← back to home

Mengenal lebih jauh terhadap produk reksa dana yang (akan) dibeli, Prospektus dan Fund Fact Sheet



Photo by Jason Krieger

Pada artikel sebelumnya, dibahas mengenai bagaimana mencari reksa dana yang bagus, secara produk dan kinerjanya, juga dibahas darimana saja kita bisa mendapatkan informasi mengenai produk-produk reksa dana tersebut yang bisa kita jadikan acuan sebelum kita menanamkan urang kita di sana.

Perlu diingat juga, pemilihan jenis reksa dana dan produknya, tergantung dari tujuan finansial yang sedang atau akan dibuat oleh kita.

Nah, sekarang sudah atau akan memulai investasi? bagus! dan seperti pepatah umum, tak kenal maka tak sayang, begitu juga dengan instrumen investasi dan produk-produk di dalamnya, kali ini akan membahas reksa dana pada umumnya, dan produk-produk yang ditawarkan di dalamnya, produk yang dibuat oleh manajer investasi dengan sedemikian rupa, berupa gabungan antara satu jenis investasi atau gabungan.

Seperti yang diketahui didalam reksa dana ada 4 jenis reksa dana yang umum dikenal dan gampang diakses oleh investor umum, yaitu pasar uang, campuran, pendapatan tetap, dan saham (ada jenis reksa dana lain, tapi kita batasi hanya 4 jenis yang mudah diakses oleh investor ritel).

Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan, masing-masing produk reksa dana yang ditawarkan berisi portofolio investasi, bisa komponen obligasi, deposito, saham-saham, dan produk lainnya.

Diproduk tersebut akan disebutkan terdiri dari apa sajakah produknya, alokasi aset dan juga informasi-informasi lain.

Selain informasi AUM (Asset Under Management), berisi informasi berapa jumlah dana yang dihimpun dari investor, yang dijadikan sebagai aset oleh manajer investasi dalam produk tersebut, juga informasi detail mengenai produknya sendiri, dalam bentuk Prospektus dan Fund fact sheet.

Prospektus

Prospektus adalah dokumen yang berisi informasi mengenai produk reksa dana yang diterbitkan oleh manajer investasi, berbasis Efek, dokumen ini memiliki kekuatan hukum, terdapat pasal-pasal, hak dan kewajiban investor, dan juga manajer investasinya.

Didalam dokumen prospektus ini juga, berisi keterbukaan informasi yang berhubungan dengan produk investasi yang ditawarkan, secara garis besar dokumen biasanya terdiri dari dasar hukum, istilah-istilah yang digunakan, pengelolaan investasi, bank kustodian, risiko-risiko yang terpapar, cara jual beli atau pemindahan (switching), biaya-biaya (expense ratio), pajak-pajak, hak dan kewajiban dari investor dan manajer investasi.

Prospektus dijadikan sebagai dokumen acuan oleh investor, dimana dan kemana dana investor tersebut itu diinvestasikan ke produk-produk investasi dalam penyusunan portofolio oleh manajer investasi sesuai dengan jenis reksa dananya.

Contoh prospektus dari BNI-AM Likuid.

Fund Fact Sheet

Adalah lembaran mengenai profil singkat dan juga informasi lain mengenai produk reksa dana tersebut, didalah Fund Fact Sheet (FFS) ini berisi juga informasi kinerja dari produk tersebut.

Untuk melihat informasi singkat dan cepat, bisa melihat informasi di FFS ini, contoh FFS dari BNI-AM Likuid.

Hal-hal yang perlu diperhatikan

Dari dua dokumen di atas, apa saja yang perlu diperhatikan? ini pendapat saya saja, bisa jadi beda tiap orang dalam melihatnya.

Strategi investasi

Sebagai investor menurut saya, sebelum membeli produk tersebut, wajib juga membaca strategi investasi dari produk reksa dana yang ditawarkan oleh manajer investasi.

Kemana uang yang kita setorkan itu akan diinvestasikan? bagaimana manajer investasi menyusun portofolio dalam produknya.

Ada ketentuan-ketentuan yang diatur dari jenis reksa dana yang akan kita diinvestasikan, semua tertuang dalam prospektus, misalkan reksa dana pasar uang BNI-AM Likuid tersebut, akan membuat protofolio dengan komposisi 100% berupa utang yang diterbitkan oleh korporasi atau negara yang jatuh temponya tidak lebih dari 1 tahun, dan juga akan diinvestasikan dalam pasar uang yang juga memiliki jatuh tempo kurang dari 1 tahun.

Informasi ini harus transparan komposisinya, contoh lain misalkan jika produk reksa dana saham, ini juga perlu dilihat komposisi saham berapa persen, dan ini berlaku untuk jenis reksa dana lainnya.

Expense ratio (biaya admin)

Biaya ini biasanya terdiri dari biaya manajer investasi, biaya bank kustodian, biaya ini digunakan untuk imbalan mnajer investasi dan juga imbalan jasa pengelolaan uang oleh bank kustodian.

Biaya ini tiap produk reksa dana bisa berbeda-beda, kembali saya ambil contoh untuk BNI-AM Likuid ini halaman 32, menurut prospektus, manajer investasi imbalan sebesar maksimum 1% pertahun, dihitung harian, dan untuk bank kustodian, imbalan jasa maksimum 0.15% berdasarkan 365 hari dan dibayarkan perbulan ke bank kustodian tersebut.

Expense ratio adalah penjumlahan dari 2 komponen biaya di atas, biaya manajer investasi dan juga biaya bank kustodian.

Jika expense ratio ini lebih dari 1.5% (meski menurut saya 1.5% pun masih terlalu besar), lebih baik dihindari produk tersebut, karena akan mengikis nilai investasi kita perlahan-lahan, mengingat, tidak selamanya investasi bisa mendapatkan untung, nilai aktiva bersih bisa saja turun, tapi biaya administrasi ini tetap (dan bisa saja bertambah), jadi manajer investasi tetap akan mengambil bagiannya terlepas untung atau rugi dalam penginvestasiannya, dan juga nilai imbalan itu diambil dari keseluruhan jumlah investasi kita, dari jumlah investasi pokok yang disetorkan dan juga hasil perkembangannya.

Kinerja

Ini juga penting, kita tidak mau kan investasi di produk reksa dana yang kinerjanya buruk? dengan melihat informasi-informasi mengenai kinerja produk bisa menentukan ke produk siapa uang kita akan diinvestasikan.

Dengan informasi online seperti infovesta, Bareksa, dan situs lainnya, kita bisa melihat kinerja dari produk tersebut harian, mingguan, bulanan atau tahunan.

Selalu pilih produk yang nilainya cenderung naik setiap waktu.

Asset Under Management (AUM atau Dana Kelola)

Perhatikan dana kelola, dana kelola ini, biasanya semakin besar semakin baik, karena adanya kepercayaan dari investor yang menanamkan uangnya diproduk tersebut, semakin banyak jumlahnya biasanya semakin terpercaya.

Selain itu, dengan jumlah yang besar tersebut, manajer investasi memiliki pilihan untuk investasi ke produk apa, dan juga sedikit banyak bisa menyetir pasar dengan dana kelola besar yang dipunyai oleh manajer investasi tersebut.

Manajemen

Hal ini berkaitan dengan manajer investasi yang akan mengelola uang kita, uang yang kita dapatkan dengan susah payah, tentunya tidak ingin uang itu dikelola oleh manajemen yang buruk, yang bisa berujung hancurnya tujuan finansial.

Selalu perhatikan, dan cari tahu mengenai nama dari penjual produk tersebut, dan juga cari tahu kredibilitasnya, tidak semua manajer investasi yang terdaftar diefek memiliki track record yang sama, dan tidak semua manajer investasi memiliki kepiawaian dalam menyusun portofolio-nya.

Manajemen yang baik juga selalu mencantumkan hasil audit dari kinerja produk investasi-nya setiap tahun, hal ini terlampir dalam prospektus, ini merupakan satu bentuk tanggung jawab manajer investasi dan juga laporan keterbukaan informasi.

Tips lain

Usahakan membeli produk-produk dari manajemen investasi yang sama

Hal ini berkaitan dengan biaya-biaya, terutama biaya switching, jika kita misalkan hendak berpindah dari satu jenis reksa dana ke jenis lain, biaya akan lebih mudah jika semua produk masih dalam satu MI, ambil contoh misalkan BNP paribas (disclaimer: bukan endorse, bukan saran, saya memang ada produk dari BNP Paribas diportofolio, dan ini hanya untuk contoh saja), dalam BNP Paribas, terdapat produk-produk reksa dana yang dijual dari semua jenis reksa dana.

Dengan melihat tujuan finansial kita, dalam penyusunan portofolio, misalkan hendak alokasikan 40% reksa dana pasar uang, dan 50% ke reksa dana saham, sisanya ke pendapatan tetap dan campuran.

Dengan melihat skema tersebut, kita bisa memilih produk yang sesuai dengan kebutuhan kita, dan juga selaras dengan tujuan finansial, dalam produk-produk investasi dari manajer investasi yang sama.

Meski tidak masalah jika membeli produk dari beda manajer investasi, ini agar lebih mudah saja dalam pengelolaan portofolio kita.


Tags: ngaturduit, personal finance, literasi finansial, keuangan, reksa dana, reksadana, investasi, saham, obligasi, pasar uang, pendapatan tetap

Related Posts