Tujuan Finansial

Tujuan Finansial

Photo by timJ via Unsplash

Di blog ini sering menulis kalimat ”Tujuan Finansial”, sebenarnya apa yang disebut tujuan finansial? memangnya tujuan-tujuan apa yang bisa dicapai? dan bagaimana menerapkannya pada diri kita?.

Disclaimer: seperti yang ditulis di halaman about, pengertian, jalan dan asumsi yang saya gunakan berdasarkan pengalaman dan ada juga hasil membaca.

Membuat tujuan finansial memang agak sulit, hal ini karena bisa berbeda setiap orang, berbeda juga setiap umur, bisa berbeda kapan memulai, karena setiap orang unik, memiliki situasi keuangan yang berbeda, sosial ekonomi berbeda, hubungan dengan uang yang bisa juga berbeda, bergantung pada lingkungan, dan tempat dibesarkan, tapi ada beberapa dasar yang bisa digunakan sebagai acuan untuk membuat tujuan finansial.

Di sini kita coba bagi tujuan finansial berdasarkan jangka waktu, karena ini yang bisa diaplikasikan, dan paling mudah dipahami, untuk itu dibagi 3 jangka waktu

  • Tujuan finansial jangka pendek
  • Tujuan finansial jangka menengah
  • Tujuan finansial jangka panjang

Tujuan finasial jangka pendek

Untuk tujuan finansial jangka pendek, ini biasanya tujuan-tujuan yang bisa dicapai dengan ”mudah”, dan dalam jangka waktu pendek, karena tentunya mengumpulkan uang atau investasi sebesar 3 milyar bukan termasuk tujuan finansial jangka pendek.

Jangka pendek ini bisa berarti satuan waktu yang pendek, atau juga sesuatu yang sebisa mungkin dilakukan dalam waktu yang singkat.

Hal yang bisa dilakukan dalam jangka pendek antara lain

  • Memuat sistem budget dan pencatatan pengeluaran

    Hal ini tentu sering sekali mendengarnya, bahkan mungkin berulang-ulang ditulis di sini, tapi memang ini satu fondasi juga agak bisa lebih memahami kebiasaan kita dan juga bagaimana kita memperlakukan uang, dan bisa lebih memahami nilai psikologis kita terhadap uang, untuk memahami ini budgeting bisa menjadi barometer.

  • Buat dana darurat

    Ini juga hal yang sering diulang-ulang, karena memang penting, dana darurat bisa menjadi bantuan jika sedang kesusahan, misalkan sedang ada phk masal, sakit yang perlu ada uang cash (meski sebaiknya memiliki asuransi), formulanya senyamannya kita bagaimana, ada yang memiliki acuan 6 bulan gaji atau sejumlah 6 bulan pengeluaran, lebih banyak lebih baik yang pasti.

  • Lunasi hutang (jika ada)

    Ini mungkin masuk ke sesuatu yang sebaiknya dikerjakan secepat mungkin, dilunasi, meski idealnya tidak perlu sampai memiliki hutang, jika ada, lunasi secepatnya, misalkan hutang kartu kredit, selain ini bisa menjerat, juga memiliki bunga yang sangat tinggi, jadi hati-hati, selalu bijaksana menggunakan kartu kredit.

Ditahap ini selalu waspada untuk tidak membuat hutang baru atau yang bisa membuat gaya hidup kita naik (lifestyle inflation).

Tujuan finansial jangka menengah

Setelah berhasil melakukan tujuan jangka pendek, sudah membuat sistem budget, memiliki dana darurat dan (mudah-mudahan) tidak memiliki hutang lagi, kita mulai memikirkan dan membuat tujuan jangka menengah.

Tujuan finansial jangka menengah, lebih ke hal yang tidak pendek dan tidak juga terlalu panjang dalam arti waktu, dan lebih menantang, gol yang akan dicapai tidak dicapai dalam waktu yang singkat, hal seperti melunasi mobil, memiliki asuransi, mulai melakukan investasi.

Tujuan finansial jangka menengah bisa menjadi jembatan untuk finansial jangka pendek dan jangka panjang

Tujuan finansial jangka panjang

Tujuan finansial ini, seperti namanya, bukan hal yang yang dilakukan sebentar, dibutuhkan waktu, hal yang menyangkut pensiun, rumah, investasi jangka panjang, pendidikan perguruan tinggi anak, ini bisa dikategorikan jangka panjang.

Investasi adalah salah satu bagian dari jangka panjang, karena kita tentunya menginginkan kehidupan yang lebih baik ketika kita tua nanti, sejahtera, tidak membebani orang lain, terutama anak. Dengan melakukan investasi sedini mungkin, secepat mungkin, menjadi semakin banyak waktu menjadikan nilai investasi kita lebih bernilai. JIka belum memiliki investasi, lakukan secepatnya.

Instrumen investasi bermacam-macam, ada dalam bentuk saham, reksa dana, obligasi berjangka, atau bisa saja memiliki rumah, kos-kosan yang bisa disewakan dan menjadi sumber pendapatan untuk nanti jika sudah tidak bekerja atau sudah bukan umur produktif (asumsi 65 tahun).

Penutup

Meski dalam finansial sebenarnya tidak ada yang bisa dibilang akhir tujuan, karena jika kita sampai disatu tujuan, maka akan ada tujuan lain, misalkan, tujuan sekolah anak, dari SD sampai kuliah, target yang dicapai tentunya selalu bergerak, tidak ada angka pasti, tapi setidaknya kita memiliki satu kisaran yang bisa kita gunakan sebagai acuan, hal ini juga agar kita bisa fokus dan bisa menghindari kesalahan yang mungkin terjadi.

Tanpa target, acuan, agak susah untuk mencapai tujuan finansial.