← back to home

Dalam melakukan budgeting, buatlah sesederhana mungkin



Photo by Joanna Kosinska on Unsplash

Tidak semua orang menyukai budgeting, ada yang berpikir itu sulit, ribet, dan lainnya, dan yang berpikir budgeting itu sulit, ribet, terkadang melakukan budgeting secara berlebihan, membuat rumit diri sendiri, menuliskan sesuatu sampai sedetail mungkin, yang niatan awal tadinya agar lebih bisa melihat pengeluaran secara lengkap, detil, tapi malah jadi pusing sendiri pada akhirnya hehe.

Budgeting untuk diri sendiri atau rumah tangga, tidaklah sama dengan budgeting perusahaan yang cenderung lebih kompleks, banyak faktor, meski sebenarnya konsep dasarnya mirip, uang masuk, uang keluar, berapa pemasukan yang kita dapat dan kemana uang tersebut keluarkan, dan hitung hasil akhirnya, apakah plus atau minus.

Pada kesempatan sebelumnya, pada artikel budgeting, saya menuliskan tentang pengkategorian dari masing-masing pengeluaran yang kita punya.

Jika pengkategorian dirasa masih terlalu ribet, kita bisa coba memulai dengan melihat pengeluaran yang bersifat pasti (fixed) setiap bulannya, misalkan cicilan rumah (atau kost), mobil, biaya sekolah anak, biasanya itu bersifat tetap (fixed), artinya tidak akan sering terjadi fluktuasi/perubahan.

Baca: Melakukan penyesuaian budget saat situasi krisis

Setelah menyusun daftar yang fixed, mulai mencatat yang bersifat fluktuatif tetapi wajib, misalkan belanja makanan, air galon, belanja bahan makanan kalau masak di rumah, atau biaya beli makanan, harian, kalikan mingguan atau bulanan.

Berikutnya susun untuk yang tagihan utilitas pasti tapi bersifat fluktuatif, seperti air, listrik, pengeluaran ini biasanya selalu ada tiap bulannya, dan jarang sekali angkanya sama, bisa kurang atau lebih.

Jika disusun sistem budgetingnya,

1. Catat pengeluaran wajib yang bersifat tetap (fixed).

Pengeluaran wajib yang angkanya jarang sekali naik turun, misalkan seperti sekolah anak, cicilan rumah/apartemen, kost, internet rumah dan lainnya.

karena pengeluaran ini bersifat tetap, kita jadi bisa lebih mudah menghitung ujung akhirnya.

2. Catat pengeluaran yang fluktuatif, tetapi wajib.

Pengeluaran jenis ini seperti belanja kebutuhan rumah, makanan atau bahan makanan, sifatnya wajib, tapi terkadang naik turun, tergantung belanja apa bulan itu, bisa juga air galonan, gas (terkadang bisa habis 1 dalam sebulan, kurang, atau lebih).

3. Catat pengeluaran utilitas, bersifat fluktuatif.

Untuk pengeluaran yang bersifat wajib, tetapi bisa berbeda setiap bulannya, misalkan seperti tagihan air, listrik, telepon/data selular dan lainnya, pengeluaran ini biasanya fluktuatif, dan setiap bulan harus ada pengeluaran untuk ini.

Setelah itu?

Jika sudah mengetahui apa saja susunannya, kemudian lakukan penyesuaian alokasi budget untuk masing-masing pengeluaran itu, tidak perlu sampai detail seperti beli cabe sekian ribu, cukup dimasukkan ke dalam alokasi makanan.

Dan tentunya yang wajib dilakukan sebelum mengalokasikan budget pengeluaran, sangat disarankan langsung memotong dari uang yang masuk dan dimasukkan ke dalam tabungan, jika ada uang lebih, bisa dimasukkan juga ke instrumen investasi yang kita punya.

Tabung dulu berapa persen dari pendapatan, kemudian gunakan sisanya untuk pengeluaran-pengeluaran, jangan dibalik, nabung kalau ada sisa, dan jangan lupa berbagi kepada sesama.

Baca: Review: Money Lover, aplikasi manajemen keuangan

Tidak perlu takut juga menggunakan alat bantuan, aplikasi-aplikasi yang bisa membantu kita dalam hal ini, yang saya gunakan selain spreadsheet, adalah aplikasi Money Lover (bisa baca review saya tentang aplikasi ini), dan bisa juga dengan alat sederhana seperti pulpen dan kertas misalkan, jadi bisa apa saja, selama bisa membantu kita mencatat uang masuk dan keluar.

sekali lagi, jangan dibuat rumit, catat apa yang bisa dicatat, dan lakukan improvement dari waktu ke waktu.


Tags: ngaturduit, personal finance, literasi finansial, investasi, budgeting

Related Posts