← back to home

Website alternatif (gratis) untuk memonitor portofolio, data saham perusahaan



Tobias on Unsplash

Untuk investor yang memiliki aset dalam bentuk saham, reksa dana, bisa dengan mudah melakukan monitoring terhadap aset yang miliki dengan menggunakan aplikasi atau website yang disediakan oleh broker yang dimiliki, di artikel sebelumnya saya pernah bahas mengenai memonitor portfolio dengan menggunakan fitur yang ada di Bloomberg.

Website ini biasanya memiliki layanan berupa data kinerja saham masa lalu, ada yang terbatas sampai 5, 10 tahun ke belakang, ada yang lebih dari itu.

Dan masih banyak alternatif website yang memiliki layanan untuk memonitor portfolio dan layanan data saham, beberapa antara lain,

1. Google Finance

Layanan yang diberikan oleh Google ini bisa nge-track saham yang ada di dunia, terutama di Indonesia, didalam dashboard GF ini, kita bisa membuat watchlist yang sesuai dengan apa yang mau kita monitor.

Google Finance

Kekurangannya kita tidak bisa memasukkan jumlah lot (posisi) yang kita miliki, jadi tidak bisa melihat perkembangan portofolio kita, hanya bisa melihat pergerakan saham yang ada di dalam watchlist yang kita buat.

2. Investing.com

Investing.com memiliki fitur portfolio manager, untuk mengatur portofolio yang kita punya, dan memiliki fitur seperti yang dimiliki oleh Bloomberg, kita bisa mengatur saham mana yang kita lakukan transaksi

Investing.com

Di investing.com bisa mengatur juga periode transaksi saham yang kita lakukan.

3. Marketwatch.com

Marketwatch memiliki antarmuka yang sederhana, dan kemudahan dalam mengatur portofolio yang kita punya, dan juga bisa dengan mudah menambahkan posisi kepemilikan kita akan suatu saham.

Marketwatch.com

Marketwatch belum mendukung ETF yang dijual di indonesia.

4. Yahoo! Finance

Memiliki antarmuka yang bagus dan juga mudah dalam melakukan pencarian saham yang kita miliki.

Yahoo! Finance

Yahoo! Finance bisa digunakan untuk tracking saham, reksa dana dan beberapa ETF (tidak lengkap), tetapi untuk pengaturan portfolio sangat mudah.

5. Google Sheet

Ini mungkin lebih banyak pekerjaan manual yang dibuat, membuat daftar dari saham yang kita beli, dan juga membuat data tersebut sendiri, karena Google Sheet ini multipurpose, jadi tergantung kita mau diisi apa.

Google Sheet

Dari daftar saham di atas, testing dengan membuat daftar saham yang melakukan IPO tahun 2021, dan karena Google Sheet mendukung pencarian data dan informasi saham dengan function GOOGLEFINANCE, memudahkan untuk mencari informasi saham.

Dan tentunya kita bisa dengan mudah menambahkan banyak hal, karena sifatnya ini kita bikin sendiri, dan kita bebas melakukan apapun, bebas menerapkan aturan kita sendiri dalam mengatur portofolio yang kita punya.

Kekurangannya adalah kita tidak bisa tracking ETF dan Reksa dana, ada workaround-nya untuk ini, tapi tetap mengandalkan layanan dari website lain.

Dari layanan di atas, sayangnya belum semua mendukung ETF secara lengkap, meski ada yang sudah mendukung, seperti Marketwatch, tetapi ETF yang terdaftar di sana tidak selengkap dengan yang ada di Bloomberg.

Untuk layanan sederhana memonitor portofolio, bisa dengan mudah menggunakan layanan-layanan tersebut di atas.




Related Posts