← back to home

Layanan berlangganan dan pembayaran rutin, bagaimana agar pengeluaran bisa terkontrol?



Photo by Ambitious Creative Co. - Rick Barrett via Unsplash

Dulu, berlangganan layanan TV kabel atau satelit berbayar adalah hal yang lumrah, ada beberapa perusahaan yang menawarkan layanan tersebut, dengan beragam channel yang bisa dipilih dan ditonton, ada yang olah raga, anak-anak, atau hiburan seperti film atau musik.

Sekarang, meski layanan TV berbayar masih ada, tapi sudah banyak yang membuat produk dengan dipaketkan dengan layanan internet, dan internet sudah menjadi utilitas seperti halnya air, terutama zaman pandemi dimana banyak orang bekerja dari rumah.

Untuk mendapatkan berita, zaman dulu berlangganan koran setiap bulannya, dengan membayar sekian setiap bulan, kita dikirimkan koran oleh loper koran setiap hari, bapak saya dulu berlangganan.

Untuk mendengarkan musik, zaman dulu membeli kaset atau CD, ketika ada artis favorit kita mengeluarkan album baru, kita pergi ke toko kaset untuk membeli kasetnya, dan zaman dulu tidak bisa memilih hanya lagu yang kita sukai saja yang ada di kaset.

Menonton film, untuk film yang baru rilis dulu menonton di bioskop, meski sekarang masih ada, tapi industri ini sudah mulai surut, atau kita pergi ke rental VCD (pernah denger?) atau DVD, untuk menonton film yang kita suka, dan itupun tidak akan selalu ada, dan itupun tidak selalu dalam kondisi yang bagus DVD-nya, selalu ada orang yang pinjam sebelum kita jorok atau tidak bertanggung jawab, yang akhirnya macet ketika diputar.

Sebagai millenial tua ujung, saya mengalami hal itu semua.

Kembali ke masa sekarang, hal yang disebutkan di atas itu ada di ujung jari, tanpa harus keluar rumah, tidak perlu ada aktivitas fisik.

Film, musik, layanan TV, berita, semua sudah ada di internet, untuk layanan yang berkualitas, resmi, kita harus membayar itu semua, untuk film misalkan ada Netflix, Disney+, Amazon prime dan lainnya, untuk musik ada Spotify, Deezer dan lainnya, untuk berita ada layanan konten digital seperti yang dilakukan Kompas, Tempo dan oulet media lainnya.

Bahkan bukupun sekarang bisa menyewa secara digital.

Tapi ada satu persamaan antara zaman dulu dan sekarang, dan tidak akan pernah berubah, kita tetap harus mengeluarkan uang untuk mendapatkan itu semua.

Pernah melihat tagihan untuk layanan-layanan di atas? atau yang sekarang dimiliki? berapa jumlah yang dikeluarkan setiap bulannya? masuk ke kategori apa untuk pengeluaran tersebut di dalam sistem budget kita?

Hal tersebut bisa tanpa terasa menghabiskan banyak uang, terutama untuk layanan yang berbayar dan rutin bulanan tanpa kita sadari, dengan kemudahan membayar menggunakan kartu kredit dan setiap akhir bulan membayar tagihan kartu kredit tanpa kita melihat apa saja yang kita bayar.

Cek penggunaan layanan

Untuk layanan internet pastinya sering digunakan, tetapi untuk layanan lain seperti musik, film, apakah kita sering memakainya? atau jarang sekali nonton atau mendengar musik?

Ada banyak cerita orang membayar layanan berlangganan setiap bulannya, tanpa sadar kalo dia tidak menggunakan layanan tersebut, terus aja bayar.

Dan tagihan ini pastinya tidak akan sama, pasti akan naik, dan ini bisa tanpa kita sadari.

Rajin melihat tagihan dan histori pembayaran

Layanan-layanan di atas biasanya akan mengirimkan tagihan bulan ini, atau jika berlangganan tahunan, akan ada proses pembaruan (renewal) lihat klausanya, apakah ada perbedaan dengan bulan atau tahun sebelumnya?

Baca: Melakukan penyesuaian budget saat situasi krisis

Dan bisa dilihat juga dari sistem budget yang sudah dibuat, apakah masih terhitung terkontrol atau tidak.

Ganti metode pembayaran

Saya gak punya kartu kredit, kartu kredit memang banyak gunanya jika digunakan positif dan produktif, tapi saya memilih untuk tidak memiliki, istri punya satu, dan itu untuk demi untuk dapetin diskon kalo belanja bulanan.

Tapi untuk pembayaranan layanan berlangganan, saya menggunakan kartu debit, karena alasan kontrol, dengan menggunakan debit sehingga kita tau kemana uang kita pergi, dan kalo menggunakan kartu debit, itu adalah uang kita, bukan uang talangan dari bank seperti halnya kartu kredit, kalo saldonya kurang dan gagal bayar, kita tau, karena layanan yang kita gunakan berhenti.

Ada hal psikologis yang terlibat kalo menggunakan debit, uang yang keluar adalah uang beneran yang tertera di saldo, uang yang kita dapatkan dengan bekerja, efek yang sama ketika kita keluar dan menggunakan uang cash untuk bayar-bayar, terkadang muncul keengganan memberikan barang berbentuk fisik ke orang lain.

Tutup atau ubah paket

Nah, misalkan kita lupa untuk topup saldo debit, kemudian layanan menagih langganan bulanan, dan saldo tidak mencukupi, kemudian layanan berhenti.

Pada titik ini kita tidak sadar kalo layanan itu berhenti, maka layanan langganan itu tidak penting lagi bagi kita, dan mungkin bisa dipikirkan untuk dihentikan.

Jika paket layanan sekarang terlalu mahal, apakah ada pilihan paket yang lebih murah? dan pilihan paket layanan itu cukup untuk kita? kalo iya, bisa kita pindahkan ke yang lebih murah, atau kalo ada pesaing yang menawarkan harga lebih murah, bisa juga dipertimbangkan untuk berpindah layanan.

Membuat sistem budgeting

Iya, memang, budgeting, membuat budget dan menuliskan pengeluaran-pengeluaran bisa sangat membosankan, tapi hal ini bisa menjadi penting jika kita tidak tahu kemana uang kita dihabiskan, apakah sesuai dengan yang dibudgetkan, atau malah melebihi.

Apakah ada kategori atau pengeluaran yang bisa kita optimasi?

Baca: Dalam melakukan budgeting, buatlah sesederhana mungkin

Dengan melakukan budgeting, sederhana saja, kita bisa tahu cashflow yang kita punya, kemana uang untuk konsumsi dibelanjakan, boros atau tidak, apakah cukup alokasi untuk menabung, investasi, beramal dan lainnya.




Related Posts