← back to home

Inovasi atau tertinggal



Photo by Tanjir Ahmed Chowdhury via Unsplash

Teknologi dan inovasi saat ini sangat maju di dunia finansial, aplikasi-aplikasi finansial yang menggunakan teknologi sebagai fokus utama, sering disebut Teknologi Finansial (TekFin) atau Financial Technology (FinTech), banyak bermunculan saat ini, terutama ketika pandemi melanda dunia, perusahaan finansial ini telah menjadi perusahaan teknologi dengan sadar atau tidak.

Baca: Keuntungan menggunakan bank digital

Saya menggunakan aplikasi-aplikasi TekFin dihampir semua kebutuhan finansial, dari mulai perbankan, investasi, bahkan untuk membeli token listrik di rumah, semua dimudahkan dengan teknologi yang dihadapkan dihadapan kita.

Sekarang ini kita bisa dengan mudah membeli produk reksa dana, membeli saham, membuka deposito, cukup dengan menggunakan handphone kita.

baca: Index Investing (investasi Pasif)

Inovasi-inovasi ini juga sangat membantu untuk menjangkau penggunanya menjadi lebih luas, yang sebelumnya misalkan hanya bisa dilakukan melalui kantor cabang, atau harus bertemu dengan agen dari institusi, menjadi tatap muka online yang bisa dibilang, bisa dilakukan dimana saja di belahan indonesia ini.

Baca: Pilih mana? investasi dengan obligasi langsung atau membeli reksa dana pendapatan tetap?

Dengan sistem online pengecekan identitas ke dukcapil, bisa melakukan verifikasi data dengan cepat, dan ditambah dengan melakukan ekyc melalui video call, menjadikan proses lebih cepat lagi, misalkan ketika saya membuka tabungan bank Jago, semua selesai dalam waktu kurang dari 10 menit, hal ini tidak bisa dilakukan zaman dulu.

Baca: Mencari dan berinvestasi di produk reksa dana yang kinerjanya bagus

Tapi, ada saja yang masih belum bisa mengikuti roda zaman, masih terkungkung dengan teknologi yang ada, kurang inovasi, dan berharap hanya dengan pengguna yang sudah ada didalam sistemnya, masih ada bank yang tidak bisa melakukan inovasi, masih ada agen investasi yang mengharuskan penggunanya datang ke kantor cabang.

aplikasi investasi

Tangkapan layar di atas contoh dari bentuk kurangnya inovasi disatu institusi perbankan yang menyediakan layanan investasi, meski sebenarnya bisa saja melakukan verifikasi dan juga pencocokan SID dari penggunanya hal ini bisa dihindari, pengguna bisa langsung menggunakan aplikasinya untuk melakukan investasi, di sini kebetulan produk reksa dana, nasabah harus datang ke cabang bank tersebut untuk melakukan aktivasi, menghubungi relationship manager bukan pula pilihan, karena sering putus ditengah jalan ketika mencoba menghubungi nomor bank tersebut, dan lagipula harus bayar biaya telpon, belum juga melakukan investasi, tapi sudah ada “biaya investasi” yang harus kita keluarkan.

Baca: Ketika melihat grafik kinerja produk investasi reksa dana

Yang terkadang membuat saya terkejut, bank-bank BUMN banyak sekali melakukan inovasi saat ini, jauh sekali dari kinerjanya pada zaman dulu, dan berbeda dengan stigma yang melekat.

Kompetisi dan teknologi membuat banyak perusahaan melakukan banyak perbaikan, efisiensi, inovasi terhadap produk dan layanannya, dan pastinya yang tidak bisa inovasi akan ditinggalkan penggunanya.




Related Posts