← back to home

Update review bank Jago setelah sebulan lebih menjadi nasabah



Photo by Sam Moqadam via Unsplash

Ini adalah review update dari artikel pertama saya ketika membuka rekening di bank Jago, akun dibuat pada tanggal 17 april 2021, selama sebulan lebih ini melihat apa yang berjalan, bagaimana pengalaman selama sebulan lebih ini menggunakan aplikasinya, kesan-kesan yang ada, dan enak tidaknya menggunakan aplikasi ini.

Baca: Review Aplikasi Bank Digital: Bank Jago

Fitur

Pocket

Savings dan Spending

Fitur ini, kebanyakan sudah dibahas di postingan saya sebelumnya, fitur utamanya berkisar di Pocket, Pocket ini, seperti namanya, kantong yang digunakan oleh pengguna untuk menyimpan dananya, kantong ini dibagi 2, Untuk Savings (tabungan), dan Spending (pengeluaran), dengan suku bunga dan perlakuan yang berbeda diantara 2 hal ini.

Pocket Savings merupakan tabungan dengan rekening jenis CASA karena bunga yang lebih besar dari jenis rekening lain (Pocket Savings).

Pocket jenis spending juga relatif terhadap uang yang digunakan untuk pengeluaran, transfer ke luar hanya bisa dilakukan di dalam Pocket jenis Spending, dan juga kartu debit hanya bisa dikaitkan (link) dengan Pocket jenis Spending/Belanja, jadi kalo mau transfer ke antar bank, kita dihadapkan dengan pilihan mengganti jenis Pocket menjadi Spending atau pindahkan uang dari Pocket Savings ke Pocket Spending, agak merepotkan memang, tapi karena ada perbedaan perlakuan, maka hal ini perlu dilakukan.

Baca: Update bank digital (Jago, Jenius, Digibank, TMRW)

Shared Pocket

Shared Pocket ini salah satu fitur yang ultimate menurut saya, dan karena istri juga sudah membuka akun bank Jago, jadi sekarang sudah bisa mencoba fitur Shared Pocket, atau Kantong Berbagi bersama istri untuk beberapa Pocket yang kita bagi bersama untuk kontribusi.

Caranya mudah, cukup buat satu Pocket yang sifatnya savings, kemudian undang orang yang hendak menabung bersama dengan mengundang Jago ID-nya atau nomor telepon, email.

Tidak perlu lagi melakukan transfer ke rekening istri, kemudian istri melakukan aktivitas transfer lagi ke Dream Saver/Flexi, iya, sebelumnya saya menggunakan Jenius untuk akun yang sifatnya shared contribution.

Kartu debit

Bank Jago juga saat ini sudah menyediakan fitur kartu debitnya, baik fisik atau yang virtual, kartu debit fisik yang digunakan oleh Jago terhitung jenis yang premium, dengan design tulisan Visa yang lebih bagus dari kartu-kartu debit dengan lain, misalkan yang Jenius atau yang Digibank.

Kartu virtual juga bisa digunakan untuk keperluan tagihan, belanja, langganan layanan di internet, dan lainnya.

Kita bisa membuat banyak kartu fisik dan virtual di bank Jago, saya coba membuat 2 kartu fisik masih dibolehkan, dan juga membuat kartu virtual 3 masih bisa, dengan cara ini saya bisa lebih mudah mengatur dengan kartu virtual mana untuk tagihan yang hendak saya gunakan.

Kemudahan mengatur uang

Terkait dengan Pocket dan Shared Pocket, jujur, terasa lebih mudah, gampang membuat alokasi budget, gampang dalam membuat estimasi target, dan juga fitur kartu debit virtualnya membantu membedakan dengan kartu apa layanan ini digunakan, dan tentunya kalau ada breach dan kemungkinan kartu kita bocor, kita bisa dengan mudah membuat yang baru.

Desain aplikasi

Kemudahan-kemudahan yang saya sebutkan di atas tidak lepas dari desain aplikasi bank Jago, lebih mudah, akses ke setiap menu gampang, lebih banyak akses terhadap Pocket, karena fokusnya membuka rekening bank tentunya untuk menabung, atau konsumsi/belanja.

Desain menu bawah yang sederhana, hanya menonjolkan ikon apa yang menjadi fitur utama, menurut saya ini lebih baik, daripada mendesain dengan desain menu samping yang kemudian bisa membuat orang karena terlalu banyak fitur dengan nama yang berbeda dari apa yang biasanya pengguna mengerti.

Fitur Contacts juga menarik, bisa melakukan flattening, dan penggabungan contact bank, saya bisa melakukan grouping terhadap rekening-rekening yang saya miliki.

Untuk fitur notifikasi, aplikasi jago terkadang agak chatty, jadi saya matikan fitur notifikasi ini, berguna memang, cuman saya lebih suka minim notifikasi yang ada di handphone.

Pocket Booster

Fitur ini seperti mengupgrade Pocket Savings yang kita punya, agar memiliki fitur yang lebih, Pocket bisa dibuat menjadi target pocket, baik target waktu atau target jumlah uang, jadi ada fitur Autosave dan no Autosave, berikut penjelasan singkat dari fitur Pocket Booster ini,

Target date savings

Untuk Autosave ini seperti dream saver kalau di Jenius, kita memilih berapa target jumlah saldo yang kita harapkan, kemudian hitung dalam berapa jumlah kontribusi yang harus ditabung, dan jatuh ditanggal berapa kontribusi tersebut dan berapa kali kontribusinya.

Non target date

Untuk yang No Autosave, nasabah bisa menabung sesuai dengan kapasitas, yang penting adalah target saldo yang sudah diatur sebelumnya.

Dan kerennya, target kita juga bisa ubah untuk menjadi Autosave (seperti gambar di atas), dan tentunya dihitung berapa lama dan berapa kali kontribusi yang harus dibayarkan seperti Autosave.

Locked Pocket

Fitur ini memberlakukan Pocket Savings seperti term deposit, dana kita yang dimasukkan di dalam Locked Pocket ini tidak dapat diakses, dan untuk bisa mengaksesnya, harus membatalkan program Locked Pocket, dan bunga yang seharusnya didapat diakhir periode dibatalkan juga.

Bunga yang didapat di Locked Pocket ini relatif bisa lebih tinggi dari Pocket Saving yang tanpa Booster, tapi ya tergantung jumlah dana, makin besar dana yang yang disimpan, makin besar juga imbal hasil yang didapat.

Uniknya, Locked Pocket ini bisa dimulai dari Rp 100.000, jauh berbeda dengan Term Deposit dari bank lain, yang bisa dimulai dari 3jt - 10jt untuk membuka Term Deposit.

Apakah cukup Jagoan untuk kebutuhan sehari-hari?

Bisa dibilang iya, bank Jago Jagoan, saat ini saya cukup puas dengan fitur yang ada di aplikasi bank Jago, untuk beberapa orang yang tidak terbiasa dengan Jenius akan membutuhkan waktu untuk mempelajari dan menyesuaikan diri dengan fitur-fitur yang ada, disadari atau tidak, ada beberapa fitur yang bisa dibilang sedikit mirip dengan Jago.

Untuk sisi bunga, memang agak lebih besar dari Digibank tabungan Maxi (3.5% vs 3%), saat ini saya menggunakan Digibank untuk dana yang tidak diakses setiap waktu, keuntungan Digibank adalah gratis transfer, tidak ada batasan, setidaknya sampai saat ini.

Dan sepertinya saya cukup percaya diri untuk memindahkan dana yang ada di Jenius ke Jago ini, dan juga memindahkan beberapa tagihan layanan (netflix, spotify dll) ke Jago, dan coba lihat ke depannya bagaimana.

Baca: Mengenal fitur TMRW by UOB lebih dalam

Untuk menyimpan dana yang lebih besar dan tabungan dengan bunga tinggi, saya tetap memilih TMRW by UOB, karena masih menawarkan bunga 4% p.a sejauh ini, TMRW by UOB masih yang lebih besar, tanpa ada syarat atau Booster.

Update

Kartu debit Visa tidak bisa langsung dipakai untuk keperluan pembayaran layanan langganan-langganan dari luar seperti Netflix, Spotify dan lain-lain, karena secara default, kartu debit Visa bank Jago awalnya tidak disetting untuk pembayaran luar negeri, untuk bisa melakukan itu, silakan ubah settingan dari Pocket dengan cara,

Pocket > Pada “Linked Card”, pilih kartunya > Settings > Aktifkan “International Payment”

Dan kalau sudah diaktifkan, akan menjadi seperti ini.

Untuk yang menggunakan bahasa Indonesia, bisa melakukan langkah yang sama.




Related Posts