← back to home

Alokasi aset dalam investasi



Image by Beatriz Pérez Moya on Unsplash

Investasi, sebagai proses dimana kita mengembangkan aset yang saat ini kita miliki, agar menjadi lebih besar, bertambah terus nilainya dari nilai semula, dan sebagai investor, kita bisa memilih dengan cara apa kita mengembangkan aset kita tersebut, dan instrumen apa saja yang kita pilih dalam investasi tersebut, karena invetasi memang adalah suatu proses yang berkelanjutan, berkesinambungan.

Pertama, apa itu aset? secara umum, aset bisa diartikan sebagai hal-hal yang memiliki nilai, seperti uang, properti, saham, emas dan lainnya.

Aset dalam hal untuk investasi secara umum dibagi menjadi 3 kategori aset, atau biasa disebut asset class 1, saham, pendapatan tetap, kas atau sejenisnya, masing-masing asset class tersebut memiliki return yang berbeda, risiko yang berbeda, dan juga digunakan untuk tujuan finansial yang berbeda.

Baca: Mengenal profil risiko diri sendiri ketika berinvestasi

Alokasi aset dalam investasi bertujuan untuk menyeimbangkan dan juga meminimalisir risiko yang mungkin terpapar dalam portofolio yang kita miliki.

Misalkan, jika dana yang kita punya diinvestasikan semua ke saham, nilai investasi kita akan sangat rentan turun, jatuh, rugi, karena sifat dari saham yang bisa naik turun, dan tentunya hal ini tidak diinginkan oleh investor, dengan melakukan diversifikasi alokasi aset, setidaknya risiko tidak menjadi lebih besar dan kerugian pada saat itu tidak terlalu menjadi besar, karena kita memiliki aset lain yang misalkan lebih tahan terhadap resesi seperti sekarang ini.

Bayangkan kita memiliki keranjang investasi yang kita bisa isi dengan macam-macam produk investasi, ada produk yang untuk jangka pendek, panjang.

Strategi

Untuk memilih produk investasi mana yang tepat untuk kita bisa jadi agak sedikit menantang, karena ini sangat bergantung pada tujuan finansial, dan juga sejauh mana saat ini kita berada, umur juga berpengaruh terhadap alokasi aset.

Pengaturan strategi dalam portofolio pengalokasian aset secara umum tergantung pada hal berikut,

  1. Jangka waktu investasi
  2. Risiko yang sanggup diterima

Jangka waktu investasi (umur)

Jika investor memiliki waktu yang panjang, dalam artian masih muda (misalkan diumur 20an), maka mengambil risiko lebih besar dengan harapan imbal hasil yang besar juga dikemudian hari merupakan hal yang tepat, tetapi jika sudah mulai berumur, mengambil banyak alokasi aset investasi yang memiliki risiko tinggi sangat tidak dianjurkan.

Rahasia dari Warren Buffet dalam mengumpulkan kekayaannya adalah waktu, dia memulainya sedari muda, dan kekayaan terus bertambah terus karena faktor compounding.

Tapi bukan berarti untuk yang terhitung “telat” kita tidak bisa melakukannya, karena waktu yang sangat tepat untuk investasi adalah kemarin, dan waktu yang tepat berikutnya adalah saat ini.

Risiko yang sanggup diterima

Meski umur berpengaruh banyak, tapi terkadang ada yang nekat untuk mencapai tujuan finansial dengan cara lebih cepat, dan tentunya dengan risiko yang lebih tinggi, hal ini tentunya tidak dianjurkan, tetapi jika investor memiliki toleransi tinggi terhadap risiko, maka hal ini mungkin saja bisa dilakukan, misalkan umur 50, dan masih memiliki porsi yang besar di saham, selama risiko bisa diatur, hal ini boleh-boleh saja.

Baca: Mengenal profil risiko diri sendiri ketika berinvestasi

Tetapi jika kita tidak sanggup dengan banyak risiko yang terpapar, ada baiknya tetap di alokasi aset yang ”aman”, dan tidak harus merasa cemas jika portofolio aset kita turun.

Alokasi aset yang ideal

Untuk membuat komposisi alokasi aset yang ideal, gampang-gampang susah, dan hal ini tetap balik lagi ke diri investor masing-masing, senyaman apa investor dalam menyusun portofolio-nya, dan jika investasi untuk tujuan-tujuan yang berbeda, maka dibutuhkan cara yang berbeda.

Tidak ada pengaturan, atau aturan yang bisa dipakai oleh semua orang dalam melakukan pengaturan portofolionya.

Juga bergantung pada profil risiko dari masing-masing orang, ini berpengaruh banyak, apakah investor tersebut agresif, moderat, atau konservatif.

Melakukan diversifikasi, selalu membaca, up-to-date dan selalu melakukan penyeimbangan terhadap portofolio alokasi aset yang kita punya.

Selanjutnya?

Pada artikel selanjutnya akan membahas lebih banyak mengenai alokasi aset ini, karena memang topik yang luas, dan komposisi portofolio bisa berubah seiring waktu dan keadaan.


Tags: investasi, ngaturduit, personal finance, literasi finansial

Related Posts