Metode budgeting
seputarfinansial
by seputarfinansial
3 min read

Categories

Tags

  • reksadana
  • savings
  • menabung
  • dana darurat
  • literasi finansial
  • personal finance
  • budgeting

Di artikel kali ini membahas beberapa metode budgeting, metode budgeting yang ditulis di sini beberapa dari sekian banyak metode untuk melakukan budgeting, dengan melakukan budgeting kita bisa lebih mudah dan fokus dalam merencanakan keuangan kita.

konsep amplop

Budgeting dengan metode amplop seperti ini adalah dengan cara membagi uang berdasarkan kategori yang dibuat untuk sebelumnya, uang yang masuk tersebut, bisa jadi gaji atau pendapatan tersebut dibagi berdasarkan kebutuhan-kebutuhan yang biasanya ada setiap bulannya, semisal amplop untuk komunikasi, jadi pembelian pulsa pembayaran telepon rumah akan masuk ke sini, atau amplop cicilan yang isinya adalah cicilan rumah, mobil, dan lainnya, dan jangan lupa amplop untuk menabung dan investasi.

Langkah yang bisa diambil untuk melakukan sistem amplop ini

  1. Rencanakan kategori pengeluaran
  2. Setelah dibuat kategori, alokasikan uang dikategori yang sudah dibuat berdasarkan jumlah pendapatan.
  3. Usahakan hemat untuk kategori yang tidak tetap jumlahnya (cicilan jumlahnya tetap biasanya, jadi tidak bisa ‘hemat’ di kategori ini)
  4. Awasi dan selalu review budget setiap bulannya

Untuk fase awal akan sangat merepotkan, karena kita ”dipaksa” untuk bisa melihat ke depan berdasarkan penglihatan keuangan kita yang lalu, dengan cara itu kita bisa mendefinisikan pengeluaran-pengeluaran dan menjadi lebih sadar akan keadaan keuangan kita.

Jangan ragu untuk melakukan perubahan setiap bulan, dan atau untuk bulan berjalan kalo ada kategori yang kekurangan, bisa ambil dari kategori lain yang kita pikir ‘aman’ untuk diambil, dan jangan lupa selalu mencatatnya, karena akan dievaluasi setiap akhir bulan.

Zero Based Budgeting (ZBB)

Budgeting dengan metode ini agak berbeda dengan amplop, zero based budgeting (ZBB), berangkat dari 0 (nol) pengeluaran terlebih dahulu, kemudian seiring dengan bertambahnya kategori maka pengalokasian dana juga akan bertambah, usahakan selalu memasukkan kategori yang dirasa perlu, bukan berdasarkan keinginan. Langkah yang dibuat

  1. Identifikasi pendapatan (atau proyeksi pendapatan)
  2. Tulis pengeluaran yang ada (akan ada)
  3. Kurangi pendapatan dengan pengeluaran, pastikan hasilnya menjadi 0 (nol).

Dengan ZBB kita makin mengetahui pengeluaran-pengeluaran kita, dan lebih terorganisir, karena akan ”dipaksa” untuk lebih teliti dalam pengeluaran, akan terlihat juga perbandingan pengeluaran belanja bulanan atau hangout dengan pengeluaran untuk tabungan atau investasi (iya, tabungan dan investasi bisa dibilang sebuah pengeluaran atau expense).

Seperti amplop, kita tetap bisa ”mengambil” uang dari alokasi dana kita dari kategori lain, dan membuat penyesuaian, dan selalu pastikan pengeluaran dan pemasukan seimbang.

Persentase (50/30/20)

Budgeting metode ini lebih dibagi atas 3 hal, dari income yang masuk setiap bulannya, kemudian membagi income tersebut ke dalam 3 persentase, yaitu kebutuhan, tabungan dan hutang (jika ada) dan lainnya, jadi kalo kita breakdown menjadi

  1. 50% untuk hal yang dibutuhkan/diperlukan, seperti belanja bulanan (pastikan selalu membeli yang dibutuhkan), transportasi (bensin, ojol, dll), tagihan bulanan seperti air, telepon, listrik.
  2. 30% untuk menabung dan membayar hutang atau cicilan bulanan, karena cicilan pada dasarnya adalah hutang.
  3. 20% Lainnya untuk hal-hal yang sekunder atau mungkin tersier, seperti makan di luar, nonton, gadget.

Didalam persentase ini dibuat lagi kategori-kategori dengan jumlah alokasi sesuai dengan persentasenya, misalkan untuk persentase kebutuhan 50% (anggap 2.5jt dari 5jt), kemudian dibuat kategori yang penting, seperti belanja makan, transportasi dan lain-lain.

Persentase ini tidak bersifat baku, ada banyak variasi untuk jumlah persentasenya, ada yang berpendapat 50/15/5 dan sisa 15% langsung ke tabungan dana darurat dan pensiun.

Keuntungannya dengan persentase ini sifatnya tetap, karena kita mengambil persentasenya, tidak melihat jumlah pendapatan, karena akan selalu bersifat relatif terhadap persentasenya.

Pay yourself first

Metode ini memang agak membingungkan, bayar diri sendiri terlebih dahulu, metode ini kira-kira seperti ini penjelasannya, ketika gaji/income datang, hal yang pertama dilakukan adalah ”membayar” diri anda sendiri, sejumlah yang ada pikir cukup, bisa mengambil 20, 30% atau lebih dari income, dan langsung memasukkannya ke tabungan, sebelum kita membagi itu dengan kategori pengeluaran lain, sisa dari itu baru kita gunakan untuk keperluan-keperluan lain.

Dengan menggunakan konsep ini, kita dipaksa untuk menabung (bisa untuk dana darurat, pensiun atau investasi) dan menggunakan uang yang tersisa tersebut untuk pengeluaran yang kita definisikan.

Langkah untuk memulai metode ini

  1. Identifikasi pendapatan (misalkan 10jt)
  2. Identifikasi jumlah alokasi untuk menabung
    • 1jt tabungan utama
    • 1jt pensiun/investasi
    • 1jt dana darurat
    • 500rb pendidikan
    • 500rb tabungan lain-lain
    • jumlah 4jt
  3. Dengan sisa 6jt, baru dialokasikan untuk keperluan-keperluan lain, dengan kategori seperti yang dibuat di metode budgeting sebelumnya.

Metode ini lebih menekankan kepada kedisiplinan untuk menabung, karena biasanya orang menabung atas sisa dari pengeluaran, bukan sebaliknya, dan dengan uang terlanjur ke tabungan, akan lebih susah lagi untuk menariknya, saya sarankan sih selalu punya rekening tabungan untuk menabung yang berbeda dari tabungan yang digunakan untuk keperluan sehari-hari.

Masih ada metode-metode budgeting lain, memilih mana yang cocok diri sendiri cukup menantang, karena kondisi keuangan dan juga psikologis berbeda-beda, masing-masing metode memiliki plus minus, tapi yang terpenting dengan melakukan budgeting bisa lebih sadar akan pengeluaran kita, dan bisa introspeksi area mana saja yang bisa kita kurangi atau hemat, dan bisa lebih fokus juga untuk menabung dan investasi, jadi uang yang masuk setiap bulan tidak seperti air yang hanya lewat.