← back to home

Investasi jangka pendek, dengan apa?

Investasi jangka pendek, dengan apa?

Photo by Precondo CA via Unsplash

Investasi selain dibedakan dari jenisnya, yang mana jenis investasi ini berkaitan dengan jangka waktunya, ada investasi jangka panjang, dan juga investasi jangka pendek, kesemuanya bergantung dari tujuan finansial kita, untuk keperluan kurang dari 5 tahun, banyak pakar menyebut itu sebagai jangka pendek, dan disarankan diinvestasikan di produk investasi yang relatif konservatif dan minim risiko.

Untuk investasi jangka pendek ini sudah barang tentu tidak disarankan dalam bentuk saham, jadi saham tidak masuk ke kategori investasi jangka pendek, lalu instrumen apa saja yang bisa kita investasikan untuk investasi jangka pendek?

1. Deposito

Produk bank yang mana kita menyimpan sejumlah uang di bank tersebut, dengan jangka waktu yang disepakati, biasanya 1, 3, 6, 12 bulan, atau lebih lama, Bank-bank yang menawarkan deposito saat ini memang banyak, tapi tidak semua memiliki suku bunga tinggi, apalagi dengan suku bunga acuan Bank Indonesia yang kecil saat ini, tapi bisa melihat dari data yang ada di sini sebagai referensi.

Dengan menggunakan deposito, kita masih memiliki kapitalnya ditambah dengan bunga yang didapatkan setiap bulannya atau diakhir masa penyimpanan, pajak bunga dari deposito ini berkisar 20%

2. Reksa dana pasar uang

Reksa Dana jenis pasar uang ini salah satu instrumen yang favorit untuk investasi, dengan reksa dana jenis ini uang kita akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam produk deposito bunga tinggi, obligasi dan lainnya, untuk lebih jelas kemana saja diinvestasikan, bisa melihat fund facts dari masing-masing produk reksa dana pasar uang dari masing-masing manajer investasi yang anda beli.

Untuk reksa dana memang tidak ada pajak, karena sudah dihitung sebelumnya, tapi yang perlu diperhatikan adalah manajemen fee dan juga biaya bank kustodian, yang bisa mencapai 3%, jadi perlu teliti memilih manajer investasi dan produknya.

3. Tabungan suku bunga tinggi

Seperti deposito, tidak semua bank menawarkan suku bunga tinggi untuk tabungannya, apalagi untuk bank yang digunakan sebagai bank konsumer, memiliki bunga yang sangat kecil, tapi ada bank lain yang menawarkan bunga lebih dari 1% setiap bulannya.

Dan sama seperti deposito, pajak bunga dari tabungan adalah sekitar 20%

4. Obligasi

Obligasi, atau surat hutang baik yang dikeluarkan oleh negara, atau oleh perusahaan-perusahaan, ini bisa menjadi instrumen juga untuk investasi, struktur kupon dari masing-masih obligasi bisa berbeda-beda, silakan refer ke artikel sebelummya mengenai obligasi ini.

Untuk obligasi negara, SUN atau ORI, memiliki pajak yang lebih kecil, yakni 15%.

5. Pinjaman Peer to Peer

Ini mungkin terhitung masih baru, hanya saja ini lebih berisiko dibandingkan dengan instrumen investasi yang sudah disebutkan di atas, konsepnya seperti obligasi, kita meminjamkan uang ke individu atau perusahaan yang sedang membutuhkan uang, yang nantinya pada masa peminjaman selesai, bunga diberikan berikut uang kapital yang kita pinjamkan sebelumnya.

Saat ini industri ini masuk ke teknologi finansial (TekFin), karena memang banyak yang memanfaatkan teknologi sebagai cara untuk menjangkau kreditur dan debitur.

Industri P2P memang diawasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan), dan dibuat peraturannya melalui POJK 77/2016, dan para kreditur/debitur diwajibkan memiliki RDP2P (berbeda dengan single investor identificatin, SID, yang dikeluarkan oleh KSEI), para peminjam wajib menerapkan kehati-hatian.

Related Posts

Mengenal compound interest (bunga berbunga)

Bank Digital: Membuka rekening tabungan TMRW by UOB

Strategi tabungan dan mengatur rekening(-rekening) bank

Tips berbelanja bulanan hemat

Mengenal apa itu SID, RDN, SRE, AKSes

Hal-hal yang perlu diperhatikan ketika renovasi rumah

Otomatisasi finansial

Apa itu obligasi?

Memulai investasi saham?

Tujuan Finansial