h3> <p>Jangan panik, tetap tenang, selain resesi ini akan selalu datang, tinggal jaraknya saja yang berbeda, resesi bisa ada karena ekonomi jenuh, politik, perang, masalah ekonomi global yang berdampak ke ekonomi lokal, dan banyak faktor-faktor lain.</p> <h3 id="dana-darurat">Dana darurat</h3> <p>Sudahkah memiliki <a href="/menabung-menyiapkan-dana-darurat/">dana darurat</a>? jika belum, bisa mulai dipersiapkan, banyak orang menyarankan sejumlah 3-6 bulan pengeluaran setiap bulannya, jadi jika sebulan membutuhkan biaya sebesar 3jt, tinggal kali 3-6.</p> <h3 id="lihat-kondisi-dana-darurat">Lihat kondisi dana darurat</h3> <p>Jika sudah memiliki <a href="/menabung-menyiapkan-dana-darurat/">dana darurat</a>, tidak ada salahnya untuk mengecek ulang dan mencoba kalibrasi, apakah ada kenaikan biaya bulanan misalkan, atau mau menambah jumlah bulan selain 3-6 bulan, lakukan penyesuaian terhadap rasionya.</p> <h3 id="hutang">Hutang</h3> <p>Teliti dan lihat kembali apakah masih ada hutang yang belum lunas, resesi bisa berakibat banyak hal, bisa jadi suku bunga dinaikkan, jika itu terjadi, dan kita memiliki hutang ke bank (atau institusi lain), bisa ikut naik juga, dan akhirnya hutang bisa jadi lebih besar nantinya, membayar hutang bisa membuat hidup lebih ringan.</p> <h3 id="review-ulang-budget">Review ulang Budget</h3> <p>Sudah membuat <a href="/budgeting/">budget</a>? jika belum, saatnya membuat budget. Untuk yang sudah memiliki <a href="/metode-budgeting/">sistem budgeting</a>, melakukan review budget bisa melihat hal-hal yang bisa di-adjust kategori mana saja, terutama jika memiliki hutang, siap-siap potong kategori mana yang bisa dihentikan.</p> <h3 id="review-ulang-investasi">Review ulang investasi</h3> <p>Lihat lagi portofolio <a href="/investasi/">investasi</a> yang dimiliki, apakah ada instrumen yang rentan terhadap resesi, misalkan untuk. yang investasi di saham, ketika resesi kemungkinan portofolio menjadi turun sangat tinggi, bahkan bisa mencapai 30-70% “rugi”, ketenangan dan tetap fokus bisa membantu agar tidak panik, dan mungkin bisa melakukan rebalancing (musti ada postingan terpisah) portofolio, baik membuat persentase obligasi lebih tinggi dari saham/reksadana</p> <h3 id="perhatikan-gaya-hidup-lifestyle">Perhatikan Gaya hidup (lifestyle)</h3> <p>Tidak ada salahnya juga memperhatikan <a href="/inflasi-gaya-hidup/">gaya hidup</a>, dan lebih bisa berhemat, jika iya resesi datang, maka sudah terbiasa dengan hidup hemat, karena resesi biasanya diiringi dengan kenaikan-kenaikan harga bahan pokok dan juga kenaikan harga gaya hidup, <a href="/6-kesalahan-finansial-yang-sering-terjadi/">hindari kesalahan finansial</a>.</p> Wed, 16 Oct 2019 00:00:00 +0000 https://seputarfinansial.com/resesi-apa-yang-harus-diperhatikan/ https://seputarfinansial.com/resesi-apa-yang-harus-diperhatikan/ Bank digital, apa itu? <p>Saat ini banyak bermunculan bank-bank “baru” dengan embel-embel digital, bank-bank digital saat ini mayoritas merupakan menjadi produk tambahan atau anak dari bank-bank konvensional yang sudah ada.</p> <p>Bank digital ini memiliki banyak keuntungan dibanding dengan bank konvensional, meski ada juga kekurangannya.</p> <p>Bank digital atau bank <em>online</em> (daring), adalah bank yang layanannya didapat melalui jaringan internet, keuntungan menggunakan bank digital salah satunya lebih cepat dalam melakukan transaksi kemudian juga lebih nyaman, karena tidak perlu pergi ke bank, akses lebih gampang, karena biasanya menggunakan komputer atau cukup dengan <em>smartphone</em> dan koneksi internet.</p> <p>Ada beberapa bank digital yang saat ini ada (meski ada yang bisa dibilang tidak murni digital) dan banyak yang menggunakan, antara lain</p> <ul> <li><a href="https://www.jenius.com/">Jenius</a> dari bank <a href="https://www.btpn.com/">BTPN</a></li> <li><a href="https://www.dbs.com/digibank/in/default.page">Digibank</a> dari bank <a href="https://www.dbs.com/">DBS</a></li> <li><a href="https://www.danamon.co.id/en/E-Banking/Personal/D-Bank">D-bank</a> dari bank <a href="https://www.danamon.co.id/">Danamon</a></li> <li><a href="https://promo.bri.co.id/main/content/main/bri_mobile">Brimo</a> dari bank <a href="https://bri.co.id/">BRI</a></li> <li>lainnya</li> </ul> <p>Keuntungan menggunakan bank digital selain bisa mengakses dari mana saja, lebih mudah mengakses informasi bank, seperti melihat saldo, investasi, dan lainnya dari komputer atau <em>smartphone</em>.</p> <p>Bank digital tidak memiliki cabang secara fisik seperti bank tradisional (konvensional), tetapi menawarkan fitur yang hampir sama, minus kehadiran fisik gedung atau cabangnya.</p> <p>Kelebihan yang bisa didapat, meski tidak semua, bank digital menawarkan hal yang mirip-mirip, antara lain</p> <ol> <li> <p><strong>Membayar tagihan secara online</strong> <br /> Bank digital biasanya sudah dilengkapi fitur untuk membayar tagihan utilitas dasar seperti listrik, air, beberapa bank digital menggunakan Visa atau Mastercard yang bisa dihubungkan dengan layanan dompet digital yang memiliki cakupan bisa membayar tagihan lebih luas seperti PDAM, BPJS dan lainnya, bahkan ada yang menawarkan cashback.</p> </li> <li> <p><strong>Melihat histori transaksi</strong> <br /> Dengan bank online kita bisa mengakses histori transaksi kita dari manapun, lebih cepat, <a href="/ketahui-pengeluaran-pengeluaran/">pengeluaran apa</a> saja yang sudah kita keluarkan, bahkan jika ada yang aneh dengan transaksi kita bisa lebih cepat mengetahuinya, dan bisa lebih cepat diatasi.</p> </li> <li> <p><strong>Transfer mudah &amp; auto-transfer</strong> <br /> Melakukan transfer sesama atau antar bank lebih mudah dan cepat, Jenius misalkan memiliki fitur untuk membuat banyak rekening dari fitur Dreamsaver, atau fitur auto transfer yang sangat berguna.</p> </li> <li> <p><strong>Rendah atau tidak ada biaya admin</strong> <br /> Karena bank digital tidak perlu memiliki cabang, maka beberapa <a href="/mengapa-memperhatikan-biaya-admin-itu-penting/">biaya admin</a> bisa dikurangi atau bahkan gratis.</p> </li> <li> <p><strong>Bunga menarik</strong> <br /> Biasanya, meski tidak selalu, bunga bank digital lebih besar daripada bunga yang ditawarkan oleh bank konvensional, dan karena biaya admin juga bisa gratis, maka bunga bisa langsung masuk rekening kita tanpa potongan admin (pajak bunga tetap ada)</p> </li> <li> <p><strong>Hemat waktu</strong> <br /> Dengan mengakses komputer atau smartphone, kita tidak perlu datang ke bank, atau mengantri untuk melakukan transaksi, atau sekedar melihat cetak rekening koran, dan waktu bisa digunakan untuk hal lain</p> </li> </ol> <h3 id="perlu-diperhatikan">Perlu diperhatikan</h3> <p>Disamping kelebihan tentu ada kekurangannya, dan yang paling besar adalah bahaya kejahatan cyber, seperti akun bisa dibajak, smartphone yang dicuri, komunikasi disadap, server bank terkena hack dan bahaya cyber lainnya.</p> <p>Bank digital sudah menerapkan keamanan yang berlapis, dari sisi aplikasinya juga, jaringan yang digunakan, dan juga server-servernya, dan juga implementasi mekanisme keamanan seperti OTP, TOTP, 2FA dan lain-lain.</p> <p>Tapi untuk selalu berhati-hati tidak ada salahnya seperti membuat password yang kuat, susah ditebak, jangan menggunakan komputer yang dipakai umum, jangan mengakses bank di jaringan wifi publik, dan proteksi-proteksi lain yang bisa diterapkan sendiri, karena menurut penelitian, justru titik terlemah keamanan terletak dari pengguna sendiri.</p> Thu, 10 Oct 2019 00:00:00 +0000 https://seputarfinansial.com/bank-digital-apa-itu/ https://seputarfinansial.com/bank-digital-apa-itu/ Review: Money Lover, aplikasi manajemen keuangan <p>Mengatur keuangan, budgeting, pemasukan, pengeluaran-pengeluaran kalo ditulis manual memang agak merepotkan, musti bawa kertas atau menuliskan ke notes app di smartphone, penggunaan aplikasi di smartphone seperti aplikasi <a href="https://moneylover.me/">Money Lover</a> sangat membantu.</p> <p>Aplikasi ini yang saya gunakan sehari-hari, bahkan untuk pengeluaran yang terkecil sekalipun, karena menurut saya, penting untuk mengetahui kebiasaan saya dalam mengeluarkan uang, sampai nanti bisa lebih baik dalam mengaturnya.</p> <p>Aplikasi <a href="https://moneylover.me/">Money Lover</a> yang tersedia di <a href="https://play.google.com/store/apps/details?id=com.bookmark.money&amp;hl=en_US">android</a> dan <a href="https://apps.apple.com/us/app/money-lover-expense-tracker/id486312413">ios</a> sejauh saya menggunakannya, aplikasi ini sangat berguna mengatur keuangan, coba kita telusuri fitur apa saja yang ada di dalamnya dan kegunaannya.</p> <h2 id="fitur">Fitur</h2> <h3 id="mengatur-banyak-dompet">Mengatur banyak ‘dompet’</h3> <p>Money Lover memiliki fitur ”Wallet”, untuk membuat dan mengatur banyak dompet, atau saya pribadi sering menganggap ini sebagai konsep amplop, yang bisa saling transfer dan memiliki kegunaan masing-masing, wallet ini bisa dinamakan sesuai dengan amplop uang yang kita punya.</p> <p>Misalkan menamakan wallet-wallet di aplikasi Money Lover dengan nama, BCA, Jenius, Cash, BNI, dan lain-lain.</p> <p><a href="/images/posts/moneylover/wallet-lists.jpg"><img src="/images/posts/moneylover/wallet-list.jpg" alt="" title="klik untuk gambar lebih besar" /></a></p> <p>Nama-nama wallet ini dinamakan agar lebih mudah, dengan mata uang IDR tentunya kalo semua dalam IDR, karena semua transaksi-transaksi yang akan kita buat berdasarkan wallet, jadi misalkan bisa kita ada pembelian dengan BCA, terus dicatat transaksi itu dan akan muncul di histori transaksi BCA (selanjutnya di histori transaksi).</p> <p>Wallet ini juga akan menjadi dasar untuk membuat budget, tagihan, transaksi berulang dan lain-lain, yang semuanya berasal dari alokasi dana yang sudah dibuat di wallet-wallet tersebut.</p> <h3 id="histori-transaksi">Histori Transaksi</h3> <p>Histori ini akan relatif dengan nama wallet, menuliskan transaksi yang dilakukan akan masuk ke masing-masing Wallet.</p> <p>Transaksi ini dibuat dengan menyertakan kategori yang sebelumnya sudah didefinisikan oleh Money Lover, atau kita juga bisa membuat kategorisasi sendiri</p> <p><a href="/images/posts/moneylover/wallet-histori.jpg"><img src="/images/posts/moneylover/wallet-histori-small.jpg" alt="" title="klik untuk gambar lebih besar" /></a></p> <p>Kategori ini tentunya fleksibel, bisa satu kategori bisa dikhususkan untuk satu wallet atau bisa juga buat wallet-wallet lain, ini sangat berguna untuk ketika melakukan evaluasi budget dan pengeluaran.</p> <p><a href="/images/posts/moneylover/kategori.jpg"><img src="/images/posts/moneylover/kategori-small.jpg" alt="" title="klik untuk gambar lebih besar" /></a></p> <h3 id="tagihan">Tagihan</h3> <p>Untuk mengatur tagihan, terutama yang berulang setiap bulannya, atau waktunya yang bersifat tetap, misalkan tagihan cicilan rumah, cicilan mobil, biasanya itu nilai tagihannya tetap.</p> <p><a href="/images/posts/moneylover/bills.jpg"><img src="/images/posts/moneylover/bills-small.jpg" alt="" title="klik untuk gambar lebih besar" /></a></p> <p>Tagihan juga bisa dikategorisasikan</p> <h3 id="budget">Budget</h3> <p>Pada <a href="/budgeting/">artikel sebelumnya</a> pernah dibahas macam-macam <a href="/metode-budgeting/">metode budgeting</a> yang bisa diaplikasikan, pengalokasian/penganggaran atau budgeting dana setiap bulan ini akan terserap oleh transaksi-transaksi yang nantinya dibuat</p> <p><a href="/images/posts/moneylover/food-budget.jpg"><img src="/images/posts/moneylover/food-budget-small.jpg" alt="" title="klik untuk gambar lebih besar" /></a></p> <h3 id="hutang">Hutang</h3> <p>Untuk mengatur hutang dan piutang, orang lain yang meminjam uang dari kita, atau kita. yang meminjam uang ke orang lain, diatur di sini, yang nantinya (mudah-mudahan) kalo orang yang pinjam uang ke kita membayar, akan bisa langsung dimasukkan ke wallet apapun yang kita setting sebelumnya.</p> <p><a href="/images/posts/moneylover/hutang.jpg"><img src="/images/posts/moneylover/hutang-small.jpg" alt="" title="klik untuk gambar lebih besar" /></a></p> <p>Begitu juga kalo kita yang meminjam ke orang lain, akan dialokasikan dari dompet manakah hutang kita tersebut akan dibayarkan.</p> <h3 id="statistik-pengeluaran">Statistik pengeluaran</h3> <p>Money Lover membuat grafik sederhana yang cukup memvisualisasikan budget, pengeluaran kita setiap bulannya, pengeluaran kategori mana saja yang besar, diurutkan berdasarkan besar ke kecil.</p> <p><a href="/images/posts/moneylover/overview.jpg"><img src="/images/posts/moneylover/overview-small.jpg" alt="" title="klik untuk gambar lebih besar" /></a></p> <p>Dari sini kita bisa lebih banyak belajar mengenai kebiasaan-kebiasaan yang kita lakukan, tracking pengeluaran ini penting untuk analisa ke depannya, dan mungkin bisa menghemat satu atau lebih pengeluaran dari kategori tertentu.</p> <p>Selain fitur di atas, Money Lover juga memiliki fitur lain-lain yang tak kalah penting seperti</p> <ul> <li>Dompet Terencana</li> <li>Receipt Scan</li> <li>Trend (pengeluaran yang sering dilakukan)</li> <li>Travel Mode</li> <li>dan lainnya</li> </ul> <h2 id="kustomasi">Kustomasi</h2> <p>Pembuat Money Lover sengaja agar menggunakan aplikasi ini lebih <em>fun</em>, dan bisa lebih atraktif dengan desain-desain ikon yang bisa dibeli dengan kredit, dan ikon-ikon ini bisa digunakan untuk kategori-kategori yang sekiranya cocok.</p> <h2 id="penutup">Penutup</h2> <p>Aplikasi Money Lover ini sudah digunakan hampir setahun, untuk berlangganan premiumnya, saya pikir sepadan dengan kegunaan dan fitur-fitur yang sangat membantu agar manajemen keuangan tidak terlalu memusingkan.</p> <p>Untuk mobile, dan yang tidak begitu suka mengatur keuangan dengan file <em>spreadsheet</em>, aplikasi ini akan sangat membantu.</p> Mon, 07 Oct 2019 00:00:00 +0000 https://seputarfinansial.com/money-lover-aplikasi-ngaturduit-keuangan/ https://seputarfinansial.com/money-lover-aplikasi-ngaturduit-keuangan/ Investasi reksa dana dengan 'uang receh' di BIBIT <p>Saat ini tentunya dompet digital sudah banyak yang menggunakan, ada banyak pemain dompet digital di indonesia, antara lain, <a href="https://www.gojek.com/gopay/">Gopay</a>, <a href="https://www.ovo.id/">Ovo</a>, <a href="https://dana.id/">Dana</a>, <a href="https://www.linkaja.id/">LinkAja</a> dan beberapa yang masih kecil-kecil, saat ini <a href="https://dailysocial.id/post/iprice-report-gopay-as-e-wallet-with-the-biggest-monthly-active-users-in-indonesia/">GoPay masih memimpin</a> untuk dompet digital, diikuti oleh Ovo, Dana, LinkAja.</p> <p>Jumlah merchant/partner masih jadi kunci untuk luasnya penggunaan dan penggunaan, oh, dan tentunya promo, meski untuk GoJek mereka memiliki ekosistem yang mendukung supaya uang yang ada di GoPay bisa lebih berputar.</p> <p>Salah satu penggunaan GoPay itu itu bisa membeli reksa dana, tepatnya membeli reksa dana di <a href="https://bibit.id/">BIBIT</a>, seperti yang sudah ditulis sebelumnya mengenai review saya <a href="/investasi-reksadana-dengan-aplikasi-bibit/">dalam menggunakan BIBIT</a>, dengan menggunakan GoPay sebagai media pembayaran terhitung cerdas, karena menurut saya bisa investasi dengan uang receh “sisa”, sisa dari GoRide, GoFood, yang mana bisa membeli produk reksa dana mulai dari Rp10.000 saja.</p> <p>Ambil contoh produk reksa dana dari Majoris Pasar Uang Syariah Indonesia, bisa dibeli dengan menggunakan uang Rp10.000, dan bayar dengan GoPay, otomatis terverifikasi.</p> <p><img src="/images/posts/reksadana/bibit-gopay.jpg" alt="bibit dan gopay" /></p> <p>Jadi, daripada uang receh itu nganggur, bisa dipakai untuk investasi, seperti kata pepatah, sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit, pelan-pelan bisa nambah dan topup terus investasinya.</p> <p><em><strong>uhuk..</strong> bisa pakai kode referral saya di BIBIT yaitu <strong>tigvgn4</strong></em></p> Thu, 03 Oct 2019 00:00:00 +0000 https://seputarfinansial.com/Investasi-reksadana-dengan-uang-receh-di-BIBIT/ https://seputarfinansial.com/Investasi-reksadana-dengan-uang-receh-di-BIBIT/ Investasi Reksa Dana dengan aplikasi Ajaib <p>Bahasan mengenai <a href="/investasi/">investasi</a> memang sangat menarik, Seperti yang sudah-sudah mengenai aplikasi investasi, terutama reksa dana yang banyak pilihan saat ini, artikel sebelumnya membahas <a href="/perbandingan-bareksa-tanamduit-investree/">Bareksa, Tanamduit, Investree</a>, <a href="/perbandingan-reksadana-di-tokopedia-bukapalak/">tokopedia, bukalapak</a> dan <a href="/investasi-reksadana-dengan-aplikasi-bibit/">Bibit</a>. Saat ini mencoba aplikasi Ajaib, nama unik, dan <a href="https://ajain.co.id/">Ajaib</a> ini satu startup yang didanai oleh <a href="https://sg.news.yahoo.com/online-investment-startup-ajaib-secures-us-2-1m-042353563.html">YCombinator dan Softbank</a>.</p> <iframe width="650" height="415" src="https://www.youtube.com/embed/iZ50C3gZZng" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen=""></iframe> <h3 id="pendaftaran">Pendaftaran</h3> <p>Seperti umumnya aplikasi yang berhubungan dengan finansial, Ajaib membutuhkan data diri berupa nama, nomor KTP, domisili dan beberapa informasi pribadi dan demografik lainnya.</p> <p>Tidak rumit dalam melakukan pendaftaran, dan lumayan terpandu, meski agak kurang di sini hal semacam OCR, jadi manual memasukkan nomer KTP, atau mungkin itu di backlog selanjutnya.</p> <h3 id="aktivasi">Aktivasi</h3> <p>Untuk hal ini juga tidak begitu susah, mungkin karena saya sudah punya IDD sebelumnya, jadi tidak begitu sulit melakukan aktivasi, belum tau kalo yang belum pernah memiliki IDD apakah akan sulit aktivasi atau gampang juga.</p> <h3 id="investasi">Investasi</h3> <p>Untuk memulai investasi, Ajaib sudah membuat beberapa daftar yang dikurasi oleh tim Ajaib sebagai Reksa Dana populer.</p> <p>Juga dibuat semacam reksa dana dengan tujuan tertentu, seperti pensiun, sekolah, umroh atau lainnya, dengan paket-paket reksa dana yang sesuai dengan tujuannya, karena tujuan dan jangka waktu yang ingin dicapai menjadi salah satu faktor untuk memilih reksa dana, baik itu jangka pendek, menengah atau panjang, semua tergantung dari tujuan finansialnya.</p> <p><img src="/images/posts/reksadana/ajaib-dashboard.jpg" alt="" /></p> <p>Dari menu ini, langsung bisa melakukan pembelian produk reksa dana yang diinginkan, dan juga paket-paket yang dikurasi oleh tim Ajaib.</p> <p>Pembelian produk reksa dana memiliki alur yang mirip dengan aplikasi lain, kita memilih jenisnya, setelah menentukan jumlah uang yang akan digunakan untuk membeli produk reksa dana, kemudian diberikan rekening bank kustodian untuk kita bisa mentransfer kesana.</p> <p><img src="/images/posts/reksadana/ajaib-1.jpg" alt="" /></p> <p>Dan untuk yang dibuatkan paket oleh Ajaib, seperti pengalaman dengan BIBIT, karena akan terdapat perbedaan komposisi produk atau kategori reksa dana, maka dana akan ditransfer ke rekening kustodian yang berbeda tergantung dari produk yang dibeli.</p> <p>Tentunya produk reksa dana dari manajer investasi yang kita beli melalui APERD ini akan tercatat semua di <a href="https://aksesng.ksei.co.id/">AKSes KSEI</a>.</p> <p><em>happy investing</em></p> Tue, 01 Oct 2019 00:00:00 +0000 https://seputarfinansial.com/investasi-reksadana-dengan-ajaib/ https://seputarfinansial.com/investasi-reksadana-dengan-ajaib/ Investasi <p>Di blog ini sering ditulis untuk <a href="/menabung-dan-investasi/">berinvestasi</a>, sebenarnya apa sih investasi? dan investasi apa saja instrumen-nya yang bisa dipilih? kali ini akan lebih fokus membahas investasi yang tidak perlu memiliki aset fisik, seperti reksadana, saham, deposito, atau mungkin komoditas tapi tidak diperlukan fisiknya seperti tabungan emas.</p> <h3 id="apa-itu-investasi">Apa itu investasi?</h3> <p>Berinvestasi adalah dimana kita “menukar” atau membeli aset dengan uang, dengan harapan aset tersebut akan memberikan kita imbal balik (return) seiring waktu, biasanya dalam bentuk capital atau pertambahan nilai (iya, ujungnya diukur dengan sejumlah nilai uang), investasi bisa bermacam-macam, instrumen yang dipilih juga bermacam-macam tentunya dengan risiko yang berbeda-beda pula tingkatannya, ada yang tinggi, rendah tergantung dimana kita memposisikan diri dan sesanggup apa kita menanggung kerugian jika hal itu terjadi.</p> <p>Investasi biasanya likuditasnya bersifat rendah, yang mana kita tidak dengan mudah mengambil uang yang ada di-asset yang kita punya, misalkan kita investasi di properti, tentu tidak dengan mudah kita menjual asset tersebut, juga misalkan kita investasi di saham, tidak serta merta kita bisa mencairkan saham itu dan langsung ada di rekening atau cash.</p> <p>investasi bisa dipengaruhi oleh kecenderuangan pasar, pasar properti naik, nilai asset kita bisa ikut naik, atau saham naik, tentu nilai yang didapat dari saham tersebut bisa naik juga, begitu juga sebaliknya.</p> <h3 id="tujuan">Tujuan</h3> <p>Tujuan investasi bisa bermacam-macam, dari mulai hanya untuk melawan inflasi, sampai dengan mendapatkan keuntungan agar bisa menambah kekayaan yang sudah dimiliki, atau untuk sebagian <a href="/menabung-menyiapkan-dana-darurat/">digunakan untuk dana darurat</a>.</p> <p>di sini akan membatasi bahasan hanya di reksa dana dan saham saja dulu.</p> <h4 id="reksadana">Reksadana</h4> <p>Instrumen investasi ini sering dibahas sebelumnya di blog ini, dan bagaimana cara membuka akun reksadana di agen-agen penjual (APERD, Agen Penjual Efek Reksa Dana) seperti <a href="/perbandingan-bareksa-tanamduit-investree/">Bareksa, Tanamduit, Investree</a>, <a href="/investasi-reksadana-dengan-aplikasi-bibit/">Bibit</a> dan <a href="https://reksadana.ojk.go.id/Public/APERDList.aspx">lainnya</a>. Yang mana agen penjual itu akan membeli produk reksadana di manajer investasi seperti Trimegah, BNP Paribas, Sucorinvest dan <a href="https://reksadana.ojk.go.id/Public/ManajerInvestasiList.aspx">lainnya</a>.</p> <p>Jenis produk reksadana ini mungkin sudah banyak dibahas di website lain, pendeknya antara lain</p> <ul> <li>Reksa Dana Pasar Uang</li> <li>Reksa Dana Pendapatan Tetap</li> <li>Reksa Dana Saham</li> <li>Reksa Dana Campuran</li> <li>Reksa Dana Terstruktur</li> <li>Reksa Dana ETF</li> </ul> <p>Ada beberapa reksa dana yang dapat dibeli langsung di APERD ada yang mesti langsung ke Manajer investasi.</p> <h4 id="saham">Saham</h4> <p>Dikutip di <a href="https://www.idx.co.id/produk/saham/">situs resmi idx</a></p> <blockquote> <p>Saham (stock) merupakan salah satu instrumen pasar keuangan yang paling popular. Menerbitkan saham merupakan salah satu pilihan perusahaan ketika memutuskan untuk pendanaan perusahaan. Pada sisi yang lain, saham merupakan instrument investasi yang banyak dipilih para investor karena saham mampu memberikan tingkat keuntungan yang menarik.</p> <p>Saham dapat didefinisikan sebagai tanda penyertaan modal seseorang atau pihak (badan usaha) dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas. Dengan menyertakan modal tersebut, maka pihak tersebut memiliki klaim atas pendapatan perusahaan, klaim atas asset perusahaan, dan berhak hadir dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).</p> </blockquote> <p>Untuk pembelian saham bisa dilakukan di broker, seperti Indo Premier, Trimegah dan lainnya</p> <p>Kedua instrumen investasi ini tentunya tidak lepas dari risiko-risiko yang ada, kenali risikonya, pahami dan aplikasikan ke profil risiko yang bisa diterima.</p> <p>Investasi di atas diregulasi oleh OJK dan Bursa Efek Indonesia, para investor (orang yang berinvestasi) memiliki akun di KSEI (Kustodian Sentral Efek Indonesia), perusahaan yang melayani jasa penyimpanan dan penyelesaian transaksi efek.</p> <p>Setiap investor memiliki investor ID atau IDD, dulu bentuknya bisa berupa kartu, sekarang sudah berbentuk digital, jadi tidak perlu berbentuk fisik, IDD ini bisa didapat di <a href="https://akses.ksei.co.id/" title="Acuan Kepemilikan Sekuritas">AKSes</a>, jika sudah memiliki akun di salah satu APERD atau broker, biasanya sudah sekalian memiliki IDD, tinggal menyamakan dengan nomor KTP-el.</p> Mon, 30 Sep 2019 00:00:00 +0000 https://seputarfinansial.com/investasi/ https://seputarfinansial.com/investasi/ Ketahui dan kenali pengeluaran-pengeluaranmu <p>Jujur, terkadang kita gak tau kemana uang yang kita punya dibelanjakan, dialokasikan kemana, untuk apa, hal ini tentu kebiasaan yang buruk jika kita sendiri tidak bisa menjaga diri dan uang, kita pasti akan sulit melakukan <a href="https://seputarfinansial.com/metode-budgeting/">budgeting</a> tanpa mengetahui kisaran pengeluaran yang kita belanjakan setiap hari/bulannya.</p> <p>Mengapa penting mencatat pengeluaran penting? karena ini salah satu cara yang bisa kita gunakan sebagai penentu untuk mendefinisikan tujuan finansial yang mau kita raih, dan juga berguna untuk introspeksi diri, atau lebih tepatnya instrospeksi pengeluaran, <a href="https://seputarfinansial.com/memahami-kinerja-keuangan-pribadi/">instrospeksi finansial</a>, pengeluaran yang mana yang bisa kita kurangi atau hentikan sama sekali, dan bisa mengalokasikannya untuk hal lain, dan ini juga cara untuk kita mengenali diri kita sendiri dalam menghadapi masalah keuangan.</p> <p>Mencatat pengeluaran sangat mudah, bisa dengan menuliskan di buku, handphone, atau mungkin untuk yang ingin lebih teliti, bisa menggunakan file excel atau Google Sheet atau aplikasi-aplikasi mobile.</p> <p>Catat saja semuanya, mungkin terdengar seperti orang yang pelit, tapi ingat, ini penting, catat dari mulai biaya parkir di indomaret misalkan, memberi ke yang minta-minta, beli air sebotol, sampai yang kecil-kecil. terdengat susah? iya, tetapi yang tersusah itu membiasakan diri kita melakukan pencatatan ini, menjadikan ini sebagai kebiasaan, karena ini lagi-lagi akan mendefinisikan budget kita, dan juga audit pengeluaran.</p> Tue, 24 Sep 2019 00:00:00 +0000 https://seputarfinansial.com/ketahui-pengeluaran-pengeluaran/ https://seputarfinansial.com/ketahui-pengeluaran-pengeluaran/ Belanja impulsif? coba konsep 1/3/7 <p>Pasti kita pernah mengalami kalo liat barang lucu (baju, sepatu, handphone, dll), dan akhirnya pengen beli, ini bisa dinamakan impulsive buying, yang tentunya kalo sampai keluar uang, hal ini masuk ke kategori pengeluaran, kalo liat lagi budget, apa kita punya budget untuk ini? atau coba-coba utak-utik ambil dari alokasi kategori budget lain?</p> <h3 id="konsep-137">konsep 1/3/7</h3> <p>Pernah mencoba konsep 1/3/7? <br /> Jadi pas kita liat barang yang lucu/menarik, coba tunggu dulu 1 hari, apakah masih mikirin barang tersebut? kalo masih coba tunggu 3 hari berikutnya, kalo masih kepikiran juga (mungkin di titik ini memang perlu barang tersebut), bisa ambil langkah ekstrem, tunggu lagi 7 hari, kalo masih juga kepikiran, mungkin bisa diputuskan beli.</p> <p>Tapi, kalo dalam rentang tersebut kita lupa sama barang itu, ya emang ga perlu aja barang tersebut, dan itu mungkin satu impulse aja, spontan pengen barang itu meski ga butuh-butuh amat.</p> <p>Tujuan ‘aturan’ ini supaya kita sendiri mempertanyakan keputusan diri sendiri mengenai kebutuhan dan keinginan, juga untuk melatih nahan diri terhadap pembelian yang bersifat impulsif.</p> <p>Kalo semisal uang yang mau dibelanjakan itu dipakai buat nabung dan investasi gimana?</p> Fri, 20 Sep 2019 00:00:00 +0000 https://seputarfinansial.com/hindari-belanja-impulsif-dengan-cara-ini/ https://seputarfinansial.com/hindari-belanja-impulsif-dengan-cara-ini/ Memahami kinerja finansial pribadi <p>Untuk mencapai tujuan finansial (pensiun dini atau punya pilihan untuk bekerja atau tidak, dll), diperlukan semacam perhitungan atau pencatatatan kekayaan (wealth), yang bisa berisi aset, liabilitas yang dimiliki, dengan melakukan hal itu kita lebih bisa melihat aset yang dimiliki, arus kas (cashflow) yang ada, liabilitas yang sekarang membebani keuangan, sampai ekuitas yang dimiliki dari aset tersebut, dari pencatatatan kekayaan yang dimiliki ini, kita mendapatkan gambaran kinerja keuangan kita saat ini.</p> <p>Seburuk atau sebaik apapun itu, hal ini perlu dilakukan, kita bisa menggunakan ini sebagai titik awal untuk merencanakan kehidupan finansial dan strategi-strategi apa yang bisa kita lakukan dengan aset kita, liabilitas yang kita punya dan kemudian mencari cara jika kita memiliki hutang untuk mengurangi, menghilangkan atau bahkan menjadi surplus antara pendapatan dan arus kas.</p> <p>Sebelumnya perlu dipahami beberapa kata yang digunakan di atas, dalam bahasa sederhana dan bebas, aset adalah sesuatu yang kita punya yang memiliki nilai, liabilitas adalah nilai yang harus kita keluarkan dari kas, bisa berupa pembayaran hutang atau nilai yang harus kita bayarkan secara berkala, dan ekuitas adalah nilai yang dimiliki dari aset setelah dikurangi dengan liabilitas dari aset tersebut.</p> <p>Menuliskan daftar apa saja yang kita miliki saat ini, bisa dimulai dengan jumlah uang yang ada di bank saat ini, kemudian menuliskan investasi yang dimiliki saat ini (fisik dan non-fisik), kira-kira contoh sederhana seperti ini</p> <h3 id="aset">Aset</h3> <table> <thead> <tr> <th>Nama</th> <th style="text-align: left">Nilai</th> </tr> </thead> <tbody> <tr> <td>Saldo bank A</td> <td style="text-align: left">2.000.000</td> </tr> <tr> <td>Saldo Bank B</td> <td style="text-align: left">1.000.000</td> </tr> <tr> <td>Rumah</td> <td style="text-align: left">150.000.000 (nilai ekuitas)</td> </tr> </tbody> </table> <h3 id="liabilitas">Liabilitas</h3> <table> <thead> <tr> <th>Nama</th> <th style="text-align: left">Nilai</th> </tr> </thead> <tbody> <tr> <td>Cicilan Mobil</td> <td style="text-align: left">50.000.000 (sisa 20 bulan x 2.500.000)</td> </tr> <tr> <td>Cicilan Rumah</td> <td style="text-align: left">70.000.000 (sisa cicilan, harga rumah 150jt+70jt)</td> </tr> <tr> <td>…</td> <td style="text-align: left">…</td> </tr> </tbody> </table> <p>Dari tabel sederhana ini kita bisa menentukan apakah aset kita lebih besar dari liabilitas? jika lebih kecil kita bisa mengira-ngira apa yang bisa kita lakukan untuk menjadikan itu menjadi positif atau lebih besar.</p> <p>Apa saja kira-kira yang bisa dilakukan untuk mengubah hal itu menjadi positif? beberapa hal yang bisa dilakukan misalkan</p> <h4 id="budgeting">Budgeting</h4> <p>Usahakan selalu membuat <a href="https://seputarfinansial.com/budgeting/"><em>budget</em></a> dan juga mencatat setiap pengeluaran yang dilakukan, dan selalu melakukan pengecekan apa saja yang bisa dikurangi, atau saja yang bisa distop sama sekali.</p> <h4 id="mencatat-semua-hutang-yang-dimiliki">Mencatat semua hutang yang dimiliki</h4> <p>Setelah menuliskan aset bersih yang dimiliki, diperlukan juga menuliskan hutang-hutang yang dimiliki, seperti isi liabilitas di atas, hanya di sini ditulis lebih lengkap, dari sisi total dan juga sisi bunga dari masing-masih liabilitas jika ada, misalkan untuk cicilan rumah dan mobil akan ada bunga untuk masing-masing cicilan, catat dari hutang yang terbesar dan bunganya, mulai berusaha untuk melunasinya.</p> <h4 id="menabung">Menabung</h4> <p>klasik! memang, karena memang <a href="https://seputarfinansial.com/menabung-dan-investasi/">menabung</a> masih menjadi cara yang ampuh dalam membangun kekayaan.</p> <h4 id="investasi">Investasi</h4> <p>Seperti menabung, <a href="https://seputarfinansial.com/menabung-dan-investasi/">investasi</a> juga diperlukan, salah satu keuntungannya adalah agar uang yang kita miliki tidak tergerus oleh inflasi, malah bertambah dan terus bertambah, banyak instrumen investasi yang bisa digunakan untuk mencapai tujuan finansial.</p> <h4 id="hindari-inflasi-gaya-hidup">Hindari inflasi gaya hidup</h4> <p>Seperti yang ditulis <a href="https://seputarfinansial.com/inflasi-gaya-hidup/">dipostingan sebelumnya</a>, hal ini bisa sangat memberatkan keuangan anda dan juga menjauhkan kita dari tujuan finansial.</p> Thu, 12 Sep 2019 00:00:00 +0000 https://seputarfinansial.com/memahami-kinerja-keuangan-pribadi/ https://seputarfinansial.com/memahami-kinerja-keuangan-pribadi/ Mengapa memperhatikan biaya admin (fee) itu penting? <p>Untuk transaksi keuangan, biasanya ada biaya admin atau fee, bisa dalam bentuk persentase atau dalam bentuk harga tetap, misalkan biaya transfer antar bank saat ini 6500 (untuk SKN turun jadi <a href="https://www.msn.com/id-id/sports/berita/biaya-transfer-antar-bank-lewat-kliring-turun-jadi-rp-3500/ar-AAGyIB5">3500 dari 5000</a>), hal ini bisa dibilang wajar kalau frekuensi transfer tidak banyak, kalau banyak rugi juga ujung-ujungnya.</p> <p>Beberapa transaksi keuangan yang bisa kita perhatikan dalam kehidupan sehari-hari misalnya,</p> <h3 id="fee-transfer-bank">Fee transfer bank</h3> <p>Seperti yang dibahas di atas, biaya transfer antar bank bisa lumayan juga jika diakumulasikan, fee yang harus dibayar saat ini adalah 6500 per-transfer, jika melakukan beberapa kali transfer bisa lumayan besar, misalkan kita mau topup Gopay, OVO atau e-wallet <a href="https://referral.cashbac.com/d/ded02fv">lainnya</a>, atau juga jika kita bergerak di bisnis ritel yang volume kecil, fee ini bisa menggerus profit perlahan-lahan.</p> <p><strong>Solusi</strong>: Coba cari bank digital yang menawarkan bebas biaya transfer, seperti <a href="https://www.jenius.com/">Jenius</a>, <a href="https://www.dbs.id/digibank/id/id/default.page">Digibank</a>.</p> <h3 id="fee-pembelian-pulsa-data">Fee pembelian pulsa, data</h3> <p>Fee ini skemanya bisa berubah-ubah tergantung jumlah yang dibeli, juga tergantung operatornya, untuk nilai yang besar biasanya kita membayar kurang dari jumlahnya atau mungkin sama sejumlah pulsa yang kita beli, dan terkadang ada biaya tambahan, biasanya 500-100 (mungkin lebih).</p> <p><strong>Solusi</strong>: bisa lakukan pembelian di e-wallet (<a href="https://dana.id/">Dana</a> misalkan), atau bank digital yang menawarkan harga tanpa fee atau bahkan lebih murah.</p> <h3 id="makan-di-luar-restoran-atau-tempat-yang-menyediakan-service">Makan di luar (restoran atau tempat yang menyediakan service)</h3> <p>Ini pasti sering mengalaminya, ada beberapa restoran yang memiliki skema pajak PPN dan juga service charge secara bersamaan, dan ini bisa bervariasi persentasenya (10-20% biasanya), tinggal kalikan dengan harga yang dibayar.</p> <p><strong>Solusi</strong>: Dalam opini saya, service charge ini sudah termasuk tip, karena service charge merupakan kebijakan dari restoran atau bisnis servis lainnya untuk kesejahteraan karyawannya.</p> <h3 id="transfer-ke-luar-negeri">Transfer ke luar negeri</h3> <p>Hal ini sudah pasti akan ada banyak yang harus diperhitungkan, antara lain kurs dan juga biaya admin untuk transfer ini, beda negara bisa beda fee yang dibayarkan.</p> <p><strong>Solusi</strong>: Tidak ada solusi yang bisa sampai gratis, tapi bisa cari layanan seperti western union atau mungkin bank yang anda gunakan menawarkan harga yang lebih murah.</p> <h3 id="biaya-tarik-tunai-di-luar-negeri">Biaya tarik tunai di luar negeri</h3> <p>Meski biaya ini bervariasi, tetapi biasanya di rentang 25.000 - 50.000 tergantung dari bank dan mungkin negaranya, misalkan ketika saya ke negara di ASEAN, setiap kali menarik uang dikenakan biaya 25.000, belum lagi dengan fee konversi kurs yang mungkin saja ada yang dibebankan ke nasabah.</p> <p><strong>Solusi</strong>: Jika bisa membayar dengan menggunakan kartu, gunakan kartu, karena biasanya transaksi dengan menggunakan EDC dan kartu tidak dikenakan biaya.</p> <h3 id="biaya-keterlambatan-pembayaran">Biaya keterlambatan pembayaran</h3> <p>Biasanya terjadi keterlambatan di tagihan kartu kredit, (dan mungkin terjadi di tagihan PLN, PAM, dll) jika kita telat dalam membayar dari tanggal yang ditentukan maka ada biaya denda tambahan, tentu hal ini bisa menambah uang yang musti dikeluarkan.</p> <p><strong>Solusi</strong>: jangan telat hehe</p> <h3 id="bunga-kartu-kredit">Bunga kartu kredit</h3> <p>Jika kita membayar nilai minimum yang ditagihkan di tagihan kartu kredit, maka sisa tagihan yang belum kita bayar akan terus berbunga, dan bunga tagihan kartu kredit ini sangat-sangat besar.</p> <p><strong>Solusi</strong>: Selalu bayar tepat waktu dan lunas, jangan menyisakan sisa tagihan, meski itu biaya materai, atau stop menggunakan kartu kredit sekalian.</p> <h3 id="biaya-investasi">Biaya investasi</h3> <p>Untuk yang investasi dengan dengan instrument reksadana, atau mungkin investasi dengan membeli saham dan instrumen investasi lainnya, ada fee atau biaya yang harus dibayarkan, dari biaya untuk memanage dana kita di manager investasi, atau juga pajak pembelian/penjualan saham yang kita lakukan (ini bisa jadi post terpisah nanti).</p> <p><strong>Solusi</strong>: Cari manager investasi yang memiliki fee rendah dibanding dengan yang lain, biasanya, tapi tidak selalu demikian, MI yang memiliki asset under management besar management fee-nya cenderung rendah (tetap bisa saja besar), riset mengenai hal ini sangat penting.</p> <h2 id="penutup">Penutup</h2> <p>Biaya-biaya ini bisa saja terlihat kecil tapi jika ada banyak dan dijumlahkan bisa menjadi lumayan ujung-ujungnya, dan masih banyak lagi jenis biaya-biaya lain yang tidak disebutkan di sini.</p> Tue, 03 Sep 2019 00:00:00 +0000 https://seputarfinansial.com/mengapa-memperhatikan-biaya-admin-itu-penting/ https://seputarfinansial.com/mengapa-memperhatikan-biaya-admin-itu-penting/ Inflasi gaya hidup <p>Untuk yang bekerja, atau memiliki usaha, ketika ada kenaikan gaji atau untung lebih, pernah ada keinginan untuk membeli atau menggunakan sesuatu yang lebih dari biasanya? lebih dari yang kita punya sebelumya? baik dari sisi harga atau mungkin sisi merek.</p> <p>Jika hal ini terjadi, dan gaya hidup semakin tinggi, sedangkan pendapatan tidak selalu naik, bisa stagnan, maka sudah bisa dipastikan kita terkena inflasi gaya hidup.</p> <p>Inflasi gaya hidup bisa diartikan naiknya pengeluaran seiring dengan naiknya pendapatan, dan biasanya inflasi ini akan terus meningkat, karena sangat mudah sekali kita berada di posisi ini, yang berujung dengan tidak adanya tabungan atau simpanan lain, apalagi investasi, dan bisa dikategorikan sebagai <a href="https://seputarfinansial.com/6-kesalahan-finansial-yang-sering-terjadi/">kesalahan finansial</a> juga.</p> <p>Semua orang bisa terkena inflasi gaya hidup ini, jadi selalu awas terhadap tanda-tandanya dan bijak menghadapinya akan sangat membantu agar tujuan finansial bisa tercapai.</p> <h3 id="hal-hal-yang-bisa-dilakukan-untuk-menghindari-gaya-hidup">Hal-hal yang bisa dilakukan untuk menghindari gaya hidup</h3> <h4 id="1-selalu-mengawasi-pengeluaran-pengeluaran-yang-dilakukan">1. Selalu mengawasi pengeluaran-pengeluaran yang dilakukan.</h4> <p>Dengan mengawasi pengeluaran yang kita lakukan, kita bisa mengidentifikasi pengeluaran-pengeluaran yang mungkin diluar kebiasaan atau lebih dari yang biasa kita bayar, lebih dari kemampuan kita.</p> <h4 id="2-langsung-menabung-ketika-ada-uang-masuk-bisa-5-30-dari-gaji-yang-masuk-misalkan">2. Langsung menabung ketika ada uang masuk, bisa 5-30% dari gaji yang masuk misalkan.</h4> <p><a href="https://seputarfinansial.com/menabung-dan-investasi/">Menabung</a> langsung ketika gajian, jadi tidak menunggu akhir bulan untuk menabung dengan sisa pengeluaran, yang biasanya kecil atau mungkin tidak bersisa, dengan melakukan ini kita terbiasa hidup dengan sisa uang yang sudah kita tabung sebelumnya.</p> <h4 id="3-hindari-hutang-kta-kartu-kredit-jika-tidak-bisa-mengaturnya">3. Hindari hutang (KTA, Kartu kredit), jika tidak bisa mengaturnya.</h4> <p>Mengatur utang terkadang susah, tapi hidup lebih mudah jika tanpa hutang, dengan tidak adanya hutang konsumer seperti kartu kredit yang biasanya kita tidak bisa mengawasi pengeluarannya, belum lagi dengan bunga yang ada dihutang tersebut.</p> <h4 id="4-selalu-berpikir-jangka-panjang">4. Selalu berpikir jangka panjang.</h4> <p>Karena hidup tidak hanya hari ini, ada hari-hari ke depan, misalkan kebutuhan membeli rumah, sekolah anak, umroh, naik haji, hal-hal tersebut memerlukan dana tentunya, dan alangkah baiknya jika kita sudah menabung sebelum-sebelumnya.</p> <h4 id="5-selalu-membuat-budget-personal-atau-keluarga">5. Selalu membuat budget (personal atau keluarga).</h4> <p>Pada tulisan sebelumnya <a href="https://seputarfinansial.com/budgeting/">tentang budget</a> dan <a href="https://seputarfinansial.com/metode-budgeting/">metode budgeting</a>, ditulisan tersebut dijabarkan bagaimana pentingnya budget dan juga bagaimana membuatnya, dengan <em>budgeting</em> kita bisa lebih mengetahui dan navigasikan kehidupan finansial kita dari waktu ke waktu.</p> <h4 id="6-minimalkan-pengeluaran">6. Minimalkan pengeluaran.</h4> <p>Hal ini berkaitan dengan pengawasan pengeluaran dan <em>budgeting</em>, dengan mengetahui hal tersebut, kita bisa lebih bijak dalam pengeluaran dan mengurangi pengeluaran-pengeluaran yang dirasa tidak penting/perlu.</p> <h3 id="penutup">Penutup</h3> <p>Ada banyak lagi cara lain yang bisa menghindarkan kita dari jebakan inflasi gaya hidup, yang pada intinya adalah selalu perhatikan pengeluaran dan selalu awas terhadap hal-hal yang akan menggiring kita ke sana, inflasi gaya hidup ini bisa mengganggu tujuan finansial kita.</p> Wed, 28 Aug 2019 00:00:00 +0000 https://seputarfinansial.com/inflasi-gaya-hidup/ https://seputarfinansial.com/inflasi-gaya-hidup/ 7 Kesalahan finansial yang sering terjadi <p>Kesalahan-kesalahan yang kerap terjadi dalam mengatur keuangan, kesalahan ini bisa jadi karena informasi yang salah, ketidaktahuan, kebiasaan buruk dalam mengatur uang atau memang ga mau aja untuk mengubah gaya hidup yang dirasa enak, tanpa harus bersusah payah memikirkan hari depan, pakai kartu kredit, tutup mata lalu berharap diakhir bulan bisa membayar, kalo nggak ya bayar minimum, dan ga sendirian, banyak yang terjebak dalam kebiasaan-kebiasaan buruk ini, yang terpenting gimana cara keluar dari siklus ini dan bisa melangkah ke literasi finansial.</p> <h2 id="tidak-melakukan-budgeting-mengawasi-dan-melaksanakannya">Tidak melakukan budgeting, mengawasi dan melaksanakannya</h2> <p>Ga ada alasan untuk ga melakukan <a href="https://seputarfinansial.com/metode-budgeting/">budgeting</a>, dengan ga melakukan budgeting dan juga ga dimonitor tiap pengeluaran, bisa sangat fatal, karena uang bisa keluar ga kerasa, dan ini akan berdampak buruk terhadap arus kas (cashflow), tau-tau uang habis tanpa ada wujud dan sisa di akhir bulan.</p> <p>Gunakan aplikasi-aplikasi mobile yang sekarang banyak dirilis, atau bisa juga pake excel atau buat yang <em>oldschool</em> bisa pake buku, apapun yang bisa digunakan untuk menuliskan pengeluaran.</p> <h2 id="hidup-untuk-hari-ini-atau-weekend-aja">Hidup untuk hari ini (atau weekend) aja</h2> <p>Pasti pernah <em>denger</em> istilah Y.O.L.O (You Only Live Once), omongan-omongan kayak ”kapan lagi bisa beli barang itu, nyesel loh kalo ga beli!”, pada faktanya, di hari-hari kemudian, akan selalu ada barang yang rare, akan selalu ada diskon, akan selalu ada barang yang disukai diwaktu-waktu lain.</p> <p>Berpikir kedepan dan dibantu dengan budgeting, mungkin akan membantu untuk lebih berhati-hati dengan pengeluaran.</p> <h2 id="pembelian-impulsif-mendadak-hilang-akal">Pembelian impulsif (mendadak hilang akal)</h2> <p>Pasti ini juga sering mengalami, beli barang tanpa mikir, tau-tau 2jt sudah keluar dan terus bingung kenapa ini bisa kejadian, tanpa melihat dulu toko lain atau melihat di online shop, pembelian tanpa berpikir ini dampaknya bisaluar biasa terhadap keuangan. Karena akan ada alasan-alasan untuk membenarkan keluarnya yang tersebut yang tidak kita anggarkan, ”ah masih ada tabungan di bank ini, bisa dipecah” atau ”ah bisa pake kartu kredit dulu, kan bisa dibayar nanti pas gajian”. jebakan betmen.</p> <p>Untuk beli barang mending gunakan <em>7 days rule</em>, jadi kalo misalkan setelah 7 hari udah ga pengen atau bahkan lupa, berarti barang itu ga worth it untuk dibeli, cuman ya jangan dipikirin terus-terusan, ga sehat juga hehe.</p> <h2 id="tidak-memiliki-dana-darurat">Tidak memiliki dana darurat</h2> <p>Kita tidak tau hidup akan bagaimana, dan yang pasti tidak semuanya bahagia, dan amit-amitnya kalo terjadi apa-apa, misalkan kecelakaan, atau diphk perusahaan, sudah pasti keuangan kita akan kena dampaknya, dengan adanya <a href="https://seputarfinansial.com/menabung-menyiapkan-dana-darurat/">dana darurat</a> yang kita pisahkan dari tabungan yang lain setidaknya akan ada ruang bernafas dulu, dana darurat setidaknya 3-6 bulan, sampai kita pulih atau menemukan tempat bekerja yang baru.</p> <h2 id="tidak-memiliki-tujuan-keuangan">Tidak memiliki tujuan keuangan</h2> <p>Uang masuk, uang keluar, nabung sisanya, liburan, kemudian mikir, kan udah nabung, kenapa masih gini-gini aja rekening? kalo ga ada tujuannya buat <a href="https://seputarfinansial.com/menabung-dan-investasi/">nabung atau investasi</a> agak sulit untuk mengubah mindset, dengan adanya tujuan keuangan seperti misalkan liburan bulan desember, tabungan sekolah anak, tabungan kuliah anak, dan lainnya.</p> <p>Dengan adanya tujuan keuangan, hidup lebih terarah, pengaturan keuangan juga terarah dan bisa lebih melihat sesuatu berdasarkan prioritasnya.</p> <h2 id="gaya-hidup-yang-melebihi-penghasilan">Gaya hidup yang melebihi penghasilan</h2> <p>Ini mirip-mirp dengan YOLO di atas, dan sangat banyak yang melakukan ini, dan ujung-ujungnya hutang menumpuk, tagihan kartu kredit dipakai untuk hutang yang bersifat konsumtif.</p> <p>Pepatah zaman dulu, besar pasak daripada tiang, hal ini juga menghambat kita dalam meraih tujuan finansial yang kita inginkan.</p> <h2 id="tidak-berinvestasi">Tidak berinvestasi</h2> <p>Ada yang beranggapan kalo berinvestasi itu susah, atau banyak yang tidak mengerti instrumen-instrumen apa yang ada di dunia investasi, atau takut untuk memulai, takut rugi, takut uang hilang, dan alasan-alasan lain. Tapi kalo ga memulai investasi, untuk usia pensiun nanti kita tidak akan punya apa-apa yang bisa kita pake, selain tabungan, kalo nabung dan kalo cukup itu juga.</p> <p>Pertama ga perlu takut dulu, karena kesalahan investasi adalah tidak memulainya, dan untuk mencari investasi yang terhitung aman bisa dimulai dengan investasi di reksadana, pilih yang sesuai dengan target keuangan, kemudian bisa mengarah ke instrumen investasi lain seperti saham, dan mungkin menjajaki properti dikemudian hari dan instrumen lainnya.</p> Tue, 23 Jul 2019 00:00:00 +0000 https://seputarfinansial.com/7-kesalahan-finansial-yang-sering-terjadi/ https://seputarfinansial.com/7-kesalahan-finansial-yang-sering-terjadi/ Metode budgeting <p>Di artikel kali ini membahas beberapa metode budgeting, metode <a href="https://seputarfinansial.com/budgeting/">budgeting</a> yang ditulis di sini beberapa dari sekian banyak metode untuk melakukan budgeting, dengan melakukan budgeting kita bisa lebih mudah dan fokus dalam merencanakan keuangan kita.</p> <h3 id="konsep-amplop">konsep amplop</h3> <p>Budgeting dengan metode amplop seperti ini adalah dengan cara membagi uang berdasarkan kategori yang dibuat untuk sebelumnya, uang yang masuk tersebut, bisa jadi gaji atau pendapatan tersebut dibagi berdasarkan kebutuhan-kebutuhan yang biasanya ada setiap bulannya, semisal amplop untuk komunikasi, jadi pembelian pulsa pembayaran telepon rumah akan masuk ke sini, atau amplop cicilan yang isinya adalah cicilan rumah, mobil, dan lainnya, dan jangan lupa amplop untuk <a href="https://seputarfinansial.com/menabung-menyiapkan-dana-darurat/">menabung dan investasi</a>.</p> <p>Langkah yang bisa diambil untuk melakukan sistem amplop ini</p> <ol> <li>Rencanakan kategori pengeluaran</li> <li>Setelah dibuat kategori, alokasikan uang dikategori yang sudah dibuat berdasarkan jumlah pendapatan.</li> <li>Usahakan hemat untuk kategori yang tidak tetap jumlahnya (cicilan jumlahnya tetap biasanya, jadi tidak bisa ‘hemat’ di kategori ini)</li> <li>Awasi dan selalu review budget setiap bulannya</li> </ol> <p>Untuk fase awal akan sangat merepotkan, karena kita ”dipaksa” untuk bisa melihat ke depan berdasarkan penglihatan keuangan kita yang lalu, dengan cara itu kita bisa mendefinisikan pengeluaran-pengeluaran dan menjadi lebih sadar akan keadaan keuangan kita.</p> <p>Jangan ragu untuk melakukan perubahan setiap bulan, dan atau untuk bulan berjalan kalo ada kategori yang kekurangan, bisa ambil dari kategori lain yang kita pikir ‘aman’ untuk diambil, dan jangan lupa selalu mencatatnya, karena akan dievaluasi setiap akhir bulan.</p> <h3 id="zero-based-budgeting-zbb">Zero Based Budgeting (ZBB)</h3> <p>Budgeting dengan metode ini agak berbeda dengan amplop, zero based budgeting (ZBB), berangkat dari 0 (nol) pengeluaran terlebih dahulu, kemudian seiring dengan bertambahnya kategori maka pengalokasian dana juga akan bertambah, usahakan selalu memasukkan kategori yang dirasa perlu, bukan berdasarkan keinginan. Langkah yang dibuat</p> <ol> <li>Identifikasi pendapatan (atau proyeksi pendapatan)</li> <li>Tulis pengeluaran yang ada (akan ada)</li> <li>Kurangi pendapatan dengan pengeluaran, pastikan hasilnya menjadi 0 (nol).</li> </ol> <p>Dengan ZBB kita makin mengetahui pengeluaran-pengeluaran kita, dan lebih terorganisir, karena akan ”dipaksa” untuk lebih teliti dalam pengeluaran, akan terlihat juga perbandingan pengeluaran belanja bulanan atau hangout dengan pengeluaran untuk tabungan atau investasi (iya, tabungan dan investasi bisa dibilang sebuah pengeluaran atau expense).</p> <p>Seperti amplop, kita tetap bisa ”mengambil” uang dari alokasi dana kita dari kategori lain, dan membuat penyesuaian, dan selalu pastikan pengeluaran dan pemasukan seimbang.</p> <h3 id="persentase-503020">Persentase (50/30/20)</h3> <p>Budgeting metode ini lebih dibagi atas 3 hal, dari income yang masuk setiap bulannya, kemudian membagi income tersebut ke dalam 3 persentase, yaitu kebutuhan, tabungan dan hutang (jika ada) dan lainnya, jadi kalo kita breakdown menjadi</p> <ol> <li>50% untuk hal yang dibutuhkan/diperlukan, seperti belanja bulanan (pastikan selalu membeli yang dibutuhkan), transportasi (bensin, ojol, dll), tagihan bulanan seperti air, telepon, listrik.</li> <li>30% untuk menabung dan membayar hutang atau cicilan bulanan, karena cicilan pada dasarnya adalah hutang.</li> <li>20% Lainnya untuk hal-hal yang sekunder atau mungkin tersier, seperti makan di luar, nonton, gadget.</li> </ol> <p>Didalam persentase ini dibuat lagi kategori-kategori dengan jumlah alokasi sesuai dengan persentasenya, misalkan untuk persentase kebutuhan 50% (anggap 2.5jt dari 5jt), kemudian dibuat kategori yang penting, seperti belanja makan, transportasi dan lain-lain.</p> <p>Persentase ini tidak bersifat baku, ada banyak variasi untuk jumlah persentasenya, ada yang berpendapat 50/15/5 dan sisa 15% langsung ke tabungan <a href="">dana darurat</a> dan pensiun.</p> <p>Keuntungannya dengan persentase ini sifatnya tetap, karena kita mengambil persentasenya, tidak melihat jumlah pendapatan, karena akan selalu bersifat relatif terhadap persentasenya.</p> <h3 id="pay-yourself-first">Pay yourself first</h3> <p>Metode ini memang agak membingungkan, bayar diri sendiri terlebih dahulu, metode ini kira-kira seperti ini penjelasannya, ketika gaji/income datang, hal yang pertama dilakukan adalah ”membayar” diri anda sendiri, sejumlah yang ada pikir cukup, bisa mengambil 20, 30% atau lebih dari income, dan langsung memasukkannya ke tabungan, sebelum kita membagi itu dengan kategori pengeluaran lain, sisa dari itu baru kita gunakan untuk keperluan-keperluan lain.</p> <p>Dengan menggunakan konsep ini, kita dipaksa untuk menabung (bisa untuk dana darurat, pensiun atau investasi) dan menggunakan uang yang tersisa tersebut untuk pengeluaran yang kita definisikan.</p> <p>Langkah untuk memulai metode ini</p> <ol> <li>Identifikasi pendapatan (misalkan 10jt)</li> <li>Identifikasi jumlah alokasi untuk menabung <ul> <li>1jt tabungan utama</li> <li>1jt pensiun/investasi</li> <li>1jt dana darurat</li> <li>500rb pendidikan</li> <li>500rb tabungan lain-lain</li> <li>jumlah 4jt</li> </ul> </li> <li>Dengan sisa 6jt, baru dialokasikan untuk keperluan-keperluan lain, dengan kategori seperti yang dibuat di metode budgeting sebelumnya.</li> </ol> <p>Metode ini lebih menekankan kepada kedisiplinan untuk menabung, karena biasanya orang menabung atas sisa dari pengeluaran, bukan sebaliknya, dan dengan uang terlanjur ke tabungan, akan lebih susah lagi untuk menariknya, saya sarankan sih selalu punya rekening tabungan untuk menabung yang berbeda dari tabungan yang digunakan untuk keperluan sehari-hari.</p> <p>Masih ada metode-metode budgeting lain, memilih mana yang cocok diri sendiri cukup menantang, karena kondisi keuangan dan juga psikologis berbeda-beda, masing-masing metode memiliki plus minus, tapi yang terpenting dengan melakukan budgeting bisa lebih sadar akan pengeluaran kita, dan bisa introspeksi area mana saja yang bisa kita kurangi atau hemat, dan bisa lebih fokus juga untuk menabung dan investasi, jadi uang yang masuk setiap bulan tidak seperti air yang hanya lewat.</p> Fri, 19 Jul 2019 00:00:00 +0000 https://seputarfinansial.com/metode-budgeting/ https://seputarfinansial.com/metode-budgeting/ Menyiapkan dana darurat <p>Hidup memang tidak selalu isinya suka dan bahagia, banyak hal yang bisa terjadi, termasuk hal-hal yang tidak kita inginkan, ambil contoh ada kebutuhan kesehatan yang mendesak, sakit atau kecelakaan, perusahaan melakukan pemecatan, hal-hal yang tidak pernah terduga sebelumnya, memiliki dana darurat yang bisa dipakai untuk membayar tagihan medis, atau untuk hidup beberapa bulan sampai bisa mendapatkan kerja lagi sangatlah penting.</p> <p>Formula untuk berapanya bisa sangat berbeda setiap orang, bisa karena biaya bulanannya yang berbeda, atau ingin lebih aman saja, tetapi biasanya semua sepakat memiliki dana darurat lebih dari atau sama dengan tiga bulan dari kebutuhan bulanan seperti biasa.</p> <p>Sampai di sini diharap sudah pernah merencanakan <a href="https://seputarfinansial.com/budgeting/">budgeting (atau sedang akan melakukan)</a>.</p> <p>Dana darurat hendaknya disimpan dalam bentuk yang cair, artinya gampang untuk diakses, diambil kapanpun, jangan disimpan dalam bentuk yang susah diakses dan dicairkan misalkan emas, apalagi rumah, karena ini sifatnya darurat, biasanya akan membutuhkan dana tersebut dalam jangka pendek.</p> <p>karakteristik yang bisa disimpulkan dari dana darurat</p> <ol> <li>Bernilai sejumlah pengeluaran selama 3 - 6 bulan</li> <li>Bersifat cair, mudah diakses dan mudah diambil</li> </ol> <p>Uang yang ditabung untuk dana darurat ini tidak boleh digunakan untuk hal lain seperti liburan atau DP mobil, rumah, membeli baju, atau beli handphone baru, karena dana ini bukan untuk tujuan itu dan itu semua bukan darurat.</p> <h4 id="strategi-dan-tips">Strategi dan tips</h4> <p>Ada banyak cara agar dana darurat bisa terwujud, dan yang penting adalah memiliki disiplin, karena memang agak susah melihat ada uang di rekening, tapi tidak digunakan, mindset <strong>berhemat</strong> sangat penting di sini, hal lain yang perlu dilakukan juga antara lain</p> <ul> <li>Cari tahu perlu sebanyak apa dana darurat yang diperlukan, karena tiap orang bisa berbeda</li> <li>Selalu melakukan <a href="https://seputarfinansial.com/budgeting/">budgeting</a> tiap awal bulan, jadi setiap akhir bulan selalu ngebudget untuk bulan berikutnya.</li> <li>Bedakan rekening dana darurat dengan rekening penggunaan sehari-hari</li> <li>Atur jadwal, jika di dalam budget sudah dianggarkan dana darurat, selepas gajian segera transfer ke rekening dana darurat, bisa dengan fitur transfer otomatis di bank digital.</li> <li>Ada yang memiliki strategi dengan memiliki dana cair untuk 3 bulan pertama, sedangkan 3 bulan berikutnya disimpan di <a href="https://seputarfinansial.com/perbandingan-bareksa-tanamduit-investree/">reksadana</a> pasar uang atau pendapatan tetap, ketika masih dibutuhkan, pada bulan ke 2 atau 3 bisa dicairkan, dan biasanya membutuhkan 5-7 hari kerja</li> </ul> <h4 id="sebaiknya-tidak-menggunakan-kartu-kredit-untuk-dana-darurat">Sebaiknya tidak menggunakan kartu kredit untuk dana darurat</h4> <p>Ini murni hanya pendapat pribadi, memiliki dan menggunakan kartu kredit memang ada beberapa keuntungan, tetapi ada beberapa hal yang perlu diperhatikan,</p> <ul> <li>Penggunaan kartu kredit dihitungnya adalah hutang (karena pinjam uang bank)</li> <li>Karena kartu kredit memiliki limit, jaga-jaga kalau saat dibutuhkan dan ternyata kita sudah menyentuh limit, kita tidak dapat menggunakannya lagi</li> <li>kalaupun terpaksa menggunakan kartu kredit untuk keadaan darurat, selalu siaga untuk membayarnya dari tabungan dana darurat</li> <li>Selalu bayar tagihan kartu kredit tepat waktu dan penuh, jangan pernah membayar minimum, karena bisa menjadi bunga berbunga (2.2%-3% perbulan)</li> </ul> <h4 id="kalkulasi-dana-darurat-sederhana">Kalkulasi dana darurat sederhana</h4> <p>Income = <code class="highlighter-rouge">10.000.000</code> (kalau income tidak tetap, ambil rata-rata saja) <br /> Pengeluaran bulanan = <code class="highlighter-rouge">6.000.000</code> <br /> sisa = <code class="highlighter-rouge">4.000.000</code> <br /> target dana darurat = <code class="highlighter-rouge">6jt x 3</code> = <code class="highlighter-rouge">18.000.000</code> <br /> anggaran dana darurat = <code class="highlighter-rouge">50% x 4jt</code> = <code class="highlighter-rouge">2.000.000</code> (sisa <code class="highlighter-rouge">2jt</code> untuk tabungan+investasi, misalkan) tiap bulan harus menyisihkan = <code class="highlighter-rouge">2.000.000</code> <br /> Target tercapai = <code class="highlighter-rouge">9</code> bulan</p> <p>Tentu saja kita bisa mempercepat target waktu terkumpulnya dengan menambah persentase anggaran dana darurat dari sisa pengeluaran, tapi sebenarnya disarankan lebih baik menyisihkan untuk tabungan terlebih dahulu, baru mengitung pengeluaran, tidak sebaliknya. Dan lebih baik juga tidak investasi dulu kalau sedang menabung dana darurat.</p> <p>Selalu bijak dalam menggunakan dana darurat, dengan tidak menggunakannnya untuk hal yang tidak darurat. Dengan tersedianya dana darurat, tidak perlu meminjam dari bank yang pasti akan kena bunga atau orang lain, terlindungi jika ada darurat, dan bisa tidur lebih nyenyak.</p> Sun, 14 Jul 2019 00:00:00 +0000 https://seputarfinansial.com/menabung-menyiapkan-dana-darurat/ https://seputarfinansial.com/menabung-menyiapkan-dana-darurat/ Menabung dan Investasi <p>Dalam membangun kekayaan finansial, sangat penting untuk mengetahui perbedaan dan persamaan antara menabung dan investasi, mengetahui cara menabung dan berinvestasi dengan instrumen-instrumennya, menabung dan investasi adalah 2 konsep finansial yang berbeda, tetapi memiliki tujuan yang hampir sama, yaitu agar kita bisa menikmati keuntungan finansial dikemudian hari atau saat dibutuhkan.</p> <p>Pada dasarnya, menabung adalah menyimpan uang yang dipunyai dan kemudian menyimpannya di rekening tabungan bank yang dipunyai. Tabungan ini mempunyai tujuan sebagai cadangan keuangan atau sebagai alat transaksi<sup id="fnref:1"><a href="#fn:1" class="footnote">1</a></sup>.</p> <p>Sedangkan untuk investasi, adalah kita menanamkan uang yang kita punya, bisa berasal dari tabungan atau bentuk lainnya, dengan harapan penanaman modal itu kita mendapatkan untung.</p> <p>Tabungan bisa disebut juga sebagai salah satu instrument investasi, dengan adanya bunga yang diberikan oleh bank ketika kita menyimpan uang kita di bank, tetapi bunga yang didapat tidak banyak untuk tabungan biasa, untuk bunga lebih besar bisa memilih simpanan jenis deposito, yang mana memiliki karakteristik, kita menyiompan uang untuk jangka waktu tertentu dan uang kita tidak bisa diambil untuk jangka waktu (tenor) yang disepakati, maka uang kita bertambah dari nilai semula yang disimpan, tapi kalau dicairkan sebelum waktunya, biasanya terkena denda.</p> <p>Investasi (selain tabungan di atas) ada berbagai macam yang bisa dilakukan, antara lain Reksadana, Obligasi, Saham, property, return dari investasi-investasi ini bisa lebih besar dari deposito, tetapi lebih berisiko, bisa jadi investasi kita turun nilainya (rugi) karena fluktuasi pasar atau faktor lain (e.g politik).</p> <p><a href="https://www.idx.co.id/produk/reksa-dana/">Reksadana</a>, seperti yang pernah ditulis artikel sebelumnya, memiliki banyak keuntungan, salah satunya diversifikasi atau penyebaran jenis investasi, dengan memiliki reksadana saham dan reksadana pasar uang misalkan, kita tidak menyimpan telur kita dalam satu keranjang, kalo saham sedang dalam kondisi turun, begitu juga dengan reksadana saham kita, tapi masih bisa tertolong dengan reksadana pasar uang yang biasanya lebih aman, untuk bagaimana cara membuka akun reksadana bisa dilihat artikel seputarfinansial <a href="https://seputarfinansial.com/perbandingan-bareksa-tanamduit-investree/">sebelumnya</a> mengenai <a href="https://seputarfinansial.com/perbandingan-bareksa-tanamduit-investree-bagian-2/">review macam-macam aplikasi</a> untuk <a href="https://seputarfinansial.com/investasi-reksada-dengan-aplikasi-bibit/">investasi</a> reksadana.</p> <p><a href="https://www.idx.co.id/produk/saham/">Saham</a> di sisi lain, selain sama dengan reksadana sebagai bentuk investasi, tetapi memiliki risiko yang lebih tinggi, harga saham bisa menjadi naik atau turun tergantung dari pasar, dan juga saham yang dipilih berpengaruh banyak dalam mendapatkan keuntungan atau kerugian, keuntungan yang didapat dari saham bisa dari capital gain (keuntungan dari kenaikan harga saham) atau dengan dividen (pembagian laba perusahaan), dengan menanam saham secara konsisten bisa mendapatkan return yang tinggi (atau rendah, sekali lagi, risiko).</p> <p><a href="https://www.idx.co.id/produk/surat-utang-obligasi/">Obligasi</a>, berbeda dengan reksadana sebelumnya, Obligasi relatif lebih aman, meski ada juga risiko yang ditanggung seperti obligasi perusahaan, jika perusahaan tersebut default atau gagal bayar kupon, atau yang lebih parah capital tidak bisa dikembalikan ke investor, atau obligasi yang lebih aman obligasi negara, yang sekarang banyak dijual seperti SBR, sukuk, mungkin nanti akan dibahas artikel khusus mengenai ini.</p> <p>Di indonesia, untuk bisa investasi di pasar modal (reksadana dan saham misalkan) membutuhkan investor ID (SID, Single Investor Identification) yang bisa didapat jika kita mendaftar di perusahaan sekuritas, membuka akun investor di aplikasi-aplikasi yang diulas juga bisa, yang nantinya SID ini akan dikeluarkan oleh <a href="https://akses.ksei.co.id">KSEI</a>.</p> <p>Ada instrumen investasi lain seperti <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Pasar_valuta_asing">valuta asing</a><sup id="fnref:2"><a href="#fn:2" class="footnote">2</a></sup> (valas, forex) atau komoditas (emas, perak dll), Peer to Peer lending, <a href="https://www.idx.co.id/produk/exchange-traded-fund-etf/">ETF</a> dan lainnya, semuanya mengandung risiko masing-masing.</p> <div class="footnotes"> <ol> <li id="fn:1"> <p><a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Tabungan">https://id.wikipedia.org/wiki/Tabungan</a> <a href="#fnref:1" class="reversefootnote">&#8617;</a></p> </li> <li id="fn:2"> <p><a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Pasar_valuta_asing">https://id.wikipedia.org/wiki/Pasar_valuta_asing</a> <a href="#fnref:2" class="reversefootnote">&#8617;</a></p> </li> </ol> </div> Thu, 11 Jul 2019 00:00:00 +0000 https://seputarfinansial.com/menabung-dan-investasi/ https://seputarfinansial.com/menabung-dan-investasi/ Money hack: Menggunakan Digital Wallet untuk penghematan <p>Saat ini banyak sekali perusahaan rintisan (startup) yang memberikan layanan dompet digital, yang mana meski masing-masing layanan ini memiliki izin OJK tetapi mereka bukan berlaku sebagai institusi bank, tetapi memiliki bank yang menjadi pendukungnya, ambil contoh OVO yang memiliki bank Nobu sebagai backup.</p> <p>Dompet digital yang saya coba bahas adalah <a href="https://www.go-jek.com/go-pay/">Gopay</a>, <a href="https://dana.id/">Dana</a>, dan <a href="https://cashbac.com/">Cashbac</a> dan sebagai sumber dana, saya menggunakan <a href="https://www.jenius.com/">Jenius</a>.</p> <p>Untuk Gopay sepertinya saya masih agak gimana gitu pakainya, karena gak bisa menggunakan kartu debit Jenius saya di sini, karena diharuskan untuk melakukan topup saldo Gopay, baru dari sini kita bisa melakukan transaksi. Tapi memang promo yang dilakukan oleh Go-Jek lumayan, terutama untuk jenis F&amp;B, dimana bertebaran cashback bisa sampai 50-60%, tapi seperti biasa lihat selalu tanda bintang (biasanya maksimum <code class="highlighter-rouge">25.000</code> cashbacknya)</p> <p>Sedangkan Dana dan Cashbac, dua aplikasi ini mungkin masih dalam tahap ”bakar uang”, yang mana banyak sekali memberikan promo yang menggiurkan dan bisa menjadi ajang penghematan. bagaimana bisa makan di luar jadi penghematan? pertama lihat dulu hasil dari makan di luar ini dari tangkapan layar di bawah.</p> <p><img src="/images/posts/dana-cashback.jpeg" alt="Dana Cashback" /></p> <p>Di atas adalah tangkapan histori aplikasi Dana yang saya pakai, Dana saya gunakan untuk transaksi pembelian di Kyochon sebesar 226.000, makan untuk bertiga. dan mendapatkan cashback lumayan, <code class="highlighter-rouge">70.000</code>, secara implisit saya membayar makanan dengan harga <code class="highlighter-rouge">156.000</code>, good deal, dibagi 3 aja kalo sedang jadi bandar hehe, dan simpan cashbacknya.</p> <p>Atau jika menggunakan Cashbac, cukup lihat juga di promo-promo yang tertera di aplikasinya, merchant yang saya kunjungi adalah Steak 21, membayar sejumlah <code class="highlighter-rouge">306.500</code>, dengan cashback yang didapat, saya ‘membayar’ <code class="highlighter-rouge">241.168</code>, lumayan?</p> <p><img src="/images/posts/cashbac-caskback.jpeg" alt="Dana Cashback" /></p> <p>Karena Dana dapat digunakan di merchant selain merchant makanan, bisa juga digunakan untuk membayar listrik, beli pulsa, sampai BPJS, berbeda dengan Cashbac yang kebanyakan untuk lifestyle (deals, cafe, restoran, dll), dan Dana juga bisa di-cashout (ini penting!), bisa ditransfer ke akun bank pilihan.</p> <p>Pernah kepikiran kalo misalkan driver ojol makanan, kalo menggunakan aplikasi-aplikasi kayak gini untuk membeli makanan pesanan, bisa tambah untung juga 😂 dengan adanya tambahan cashback.</p> Wed, 03 Jul 2019 00:00:00 +0000 https://seputarfinansial.com/money-hack-penggunaan-digital-wallet-untuk-penghematan/ https://seputarfinansial.com/money-hack-penggunaan-digital-wallet-untuk-penghematan/ Budgeting Sederhana <p><img src="/images/posts/absolutvision-uCMKx2H1Y38-unsplash.jpg" alt="" /></p> <p>Budgeting atau penganggaran (saya akan menggunakan kata <em>budgeting</em>, lebih familiar di telinga) terkadang memang gampang-gampang susah, gampang untuk dibuat, tapi susah untuk diikuti, budgeting penting untuk kita mengatur uang. mengatur uang masuk dan yang keluar, bagaimana uang itu digunakan, jadi tiap akhir bulan (atau kurang!) gak tau kemana uang tersebut dibelanjakan, seakan-akan uang tersebut hilang!.</p> <p>Agar lebih bisa menjaga pos-pos pengeluaran setiap bulannya, biasanya budgeting dilakukan pada akhir bulan untuk menentukan pengeluaran di bulan berikutnya, bisa dilakukan seminggu sebelum bulan baru, atua sesudah mendapatkan gaji/income. Ada macam-macam teknik untuk budgeting, ada</p> <p>Untuk mengetahui kata berada dimana dalam keuangan, perlu melakukan audit terhadap pengeluaran, dengan be Budget atau anggaran,</p> <p>Salah satu cara untuk bisa menabung atau berinvestasi adalah mengetahui kita berada dimana dalam posisi finansial adalah dengan mengetahui kemana uang yang masuk dan keluar, cara untuk mengetahuinya adalah dengan mencatat semua pemasukan (gaji, bonus, thr) dan yang terpenting, pengeluaran.</p> <p>Budgeting akan sangat membantu untuk mengetahui kita berada dimana dalam situasi keuangan, sehingga bisa mengambil langkah yang konkrit apa yang perlu dikurangi atau ditambah, bisa melihat pegeluaran apa saja yang terkadang kita tidak tahu kemana saja uang yang kita keluarkan.</p> <h2 id="kategorisasi">Kategorisasi</h2> <p>Buat kategori untuk pos pengeluaran, di sini bisa menuliskan kategori seperti Cicilan untuk cicilan rumah, mobil, dll, kemudian Belanja untuk kebutuhan rumah misalkan, Transportasi untuk biaya bensin atau ongkos perjalanan.</p> <p>Kategorisasi membantu untuk kita bisa lebih fokus dan juga pengalokasian dana menjadi lebih mudah, dari kategori ini bisa dibuat subkategori jika diperlukan, contoh transportasi, memiliki subkategori Ojol misalkan.</p> <p>Contoh kategori bugdet yang dibuat misalkan</p> <table> <thead> <tr> <th>Kategori</th> <th style="text-align: left">sub kategori</th> <th style="text-align: left">budget</th> </tr> </thead> <tbody> <tr> <td><strong>Transportasi</strong></td> <td style="text-align: left">Ojol</td> <td style="text-align: left">300.000</td> </tr> <tr> <td> </td> <td style="text-align: left">Bensin</td> <td style="text-align: left">800.000</td> </tr> <tr> <td> </td> <td style="text-align: left">Taxi</td> <td style="text-align: left">200.000</td> </tr> <tr> <td><strong>Belanja</strong></td> <td style="text-align: left">Bulanan</td> <td style="text-align: left">1.500.000</td> </tr> <tr> <td><strong>Tagihan</strong></td> <td style="text-align: left">Listrik</td> <td style="text-align: left">700.000</td> </tr> <tr> <td> </td> <td style="text-align: left">Internet</td> <td style="text-align: left">300.000</td> </tr> <tr> <td> </td> <td style="text-align: left">Pulsa</td> <td style="text-align: left">300.000</td> </tr> <tr> <td><strong>Cicilan</strong></td> <td style="text-align: left">Rumah</td> <td style="text-align: left">3.000.000</td> </tr> <tr> <td> </td> <td style="text-align: left">Mobil</td> <td style="text-align: left">4.000.0000</td> </tr> <tr> <td><strong>Investasi</strong></td> <td style="text-align: left">Reksadana</td> <td style="text-align: left">10.000.000</td> </tr> </tbody> </table> <p>Berangkat dari sini, kita bisa mulai melakukan alokasi budget untuk masing-masing kategori, ada kategori yang sifatnya tetap, seperti misalkan cicilan rumah, biasanya ini tidak berubah setiap bulan, atau bayaran uang sekolah anak. dan ada juga kategori yang sifatnya bisa berubah-ubah, untuk ini bisa kita ubah-ubah alokasinya asal masih memungkinkan alokasinya di kategori tersebut. Misalkan untuk kategori Transportasi kita anggarkan 10% dari uang bulanan, dan kebetulan bulan ini tidak banyak menggunakan mobil pribadi, jadi alokasi untuk bensin bisa dikurangi dan bisa membantu subkategori lain jika diperlukan, jangan ragu untuk melakuan <em>tuning</em> dan penyesuaian budget.</p> <h2 id="menjadikan-kebiasaan">Menjadikan kebiasaan</h2> <p>Untuk mencatat pengeluaran lebih baik dibiasakan, selalu mencatat uang yang keluar sesuai dengan kategori mana yang sekiranya cocok, ulangi terus setiap bulan, pada awalnya akan sangat merepotkan, tapi percayalah nanti akan lebih mudah.</p> <p>Teknologi bisa sangat membantu mencatat pengeluaran-pengeluaran, bisa menggunakan app di smartphone, bisa dengan file excel, atau cuma dengan kertas dan pulpen juga tidak masalah, asal selalu dicatat.</p> <p>Dengan <em>budgeting</em> kita bisa mengetahui kemana uang itu keluar setiap bulannya agar tidak selalu <em>hilang</em>.</p> Fri, 28 Jun 2019 00:00:00 +0000 https://seputarfinansial.com/budgeting/ https://seputarfinansial.com/budgeting/ Investasi reksadana dengan aplikasi BIBIT <p>Investasi dengan instrumen Reksadana sekarang ini, dimudahkan dengan makin banyaknya penyedia layanan penjualan produk reksadana, agen-agen ini menggunakan teknologi sebagai basis, yang mana tentu sangat memudahkan investor yang secara waktu tidak banyak untuk berkunjung ke broker-broker atau agen penjual. Seperti yang pernah saya tulis dan review sebelumnya, seperti <a href="/perbandingan-bareksa-tanamduit-investree-bagian-2">Bareksa, Investree dan TanamDuit</a>, kali ini akan menuliskan review BIBIT. <!--more--></p> <p><a href="https://bibit.id/">Bibit</a> merupakan aplikasi yang membantu untuk investasi anda melakukan investasi dalam produk reksadana, tersedia didalam Android atau iOS, dan juga web. Menurut situsnya, Bibit menggunakan teori Modern Portfolio, yakni diversifikasi portfolio, jadi tidak menjadikan hanya dalam satu tipe produk reksadana saja, tapi dipecah tergantung dari nilai risiko, nilai risiko ini didapat dengan kuisioner yang biasanya ditanyakan pada saat pertama kali registrasi.</p> <h4 id="pembukaan-akun">Pembukaan Akun</h4> <p>Pembukaan akun hampir tidak perlu berpikir, mudah dilakukan dan munchkin hampir sama dengan akun tekfin yang lainnya, isi biodata dan juga unggah identitas seperti KTP, dan selanjutnya konfigurasi password dan juga kuisioner untuk menentukan tipe investor apakah anda.</p> <p>Setelah selesai itu semua, tinggal ditunggu akun anda disetujui.</p> <h4 id="investasi">Investasi</h4> <p>Melakukan investasi di Bibit bisa menggunakan fitur otomatisnya atau menggunakan opsi manual, jika memilih otomatis, maka Bibit akan mengkalkulasi alokasi yang dibutuhkan berdasarkan nilai risiko yang sudah ada, dan akan membaginya menjadi bermacam jenis reksadana, dalam contoh ini, nilai risiko saya adalah 8.5, maka akan disarankan Pasar Uang 12%, Obligasi 26%, dan Saham 62%.</p> <p>Jadi ada 3 jenis reksadana yang disarankan dibeli oleh saya, dan jika memutuskan untuk mengikuti anjuran dari Bibit, maka anda dapat membeli produk reksadana dari manajer investasi yang termasuk dalam tipe reksadana tersebut, manajer investasi di Bibit jika dibanding dengan Bareksa, masih lebih banyak dan lebih bervariasi di Bareksa, mungkin karena masih tergolong baru, jadi masih sedikit yang ditambahkan.</p> <p>Untuk pembelian, saya pilih manajer investasinya dan lakukan transfer ke masing-masing akun manajer investasi yang anda pilih (jika mengikuti anjuran diversifikasi), dan anda juga harus melakukan konfirmasi bahwa sudah mengirim sejumlah uang yang disepakati sejumlah unit yang dibeli, pengalaman saya di sini, Bibit agak lumayan lama untuk rekonsiliasi uang transfer dan verifikasi dengan manajer investasi, setidaknya saya membutuhkan 4 hari (31 januari jam 10.19 WIB transfer diterima, dan 4 februari jam 12.50 WIB unit saya muncul di aplikasi).</p> <p><a href="/images/posts/bibit.jpeg"><img src="/images/posts/bibit-small.jpeg" alt="bibit" /></a></p> <p>Tangkapan layar dari aplikasi Bibit, sampai saat ini retun yang didapat masih sekitar 1.60%.</p> <p>Mungkin seiring dengan makin matangnya aplikasi ini, dan juga tentunya jumlah pengguna yang makin banyak, banyak hal akan mengalami kemajuan, salah satunya soal rekonsialiasi ini.</p> <p><em>Happy Investing!</em></p> Wed, 27 Mar 2019 00:00:00 +0000 https://seputarfinansial.com/investasi-reksadana-dengan-aplikasi-bibit/ https://seputarfinansial.com/investasi-reksadana-dengan-aplikasi-bibit/ Perbandingan Bareksa vs Tanam Duit vs Investree, bagian 2 <p><em>Bagian kedua pembahasan layanan investasi online yakni Bareksa, Tanam Duit dan Investree, jangan lewatkan <a href="/perbandingan-bareksa-tanamduit-investree">membaca bagian 1</a></em>.</p> <p>Pada bagian pertama, dijelaskan tentang apa yang disajikan di masing-masing website dan bagaimana caranya untuk membuka akun menggunakan aplikasi dan atau membuka akun melalui websitenya.</p> <!--more--> <h2 id="pembelian-dan-penjualan">Pembelian dan penjualan</h2> <p>Pembelian dan penjualan reksadana yang dimiliki oleh pengguna, mungkin akan berbeda pengalamannya pada tiap pengguna.</p> <h2 id="membeli-produk-reksadana">Membeli produk reksadana</h2> <h3 id="bareksa">Bareksa</h3> <p>Untuk pembelian produk reksadana, bisa melalui <a href="https://www.bareksa.com/id/reksadana/">tautan ini</a>. <br /> <img src="/images/posts/reksadana/bareksa-beli.jpg" alt="bareksa beli reksadana" /></p> <p>atau melalui aplikasi (saya pengguna android) <img src="/images/posts/reksadana/bareksa-app-beli.jpg" alt="bareksa beli reksadana aplikasi" /></p> <p>Di sini ditampilkan daftar dari jenius produk reksdana yang bisa dibeli, dan juga daftar dari produk reksadana yang dikelola oleh manajer investasi, saya rasa untuk navigasi dan kemudahan menjelajah Bareksa cukup mudah, bahkan untuk yang <em>non-tech</em>, bisa langsung tahu aksi yang dilakukan itu apa. Untuk transaksi pembelian, akan dihadapkan dengan pembelian</p> <h3 id="investree">Investree</h3> <h3 id="tanamduit">Tanamduit</h3> <p>Untuk pembelian produk reksadana, bisa melalui <a href="https://www.tanamduit.com/individual/product/productlist">tautan ini</a>. <a href="/images/posts/reksadana/investree-beli-large.jpg"><img src="/images/posts/reksadana/investree-beli-small.jpg" alt="investree beli reksadana " /></a> Untuk pembelian bisa langsung klik tombol beli, dan masukkan jumlah uang yang akan digunakan untuk pembelian produk reksadana.</p> <h2 id="menjual-atau-mencairkan-produk-reksadana">Menjual atau mencairkan produk reksadana</h2> <p>Untuk menjual portfolio reksadana yang anda miliki, prosesnya hampir sama dengan pembelian reksadana (sayangnya saya baru sekali melakukan pencairan, saya lakukan itu di tokopedia reksadana, yang mana dibelakangnya adalah Bareksa), untuk pencairan di Tokopedia bisa baca postingan saya dengan judul <a href="https://notes.dedenf.com/2018/08/mencairkan-reksadana-di-tokopedia"><strong>Mencairkan Reksadana di Tokopedia</strong></a>.</p> <p>Untuk mencairkan reksadana di masing-masing, karena belum pernah melakukan itu, seperti paragraf di atas, hampir sama dengan melakukan pembelian, dan jika kita memiliki portfolio dari reksadana tersebut maka akan ada link untuk menjualnya. Jika ada kesempatan akan melakukan post khusus penjualan reksadana.</p> <h2 id="mengawasi-dana-dan-reksadana">Mengawasi dana dan reksadana</h2> <p>Untuk mengawasi perkembangan reksadana sebenarnya bisa dilakukan di aplikasi masing-masing layanan, tapi jika kita memiliki portfolio tersebar di 3 layanan itu (<em>for research™</em>), maka akan lumayan repot, apalagi jika anda juga investasi di saham, yang mana akan terpisah juga pengawasannya, supaya lebih mudah mengawasi portfolio kita (reksadana atau saham atau instrumen lainnya), bisa digunakan aplikasi <a href="https://www.bloomberg.com/">bloomberg</a> (tersedia <a href="https://play.google.com/store/apps/details?id=com.bloomberg.android.plus&amp;hl=in">android</a> dan <a href="https://itunes.apple.com/us/app/bloomberg-business-news/id281941097?mt=8">ios</a>).</p> <p>Untuk memonitor portfolio melalui bloomberg, tenang, gratis <em>kok</em>, anda bisa melakukan registrasi melalui website-nya atau melalui aplikasinya, setelah melakukan registrasi, bisa klik di menu (website), dan klik ‘watchlist’, dari sana bisa membuat semacam ‘watchlist’ portfolio yang anda punya, sebagai contoh</p> <p><img src="/images/posts/reksadana/watchlist.jpg" alt="bloomberg watchlist" /></p> <p>Pada kolom ‘Add symbol - Stocks, Funds, Indexes or Currencies’, tambahkan portfolio yang anda punya, misalkan saya masukkan ‘Sucorinvest Maxi Fund’ (reksadana) dengan simbol <strong>SUCMAXI:IJ</strong>.</p> <p><img src="/images/posts/reksadana/suco.jpg" alt="sucorinvest maxi fund" /></p> <p>Kemudian klik ‘EDIT’ di menu atas untuk memasukkan jumlah lot dari portfolio, dan klik ‘save changes`</p> <p><img src="/images/posts/reksadana/suco-edit.jpg" alt="sucorinvest maxi fund add lot" /></p> <p>Lakukan hal yang sama untuk portfolio saham atau instrument lain yang anda miliki. Untuk kenyamanan, memonitor bisa menggunakan <em>smartphone</em>, yang bisa memantau semua pergerakan nilai portfolio.</p> <p><img src="/images/posts/reksadana/bloomberg-app.jpg" alt="bloomberg -- app monitor" /></p> <p>Melalui pantauan ini, bisa melihat naik-turunnya nilai investasi kita (tenang, naik turun itu biasa), untuk kasus portfolio saya bisa, ada beberapa portfolio yang saat ini sedang turun (bisa faktor pasar, kebijakan dan lain-lain), jadi jangan terlalu panik atau khawatir jika melihat itu, karena pasar sifatnya dinamis, dan selalu melakukan deversifikasi instrumen dan produk yang anda beli, baik itu saham atau reksadana.</p> Sun, 20 Jan 2019 00:00:00 +0000 https://seputarfinansial.com/perbandingan-bareksa-tanamduit-investree-bagian-2/ https://seputarfinansial.com/perbandingan-bareksa-tanamduit-investree-bagian-2/ Mencairkan Reksadana di Tokopedia <p>Melanjutkan apa yang pernah saya tulis sebelummya, yaitu perbandingan <a href="/perbandingan-reksadana-di-tokopedia-bukapalak">pembukaan reksadana di tokopedia dan bukalapak</a>, kali ini saya akan membahas proses pencairan dari reksadana yang sudah saya beli di <a href="https://www.tokopedia.com/reksa-dana">Tokopedia</a> terlebih dahulu.</p> <p>Meskipun fitur Reksa Dana ini menggunakan Bareksa sebagai agen penjual reksa dana (APRD) seperti Bukalapak, tetapi Bareksa tidak menampilkan portfolio saya di web Bareksa untuk Reksa Dana yang saya beli di Tokopedia, lain hal dengan Bukalapak, akun saya dan portofolio langsung <em>nge-sync</em> dan bisa melakukan aksi di app/web Bareksa langsung, tetapi saya belum mencoba melakukan pembelian di Bareksa apakah akan <em>nge-sync</em> balik ke Bukalapak (saya rasa <em>sih</em> tidak akan, nanti dicoba).</p> <!--more--> <p>Untuk pencairan di bukalapak cukup cepat, kita disediakan pilihan untuk mencairkan berapa rupiah milik kita yang hendak dicairkan di menu “<strong>Jual</strong>”, saya sejauh ini tidak menemukan opsi untuk menjual berdasarkan unit yang kita punya.</p> <p><img src="/images/posts/tokopedia-reksadana-jual.jpg" alt="jual reksadana" /></p> <p>Dari unit yang saya beli, sebelumnya saya beli Rp100.000, karena saya menggunakan <a href="https://www.jenius.com">Jenius</a> untuk membeli Reksa Dana ini, sehingga tidak dikenakan bea transfer antar bank, maka yang saya beli sama dengan harga yang saya tertera.</p> <p>Saya menunggu sebulan untuk mencairkan Reksadana ini hanya untuk melihat dana yang mungkin bisa didapat dan kemudahan dari ecommerce dalam transaksi, hasil yang saya dapatkan adalah sejumlah Rp100.430 (ya, memang seharusnya lebih lama, lagi, ini hanya untuk coba-coba).</p> <p><img src="/images/posts/tokopedia-reksadana-cairkan.jpg" alt="jual cairkan" /></p> <p>Dan yang masuk ke rekening saya setelah 2 hari kerja adalah sebesar Rp95,430, terpotong Rp5000, kemungkinan besar itu untuk <em>fee</em>.</p> <p>Beberapa pelajaran yang diambil dari sini.</p> <ol> <li>Selalu menghitung jumlah biaya yang dikeluarkan untuk pembelian Reksa Dana, terutama jika bank yang Anda punya tidak sama dengan bank tujuan di Tokopedia</li> <li>Hitung juga untung rugi-nya, jangan sampai poin nomor 1 itu malah menjadikan investasi Anda jadi minus ketika dilakukan pencairan</li> <li>Cairkan jika memang untung (tentu saja!), atau sudah di atas nilai yang Anda beli + biaya tambahan baik transfer atau <em>fee</em> admin seperti yang dilakukan Tokopedia.</li> </ol> <p>Selanjutnya akan dicoba dilakukan di BukaReksa.</p> Thu, 17 Jan 2019 00:00:00 +0000 https://seputarfinansial.com/mencairkan-reksadana-di-tokopedia/ https://seputarfinansial.com/mencairkan-reksadana-di-tokopedia/ Perbandingan Reksadana Di Tokopedia Bukapalak <p>Reksadana sebagai salah satu cara untuk berinvestasi non-sektor rill (emas, properti, dll) menjadi salah satu cara mudah untuk melakukan investasi tanpa harus melakukan pembelian sesuatu yang fisik, setidaknya itu apa yang saya rasakan dan mengerti semenjak membeli produk reksadana, untuk mengetahui apa itu reksadana, silakan baca <a href="https://www.moneysmart.id/untuk-pemula-begini-lah-cara-kerja-investasi-reksa-dana-dan-simulasinya-secara-sederhana/">artikel ini</a> dan <a href="http://www.aberdeen-asset.com/tengoldenrulesid/article/jenis-jenis-reksadana.html">jenisnya</a>.</p> <p>Dulu saya melakukan transaksi pembelian/penjualan unit reksadana di bank commonwealth, di bank ini menyediakan fitur di aplikasi web bankingnya pembelian atau penjualan (<em>redemption</em>) unit, nyaman, tapi pilihan terbatas (ini pengetahuan saya 3 tahun ke belakang, sudah tidak aktif menggunakan commbank). <!--more--> Saat ini saya mencoba melakukan investasi reksadana melalui Bukalapak dan Tokopedia, di Bukalapak produk/fitur reksadana menggunakan nama BukaReksa, sedang di Tokopedia menggunakan diberi nama, Reksa Dana di menu keuangan.</p> <h2 id="bukareksa">BukaReksa</h2> <p>Membuka akun reksadana di Bukalapak terbilang mudah, dengan login ke Bukalapak dan juga daftar sebagai nasabah BukaReksa, dengan melengkapi identitas dan mengunggah photo KTP dan juga tandatangan digital di aplikasi Bukalapak, maka aplikasi reksadana sudah selesai, selanjutnya tinggal menunggu approval dari pihak BukaReksa (Bukalapak menggunakan Bareksa sebagai <del>manajer investasi</del> agen penjual).</p> <p>Dari pengajuan aplikasi (diajukan pagi hari) sampai penyetujuan terhitung cepat, hitungan 2 jam aplikasi saya sudah disetujui.</p> <h3 id="pembelian-unit">Pembelian Unit</h3> <p>Setelah aplikasi disetujui, saya bisa melakukan pembelian jenis reksadana yang dipilih, hanya saja pembelian reksadana harus menunggu lumayan lama, dari saat disetujui saya langsung membeli, sampai sorenya sekitar jam 18.30 proses pembelian saya masih dalam status <strong><em>diproses</em></strong>, dan Surat Konfirmasi transaksi (SKT) belum terbit. kemungkinan besar, proses rekapitulasi dilakukan dengan <em>batch</em>. Produk pertama yang saya beli di BukaReksa adalah Saham (yeah, agresif), dengan NAB saat itu Rp26.478,84, saya membeli unit senilai Rp100.000, untuk transaksi pembelian ini saya dikenakan semacam biaya tambahan (dalih kode pembayaran) sebesar Rp793.</p> <p>Tanggal 11 Juli, unit sudah bisa dilihat di kolom portfolio, ini lebih cepat dari Tokopedia, ini tandanya sudah muncul SKT dari pembelian sebelumnya. <img src="/images/posts/reksadana-bukareksa-portfolio.jpg" alt="BukaReksa portfolio" /></p> <h2 id="tokopedia-reksa-dana">Tokopedia Reksa Dana</h2> <p>Membuka akun reksadana di Tokopedia juga hampir sama dengan Bukalapak, memasukan identitas dan photo KTP dan juga tandatangan di aplikasi Tokopedia, untuk penyetujuan aplikasi reksadana agak lebih lama dari BukaReksa, dari permohonan aplikasi reksa dana baru disetujui sekitar jam 17.15 (dibanding Bukalapak jam 11.43), Tokopedia Reksa Dana juga menggunakan Bareksa sebagai manajer investasi.</p> <h3 id="pembelian-unit-reksa-dana">Pembelian Unit Reksa Dana</h3> <p>Pembelian unit di tokopedia lebih mudah menurut saya, tinggal melakukan <em>checkout</em> seperti biasa, saya pilih Mandiri <em>virtual account</em> dan melakukan <em>transfer</em> ke sana, dan serunya, tidak ada biaya tambahan apapun, saya beli unit senilai Rp100.000 dan uang yang saya <em>transfer</em> tetap. Untuk di Tokopedia, saya masih belum melihat pilihan produk reksadana yang lain, hanya ditampilkan Syeilendra tidak ada produk lain, atau tampilan seperti BukaReksa yang lengkap. Dari unit yang dibeli, menurut tulisan yang tertera, dari tanggal beli 10 juli, maka unit akan aktif pada 12 juli 2018, ini bisa jadi lebih cepat, karena sebelumnya juga akun saya menurut yang tertera diperkirakan akan aktif tanggal 11 juli, tapi bisa lebih cepat.</p> <h2 id="selanjutnya">Selanjutnya</h2> <p>Untuk berikutnya saya akan coba untuk menuliskan pembelian variasi jenis Reksadana yang ada di masing-masing toko online ini (jika ada), dan juga perkembangan nilai dari tiap jenis reksadana yang dibeli.</p> Tue, 15 Jan 2019 00:00:00 +0000 https://seputarfinansial.com/perbandingan-reksadana-di-tokopedia-bukapalak/ https://seputarfinansial.com/perbandingan-reksadana-di-tokopedia-bukapalak/ Perbandingan Bareksa vs Tanam Duit vs Investree, bagian 1 <p><em>Ini adalah pengalaman saya menggunakan tiga servis untuk kebutuhan investasi saya, terutama untuk investasi berupa reksadana atau obligasi, karena terlalu panjang, dipecah menjadi 2 bagian, <a href="/2019/01/perbandingan-bareksa-tanamduit-investree-bagian-2">klik di sini untuk membaca bagian 2</a></em>.</p> <p>Setelah sebelumnya menulis membuka <a href="/perbandingan-reksadana-tokopedia-bukalapak">reksadana di bukalapak dan tokopedia</a>, dituliskan bagaimana membuka reksadana dengan mudah di 2 e-commerce tersebut. Kali ini saya <em>share</em> pengalaman membuka dan menggunakan aplikasi reksadana di 3 situs yang menjual reeksadan, yaitu <a href="https://www.bareksa.com/">Bareksa</a>, <a href="https://tanamduit.com/">Tanam Duit</a> dan <a href="https://investree.id">Investree</a> sebagai agen penjual reksadana yang dikemas dalam bentuk <em>marketplace</em>. <!--more--></p> <h2 id="fitur">Fitur</h2> <h4 id="bareksa">Bareksa</h4> <p>Bareksa menyediakan komoditas reksadana dan obligasi (SBN), meski memberikan informasi saham, Bareksa tidak atau setidaknya belum menyediakan fitur jual beli saham, tapi bareksa mempunyai fitur untuk langganan informasi data historis saham, reksadana, metriks saham, obligasi dan lainnya, sebagai bentuk unggahan untuk member yang membayar sejumlah uang.</p> <p>Bareksa juga menampilkan banyak pilihan produk reksadana yang bisa dipilih oleh nasabah Bareksa dari banyak pilihan manager investasi.</p> <h4 id="tanamduit">Tanamduit</h4> <p>Tanamduit menjual reksadana dan obligasi negara (SBN), memiliki antarmuka yang sederhana, terbilang mudah, meski reksadana yang disajikan dimarketplace-nya terbilang sedikit jika dibanding dengan Bareksa.</p> <h4 id="investree">Investree</h4> <p><a href="https://www.investree.id/referral/CZMZE">investree</a> juga menjual reksadana, untuk penjualan reksadana di Investree menggunakan Tanamduit sebagai partner, jadi sejauh ini tidak menyediakan marketplace sendiri untuk reksadana, karena core dari Investree sejauh ini adalah peer to peer lending.</p> <h2 id="membuka-akun">Membuka akun</h2> <h4 id="bareksa-1">Bareksa</h4> <p><a href="https://www.bareksa.com/reksadana/public/id/client/register/step_1">Pembukaan rekening</a> di bareksa didahului dengan mengisi data diri seperti nama, email, KTP, informasi bank dan informasi lainnya, disini pengguna langsung disuguhkan dengan banyak form, dan mungkin akan jadi friksi bagi pengguna, karena proses onboarding sudah ‘berat’ didepan, tapi ini bisa jadi kemudahan bagi orang yang serius membuka akun di Bareksa.</p> <p><a href="/images/posts/reksadana/bareksa-first.jpg"><img src="/images/posts/reksadana/bareksa-first-small.jpg" alt="bareksa open account" /></a></p> <p>Bisa dilihat perbedaan dengan 2 website lain, dan dari gambar ini masih panjang form kebawahnya.</p> <h4 id="tanam-duit">Tanam Duit</h4> <p>Di tanamduit, sepertinya mengurangi friksi calon pengguna yang hendak daftar diwebsitenya, dengan hanya <a href="https://www.tanamduit.com/individual/account/signup">mendaftar</a> menggunakan nama, email dan password, sudah bisa membuka akun, tapi belum bisa melakukan transaksi pembelian reksadana dan obligasi, untuk bisa melakukan transaksi, pengguna diharuskan ‘meng-upgrade’ statusnya menjadi nasabah dengan membuka rekening di Tanamduit.</p> <p><a href="/images/posts/reksadana/tanamduit-first.jpg"><img src="/images/posts/reksadana/tanamduit-first-small.jpg" alt="tanamduit firt time login" /></a></p> <p>Setelah anda klik buka rekening, akan ditampilkan dengan form yang mana dibutuhkan sebagai syarat pembukaan rekening, anda diharusnya meng-<em>upload</em> file yang dibutuhkan seperti KTP dan lainnya.</p> <h4 id="investree-1">Investree</h4> <p>Di <a href="https://www.investree.id/reksadana">investree</a>, karena fokusnya ada peer2peer, mungkin agak sedikit membingungkan dengan kata yang ada, yaitu <em>Lender</em>, di investree, Lender ada seseorang yang memberikan pinjaman diplatform tersebut, dan kata ini dipakai ulang diproduk reksadana-nya, meski mungkin banyak orang lebih familiar dengan kata <em>nasabah</em>, karena disini pengguna tidak meminjamkan uang dalam artian peer2peer, tapi nasabah/pengguna memang memberikan uangnya ke manajer investasi untuk dikelola.</p> <p>Seperti Tanamduit, Investree juga mencoba mengurangi friksi dari proses onboarding nasabah, meski agak lebih panjang, tapi masih lebih pendek dari pada Bareksa.</p> <h2 id="ringkasan-bagian-1">Ringkasan bagian 1</h2> <p>Saya mencoba meringkas tulisan di atas dalam bentuk tabel.</p> <table> <thead> <tr> <th> </th> <th style="text-align: center">Bareksa</th> <th style="text-align: center">Tanam Duit</th> <th style="text-align: center">Investree</th> </tr> </thead> <tbody> <tr> <td><strong>Webapp</strong></td> <td style="text-align: center">✓</td> <td style="text-align: center">✓</td> <td style="text-align: center">✓</td> </tr> <tr> <td><strong>Android</strong></td> <td style="text-align: center">✓</td> <td style="text-align: center">✓</td> <td style="text-align: center">✗</td> </tr> <tr> <td><strong>iOS</strong></td> <td style="text-align: center">✓</td> <td style="text-align: center">✓</td> <td style="text-align: center">✗</td> </tr> <tr> <td><strong>Reksadana</strong></td> <td style="text-align: center">✓</td> <td style="text-align: center">✓</td> <td style="text-align: center">✓</td> </tr> <tr> <td><strong>Lending</strong></td> <td style="text-align: center">✗</td> <td style="text-align: center">✗</td> <td style="text-align: center">✓</td> </tr> <tr> <td><strong>SBN</strong></td> <td style="text-align: center">✓</td> <td style="text-align: center">✓</td> <td style="text-align: center">✓</td> </tr> <tr> <td><strong>Saham</strong></td> <td style="text-align: center">✗</td> <td style="text-align: center">✗</td> <td style="text-align: center">✗</td> </tr> <tr> <td><strong>UI/UX</strong></td> <td style="text-align: center">★★★★</td> <td style="text-align: center">★★★★★</td> <td style="text-align: center">★★★</td> </tr> </tbody> </table> <p>Untuk bagian selanjutnya, akan dibahas ketika melakukan pembelian.</p> Sat, 12 Jan 2019 00:00:00 +0000 https://seputarfinansial.com/perbandingan-bareksa-tanamduit-investree/ https://seputarfinansial.com/perbandingan-bareksa-tanamduit-investree/ Perkenalan seputar finansial <p>Mungkin sudah banyak blog mengenai finansial, ada yang bercerita khusus tentang investasi, perencana finansial atau bagaimana supaya cepat melunasi hutang, dan banyak juga yang bagus dalam mengemas tips, informasi.</p> <!--more--> <p>Dan untuk seputarfinansial sedikit banyak akan bercerita perjalanan saya dalam memilih atau menggunakan produk finansial, baik investasi, atau mungkin review aplikasi finansial yang bisa digunakan sehari-hari, rekomendasi sumber finansial, podcast, website, atau kanal youtube dan lainnya. Dan juga akan mencoba melihat perkembangan pasar, untuk investasi atau sekadar ingin tahu seluk beluk dari dunia finansial.</p> <p>Seputarfinansial berkonsep blog, yang akan memiliki kategori-kategori dan juga tagging, yang akan memudahkan pengunjung untuk mencari dan membaca artikel yang dihadirkan.</p> <p>Blog ini menggunakan Jekyll sebagai engine-nya dan di host di <a href="https://github.com">github</a>.</p> <hr /> <p>image credit <a style="background-color:black;color:white;text-decoration:none;padding:4px 6px;font-family:-apple-system, BlinkMacSystemFont, &quot;San Francisco&quot;, &quot;Helvetica Neue&quot;, Helvetica, Ubuntu, Roboto, Noto, &quot;Segoe UI&quot;, Arial, sans-serif;font-size:12px;font-weight:bold;line-height:1.2;display:inline-block;border-radius:3px" href="https://unsplash.com/@rawpixel?utm_medium=referral&amp;utm_campaign=photographer-credit&amp;utm_content=creditBadge" target="_blank" rel="noopener noreferrer" title="Download free do whatever you want high-resolution photos from rawpixel"><span style="display:inline-block;padding:2px 3px"><svg xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" style="height:12px;width:auto;position:relative;vertical-align:middle;top:-2px;fill:white" viewBox="0 0 32 32"><title>unsplash-logo</title><path d="M10 9V0h12v9H10zm12 5h10v18H0V14h10v9h12v-9z"></path></svg></span><span style="display:inline-block;padding:2px 3px">rawpixel</span></a></p> Fri, 11 Jan 2019 00:00:00 +0000 https://seputarfinansial.com/perkenalan-seputarfinansial/ https://seputarfinansial.com/perkenalan-seputarfinansial/ About <p>Seputar finansial dibangun untuk mendokumentasikan perjalanan saya dalam memilih, menggunakan, suka, tidak suka terhadap satu produk perbankan, investasi, atau alat yang digunakan untuk memudahkan kehidupan finansial saya.</p> <p>Di blog ini akan membahas tentang <a href="/category/personal-finance">finansial pribadi</a>, <a href="/category/investasi">investasi</a>, baik <a href="/category/saham">saham</a>, <a href="/category/reksadana">reksadana</a> atau instrument investasi lainnya, juga membahas tentang layanan yang mungkin memudahkan untuk mengatur finansial.</p> <h3 id="disclaimer">Disclaimer</h3> <p>Saya bukan ahli finansial, manusia normal, engineer, menyukai teknologi, yang mencoba melihat sisi lain yaitu sisi finansial, mencoba lebih dalam agar lebih literasi finansial, psikologi didalammya, bagaimana kita mengambil keputusan finansial yang bisa jadi menentukan hidup kita nantinya.</p> <p><strong>Disclaimer:</strong> Jika ada artikel yang bernada pengetahuan, setidaknya itu bekerja di saya pribadi, bukan suatu saran finansial untuk membuat keputusan, mungkin saja itu tidak bekerja di anda.</p> <p>Investasi adalah proses, berjalan pelan, tidak ada hal yang instan dan menjadi kaya dalam sekejap.</p> <p>follow <a href="https://instagram.com/seputarfinansial">Instagram</a> dan <a href="https://twitter.com/SFinansial">Twitter</a> atau email ke <a href="mailto:hi@seputarfinansial.com">hi@seputarfinsial</a>.</p> https://seputarfinansial.com/about/ Categories <div class="home"> <div class="posts"> <div class="archive-group"> <div id="#blog"></div> <p></p> <h2 class="category-head"><a href="/category/blog">blog</a></h2> <a name="blog"></a> <div class="post"> <article class="archive-item"> <a href="/perkenalan-seputarfinansial/" class="post-link"><h4 class="h4 post-title">Perkenalan seputar finansial</h4></a> </article> </div> </div> <div class="archive-group"> <div id="#review"></div> <p></p> <h2 class="category-head"><a href="/category/review">review</a></h2> <a name="review"></a> <div class="post"> <article class="archive-item"> <a href="/perbandingan-reksadana-di-tokopedia-bukapalak/" class="post-link"><h4 class="h4 post-title">Perbandingan Reksadana Di Tokopedia Bukapalak</h4></a> </article> <article class="archive-item"> <a href="/perbandingan-bareksa-tanamduit-investree/" class="post-link"><h4 class="h4 post-title">Perbandingan Bareksa vs Tanam Duit vs Investree, bagian 1</h4></a> </article> </div> </div> <div class="archive-group"> <div id="#investasi"></div> <p></p> <h2 class="category-head"><a href="/category/investasi">investasi</a></h2> <a name="investasi"></a> <div class="post"> <article class="archive-item"> <a href="/deposito-di-bank-digital-apa-saja/" class="post-link"><h4 class="h4 post-title">Menyimpan dana di deposito di bank-bank digital (dan online banking)</h4></a> </article> <article class="archive-item"> <a href="/investasi-tabungan-emas-dimana-saja/" class="post-link"><h4 class="h4 post-title">Investasi menabung emas di mana saja?</h4></a> </article> <article class="archive-item"> <a href="/hal-hal-yang-perlu-diperhatikan-sebelum-investasi-saham/" class="post-link"><h4 class="h4 post-title">Hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum investasi saham</h4></a> </article> <article class="archive-item"> <a href="/kesalahan-kesalahan-yang-pernah-saya-lakukan-dalam-memilih-produk-reksadana/" class="post-link"><h4 class="h4 post-title">Kesalahan-kesalahan yang pernah pernah lakukan ketika memilih produk reksa dana</h4></a> </article> <article class="archive-item"> <a href="/hubungan-pola-asuh-terhadap-perilaku-keuangan-finansial/" class="post-link"><h4 class="h4 post-title">Hubungan pola asuh terhadap perilaku keuangan</h4></a> </article> <article class="archive-item"> <a href="/menabung-emas-zaman-sekarang/" class="post-link"><h4 class="h4 post-title">Cara menabung emas, sebagai salah satu instrumen investasi</h4></a> </article> <article class="archive-item"> <a href="/investasi-dana-darurat-dengan-deposito-bertingkat/" class="post-link"><h4 class="h4 post-title">Investasi, dana darurat, dengan Deposito bertingkat (atau berjenjang?)</h4></a> </article> <article class="archive-item"> <a href="/memiliki-akun-broker-saham-reksadana-reksa-dana-lebih-dari-satu/" class="post-link"><h4 class="h4 post-title">Memiliki akun broker lebih dari satu?</h4></a> </article> <article class="archive-item"> <a href="/memonitor-portofolio/" class="post-link"><h4 class="h4 post-title">Memonitor Portofolio</h4></a> </article> <article class="archive-item"> <a href="/mengenal-lebih-jauh-produk-reksa-dana/" class="post-link"><h4 class="h4 post-title">Mengenal lebih jauh terhadap produk reksa dana yang (akan) dibeli, Prospektus dan Fund Fact Sheet</h4></a> </article> <article class="archive-item"> <a href="/mencari-produk-reksadana-reksa-dana-yang-kinerja-bagus/" class="post-link"><h4 class="h4 post-title">Mencari dan berinvestasi di produk reksa dana yang kinerjanya bagus</h4></a> </article> <article class="archive-item"> <a href="/conveyor-belt-saving-concept/" class="post-link"><h4 class="h4 post-title">Conveyor Belt Saving</h4></a> </article> <article class="archive-item"> <a href="/perbandingan-tabungan-bunga-tinggi-deposito-reksadana-dan-obligasi-negara/" class="post-link"><h4 class="h4 post-title">Perbandingan Tabungan bunga tinggi, Deposito, Reksa Dana Pasar Uang, dan Obligasi</h4></a> </article> <article class="archive-item"> <a href="/investasi-jangka-pendek-apa-saja/" class="post-link"><h4 class="h4 post-title">Investasi jangka pendek, dengan apa?</h4></a> </article> <article class="archive-item"> <a href="/mengenal-apa-itu-sid-sre-rdn-akses/" class="post-link"><h4 class="h4 post-title">Mengenal apa itu SID, RDN, SRE, AKSes</h4></a> </article> <article class="archive-item"> <a href="/apa-itu-obligasi/" class="post-link"><h4 class="h4 post-title">Apa itu obligasi?</h4></a> </article> <article class="archive-item"> <a href="/memulai-investasi-saham/" class="post-link"><h4 class="h4 post-title">Memulai investasi saham?</h4></a> </article> <article class="archive-item"> <a href="/Investasi-reksadana-dengan-uang-receh-di-BIBIT/" class="post-link"><h4 class="h4 post-title">Investasi reksa dana dengan 'uang receh' di BIBIT</h4></a> </article> <article class="archive-item"> <a href="/investasi-reksadana-dengan-ajaib/" class="post-link"><h4 class="h4 post-title">Investasi Reksa Dana dengan aplikasi Ajaib</h4></a> </article> <article class="archive-item"> <a href="/investasi/" class="post-link"><h4 class="h4 post-title">Investasi</h4></a> </article> <article class="archive-item"> <a href="/menabung-dan-investasi/" class="post-link"><h4 class="h4 post-title">Menabung dan Investasi</h4></a> </article> <article class="archive-item"> <a href="/investasi-reksadana-dengan-aplikasi-bibit/" class="post-link"><h4 class="h4 post-title">Investasi reksadana dengan aplikasi BIBIT</h4></a> </article> <article class="archive-item"> <a href="/perbandingan-bareksa-tanamduit-investree-bagian-2/" class="post-link"><h4 class="h4 post-title">Perbandingan Bareksa vs Tanam Duit vs Investree, bagian 2</h4></a> </article> <article class="archive-item"> <a href="/mencairkan-reksadana-di-tokopedia/" class="post-link"><h4 class="h4 post-title">Mencairkan Reksadana di Tokopedia</h4></a> </article> </div> </div> <div class="archive-group"> <div id="#personal finance"></div> <p></p> <h2 class="category-head"><a href="/category/personal-finance">personal finance</a></h2> <a name="personal finance"></a> <div class="post"> <article class="archive-item"> <a href="/tips-tips-memaksimalkan-penggunaan-akun-dan-aplikasi-jenius/" class="post-link"><h4 class="h4 post-title">Tips-tips memaksimalkan penggunaan akun dan aplikasi Jenius</h4></a> </article> <article class="archive-item"> <a href="/mobile-banking-ocbc-nisp-one-mobile/" class="post-link"><h4 class="h4 post-title">OCBC NISP ONe Mobile</h4></a> </article> <article class="archive-item"> <a href="/membangun-pola-pikir-positif-terhadap-uang/" class="post-link"><h4 class="h4 post-title">Membangun pola pikir positif terhadap uang</h4></a> </article> <article class="archive-item"> <a href="/mei-bekerja-dari-rumah-pengeluaran-bulanan/" class="post-link"><h4 class="h4 post-title">Masih bekerja dari rumah, dan pengeluaran bulan mei</h4></a> </article> <article class="archive-item"> <a href="/hal-kecil/" class="post-link"><h4 class="h4 post-title">Hal kecil</h4></a> </article> <article class="archive-item"> <a href="/april-di-rumah-dan-pengeluaran-pengeluaran/" class="post-link"><h4 class="h4 post-title">April di rumah dan pengeluaran-pengeluarannya</h4></a> </article> <article class="archive-item"> <a href="/keuntungan-menggunakan-bank-digital/" class="post-link"><h4 class="h4 post-title">Keuntungan menggunakan bank digital</h4></a> </article> <article class="archive-item"> <a href="/memanage-risiko-risiko-dalam-berinvestasi/" class="post-link"><h4 class="h4 post-title">Meminimalisir risiko-risiko dalam berinvestasi</h4></a> </article> <article class="archive-item"> <a href="/mengenal-profil-risiko-diri-sendiri-ketika-berinvestasi-disaat-krisis-ini/" class="post-link"><h4 class="h4 post-title">Mengenal profil risiko diri sendiri ketika berinvestasi</h4></a> </article> <article class="archive-item"> <a href="/Mereview-pengeluaran-rutin-setiap-bulan-disaat-pandemi/" class="post-link"><h4 class="h4 post-title">Mengkaji ulang pengeluaran rutin setiap bulan disaat pandemi</h4></a> </article> <article class="archive-item"> <a href="/investasi-dengan-uang-satu-juta-bisa/" class="post-link"><h4 class="h4 post-title">Memulai investasi dengan uang satu juta</h4></a> </article> <article class="archive-item"> <a href="/Mengenal-fitur-TMRW-by-UOB-lebih-dalam/" class="post-link"><h4 class="h4 post-title">Mengenal fitur TMRW by UOB lebih dalam</h4></a> </article> <article class="archive-item"> <a href="/work-from-home-apa-saja-yang-perlu-diperhatikan/" class="post-link"><h4 class="h4 post-title">Work from home? perhatikan beberapa hal ini</h4></a> </article> <article class="archive-item"> <a href="/Penyesuaian-budget-saat-situasi-krisis/" class="post-link"><h4 class="h4 post-title">Melakukan penyesuaian budget saat situasi krisis</h4></a> </article> <article class="archive-item"> <a href="/berhutang-untuk-menunjang-gaya-hidup/" class="post-link"><h4 class="h4 post-title">Berhutang untuk menunjang gaya hidup</h4></a> </article> <article class="archive-item"> <a href="/pandemi-corona-dan-dampak-keuangan/" class="post-link"><h4 class="h4 post-title">Pandemi Corona (covid-19) dan dampak keuangan, apa yang perlu dilakukan?</h4></a> </article> <article class="archive-item"> <a href="/kesalahan-keputusan-keuangan-pada-umur-20an/" class="post-link"><h4 class="h4 post-title">Belajar dari kesalahan finansial pada umur 20an</h4></a> </article> <article class="archive-item"> <a href="/mengenal-jenius-akun-bisnis/" class="post-link"><h4 class="h4 post-title">Mengenal Jenius Akun Bisnis</h4></a> </article> <article class="archive-item"> <a href="/dana-uang-dingin-uang-hilang/" class="post-link"><h4 class="h4 post-title">Dana uang dingin (uang hilang/hangus?)</h4></a> </article> <article class="archive-item"> <a href="/psikologi-keuangan/" class="post-link"><h4 class="h4 post-title">Buku Keuangan Berbasis Perilaku</h4></a> </article> <article class="archive-item"> <a href="/money-hack-tmrw-by-UOB-topup-gojek-gopay/" class="post-link"><h4 class="h4 post-title">Money hack: Promo TMRWbyUOB dengan reward topup saldo GoPay</h4></a> </article> <article class="archive-item"> <a href="/hal-yang-perlu-diperhatikan-ketika-menyiapkan-dana-darurat/" class="post-link"><h4 class="h4 post-title">Hal-hal yang perlu diperhatikan ketika menyiapkan dana darurat</h4></a> </article> <article class="archive-item"> <a href="/mengenal-compound-interest-bunga-berbunga/" class="post-link"><h4 class="h4 post-title">Mengenal compound interest (bunga berbunga)</h4></a> </article> <article class="archive-item"> <a href="/bank-digital-membuka-tabungan-TMRW-by-UOB/" class="post-link"><h4 class="h4 post-title">Bank Digital: Membuka rekening tabungan TMRW by UOB</h4></a> </article> <article class="archive-item"> <a href="/strategi-tabungan-dan-akun-bank/" class="post-link"><h4 class="h4 post-title">Strategi tabungan dan mengatur rekening(-rekening) bank</h4></a> </article> <article class="archive-item"> <a href="/tips-belanja-bulanan-hemat/" class="post-link"><h4 class="h4 post-title">Tips berbelanja bulanan hemat</h4></a> </article> <article class="archive-item"> <a href="/hal-yang-perlu-diperhatikan-dalam-renovasi-rumah/" class="post-link"><h4 class="h4 post-title">Hal-hal yang perlu diperhatikan ketika renovasi rumah</h4></a> </article> <article class="archive-item"> <a href="/otomasi-proses-manajemen-keuangan-finansial/" class="post-link"><h4 class="h4 post-title">Otomatisasi finansial</h4></a> </article> <article class="archive-item"> <a href="/apa-saja-tujuan-finansial-dan-membuatnya/" class="post-link"><h4 class="h4 post-title">Tujuan Finansial</h4></a> </article> <article class="archive-item"> <a href="/check-up-finansial-sebelum-membuat-blueprint-tujuan-finansial/" class="post-link"><h4 class="h4 post-title">Cek up finansial sebelum membuat blueprint tujuan finansial</h4></a> </article> <article class="archive-item"> <a href="/bank-digital-jenius/" class="post-link"><h4 class="h4 post-title">Bank Digital: Jenius</h4></a> </article> <article class="archive-item"> <a href="/listing-di-rockstar-finance/" class="post-link"><h4 class="h4 post-title">Update singkat: Masuk direktori blog di Rockstar Finance</h4></a> </article> <article class="archive-item"> <a href="/pisahkan-rekening-konsumsi-dan-rekening-tabungan/" class="post-link"><h4 class="h4 post-title">Pisahkan rekening tabungan dan rekening konsumsi</h4></a> </article> <article class="archive-item"> <a href="/resesi-apa-yang-harus-diperhatikan/" class="post-link"><h4 class="h4 post-title">Resesi? apa yang harus diperhatikan</h4></a> </article> <article class="archive-item"> <a href="/bank-digital-apa-itu/" class="post-link"><h4 class="h4 post-title">Bank digital, apa itu?</h4></a> </article> <article class="archive-item"> <a href="/money-lover-aplikasi-ngaturduit-keuangan/" class="post-link"><h4 class="h4 post-title">Review: Money Lover, aplikasi manajemen keuangan</h4></a> </article> <article class="archive-item"> <a href="/ketahui-pengeluaran-pengeluaran/" class="post-link"><h4 class="h4 post-title">Ketahui dan kenali pengeluaran-pengeluaranmu</h4></a> </article> <article class="archive-item"> <a href="/hindari-belanja-impulsif-dengan-cara-ini/" class="post-link"><h4 class="h4 post-title">Belanja impulsif? coba konsep 1/3/7</h4></a> </article> <article class="archive-item"> <a href="/memahami-kinerja-keuangan-pribadi/" class="post-link"><h4 class="h4 post-title">Memahami kinerja finansial pribadi</h4></a> </article> <article class="archive-item"> <a href="/mengapa-memperhatikan-biaya-admin-itu-penting/" class="post-link"><h4 class="h4 post-title">Mengapa memperhatikan biaya admin (fee) itu penting?</h4></a> </article> <article class="archive-item"> <a href="/inflasi-gaya-hidup/" class="post-link"><h4 class="h4 post-title">Inflasi gaya hidup</h4></a> </article> <article class="archive-item"> <a href="/7-kesalahan-finansial-yang-sering-terjadi/" class="post-link"><h4 class="h4 post-title">7 Kesalahan finansial yang sering terjadi</h4></a> </article> <article class="archive-item"> <a href="/metode-budgeting/" class="post-link"><h4 class="h4 post-title">Metode budgeting</h4></a> </article> <article class="archive-item"> <a href="/menabung-menyiapkan-dana-darurat/" class="post-link"><h4 class="h4 post-title">Menyiapkan dana darurat</h4></a> </article> <article class="archive-item"> <a href="/money-hack-penggunaan-digital-wallet-untuk-penghematan/" class="post-link"><h4 class="h4 post-title">Money hack: Menggunakan Digital Wallet untuk penghematan</h4></a> </article> <article class="archive-item"> <a href="/budgeting/" class="post-link"><h4 class="h4 post-title">Budgeting Sederhana</h4></a> </article> </div> </div> <div class="archive-group"> <div id="#update"></div> <p></p> <h2 class="category-head"><a href="/category/update">update</a></h2> <a name="update"></a> <div class="post"> <article class="archive-item"> <a href="/seputar-finansial-satu-tahun/" class="post-link"><h4 class="h4 post-title">Seputar Finansial, setahun (lebih)</h4></a> </article> </div> </div> </div> https://seputarfinansial.com/categories/ Colophon <p><img src="/images/pat-krupa-CJGBPvTKykU-unsplash.jpg" alt="" /></p> <p>Source code hosted at <a href="https://pages.github.com/">Github page</a>, I use <a href="https://jekyllrb.com/">Ruby Jekyll</a> blogging engine.</p> <p>Written using <a href="https://code.visualstudio.com/">Visual Code Studio</a>, Website hosted at <a href="https://www.netflix.com/">Netlify</a>.</p> <h3 id="ack">Ack</h3> <p>CSS Styling and design using <a href="https://github.com/johno/pixyll">Pixyll</a> with couple custom style.</p> https://seputarfinansial.com/colophon/ Say Hello <div class="py2"> <form id="my-form" class="form-stacked"> <label for="email">Email</label><br /> <input id="email" type="email" name="email" class="field-light" placeholder="email@example.com" required /> <div data-sk-error="email"></div> <textarea type="text" name="text" class="field-light" rows="5" placeholder="Pesan" style="resize: vertical" required></textarea> <input type="hidden" name="_next" value="/thanks/" /> <input type="hidden" name="_subject" value="New submission!" /> <input type="text" name="_gotcha" style="display:none" /> <button type="submit" class="button button-blue button-big mobile-block">Say Hi</button> </form> <script> window.sk=window.sk||function(){(sk.q=sk.q||[]).push(arguments)}; sk('form', 'init', { id: '5f1695ecdafa', element: '#my-form' }); </script> <script defer src="https://js.statickit.com/statickit.js"></script> </div> https://seputarfinansial.com/contact/ Kategori {{ page.url }} {% assign category_name = "review" %} {% assign posts_count = site.categories[category_name] | size %} <div class="home"> {% if posts_count > 0 %} <div class="posts"> {% for post in site.categories[category_name] %} <div class="post py3"> <p class="post-meta"> {% if site.date_format %} {{ post.date | date: site.date_format }} {% else %} {{ post.date | date: "%b %-d, %Y" }} {% endif %} </p> <a href="{{ post.url | relative_url }}" class="post-link"><h3 class="h1 post-title">{{ post.title }}</h3></a> <span class="post-summary"> {% if post.summary %} {% if post.image.feature %} <img src="{{ post.image.feature }}" alt="{{post.title}}"> {% endif %} <p>{{ post.summary }}</p> {% else %} {% if post.image.feature %} <img src="{{ post.image.feature }}" alt="{{post.title}}"> {% endif %} {{ post.excerpt }} {% endif %} </span> <span class="readmore clearfix mb1 mt4"> <span class="left"> <a href="{{ post.url | relative_url }}" >read more &rarr;</a> </span> </span> </div> {% endfor %} </div> {% include pagination.html %} {% else %} <h1 class='center'>{{ site.text.index.coming_soon }}</h1> {% endif %} </div> https://seputarfinansial.com/kategori/ Reading <hr class="half-width"> {% for post in site.posts %} {% if post.type == "link" %} <article class=''> {% if post.link %} <time class='grayish'>{{ post.date | date: '%B %-d, %Y' }} &mdash; <a href='{{ post.url }}'>link to the post</a></time> <h2 class='c-post__title'><a href='{{ post.link }}'>{{ post.title }} &rarr;</a></h2> {% else %} <div class='mb2'> <h1 class='m0'><a href='{{ site.baseurl }}{{ post.url }}'>{{ post.title }}</a></h1> <time class='grayish'>{{ post.date | date: '%B %-d, %Y' }} &mdash; {% include read-time.html %}</time> </div> {% endif %} {% if post.summary %} {% if post.image.teaser %} <a href="{{ site.github.url }}{{ post.url }}"><img src="{{ site.github.url }}/images/{{ post.image.teaser }}"></a> {% endif %} {{ post.summary | markdownify }} <a href='{{ site.baseurl }}{{ post.url }}/'>Continue reading &rarr;</a> {% else %} {% if post.layout != post %} {% assign words = post.content | strip_html | number_of_words %} {% if post.page_type != "long" %} {% if words > 100 %} {{ post.excerpt }} <a href="{{ site.github.url }}{{ post.url }}">Read more &rarr;</a><br><br> {% else %} {{ post.excerpt }} {% endif %} {% else %} {{ post.excerpt }} {% endif %} {% endif %} {% endif %} {% if post %} {% assign tags = post.tags %} {% else %} {% assign tags = page.tags %} {% endif %} <div> Tag{% if post.tags.size > 1 %}s{% endif %}: {% for tag in tags %} <a href="/tags#{{tag|slugize}}">{{tag}}</a>{% unless forloop.last %},{% endunless %} {% endfor %} </div> </article> <hr class='half-width'/> {% endif %} {% endfor %} https://seputarfinansial.com/my-reading Thanks For Your Message {{ site.text.thanks }} https://seputarfinansial.com/thanks/