← back to home

Terlalu percaya diri



Photo by William Daigneault

Overconfident merupakan salah satu fallacy dan bias dari manusia, yang secara definisi sederhana berarti seseorang terlalu menganggap dirinya pintar dalam banyak hal, yang menjadikan orang itu terlalu percaya diri, sebutan lain yang juga tak kalah populer adalah Dunning-Kruger effect, dimana seseorang merasa dirinya lebih superior atau lebih pinter atas satu atau banyak hal.

Jika dalam konteks investasi, hal ini bisa berarti bahwa investor tersebut menganggap dirinya bisa mengalahkan pasar, dan bisa dengan mudah memilih jenis investasi atau saham yang bisa memberikan imbal hasil yang besar.

Hal ini bisa terjadi pada semua orang, tak terkecuali, sayang sering juga jatuh ke kategori ini, misalkan ketika mencoba bermain dengan kripto, saya pikir saya tahu apa yang sedang dilakukan, saya bisa “membaca” dengan mudah pola pasar kripto, dan beberapa tebakan saya selalu menunjukkan hasil yang benar, tetapi ketika dieksekusi, dengan kepedean luar biasa tentunya, saya salah besar.

Tentunya tak terkecuali di pasar bursa saham juga, overconfindent dengan menganggap karena saya tahu industri bank, maka dengan saya memilih saham dari bank maka saya bisa mendapatkan imbal hasil tinggi, dan ternyata salah, atau tidak sama dengan apa yang saya harapkan.

Dan sikap terlalu pede ini berlaku pada hampir disemua bidang, karena kecenderungan manusia yang selalu merasa lebih baik di atas rata-rata atas suatu bidang.

Percaya diri dengan data pendukung yang cukup, memang diperlukan, meski hal itu tidak menjadikan diri kita akan selalu benar di pasar, meski misalkan benar, apakah kali kedua kita akan benar lagi? dan mungkin ga kita bisa mengulang kesuksesan itu dengan benar dan konsisten.

Misalkan dengan modal data, informasi, seorang investor berhasil mendapatkan imbal hasil yang besar di satu waktu, dan kemungkinan bisa sukses di waktu selanjutnya tidak akan ada yang tahu meski dengan data, cara, keadaan yang sama.

Melihat pola, melakukan technical analysis, dibantu dengan bantuan alat trading yang lengkap yang terhubung dengan pasar bursa secara realtime, memiliki pengalaman, kita tetap tidak akan bisa menebak kemana arah pasar.

Kita sebagai manusia, mencoba berlaku rasional, dan bahkan mencoba memaksa untuk merasionalisasikan pasar yang notabene irasional.




Related Posts