Apa itu obligasi?

Apa itu obligasi?

Photo by William Daigneault via Unsplash

Obligasi atau surat hutang, atau dalam bahasas inggris Bond, pengertian bebas obligasi adalah surat hutang yang dikeluarkan oleh suatu perusahaan atau negara, surat hutang ini memiliki janji yang akan membayarkan kupon atau bunga, sesuai dengan janji atau ketentuan yang dikeluarkan oleh penerbit obligasi tersebut, kita sebagai perseorangan (atau institusi) pada dasarnya memberikan pinjaman terhadap perusahaan, atau negara tersebut.

Obligasi bisa dikategorikan sebagai salah satu instrumen investasi selain saham atau reksa dana.

Obligasi bisa dikategorikan sebagai pendapatan tetap, karena sifatnya yang konstan, kupon atau bunga yang didapat ketika membeli obligasi tersebut biasanya juga bersifat tetap sampai dimana obligasi itu berakhir masanya (mature).

Obligasi biasanya memiliki karakteristik seperti,

  • Prinsipal, atau uang pokok, atau harga dari obligasi, ini adalah jumlah uang yang digunakan untuk membeli obligasi yang diterbitkan oleh penerbit obligasi (bisa perusahaan atau pemerintah), uang tersebut bisa diartikan sebagai hutang yang kita berikan, dengan imbalan berupa bunga.
  • Maturity date, atau masa berakhirnya obligasi, misalkan ada yang masanya selama 2, 3, 5 tahun (atau lebih), tergantung dari penerbit obligasi, dan biasanya semakin lama, nilai kupon atau bunganya semakin tinggi.
  • Kupon, ini bisa diartikan juga bunga yang didapat dari obligasi tersebut, biasanya disajikan dalam bentuk persen dari nilai total obligasi yang dibeli, misalkan kupon (bunga) untuk satu obligasi adalah 6% pertahun, maka tinggal dihitung (6%*harga obligasi)/12, jangan lupa ada pajak biasanya, dan pembayaran kupon ini ditentukan tanggalnya oleh penerbit obligasi.

Obligasi banyak yang menilai sebagai bentuk investasi yang lebih aman dibanding dengan investasi saham, karena nilai prinsipalnya yang tetap, tanggal kupon dibayar juga tetap.

Simulai bagaimana obligasi bekerja kira-kira seperti ini, perusahaan atau pemerintah menerbitkan obligasi, dan kita membeli obligasi tersebut dengan harga misalkan 10 juta, dengan janji kupon yang diberikan 6% pertahun, dengan masa berakhir 5 tahun, dan kupon diberikan setiap bulan tanggal 10.

Dari 10 juta tersebut, kita mendapatkan (sebelum pajak) bunga/kupon 600.000 pertahun, dibagi 12 bulan, maka yang didapat perbulannya sekitar 50.000.

Ada beberapa obligasi yang bisa diperjualbelikan seperti saham, pembeli obligasi bisa menjual obligasinya misalkan pada tahuan ke-2, ketentuan ini tergantung dari penerbit obligasi atau dengan kesepakatan.

Apakah ada risiko dengan obligasi?

Seperti investasi lainnya, tentu ada risikonya, antara lain kualitas dari obligasinya sendiri, maksud dari kualitas adalah penerbit obligasi tersebut, apakah perusahaannya sehat, ada kemampuan membayar kupon atau tidak, bisa mengembalikan uang prinsipal (pokok) atau tidak ketika berakhir masa obligasi tersebut.

Untuk obligasi negara, biasanya tidak banyak risiko yang terpapar, dan relatif aman.

Untuk meminimaliasasi risiko tersebut, risiko terkena junk bond (obligasi busuk/sampah), ada layanan yang melakukan rating terhadap obligasi, terutama obligasi yang dikeluarkan oleh perusahaan yang sedang mencari pendanaa.

Layanan tersebut antara lain Moody’s, Fitch rating, mereka ini melakukan penelitian terhadap kualitas suatu obligasi kemudian memberikan rating terhadap obligasi tersebut, dari sini pembeli obligasi bisa terbantu dalam mengambil keputusan membeli atau tidak obligasi tersebut.

Beda obligasi dan deposito

Dua hal ini bisa dianggap sebagai instrumen investasi, juga dengan nilai bunga yang ditentukan, kita mendapatkan untung dari bunga yang dibayarkan oleh bank atau oleh penerbit obligasi, bedanya nilai bunga dari masing-masing, bunga deposito bisa berubah seiring kebijakan moneter dari bank Indonesia, untuk obligasi biasanya tetap selama masa obligasi tersebut.

Hal ini bisa jadi deposito bisa lebih besar bunganya, dan bisa juga lebih rendah, Hal lain yang perlu dipikirkan adalah pajak, deposito memiliki pajak 20% dari bunga yang diberikan bank ke nasabah, dan obligasi biasanya lebih rendah, untuk obligasi negara, pajak yang dikeluarkan 15%.

Apakah untung membeli obligasi?

Seperti jawaban pada umumnya, tergantung, jika kita merasa membeli 10 juta obligasi dan kebetulan tidak ada early redeem (pencairan lebih awal sebelum masa obligasi berakhir), maka uang kita tidak bisa diambil selama masa obligasi tersebut sampai maturity datenya, jika 10 juta dibelikan reksa dana, atau saham, bisa jadi beda, mungkin bisa lebih untung, atau tidak, jadi ini tergantung dari profil risiko kita sebagai investor bagaimana.

Untuk obligasi negara, selain dijamin pemerintah, juga biasanya memiliki pajak yang lebih rendah.

Karena sistem pembayaran, atau proyeksi keuntungan lebih jelas (dan terkadang tetap), maka obligasi dianggap sebagai instrumen yang aman untuk investasi.