← back to home

Menyimpan dana di deposito di bank-bank digital (dan online banking)



Photo by Tim Evans on Unsplash

Deposito, produk bank yang menawarkan imbal hasil yang lebih tinggi dari tabungan biasa, dengan bunga saat ini 4-6% (tergantung bank, prinsipal, dan tenor), dan juga menawarkan keamanan yang tinggi dibanding investasi lain, karena dana kita akan tetap bersifat likuid, terutama dengan perkembangan bank digital, kita bisa mengakses dana kapanpun dengan mencairkannya.

Meski ada bank digital yang tetap memberikan penalti jika dicairkan sebelum waktunya, atau ada yang tidak bisa dicairkan sama sekali sampai jatuh tempo.

Pada artikel sebelumnya saya pernah membahas dimana saja produk yang bisa digunakan untuk menyimpan dana kebutuhan finansial jangka pendek, deposito adalah salah satunya.

Jika dibandingkan dengan reksa dana pasar uang, secara rata-rat deposito cenderung “kalah” imbal hasilnya, tapi reksa dana pasar uang, meski bisa dicairkan (redemption), tapi ada waktu tunggu, setidaknya hari ini + 1 hari, dan ada beberapa produk yang tidak bisa dicairkan jika sudah masuk bukan hari kerja (atau jam kerja).

Untuk mengulang, deposito adalah sebuah produk tabungan dan investasi dari bank, dimana kita menyimpan sejumlah dana di bank tersebut, dengan jangka waktu yang disepakati, biasanya 1, 3, 6, 12 bulan, atau lebih lama, bank-bank yang menawarkan deposito saat ini memang banyak, tapi tidak semua memiliki suku bunga tinggi, apalagi dengan suku bunga acuan Bank Indonesia yang kecil saat ini, tapi bisa melihat dari data yang ada di sini sebagai referensi.

Dengan menggunakan deposito, kita masih memiliki prinsipalnya ditambah dengan bunga yang didapatkan setiap bulannya atau diakhir masa penyimpanan, pajak bunga dari deposito ini berkisar 20%.

Di sini sering saya menuliskan mengenai bank digital dan bag, dan bank digital tersebut menawarkan juga produk deposito, di sini akan membahas beberapa deposito yang saya pernah coba di bank digital.

Jenius Maxi Saver

jenius

Di Jenius, produk depositonya dinamakan Maxi Saver, silakan baca review saya mengenai Jenius ini dan produk-produk di dalamnya.

Untuk membuka deposito di Maxi Saver, minimum dana yang disimpan adalah 10 juta, angka yang mungkin cukup besar jika dibandingkan dengan bank lain yang akan saya bahas juga di sini.

Untuk mendapatkan hasil maksimal, terutama di Jenius Maxi Saver, saya menyarankan untuk memilih AROPI (Auto-rollover principal and interest), artinya, prinsipal + bunga dijadikan prinsipal untuk rollover pada bulan berikutnya.

Untuk tenor, sama dengan bank-bank lain, hanya saja deposito di Jenius bisa di-terminate kapan saja (minimum +1 dari hari dibuat bilyet), tapi jika diterminate, kita tidak mendapatkan apapun selain prinsipal.

Digibank

Untuk produk deposito di digibank dari DBS ini, minimum dana yang disimpan adalah 1 juta, lebih kecil dari yang Jenius syaratkan, dan minimum tenor 1 bulan, artinya kita tidak dapat mencairkan dana kita untuk sebulan kedepan, tidak seperti Jenius yang bisa dicairkan kapanpun (syarat ketentuan berlaku).

OCBC NISP

OCBC NISP Meski OCBC NISP ONe Mobile tidak murni digital, tapi dengan kemudahan akses melalui aplikasi, nasabah bisa dengan mudah melihat dana dan melakukan aktivitas lainnya.

Untuk penyimpanan deposito di OCBC NISP ini, minimum penyimpanan dana sebesar 8 juta, dan tenor 1, 3, 6 dan 12 bulan, sama seperti Digibank, nasabah tidak bisa mencairkan dananya sebelum jatuh tempo (maturity date).

OCBC NISP menawarkan deposito selain dalam bentuk rupiah, bisa dengan valuta asing.

Notable Mention

TMRW By UOB

Meski TMRW by UOB ini belum menawarkan produk deposito, tapi TMRW, menawarkan fitur City of Tomorrow, dengan bunga sebesar 4%, sama seperti yang ditawarkan FlexiSaver dari Jenius.

D-Save Danamon (D-Bank)

Jika memiliki akun D-Bank, bisa membuka Time Deposit dengan dana minimum 8 juta (tentunya dengan bunga yang berbeda jika menyimpan lebih besar), nasabah bisa membuka D-Save ini melalui aplikasi D-Bank.

Untuk fitur D-Save dan D-Save plus, nasabah bisa mendapatkan bunga yang lebih tinggi dari tabungan konvensional bank Danamon.


Tags: ngaturduit, personal finance, literasi finansial, investasi, keuangan, menabung, deposito, emergency fund, dana darurat

Related Posts