Seputar Finansial https://seputarfinansial.com/ Mengenal compound interest (bunga berbunga) <p>Bunga berbunga (Compund interest) disebut-sebut sebagai salah satu keajaiban dunia, pada dasarnya dengan compund interest ini kita bisa mendapatkan uang dengan uang, uang yang kita simpan di bank misalkan, akan diberikan bunga oleh bank yang ditambahkan ke saldo, yang kemudian saldo + bunga akan mendapatkan bunga lagi, uang ber-uang.</p> <p>Hal ini tidak terbatas pada produk bank saja, akan dijelaskan juga untuk jenis lain.</p> <p>Banyak orang yang konservatif, dalam artian tidak mau memiliki banyak risiko dalam finansialnya, agak berhati-hati dalam berinvestasi, ingin uangnya selalu aman, dalam dunia perilaku keuangan disebut risk-averse; keengganan mendapatkan risiko kerugian yang bisa berakibar hilang atau berkurangnya uang yang dia miliki.</p> <p>Pengertian bunga (interest) adalah jumlah uang yang diberikan bank atau intitusi finansial lainnya, yang mana jumlah yanng diberikan bergantung pada sejumlah uang yang diberikan kepada institusi tersebut, dan dihitung berdasarkan suku bunga, atau capital gain-nya.</p> <p>Sebagai contoh kita membuka tabungan dengan saldo awal 15 juta, dan menabung 3 juta perbulan, dan dengan asumsi bungan 3-5% pertahun (perhitungan ini mengesampingkan pajak bunga bank 20% dari bunga yang diterima), dan hal ini berjalan selama 10 tahun.</p> <p>Total nilai di masa depan adalah <strong>Rp477.237.550,68</strong>.</p> <div id="highcharts-k9F9O6EC" style="margin:20px 0"><script src="https://cloud.highcharts.com/inject/k9F9O6EC/" defer="defer"></script></div> <p><em>Tentu saja jumlah yang kita tabungkan bisa lebih banyak/sedikit, yang bisa mengubah nilai jumlah akhir tersebut, dan juga bunga pertahun dengan asumsi mungkin bisa turun sampai 3%.</em></p> <p>Bank mendapatkan uang dari nasabah yang menabung di bank itu, kemudian bank meminjamkan uang yang disimpan nasabah ke debitur, atau bisa juga bank melakukan investasi di sektor lain dan mendapatkan imbal balik yang kemudian mendistribusikan hasil tersebut ke nasabah, institusi investasi lain seperti broker juga melakukan hal yang sama, dan lebih aktif dan miliki tingkat risiko berbeda, tetapi hasilnya tetap imbal balik, dan hasilnya didistribusikan ke nasabahnya.</p> <p>Compound interest juga berlaku untuk posisi debitur (peminjam), dalam artian, compound interest ini berlaku dua arah. Misalkan untuk pemakai kartu kredit, jika tidak bisa melunasi tagihan bulan lalu, atau hanya melunasi pembayaran minimum, maka hutang tersebut akan menjadi coumpund interest, atau bunga berbunga, dan menjadikan tagihan hutang kartu kredit menjadi besar, dengan asumsi bunga 3% perbulan, atau 36% pertahun, jika memiliki tagihan 5 juta, kebayang jumlah yang harus dibayar?</p> <p>Sebisa mungkin kita gunakan compound interest ini untuk kebaikan kita, misalkan dengan investasi, tabungan, deposito atau instrumen lain yang memiliki sifat pertambahan nilai dari apa yang kita simpan.</p> Thu, 13 Feb 2020 00:00:00 +0000 https://seputarfinansial.com/mengenal-compound-interest-bunga-berbunga/ https://seputarfinansial.com/mengenal-compound-interest-bunga-berbunga/ Bank Digital: Membuka rekening tabungan TMRW by UOB <p><a href="https://www.uob.co.id/">UOB</a> akhir tahun lalu atau awal tahun ini meluncurkan <a href="/bank-digital-apa-itu/">bank digitalnya</a>, dinamakan <a href="https://www.tmrwbyuob.com/id/id.html">TMRW</a>, (mungkin) kependekan dari Tomorrow, pertama kali dirilis di thailand, yang disusul oleh Indonesia, Singapur, Malaysia, dan Vietnam.</p> <p>Saya sendiri sudah mencoba dan membuka akun di bank UOB ini, seperti bank digital pada umumnya, semua menggunakan media aplikasi mobile untuk membuka akunnya, dan setiap prosesnya dilakukan online, dan sepengalaman saya dilakukan dalam kurun waktu 20-40 menit, terhitung cepat.</p> <p>Kondisi saat membuka akun, saat itu, siang hari, sekitar jam 1an, mungkin ini bisa jadi faktor penentuan (saya belum menemukan pengalaman orang lain membuka akun di malam hari), karena customer service bisa langsung melakukan e-KYC (Know Your Customer) di saat itu juga, dan mungkin juga saat itu antrian yang membuka akun tidak begitu banyak.</p> <h4 id="pembukaan-akun">Pembukaan Akun</h4> <p>Untuk membuka akun, bisa dimulai dengan mengunduh aplikasinya terlebih dahulu, tersedia di <a href="https://play.google.com/store/apps/details?id=com.uob.id.digitalbank">Playstore</a> dan juga <a href="https://apps.apple.com/us/app/tmrwbyuob-id/id1472320289">App Store</a>.</p> <p><a href="/images/posts/tmrw/01.jpg"><img src="/images/posts/tmrw/01-thumb.jpg" alt="" /></a></p> <p>Setelah mengunduh aplikasi, dan memulai proses membuka akun, kita akan dihadapkan dengan tampilan beranda, dan klik ”Daftar”, untuk pembukaan TMRW ini saya memilih hanya membuka tabungan, tidak membuka tabungan + kartu kredit.</p> <p>Untuk proses pendaftaran ini, hampir sama seperti membuka bank pada umumnya, atau membuka bank digital pada umumnya, persyaratan seperti eKTP, Selfie, username, password, email dan juga beberapa informasi tambahan seperti pekerjaan, pendapatan, tujuan membuka rekening di UOB ini apa, biasanya hal tersebut untuk demografi dan data yang mungkin digunakan untuk kepentingan bank.</p> <p>Pengisian data pendaftaran ini sejauh pengalaman saya, cukup mudah, menyenangkan, bahkan dengan pemilihan font yang cukup mudah dibaca, dan menjadikannya menyenangkan untuk ditelusuri.</p> <p><a href="/images/posts/tmrw/02.jpg"><img src="/images/posts/tmrw/02-thumb.jpg" alt="" /></a></p> <p>Persyaratan sebelum membuka rekening</p> <p><a href="/images/posts/tmrw/03.jpg"><img src="/images/posts/tmrw/03-thumb.jpg" alt="" /></a></p> <h4 id="verifikasi">Verifikasi</h4> <p>Setelah melakukan pengisian dan kemudian pengiriman data-data kita ke bank UOB, dan di aplikasi dikatakan data kita sudah lengkap, nanti akan ditanyakan untuk e-KYC, pengguna dihadapkan dengan 2 pilihan,</p> <ul> <li>Verifikasi dengan agent (yang nanti janjian ketemuan, seperti Jenius atau Digibank)</li> <li>Video Call dengan memegang eKTP</li> </ul> <p>Saya sendiri memilih dengan video call, karena lebih efisien, dan cepat.</p> <p>Setelah pengisian di atas, bank verifikasi data yang kita masukkan ke data kependudukan, kemudian akan muncul chat dengan agen yang akan menanyakan tanggal lahir, dan juga verifikasi nama ibu, sesudah itu akan dilakukan video call oleh agen verifikator dari UOB yang akan menginstruksikan kita untuk memegang eKTP kita, bahkan disediakan cetakan untuk muka dan KTP pada layar smartphone, di proses ini, agen akan mengambil gambar kita saat melakukan video call.</p> <p>Kemudian setelah video call, agen akan bicara bahwa semua sudah selesai, sesi video call selesai, dan dalam keadaan aplikasi masih dibuka, TMRW akan mengirimkan notifikasi bahkan pembukaan rekening kita disetujui (atau tidak disetujui).</p> <h4 id="fitur">Fitur</h4> <p>TMRW ini digaungkan aplikasi bank digital yang memadukan banking dengan <em>game</em>, di dalam aplikasi tersebut diceritakan kita memiliki satu ”kota”, ini dinamakan fitur <em>City of Tomorrow</em>, yang mana kota ini akan terus berkembang seiring dengan uang yang ditabung ke rekening <em>City of Tomorrow</em> ini.</p> <p><em>City of Tomorrow</em> ini sebenarnya adalah sebuah rekening lain yang bisa kita isi, TMRW menyebut ini <em>Saving Account</em>, jadi membedakan antara <em>Checking Account</em>, yang biasanya untuk <a href="/pisahkan-rekening-konsumsi-dan-rekening-tabungan/">konsumsi</a>, dan <em>Saving Account</em> yang memang untuk <a href="/strategi-tabungan-dan-akun-bank/">tujuan menabung</a>, rekening <em>City of Tomorrow</em> berbeda dengan rekening utama (<em>checking account</em>, mungkin jika dibandingkan dengan Jenius, ini adalah FlexiSaver, bunga yang didapat, cukup standar, yaitu 4% per 14 februari 2020.</p> <p>Makin sering menabung, makin besar kota yang kita bangun.</p> <p>Fitur aplikasi yang lain, seperti biasa, ada transfer, yang saat ini masih gratis, dan kemudian fitur pembayaran, dari mulai pembayaran air (terbatas), PBB, listrik, ewallet, kartu kredit dan laiinya, saat ini saya belum melihat fitur deposito.</p> <p>TMRW juga mendukung fitur auto transfer, jadi bisa menjadwalkan kapan dan kemana kita hendak mentransfer, hal ini bagus untuk <a href="/otomasi-proses-manajemen-keuangan-finansial/">otomasi keuangan</a>.</p> <h4 id="pengaturan-keamanan">Pengaturan keamanan</h4> <p>Untuk pengaturan keamanan, TMRW ini untuk ponsel yang memiliki sidik jari atau fitur biometrik bisa digunakan sebagai media untuk cara verifikasi login, dan juga disediakan PIN untuk melakukan otorisasi.</p> <h4 id="tampilan-aplikasi">Tampilan aplikasi</h4> <p>Untuk tampilan aplikasi, saya pribadi suka, dengan tidak ragu membuat tulisan besar, dan warna yang fresh, dan juga cara navigasi yang baru, meski masih ada sidebar menu, tapi TMRW lebih mengedepankan menu sliding agar lebih mudah diakses, tapi terkadang hal ini menjadikan malah sering tidak sengaja diklik.</p> <p>Tetapi secara keseluruhan, saya menyukai tampilannya.</p> <h4 id="kartu-debit">Kartu Debit</h4> <p>Meski ini merupakan bank digital, seperti bank lain juga, TMRW tetap menawarkan kartu debit, saat artikel ini ditulis, saya belum menerima kartu debitnya, mungkin baru hari 2 hari juga membuka rekeningnya.</p> <p>Melihat cara pengaktifan kartu debit ini pengalamannya mirip dengan bank lain, cukup masukkan nomor kartu debit yang diterima, dan kemudian setting PIN yang digunakan untuk kartu debit tersebut.</p> <p>Pembukaan akun di TMRW by UOB ini merupakan pengalaman baru, dan menurut saya, lebih cepat, pengalaman ini tentu berbeda dengan yang lain, ada kasus teman saya membuka rekening, tapi karena dia baru-baru ini melakukan pindahan dan memperbaharui KTP-nya, sedang informasi yang ada di data kependudukan masih yang lama, jadi aplikasinya ditolak, meski semua informasinya benar.</p> Thu, 06 Feb 2020 00:00:00 +0000 https://seputarfinansial.com/bank-digital-membuka-tabungan-TMRW-by-UOB/ https://seputarfinansial.com/bank-digital-membuka-tabungan-TMRW-by-UOB/ Strategi tabungan dan mengatur rekening(-rekening) bank <p>Pada artikel sebelumnya, ditulis <a href="/pisahkan-rekening-konsumsi-dan-rekening-tabungan/">mengenai pemisahan rekening</a>, antara rekening menabung dan rekening konsumsi, ya, tentunya pemisahan itu bisa berarti membuka akun di bank lain, dan juga mengenai bagaimana <a href="/metode-budgeting/">mengatur budget</a> dengan cara pemisahan rekening (amplop).</p> <p>Keuntungan yang ada dengan memisahkan akun bank, buat saya sendiri setidaknya, lebih banyak ke sisi psikologis, dan menurut saya lebih gampang mengaturnya, untuk belanja misalkan menggunakan BCA, untuk rekening deposito menggunakan Jenius.</p> <p>Kita namai akun bank atau rekening ini sesuai dengan penggunaannya.</p> <h4 id="1-rekening-konsumsi">1. Rekening konsumsi</h4> <p>Rekening ini bisa dibilang, rekening yang kita pakai untuk tujuan transaksi yang <a href="/ketahui-pengeluaran-pengeluaran/">sifatnya konsumsi</a>, misalkan belanja bulanan, saya lebih memilih menggunakan BCA dan <a href="/bank-digital-jenius/">Jenius</a> (dengan xCard-nya).</p> <p>Alasannya hanya karena BCA lebih banyak diterima oleh merchant-merchant, juga banyak ATM-nya jika memerlukan uang tunai, kalau bisa jangan menyimpan semua dana di BCA jika BCA digunakan sebagai sarana transaksi sehari-hari, risiko keamanan harus dijaga juga, dan untuk <a href="/bank-digital-jenius/">Jenius</a> digunakan untuk transfer ke GoPay, OVO, <em>e-wallet</em> yang bisa menggunakan debit, atau belanja online.</p> <p>Di Jenius dan BCA, saya juga menggunakannya sebagai rekening untuk membayar listrik, internet, servis berlangganan, telepon, cicilan-cicilan (kalau ada), untuk Jenius tidak ada biaya admin, untuk BCA jika transfer ke lain bank, akan dikenakan biaya.</p> <p>Dan bisa juga disubtitusikan dengan membuka rekening di <a href="/bank-digital-apa-itu/">bank digital</a>, karena biasanya bank digital rendah fee, atau bahkan <a href="/mengapa-memperhatikan-biaya-admin-itu-penting/">tidak ada fee</a> sama sekali.</p> <h4 id="2-rekening-dana-darurat">2. Rekening dana darurat</h4> <p>Untuk rekening <a href="/menabung-menyiapkan-dana-darurat/">dana darurat</a>, teorinya berkisar antara 3-6 bulan pengeluaran, saya menggunakan <a href="/bank-digital-jenius/">MaxiSaver dari Jenius</a>, dengan bunga yang saat artikel ini ditulis mencapai 5.5% p.a, karena namanya dana darurat, maka hanya akan digunakan ketika darurat, beli Boba bukan hal yang darurat.</p> <p>Dan dengan menyimpan di MaxiSaver ini, selain bisa bertambah dengan keajaiban bunga bank, juga ada lapisan tambahan, kita harus mencairkan MaxiSaver tersebut, dengan konsekuensi kita tidak mendapatkan bunga bulan itu.</p> <p>Untuk dana darurat, saya tidak mengandalkan MaxiSaver Jenius semua, karena untuk bisa membuka MaxiSaver minimal ada 10 juta, kadang menyimpannya dulu di FlexiSaver atau DreamSaver sampai mencapai angka cukup, atau cara lain, dengan menabungnya ditabungan bank lain, di sini saya juga menggunakan Digibank dari DBS untuk ‘kantong lain’, dengan itu tidak perlu memecah MaxiSaver (minimal pecah 10 juta).</p> <p>Opini saya, dana darurat tidak selalu harus dalam bentuk uang tunai semua, misalkan ditentukan, untuk 3 bulan dalam bentuk tunai, 3 bulan berikutnya dalam bentuk reksa dana pasar uang, tapi ini tergantung pada masing-masing orang, ada yang lebih tenang dalam uang tunai semua, karena lebih cair.</p> <h4 id="3-rekening-investasi">3. Rekening Investasi</h4> <p>Untuk rekening <a href="/investasi/">investasi</a>, ada yang menggunakan BCA, karena <a href="/mengenal-apa-itu-sid-sre-rdn-akses/">rekening RDN</a> saat ini menggunakan BCA untuk keperluan <a href="/memulai-investasi-saham/">membeli saham</a>, <a href="/Investasi-reksadana-dengan-uang-receh-di-BIBIT/">reksa dana</a>, dan lainnya, biasanya broker-broker menggunakan BCA untuk transfer, tetapi tabungan tahapan BCA sendiri tidak dapat diharapkan sebagai tabungan investasi, karena bunganya kecil sekali.</p> <p>Untuk menabung dengan tujuan investasi, seperti di atas, saya menggunakan Jenius MaxiSaver atau deposito-nya, agar uang bisa lebih berkembangs maksimal.</p> <p>Rekening bank lain yang saya gunakan untuk investasi adalah BNI, lebih tepatnya produk <a href="https://dplk.bni.co.id/home">BNI Simponi</a>, sebuah tabungan DPLK (Dana Pensiun Lembaga Keuangan, akan dibahas lain waktu) yang dimiliki oleh BNI.</p> <p>BNI ini, untuk rekening tabungan biasa, ada fee admin sebesar Rp11.000 untuk bea rekening, dan Rp4.000 untuk bea kartu (yang sebetulnya tidak pernah dipakai transaksi, kartu biasanya diperlukan untuk verifikasi di cabang), total pengeluarannya setiap bulannya Rp16.000.</p> <p>Memang terlihat pusing mengatur banyak rekening bank, tapi sepengalaman saya hanya pada awalnya saja, karena kalau sudah terbiasa, rekening-rekening itu bisa dibayangkan seperti amplop, di kepala sudah dipetakan arah uang ini buat apa, dan disimpan di rekening apa sebaiknya, semakin lama semakin biasa.</p> Wed, 05 Feb 2020 00:00:00 +0000 https://seputarfinansial.com/strategi-tabungan-dan-akun-bank/ https://seputarfinansial.com/strategi-tabungan-dan-akun-bank/ Tips berbelanja bulanan hemat <p>Berbelanja kebutuhan, terutama untuk kebutuhan bulanan, kadang menyenangkan, kadang tidak, pasti ada masa dimana kita belanja bulanan mahal sekali, ada terkadang terhitung murah, belanja kebutuhan rumah ini kadang ada yang melakukannnya mingguan, 2 mingguan, atau bulanan, tergantung dari masing-masing.</p> <p>Karena ada beberapa barang yang bisa tahan lama, ada yang tidak, tapi setidaknya aktivitas belanja ini selalu ada.</p> <p>Belanja kebutuhan ini bukan hal yang mudah menurut saya, karena masing-masing tempat belanja pasti mendesain tempatnya agar orang-orang berbelanja lebih, berbelanja lebih dari apa yang sebenarnya diperlukan, seperti malah beli barang yang sama sekali tidak dibutuhkan.</p> <p>Supaya tidak boros, dan tidak membeli barang yang tidak dibutuhkan, saya juga masih mencoba terus menerus, meski karena kadang jebol juga, tips yang saya bisa implementasikan kira-kira seperti berikut,</p> <h4 id="buat-daftar-belanjaan">Buat daftar belanjaan</h4> <p>Selalu catat apa saja yang hendak dibeli sebelum berangkat ke tempat belanja (carrefour, transmart, giant, kemchick, farmer’s market, pasar tradisional, alfamart, indomaret, apapun), dengan menuliskan apa saja yang diperlukan, kita bisa lebih awas terhadap terhadap belanja barang yang tidak diperlukan, dan yang terpenting ikuti apa yang ada di daftar itu.</p> <h4 id="teliti-dulu-barang-barang-yang-ada-di-rumah">Teliti dulu barang-barang yang ada di rumah</h4> <p>Sebelum membuat daftar, ada baiknya melihat dulu, teliti dulu ada apa saja yang masih ada di rumah, misalkan detergen masih ada 1, jadi bisa menuliskan beli detergen 3 dari kebutuhan 4. dengan mengecek dulu barang di rumah, bisa lebih mengurangi risiko beli barang yang sama 2-3 kali, yang malah jadinya menumpuk dan tentu saja boros.</p> <h4 id="makan-dulu">Makan dulu</h4> <p>Kenapa makan dulu? karena biasanya ketika lapar akan membuat keputusan yang diluar nalar, kadang membeli makanan yang tidak perlu, kemudian membeli minuman botolan karena berpikir haus, membeli barang lainnya yang sebenarnya untuk memuaskan rasa laparnya itu, melewatkan apa yang sebenarnya dibutuhkan di rumah.</p> <h4 id="ada-yang-sale-ga">Ada yang sale ga?</h4> <p>Ini salah satu cara agar bisa lebih murah, beberapa toko menawarkan barang yang sale, kalo ada kesempatan ini, dan memang sesuai dengan kebutuhan kita, kenapa tidak diambil?</p> <h4 id="kalau-bisa-jangan-bawa-anak-anak-dulu">Kalau bisa jangan bawa anak-anak dulu</h4> <p>Kadang memang mengajak anak-anak bisa lebih seru, bisa mengajarkan mereka tentang dasar ekonomi, supply demand, transaksi jual beli, dan juga bisa jadi saat yang bagus untuk mendekatkan diri dengan anak, tapi, jika membawa anak-anak disaat yang tidak tepat, misalkan ketika anak-anak belum makan dan tidak dalam keadaan ngantuk (sudah jam tidur siang, atau malamnya), ini bisa jadi masalah, bisa jadi tantrum atau belanja tidak tenang.</p> <p>Kita bisa mengajak anak-anak ketika suasana mendukung, atau anak-anak sudah lebih paham mengenai aktivitas orang tuanya tersebut.</p> <h4 id="beli-dalam-jumlah-besar">Beli dalam jumlah besar</h4> <p>Misalkan membeli detergen 4, pewangi 8, atau beras beli sekaligus 20KG (iya tergantung jumlah orang di rumah), atau barang-barang lain yang sekiranya diperlukan banyak, hal ini untuk mengurangi harus bolak-balik ke supermarket/toko, dan akan ada kemungkinan membeli barang lain ketika bolak-balik itu.</p> <h4 id="kondisikan-belanja-dengan-budget-bulanan">Kondisikan belanja dengan budget bulanan</h4> <p>Dengan membuat daftar belanja, kita bisa (mudah-mudahan) dengan mudah menakar uang yang keluar untuk belanja dari budget bulanan yang kita buat alokasinya</p> <h4 id="selalu-waspada-dengan-desain-tata-letak-barang">Selalu waspada dengan desain tata letak barang</h4> <p>Ini mungkin terlihat sepele, tapi memang, pusat perbelanjaan itu memiliki trik untuk membuat orang belanja lebih, misalkan, barang yang lebih mahal itu memang sengaja ditempatkan diposisi yang selevel dengan mata, gampang diambil, jika sadar akan hal ini, bisa lihat ke atas atau bawah, biasanya ada barang dengan merk lain yang lebih murah,</p> <h4 id="beli-merk-dari-toko-itu">Beli merk dari toko itu</h4> <p>Yang saya tahu, misalkan Carrefour, Transmart, Alfamart memiliki merk sendiri untuk beberapa barang-barang yang dijual di tokonya, selain kualitas yang biasanya ga terlalu jauh juga, dan memiliki harga yang bisa dibilang lebih murah dari barang sejenis dari merek lain.</p> <h4 id="beli-dengan-debit-atau-cash">Beli dengan debit atau cash</h4> <p>Dengan membeli barang menggunakan kartu debit, itu bisa jadi salah satu rem, karena uang yang digunakan untuk berbelanja itu uang kita, bukan uang pinjaman dari kartu kredit, dengan mengetahui jumlah uang yang ada di budget, diharapkan lebih berhati-hati dalam mengeluarkan uang.</p> <h4 id="meal-planning">Meal planning</h4> <p>Mungkin ini lebih tahapan mahir, merencanakan mau masak apa seminggu atau lebih kedepan, kalo ada bayangan mau masak apa aja, bisa lebih terstruktur dan juga lebih tahu apa saja yang akan kita belanjakan, dan penyusunan daftar belanja juga lebih mudah.</p> <p>Saat ini saya sendiri belum melakukan ini, karena kadang tiba-tiba ingin makan jengkol balado yang sebelumnya tidak ada dalam rencana bulanan hehehe.</p> <h4 id="fokus">Fokus</h4> <p>Ini yang penting, selalu fokus terhadap apa yang akan kita belanjakan, selalu mengikuti daftar yang sudah kita buat, memang kadang susah, tapi bisa dilakukan.</p> <p>Apakah melakukan itu semua mudah? jujur tidak mudah, karena kita berargumen, berkompromi dengan diri sendiri.</p> Wed, 22 Jan 2020 00:00:00 +0000 https://seputarfinansial.com/tips-belanja-bulanan-hemat/ https://seputarfinansial.com/tips-belanja-bulanan-hemat/ Investasi jangka pendek, dengan apa? <p>Investasi selain dibedakan dari jenisnya, yang mana jenis investasi ini berkaitan dengan jangka waktunya, ada investasi jangka panjang, dan juga investasi jangka pendek, kesemuanya bergantung dari <a href="/apa-saja-tujuan-finansial-dan-membuatnya/">tujuan finansial</a> kita, untuk keperluan kurang dari 5 tahun, banyak pakar menyebut itu sebagai jangka pendek, dan disarankan diinvestasikan di produk investasi yang relatif konservatif dan minim risiko.</p> <p>Untuk investasi jangka pendek ini sudah barang tentu tidak disarankan dalam bentuk <a href="/memulai-investasi-saham/">saham</a>, jadi saham tidak masuk ke kategori investasi jangka pendek, lalu instrumen apa saja yang bisa kita investasikan untuk investasi jangka pendek?</p> <h4 id="1-deposito">1. Deposito</h4> <p>Produk bank yang mana kita menyimpan sejumlah uang di bank tersebut, dengan jangka waktu yang disepakati, biasanya 1, 3, 6, 12 bulan, atau lebih lama, Bank-bank yang menawarkan deposito saat ini memang banyak, tapi tidak semua memiliki suku bunga tinggi, apalagi dengan suku bunga acuan Bank Indonesia yang kecil saat ini, tapi bisa melihat dari data yang ada <a href="https://pusatdata.kontan.co.id/bungadeposito/">di sini sebagai referensi</a>.</p> <p>Dengan menggunakan deposito, kita masih memiliki kapitalnya ditambah dengan bunga yang didapatkan setiap bulannya atau diakhir masa penyimpanan, pajak bunga dari deposito ini berkisar 20%</p> <h4 id="2-reksa-dana-pasar-uang">2. Reksa dana pasar uang</h4> <p><a href="/investasi/">Reksa Dana</a> jenis pasar uang ini salah satu instrumen yang favorit untuk investasi, dengan reksa dana jenis ini uang kita akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam produk deposito bunga tinggi, obligasi dan lainnya, untuk lebih jelas kemana saja diinvestasikan, bisa melihat fund facts dari masing-masing produk reksa dana pasar uang dari masing-masing manajer investasi yang anda beli.</p> <p>Untuk reksa dana memang tidak ada pajak, karena sudah dihitung sebelumnya, tapi yang perlu diperhatikan adalah manajemen fee dan juga biaya bank kustodian, yang bisa mencapai 3%, jadi perlu teliti memilih manajer investasi dan produknya.</p> <h4 id="3-tabungan-suku-bunga-tinggi">3. Tabungan suku bunga tinggi</h4> <p>Seperti deposito, tidak semua bank menawarkan suku bunga tinggi untuk tabungannya, apalagi untuk bank yang digunakan sebagai bank konsumer, memiliki bunga yang sangat kecil, tapi ada bank lain yang menawarkan bunga lebih dari 1% setiap bulannya.</p> <p>Dan sama seperti deposito, pajak bunga dari tabungan adalah sekitar 20%</p> <h4 id="4-obligasi">4. Obligasi</h4> <p><a href="/apa-itu-obligasi/">Obligasi</a>, atau surat hutang baik yang dikeluarkan oleh negara, atau oleh perusahaan-perusahaan, ini bisa menjadi instrumen juga untuk investasi, struktur kupon dari masing-masih obligasi bisa berbeda-beda, silakan refer ke artikel sebelummya mengenai obligasi ini.</p> <p>Untuk obligasi negara, SUN atau ORI, memiliki pajak yang lebih kecil, yakni 15%.</p> <h4 id="5-pinjaman-peer-to-peer">5. Pinjaman Peer to Peer</h4> <p>Ini mungkin terhitung masih baru, hanya saja ini lebih berisiko dibandingkan dengan instrumen investasi yang sudah disebutkan di atas, konsepnya seperti obligasi, kita meminjamkan uang ke individu atau perusahaan yang sedang membutuhkan uang, yang nantinya pada masa peminjaman selesai, bunga diberikan berikut uang kapital yang kita pinjamkan sebelumnya.</p> <p>Saat ini industri ini masuk ke teknologi finansial (TekFin), karena memang banyak yang memanfaatkan teknologi sebagai cara untuk menjangkau kreditur dan debitur.</p> <p>Industri P2P memang diawasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan), dan dibuat peraturannya melalui POJK 77/2016, dan para kreditur/debitur diwajibkan memiliki RDP2P (berbeda dengan single investor identificatin, SID, yang dikeluarkan oleh KSEI), para peminjam wajib menerapkan kehati-hatian.</p> Tue, 21 Jan 2020 00:00:00 +0000 https://seputarfinansial.com/investasi-jangka-pendek-apa-saja/ https://seputarfinansial.com/investasi-jangka-pendek-apa-saja/ Mengenal apa itu SID, RDN, SRE, AKSes <p>Dalam dunia investasi di indonesia, terutama untuk pasar modal, dari <a href="/memulai-investasi-saham/">saham</a>, <a href="/investasi/">reksa dana</a> sampai <a href="/apa-itu-obligasi/">obligasi</a>, memerlukan semacam identitas yang menunjukkan bahwa orang tersebut bisa, sah secara hukum, dalam melakukan aktivitas investasi di pasar modal, aktivitas jual beli produk efek, aktivitas-aktivitas ini biasanya dilakukan melalui broker yang dipilih oleh investor atau didaftarkan.</p> <p><strong>SID</strong>, <em>Single Investor Identification</em>, bisa dibayangkan seperti nomor KTP yang kita punyai untuk bisa melakukan investasi di pasar modal, dengan SID ini, kita bisa menggunakannya unytk investasi melalui broker, membeli saham, atau membeli reksa dana melalui manajer investasi, SID ini diterbitkan oleh KSEI (Kustodian Sentral Efek Indonesia).</p> <p><strong>RDN</strong>, <em>Rekening Dana Nasabah</em>, rekening dana untuk keperluan investasi atas nama nasabah, yang terpisah dari rekening broker, yang mana rekening ini digunakan untuk membeli transaksi saham atau produk efek lainnya.</p> <p><strong>SRE</strong>, <em>Sub Rekening Efek</em>, adalah rekening efek yang dimiliki oleh orang yang memiliki SID, yang tercatat di KSEI (Kustodian Sentral Efek Indonesia), rekening efek ini digunakan untuk menyimpan portofolio efek, bisa berupa saham, reksa dana, obligasi.</p> <p><strong>AKSes</strong>, <em>Acuan Kepemilikan Sekuritas</em>, adalah semacam “kartu” atau akses yang dimiliki oleh investor, yang diterbitkan oleh <a href="https://www.ksei.co.id/">KSEI</a>, <a href="https://akses.ksei.co.id/">AKSes</a> ini berupa dashboard, di AKSes ini investor bisa melihat semua portofolio efeknya di sini.</p> <p><img src="/images/posts/akses.jpg" alt="" /></p> <p class="center photo-credit"><a href="https://akses.ksei.co.id/">AKSes KSEI</a></p> <p>Membuka akun broker lebih dari satu boleh, dan jika buka lebih dari satu, akan tetap memiliki SID satu, untuk RDN tergantung dari brokernya, kebetulan broker saya memakai BCA untuk RDN-nya, jika memiliki lebih dari satu akun broker, maka akan memiliki SRE yang berbeda, yang nantinya informasi itu akan disatukan di dashboard AKSes.</p> <p>Di <a href="https://akses.ksei.co.id/">AKSes</a> itu sendiri akan diperlihatkan saldo atau produk investasi mana saja yang kita beli, dashbord tersebut juga akan menampilkan informasi semua jenis reksa dana yang kita beli di semua APERD, informasi bank kustodian, saham yang kita punyai, dan termasuk juga obligasi yang kita punya.</p> Mon, 20 Jan 2020 00:00:00 +0000 https://seputarfinansial.com/mengenal-apa-itu-sid-sre-rdn-akses/ https://seputarfinansial.com/mengenal-apa-itu-sid-sre-rdn-akses/ Hal-hal yang perlu diperhatikan ketika renovasi rumah <p>Rumah atau tempat tinggal adalah salah satu hal yang penting dalam kehidupan manusia, baik rumah tersebut digunakan sebagai tempat tinggal utama, atau sebagai properti yang disewakan.</p> <p>Baru-baru ini bersama istri melakukan renovasi rumah tinggal, renovasi ini bisa dibilang cukup besar, karena menambah ruangan, jadi membuat bangunan baru di tanah yang kosong, dan membangun kamar di situ dan kamar tersebut menempel ke rumah utama yang sudah ada, ruangan ini dibuat 2 lantai, sama-sama kamar, dan juga beberapa renovasi ruangan lain untuk penyesuaian, mengganti beberapa alat yang digunakan sebagai utilitas seperti pompa, toren, pipa-pipa.</p> <p>Banyak? iya, mahal? tentu.</p> <p>Sebelum melakukan renovasi ini, sangat penting tentunya perencanaan matang, mau melakukan apa, apa saja yang akan direnovasi, ini kalau bisa tentukan diawal sebelum menghubungi kontraktor yang akan merenovasi rumah.</p> <p>Perencanaan ini berkaitan dengan budget yang akan dikeluarkan, setidaknya memiliki angka kira-kira yang nantinya kita alokasikan, meski sangat mungkin anggaran itu membengkak (sangat jarang kasus menjadi lebih murah), tapi setidaknya ada angka kisaran yang bisa dipakai.</p> <p>Hal yang perlu diperhatikan berdasarkan pengalaman saya kira-kira seperti ini,</p> <h3 id="1-ketahui-apa-tujuan-akhir-dari-renovasi-ini">1. Ketahui apa tujuan akhir dari renovasi ini</h3> <p>Jika yang direnovasi rumah, apa yang hendak direnovasi? tujuan akhirnya apa? apakah menambah kamar? merombak kamar mandi? jika sudah tahu tujuannya, seperti apakah bayangannya jika hendak merenovasi ruangan tersebut, dari sini sudah bisa melihat ke depan bagaimana desain dan tujuan akhirnya mau jadi apa.</p> <h3 id="2-rencanakan-budget">2. Rencanakan budget</h3> <p>Tentunya ini salah satu faktor utama, dengan mengetahui tujuan akhir dari renovasi ini, dan melihat kondisi keuangan kita sendiri, apakah dengan uang yang ada itu cukup melakukan hal-hal tersebut? apakah perlu ada kompromi dalam prosesnya.</p> <p><img src="/images/posts/glenn-carstens-peters-RLw-UC03Gwc-unsplash.jpg" alt="" /></p> <p class="center photo-credit">Photo by <a href="https://unsplash.com/@glenncarstenspeters?utm_source=unsplash&amp;utm_medium=referral&amp;utm_content=creditCopyText">Glenn Carstens-Peters</a> via <a href="https://unsplash.com/photos/RLw-UC03Gwc">Unsplash</a></p> <h3 id="3-buat-master-list">3. Buat master list</h3> <p>Daftarkan apa saja pekerjaan yang akan dilakukan oleh kontraktor atau tukang nantinya, karena ini juga berpengaruh kepada dana yang nanti akan dikeluarkan, misalkan dengan membuat daftar seperti,</p> <ol> <li>Membuat kamar baru</li> <li>Kamar baru memiliki balkon</li> <li>Kamar baru memiliki jendela kaca</li> <li>Kamar di isi dengan furniture HPL yang dipasang langsung</li> <li>dll</li> </ol> <h3 id="4-riset">4. Riset</h3> <p>Jalan-jalan diwaktu akhir pekan ke toko bangunan mungkin bisa jadi acara baru, dari itu bisa melihat harga-harga yang biasanya digunakan untuk renovasi rumah/bangunan, dengan berpegangan pada daftar pada nomer 3, dan renovasi biasanya membutuhkan pasir, semen, paku, papan, triplex dan lain-lain. Dari kegiatan ini, kita bisa mengira-ngira berapa budget yang akan keluar.</p> <h3 id="5-cari-tukangkontraktor">5. Cari tukang/kontraktor</h3> <p>Ini memang agak susah, apalagi jika kita hidup di daerah yang kita sendiri itungannya baru, tapi mungkin bisa ngobrol dengan yang berbelanja di toko bangunan ketika melakukan riset, biasanya mereka tentu menggunakan jasa tukang atau kontraktor, atau juga bisa bertanya ke karyawan toko bangunan tersebut, biasanya juga mereka tau, kadang tukang atau kontraktor itu jadi langganannya.</p> <p>Kalau ada teman yang bisa merekomendasikan tukang/kontraktor juga itu lebih baik, untuk renovasi ini kita menggunakan jasa teman, yang kebetulan juga seorang kontraktor, jadi tidak begitu sulit dalam prosesnya.</p> <h3 id="lain-lainnya">Lain-lainnya</h3> <p>Masih banyak hal lain memang yang bisa diperhatikan, misalkan jika di perumahan yang ada manajemennya, biasanya memerlukan izin dari pihak manajemen, dan tetangga, atau jika bukan di lingkungan tersebut, meminta izin ketua RT dan tetangga sebelah-sebelah, karena renovasi pasti akan kotor, dari pasir, atau sisa bangunan yang lain.</p> <p>Dan jika memiliki pasangan, selalu komunikasikan apa saja yang akan dan sudah dikerjakan, supaya semua dalam halaman yang sama, dan bisa sama-sama menikmati proses dan hasilnya.</p> Thu, 16 Jan 2020 00:00:00 +0000 https://seputarfinansial.com/hal-yang-perlu-diperhatikan-dalam-renovasi-rumah/ https://seputarfinansial.com/hal-yang-perlu-diperhatikan-dalam-renovasi-rumah/ Otomatisasi finansial <p>Disadari atau tidak, kita sebagai manusia pasti memiliki kebiasaan, memiliki rasa malas, suka lupa dan kebiasaan-kebiasaan lainnya, lupa adalah hal yang manusiawi sekali, lupa membayar tagihan, lupa mentransfer ke akun investasi dan lainnya.</p> <p>Hal yang setiap bulan kita lakukan, misalkan membayar kosan, membayar cicilan rumah, cicilan mobil, investasi, hal-hal semacam ini kebanyakan kita lakukan secara manual, kita membuka aplikasi banking kita (kalau ada), kemudian melakukan transfer itu satu persatu, cukup menyita waktu, belum lagi kalau kita lupa melakukan itu, bisa jadi malah kena denda.</p> <p>Hal-hal tersebut adalah lumrah dimiliki manusia, hal yang secara psikologis tertanam dikepala manusia, emosi dan psikologi juga berlaku untuk keputusan yang berkaitan dengan finansial, pasti pernah mengalami kalo mau transfer cicilan rumah berpikir ”kapan sih lunas”, ”duh, ini udah transfer lagi ya, gak kerasa…”, dan banyak obrolan diri sendiri dengan alam pikiran sendiri.</p> <p>Salah satu cara untuk mengurangi friksi adalah dengan mengotomatiskan proses keuangan, untungnya dengan perkembangan teknologi kita bisa dengan mudah melakukan otomatiasasi, meski beberapa bank masih melakukan ini secara konvensional.</p> <h3 id="bagaimana-melakukan-otomatisasi">Bagaimana melakukan otomatisasi?</h3> <p>Tergantung bank yang kita gunakan, ada beberapa bank yang memiliki produk seperti tabungan pendidikan, yang mana akan mengtransfer uang yang ada di rekening utama ke rekening tabungan setiap bulannya, dengan jumlah kontribusi yang disepakati dan lama waktu yang disepakati.</p> <p>Bisa juga dengan menggunakan transfer otomatis melalui aplikasi, <a href="/bank-digital-jenius/">Jenius</a> salah satunya yang sudah memiliki fitur ini, yang mana kita bisa mengatur kapan dan berapa kita melakukan transfer.</p> <p>Untuk penggunaan lain bisa dilihat fitur atau produk bank yang sedang digunakan sekarang apa saja, kalau tidak ada, tidak ada salahnya untuk membuka rekening bank lain.</p> <h3 id="apa-saja-yang-bisa-diotomatisasi">Apa saja yang bisa diotomatisasi?</h3> <h4 id="tabungan">Tabungan</h4> <p>Ini lebih ke menyediakan banyak kantong, bisa untuk menabung dana darurat, atau sekadar menabung di bank yang memiliki bunga yang tinggi dibanding bank lain, dan <a href="/pisahkan-rekening-konsumsi-dan-rekening-tabungan/">selalu pisahkan antara bank untuk menabung, dan bank yang digunakan untuk konsumsi</a>, contoh, BCA merupakan bank yang banyak digunakan, masuk akal jika bank ini digunakan untuk kebutuhan konsumsi (beli barang, bensin, dan lainnya), tetapi untuk digunakan sebagai tabungan hampir tidak mungkin, dengan suku bunga <a href="https://www.bca.co.id/id/Individu/Sarana/Kurs-dan-Suku-Bunga/Suku-Bunga-Simpanan">0,10% pertahun</a> untuk simpanan &gt; 10jt - &lt; 50jt, silakan cari bank lain yang menawarkan suku bunga lebih besar, dan simpan tabungan di situ.</p> <h4 id="cicilan-dan-tagihan">Cicilan dan tagihan</h4> <p>Lagi-lagi ini tergantung dari apa yang kita punya sekarang, kita bisa mulai dari membayar cicilan mobil, motor, rumah, yang biasanya setiap bulan kita diwajibkan men-transfer atau auto-debit dari rekening yang dipunyai ke rekening cicilan tersebut, bisa juga untuk tagihan-tagihan, meski terkadang untuk tagihan tergantung dari jumlah penggunaan, dan tidak bisa auto, kita bisa mulai dengan apa yang bisa kita kontrol dulu.</p> <p>Selanjutnya bisa juga untuk tagihan BPJS, asuransi kesehatan dan lainnya.</p> <h4 id="investasi">Investasi</h4> <p><a href="/investasi/">Investasi</a>, ini merupakan hal yang bisa kita kontrol, beberapa bank menyediakan fitur investasi, ini juga bisa kita lakukan otomatisasi, baik untuk membeli reksa dana, saham, atau untuk DPLK, BPJS JHT misalkan.</p> <p>Buatlah prosentase berapa yang akan kita kontribusikan untuk tagihan, tabungan, investasi, sebagai proses <a href="/ketahui-pengeluaran-pengeluaran/">mengenali pengeluaran-pengeluaran</a> yang ada, berikut ini sedikit ilustrasi bagan yang mungkin bisa digunakan.</p> <p><img src="/images/posts/Otomatis-finansial.jpg" alt="" /></p> <p>Atau bisa dengan konfigurasi yang diinginkan, banyak sekali cara yang bisa digunakan untuk melakukan otomatisasi ini, sehingga, yang tersisa di rekening konsumsi adalah uang yang bisa kita gunakan, kita tidak perlu khawatir tentang lainnya, karena sudah diurus dibelakang.</p> <p>Dan yang terpenting dari otomatisasi ini adalah kita terbebas dari beban psikologis yang bisa saja muncul ketika kita hendak membeli produk investasi untuk kebutuhan kita nanti di masa depan.</p> Tue, 14 Jan 2020 00:00:00 +0000 https://seputarfinansial.com/otomasi-proses-manajemen-keuangan-finansial/ https://seputarfinansial.com/otomasi-proses-manajemen-keuangan-finansial/ Apa itu obligasi? <p>Obligasi atau surat hutang, atau dalam bahasas inggris Bond, pengertian bebas obligasi adalah surat hutang yang dikeluarkan oleh suatu perusahaan atau negara, surat hutang ini memiliki janji yang akan membayarkan kupon atau bunga, sesuai dengan janji atau ketentuan yang dikeluarkan oleh penerbit obligasi tersebut, kita sebagai perseorangan (atau institusi) pada dasarnya memberikan pinjaman terhadap perusahaan, atau negara tersebut.</p> <p>Obligasi bisa dikategorikan sebagai salah satu instrumen <a href="/investasi/">investasi</a> selain <a href="/memulai-investasi-saham/">saham</a> atau <a href="/investasi-reksadana-dengan-aplikasi-bibit/">reksa dana</a>.</p> <p>Obligasi bisa dikategorikan sebagai pendapatan tetap, karena sifatnya yang konstan, kupon atau bunga yang didapat ketika membeli obligasi tersebut biasanya juga bersifat tetap sampai dimana obligasi itu berakhir masanya (<em>mature</em>).</p> <p>Obligasi biasanya memiliki karakteristik seperti,</p> <ul> <li>Prinsipal, atau uang pokok, atau harga dari obligasi, ini adalah jumlah uang yang digunakan untuk membeli obligasi yang diterbitkan oleh penerbit obligasi (bisa perusahaan atau pemerintah), uang tersebut bisa diartikan sebagai hutang yang kita berikan, dengan imbalan berupa bunga.</li> <li><em>Maturity date</em>, atau masa berakhirnya obligasi, misalkan ada yang masanya selama 2, 3, 5 tahun (atau lebih), tergantung dari penerbit obligasi, dan biasanya semakin lama, nilai kupon atau bunganya semakin tinggi.</li> <li>Kupon, ini bisa diartikan juga bunga yang didapat dari obligasi tersebut, biasanya disajikan dalam bentuk persen dari nilai total obligasi yang dibeli, misalkan kupon (bunga) untuk satu obligasi adalah 6% pertahun, maka tinggal dihitung <code class="highlighter-rouge">(6%*harga obligasi)/12</code>, jangan lupa ada pajak biasanya, dan pembayaran kupon ini ditentukan tanggalnya oleh penerbit obligasi.</li> </ul> <p>Obligasi banyak yang menilai sebagai bentuk investasi yang lebih aman dibanding dengan <a href="https://seputarfinansial.com/memulai-investasi-saham/">investasi saham</a>, karena nilai prinsipalnya yang tetap, tanggal kupon dibayar juga tetap.</p> <p>Simulai bagaimana obligasi bekerja kira-kira seperti ini, perusahaan atau pemerintah menerbitkan obligasi, dan kita membeli obligasi tersebut dengan harga misalkan 10 juta, dengan janji kupon yang diberikan 6% pertahun, dengan masa berakhir 5 tahun, dan kupon diberikan setiap bulan tanggal 10.</p> <p>Dari 10 juta tersebut, kita mendapatkan (sebelum pajak) bunga/kupon 600.000 pertahun, dibagi 12 bulan, maka yang didapat perbulannya sekitar 50.000.</p> <p>Ada beberapa obligasi yang bisa diperjualbelikan seperti saham, pembeli obligasi bisa menjual obligasinya misalkan pada tahuan ke-2, ketentuan ini tergantung dari penerbit obligasi atau dengan kesepakatan.</p> <h3 id="apakah-ada-risiko-dengan-obligasi">Apakah ada risiko dengan obligasi?</h3> <p>Seperti investasi lainnya, tentu ada risikonya, antara lain kualitas dari obligasinya sendiri, maksud dari kualitas adalah penerbit obligasi tersebut, apakah perusahaannya sehat, ada kemampuan membayar kupon atau tidak, bisa mengembalikan uang prinsipal (pokok) atau tidak ketika berakhir masa obligasi tersebut.</p> <p>Untuk obligasi negara, biasanya tidak banyak risiko yang terpapar, dan relatif aman.</p> <p>Untuk meminimaliasasi risiko tersebut, risiko terkena junk bond (obligasi busuk/sampah), ada layanan yang melakukan rating terhadap obligasi, terutama obligasi yang dikeluarkan oleh perusahaan yang sedang mencari pendanaa.</p> <p>Layanan tersebut antara lain <a href="https://www.moodys.com/">Moody’s</a>, <a href="https://www.fitchratings.com/">Fitch rating</a>, mereka ini melakukan penelitian terhadap kualitas suatu obligasi kemudian memberikan rating terhadap obligasi tersebut, dari sini pembeli obligasi bisa terbantu dalam mengambil keputusan membeli atau tidak obligasi tersebut.</p> <h3 id="beda-obligasi-dan-deposito">Beda obligasi dan deposito</h3> <p>Dua hal ini bisa dianggap sebagai instrumen investasi, juga dengan nilai bunga yang ditentukan, kita mendapatkan untung dari bunga yang dibayarkan oleh bank atau oleh penerbit obligasi, bedanya nilai bunga dari masing-masing, bunga deposito bisa berubah seiring kebijakan moneter dari bank Indonesia, untuk obligasi biasanya tetap selama masa obligasi tersebut.</p> <p>Hal ini bisa jadi deposito bisa lebih besar bunganya, dan bisa juga lebih rendah, Hal lain yang perlu dipikirkan adalah pajak, deposito memiliki pajak 20% dari bunga yang diberikan bank ke nasabah, dan obligasi biasanya lebih rendah, untuk obligasi negara, pajak yang dikeluarkan 15%.</p> <h3 id="apakah-untung-membeli-obligasi">Apakah untung membeli obligasi?</h3> <p>Seperti jawaban pada umumnya, tergantung, jika kita merasa membeli 10 juta obligasi dan kebetulan tidak ada early redeem (pencairan lebih awal sebelum masa obligasi berakhir), maka uang kita tidak bisa diambil selama masa obligasi tersebut sampai maturity datenya, jika 10 juta dibelikan reksa dana, atau saham, bisa jadi beda, mungkin bisa lebih untung, atau tidak, jadi ini tergantung dari profil risiko kita sebagai investor bagaimana.</p> <p>Untuk obligasi negara, selain dijamin pemerintah, juga biasanya memiliki pajak yang lebih rendah.</p> <p>Karena sistem pembayaran, atau proyeksi keuntungan lebih jelas (dan terkadang tetap), maka obligasi dianggap sebagai instrumen yang aman untuk investasi.</p> Thu, 28 Nov 2019 00:00:00 +0000 https://seputarfinansial.com/apa-itu-obligasi/ https://seputarfinansial.com/apa-itu-obligasi/ Memulai investasi saham? <h3 id="apa-itu-saham">Apa itu saham?</h3> <p>Sebelum ke detil bagaimana <a href="/investasi/">investasi</a> di saham, ada baiknya melihat dulu apa itu saham, bagaimana bisa ada di ”pasar”, bagaimana bisa terjadi jual beli saham tersebut.</p> <p>Kata saham sendiri diserap dari bahasa arab, saham menurut BEI (bursa efek indonesia), <a href="https://idx.co.id/produk/saham/">definisinya adalah</a>, tanda penyertaan modal seseorang atau pihak (badan usaha) dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas. Dengan menyertakan modal tersebut, maka pihak tersebut memiliki klaim atas pendapatan perusahaan, klaim atas asset perusahaan, dan berhak hadir dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).</p> <p>Di halaman BEI/IDX itu juga tertulis keuntungan, risiko, dan klasifikasi saham yang diperjualbelikan di BEI, saya coba sarikan.</p> <p>Seperti pada aktivitas jual beli barang pada umumnya, pasti ada untung/rugi, risiko, barang apa yang dijual, begitu juga dalam jual beli saham, persis seperti apa yang ada di pasar biasa, meski ada juga perbedaan lain, tapi untuk menyederhanakan, bisa ambil analogi tersebut.</p> <h4 id="keuntungan">Keuntungan</h4> <ul> <li>Dividen, bisa diartikan pembagian hasil keuntungan dari hasil usaha perusahaan yang kita menanamkan saham di situ.</li> <li>Capital gain, bisa diartikan keuntungan yang didapat dari kenaikan harga dari saham yang kita beli sebelumnya, misal kita beli diharga 500, 6 bulan kemdian harganya 800, 300 itu adalah capital gain.</li> </ul> <h4 id="risiko">Risiko</h4> <p>Namanya investasi pasti ada risikonya, dan saham tidak terkecuali, risiko yang terpapar antara lain</p> <ul> <li>Capital loss, kebalikan dari capital gain, saham dibeli diharga 500, 6 bulan menjadi 300, capital loss kita 200.</li> <li>Risiko likuidasi, jika perusahaan yang kita beli sahamnya itu dinyatakan bangkrut, maka sebagai pemegang saham akan mendapatkan kompensasi di posisi paling akhir, jika perusahaan tersebut melikuidasi aset-asetnya.</li> <li>Selain risiko finansial, juga memiliki risiko psikologis, karena sifat saham yang bisa naik turun, dan ini bisa berimbas pada pikiran</li> </ul> <p>Di pasar saham, atau bursa efek indonesia (indonesia stock exchange) terdapat banyak sekali saham yang mewakili industri yang ada di indonesia, dari mulai finansial, pertambangan, infrastruktur dan klasifikasi industri lainnya.</p> <h3 id="broker">Broker</h3> <p>Untuk membeli saham, kita bisa melakukannya dengan memiliki akun di broker, ada banyak broker yang beroperasi di indonesia, antara lain <a href="https://trimegah.com/">Trimegah</a>, <a href="https://www.indopremier.com/">Indopremier</a>, <a href="https://www.poems.co.id/">Poems</a>, <a href="https://www.most.co.id/">Mandiri sekuritas</a>, <a href="https://www.miraeasset.co.id/">Mirae</a>, dan banyak lainnya.</p> <p>Untuk membuat akun investor, bisa mendaftarkan diri di broker yang sekiranya dipercaya, saya sendiri mendaftar di Trimegah. Untuk membuka akun diperlukan syarat hampir seperti membuka akun bank, data-data seperti KTP, dan informasi lainnya, setelah terdaftar di broker, dan disetujui oleh <a href="https://www.ksei.co.id/">KSEI</a>, kita akan mendapatkan SID (Single Investor ID), yang mana ID ini akan dipakai sebagai bentuk identitas investor.</p> <p>ID ini akan dibawa kemana-mana nantinya, misalkan <a href="/investasi-reksadana-dengan-aplikasi-bibit/">membeli</a> <a href="/perbandingan-reksadana-di-tokopedia-bukapalak/">reksa</a> <a href="/perbandingan-bareksa-tanamduit-investree/">dana</a> <a href="/Investasi-reksadana-dengan-uang-receh-di-BIBIT/">seperti</a> <a href="/investasi-reksadana-dengan-ajaib/">artikel</a> <a href="/Investasi-reksadana-dengan-uang-receh-di-BIBIT/">sebelumnya</a>, disana, di APERD tersebut tempat kita membeli reksa dana sebenarnya kita sudah memiliki SID, untuk penjelasan detil SID ini akan dicoba dibahas khusus terpisah.</p> <p>Setelah proses pendaftaran dan sudah memiliki akun di broker dan juga sudah dikeluarkan SID, maka kita akan lebih mudah untuk berinvestasi di intrumen lain.</p> <p>Tergantung dimana kita mendaftarkan diri sebagai nasabah, biasanya, masing-masing broker akan mendaftarkan juga RDN, atau Rekening Dana Nasabah, dan tergantung brokernya juga, RDN ini akan disimpan di bank apa, ada yang di BCA, Mandiri, Permata dan lainnya, silakan tanya broker yang hendak anda buka akunnya.</p> <p>Dengan RDN ini, nasabah bisa lebih mudah mengawasi kemana uangnya dipakai, membeli atau jual saham, semua ada pencatatannya di RDN ini.</p> <p>Dengan SID, kita dapat melihat aktivitas dana, dan juga portfolio selain di broker kita, juga bisa melihatnya di <a href="https://akses.ksei.co.id/">AKSES</a>.</p> <h3 id="aplikasi-online-trading">Aplikasi Online Trading</h3> <p>Saat ini masing-masing broker berlomba-lomba memiliki aplikasi yang memudahkan nasabah pemilik akun trading, atau jual beli saham di platformnya, dari daftar broker yang saya sebut di atas, semuanya memiliki aplikasi, terutama aplikasi mobile, yang menjadikan trading lebih mudah diakses, dan gampang.</p> <p>Saya sendiri menggunakan <a href="https://trima.trimegah.com/">Trima</a> dari Trimegah, tidak ada alasan khusus, karena saat itu ketika mendaftar, Trimegah lebih mudah diakses. Teman ada yang memakai aplikasi Most, Mirae, dan juga Stockbit, masing-masing memiliki kelebihan kekurangan, tinggal bagaimana menggunakannya.</p> <p>Saham sebagai salah satu bentuk <a href="/investasi/">investasi</a>, dan biasanya jangka panjang, menjanjikan return yang relatif lebih besar dari jenis investasi lain, seiring dengan waktu dan jangka pajang, saham bisa lebih menjanjikan.</p> <p>Jadi sudah mulai <a href="http://yuknabungsaham.idx.co.id/">menabung saham</a>?</p> Tue, 26 Nov 2019 00:00:00 +0000 https://seputarfinansial.com/memulai-investasi-saham/ https://seputarfinansial.com/memulai-investasi-saham/