Pisahkan rekening tabungan dan rekening konsumsi

Pisahkan rekening tabungan dan rekening konsumsi

Photo by Arga Aditya via Unsplash

Apakah termasuk yang menggabungkan rekening tabungan dan konsumsi dalam satu rekening bank?

Biasanya di indonesia, hampir setiap orang memiliki akun bank yang digunakan oleh banyak orang juga dan oleh merchant, pasti tahu nama bank biru itu, karena memang penetrasinya sangat luas, hampir semua bisnis memiliki akun di bank tersebut, hal ini berguna agar kompatibilitas dengan merchan dan sesama nasabah gampang, tidak ada fee yang dikenakan jika sesama bank.

Rekening di bank ini boleh dikategorikan sebagai rekening konsumsi, digunakan belanja, atau untuk bayar tagihan-tagihan yang biasanya menjadikan nama bank ini sebagai rekening utamanya.

Kenapa dinamakan rekening konsumsi? karena rekening di bank ini hampir tidak akan membuat pertambahan nilai, dari sisi bunga sangat kecil, sangat tidak cocok untuk orang yang mengharapkan bunga sebagai benefit tabungan pada umumnya, bisa dilihat dari tabel suku bunga di bawah

Saldo Suku Bunga (%pa)
< Rp 1.000.000 0,00
>= Rp 1.000.000 - < Rp 50.000.000 0,10
>= Rp 50.000.000 - < Rp 500.000.000 0,25
>= Rp 500.000.000 - < Rp 1.000.000.000 0,50
>= Rp 1.000.000.000 1,05

Berlaku Efektif: 1 Oktober 2019

Miris? ya gak apa-apa, memang untuk rekening bank konsumsi ini hal yang wajar, kita tidak mungkin menggunakan bank ini untuk tabungan (misalkan untuk dana darurat, atau investasi aman), dan selain itu perlu diperhitungakan fee admin setiap bulannya, yang berkisar antara 10.000 - 20.000 tergantung bank konvensionalnya.

Buka rekening di bank lain

Sangat disarankan juga memiliki rekening di bank lain selain bank konsumsi, setidaknya memiliki 2 rekening di bank yang berbeda, atau lebih dan pastikan bank selain konsumsi memiliki suku bunga yang cukup tinggi, di sini berguna agar saldo yang ada di rekening tabungan setidaknya bisa mengikuti inflasi yang rata-rata pertahun 3-5% pertahun.

Lihat bank digital

Bank digital yang saat ini bermunculan di Indonesia, dan saat ini saling bersaing agar mendapatkan tempat di pengguna perbankan, saling menawarkan promo dan kemudahan-kemudahan lainnya.

Bank digital lebih luwes, menawarkan apa yang bank konvensional tawarkan, tetapi dengan tambahan lain, kemudahan akses misalkan, karena semua berjalan di internet, akses via aplikasi smartphone dan kemudahan lainnya, dan biasanya bebas dari fee, misalkan biaya transfer antar bank atau biaya admin ATM.

Suku bunga yang ditawarkan bank digital juga sangat menarik, ada yang dimulai dari 3-6%, tentu dengan suku bunga ini lumayan bisa melawan inflasi.

Penutup

Pemisahan rekening bank ini agar kita bisa lebih mudah mengatur keuangan, konsumsi vs investasi, atau sekedar agar saldo tabungan aman, dan dengan memiliki rekening bank yang menawarkan bunga tinggi, kita bisa menambahnya setiap kali ada dana tanpa khawatir dikurangi oleh biaya admin/fee, dan juga jangan lupa untuk investasi.