Cek up finansial sebelum membuat blueprint tujuan finansial

Cek up finansial sebelum membuat blueprint tujuan finansial

Photo by Alev Takil via Unsplash

Membuat tujuan-tujuan finansial memang susah-susah gampang, saya sendiri masih mencoba-coba apa yang bisa berjalan atau apa yang cocok buat saya, tetapi memang ada benang merah yang bisa dikerjakan secara paralel sembari membuat tujuan, ada baiknya juga melihat keadaan kita yang sekarang dulu, semacam financial checkup.

Jadi sebelum mendefinisikan, membuat gol (misalkan tabungan pendidikan anak, rumah), tidak ada salahnya kita melakukan financial self-checkup pada keadaan kita sekarang dulu, sebelum membuat rencana finansial (financial blueprint), hal-hal yang bisa diperhatikan sebelum memulai (setidaknya ini yang saya lakukan), hal ini juga agar lebih mudah memahami kinerja finansial kita sendiri, hal tersebut kurang lebih,

Ketahui jumlah kekayaan saat ini

Hal ini dilakukan agar kita tahu sedang berada dimana, dalam artian, dengan mengetahui hal ini, beberapa tujuan, gol, bisa memiliki awalan jika ada yang sejalan, misalkan sekarang memiliki rumah, dan punya gol memiliki bisa punya properti untuk disewakan, maka ini bisa jadi awal mula, meski nanti ada upaya untuk memisahkan antara rumah tinggal, dan rumah sewa, apakah memiliki 2 itu, atau lebih nantinya.

Aset-aset yang ada bisa didata, baik yang wujud fisik, atau misalkan dalam bentuk saham, reksa dana atau aset lain, untuk aset yang sekiranya tidak ada angka pasti (misal rumah), kita bisa mengeluarkan angka estimasi yang bisa dijadikan basis, dan menjumlahkan itu.

Juga jangan lupa untuk melakukan audit untuk hutang-hutang yang dimiliki, atau liabilitas, misalkan cicilan rumah, mobil, dan lainnya yang sifatnya harus mengeluarkan uang, kemudian lakukan perhitungan jumlah kekayaan dikurangi dengan liabilitas, dan itulah jumlah kekayaan bersih.

Ketahui jumlah uang yang dimiliki saat ini

Hal ini bisa dilakukan dengan cara mengecek tabungan kita saat ini, berapa arus kas yang ada, dari uang masuk dan uang keluar setiap bulannya, kemudian jika memiliki akun BPJS JHT, lihat juga saldo yang ada disitu, atau kalau punya jenis tabungan pensiunan lain seperti DPLK, bisa dicek juga.

Ketahui pengeluaran-pengeluaran saat ini

Poin di atas menyebutkan mengenai arus kas, mengetahui pengeluaran-pengeluaran(https://seputarfinansial.com/ketahui-pengeluaran-pengeluaran/) bulanan yang ada agar bisa lebih mudah memproyeksikan pengeluaran yang akan terjadi dikemudian hari, dan juga coba hindari kesalahan-kesalah finansial yang sering terjadi(https://seputarfinansial.com/6-kesalahan-finansial-yang-sering-terjadi/).

Apakah memiliki sistem budget?

Hal ini biasanya bagian yang tidak disukai, budgeting(https://seputarfinansial.com/metode-budgeting/), kita mencatat pengeluaran-pengeluaran berdasarkan budget yang kita buat sebelumnya, ditambah, terkadang budgeting bisa berubah setiap bulannya, tergantung waktu, tapi tetap harus masuk akal. Sistem budgeting tiap orang bisa beda, cari saja yang sekiranya cocok untuk diterapkan diri sendiri.

Dengan melakukan financial self-checkup seperti di atas, setidaknya memberi kita gambaran apa yang bisa ditambah, dikurangi, atau memikirkan ulang strategi yang bisa dilakukan, artikel selanjutnya akan membahas apa saja tujuan finansial yang bisa kita terapkan.