← back to home

Bank konvensional vs Bank digital



Photo by Floriane Vita on Unsplash

Sebagai alat masyarakat untuk menabung dan melakukan transaksi keuangan, Bank merupakan wadah yang dibutuhkan oleh masyarakat dari berbagai penjuru di dunia. Umumnya masyakat memilih menaruh uangnya melalui bank sehingga mengurangi risiko kehilangan, pencurian maupun hal-hal yang tidak diinginkan.

Pemanfaatan bank sendiri sudah diterapkan masyarakat sejak beberapa dekade. Meski demikian, perkembangan dan transformasi digital turut mempengaruhi aspek finansial sehingga bank sekalipun turut mendapatkan pengaruh. Sebagai wujud perkembangan teknologi, bank melakukan inovasi dalam wujud bank digital, hal ini dianggap dapat memberikan kemudahan sehingga masyarakat dapat melakukan berbagai transaksi dimanapun dan kapanpun.

Namun perlu disadari bahwa beberapa aktivitas keuangan tetap harus dilakukan ke bank secara langsung, seperti masalah pergantian kartu, setor-tarik tunai, dan lain semacamnya.

Baca: Menabung dan Investasi

Secara umum bank terbagi atas dua kategori, yaitu bank konvensional dan bank digital. Namun mana yang lebih baik? Berikut disajikan perbandingan dan perbedaan antara Bank Digital dengan Bank Konvensional beserta contoh.

BANK

Bank merupakan sebuah media masyarakat untuk menyimpankan uang hasil kerja keras mereka. Biasanya masyarakat menggunakan bank sebagai tempat penyimpanan uang sehingga sewaktu mereka membutuhkan uang, mereka bisa langsung melakukan penarikan tunai di bank.

Bank sendiri memiliki tanggung jawab untuk menjaga keamanan uang milik nasabah mereka. Untuk memaksimalkan perputaran uang serta meningkatkan kepercayaan masyarakat, bank memiliki berbagai regulasi sehingga dapat menguntungkan kedua belah pihak. Salah satu regulasi yang diberikan adalah akan memberikan bunga setiap bulannya, meski demikian nasabah akan mendapatkan potongan biaya admin sebagai bentuk kompensasi bank untuk menjaga uang mereka.

Sebelum memutuskan untuk menabung dan memanfaatkan fitur transaksi di bank, kita biasanya akan diminta membuat akun atau membuka rekening bank. Tujuan dari pembukaan rekening adalah dapat membantu kita untuk mengecek dan memantau aktivitas keuangan kita sehingga dapat membantu sewaktu data tersebut dibutuhkan. Selain itu bank juga digunakan sebagai identitas pemilik rekening mereka.

BANK KONVENSIONAL

Bank konvensional merupakan sebuah wadah untuk menabung uang dimana bank akan memberikan jasa untuk menjaga uang berdasarkan ketentuan yang diberikan.

Bank konvensional ini biasanya dapat dilihat secara fisik. Mereka memiliki kantor yang terdiri atas kantor pusat dan kantor cabang, serta memiliki karyawan seperti costumer service dan teller yang akan membantu kita dalam melakukan transaksi langsung dengan kita untuk melakukan berbagai aktivitas keuangan, kita perlu menuju kantor cabang atau kantor pusat kemudian menyebutkan aktivitas keuangan jenis apa yang kita perlukan. Setelah kita menyebutkan keperluan kita di kantor bank tersebut, karyawan akan memproses dan membantu menjalankan apa keperluan kita.

Di Indonesia sendiri, bank konvensional cenderung beragam, terdapat bank berskala daerah maupun nasional, berasal dari pemerintah maupun swasta, bersifat umum maupun syariah. Berikut adalah beberapa contoh bank di Indonesia yang menerapkan bank konvensional, yakni BCA, Mandiri, BNI, BRI, Maybank, DBS, Bank DKI, Bank Riau Kepri, dan masih banyak lagi.

BANK DIGITAL

Bank digital merupakan bank yang hanya dimiliki apabila kita memiliki teknologi berbasis internet. Biasanya bank digital dibentuk dalam sebuah sistem sehingga kita bisa melakukan transaksi tanpa bantuan karyawan perusahaan atau harus menghampiri toko secara langsung.

Baca: Bank Jago lebih jauh: Savings & Spending Pockets

Biasanya bank konvensional telah membangun inovasi untuk membuat bank digital sehingga kita tidak perlu pergi ke kantor cabang dan hanya perlu menggunakan smartphone. Adapun beberapa contoh bank digital seperti BRIMo, Blu by BCA Digital, Jenius, TMRW by UOB, Jago, hal ini didukung juga oleh aplikasi Fintech, misalkan, e-wallet seperti ShopeePay, GoPay, dan lain sebagainya.

PERBEDAAN BANK KONVENSIONAL DAN BANK DIGITAL

Dikutip dari Investbro.id berikut perbedaan Bank Digital dan Bank Konvensional

1. WUJUD

Secara wujud, bank konvensional biasanya perlu melakukan interaksi langsung terhadap petugas dan karaywan bank. Biasanya kita harus menemuinya di kantor cabang maupun pergi ke ATM. Sementara bank digital akan melakukan transaksi secara daring. kita hanya perlu menggunakan smartphone untuk bertransaksi dimanapun dan kapanpun.

Biasanya bank digital hanya menggunakan sistem sehingga tidak ada interaksi saat melakukan transaksi.

2. BENTUK TRANSAKSI

Ketika kita memutuskan untuk menggunakan bank konvensional, maka kita bisa melakukan berbagai transaksi, baik setor-tarik, melihat mutasi rekening, mengecek saldo, penukaran uang, transfer, konsultasi dengan costumer service, meminta bantuan teller, serta melihat mata uang asing.

Sementara bila kita menggunakan bank digital, kita akan memiliki akses transaksi yang lebih terbatas, diantaranya transfer, mengecek saldo, dan melihat mutasi rekening pada periode tertentu saja.

3. PROSES

Dalam proses menggunakan bank digital dan konvensional, mereka memiliki perbedaan penggunaan waktu dan tenaga. Proses penggunaan bank konvensional cenderung lebih lama dibanding bank digital. Hal ini disebabkan kita harus mengantre, berkonsultasi pada costumer service, dan melakukan perjalanan ke kantor cabang sehingga memakan waktu dan tenaga yang lebih besar. Sedangkan bila kita memilih menggunakan bank digital, proses transaksi akan cepat.

Mereka menggunakan sistem pada ponsel pintar kita sehingga mampu melakukan aktivitas finansial dalam waktu singkat bahkan kurang dari 10 detik.

AKHIR KATA

Kebutuhan masyarakat menabung membuat bank menjadi salah satu aspek penting dalam hal finansial. Semakin majunya perkembangan zaman membuat bank mengeluarkan inovasi dalam wujud produk yang ada di bank konvensional maupun bank digital. Kedua bank tersebut memang memiliki perbedaan, tapi masing-masing memiliki kelebihan tersendiri, dan semua jenis bank pastinya diawasi, diatur oleh badan keuangan seperti OJK dan Bank Indonesia.

Setiap bank memiliki karakteristik sendiri, tema sendiri, dan terkadang memiliki fokus terhadap nasabah yang berbeda, tetapi semua memiliki kesamaan, yaitu menjaga dan mengatur uang kita, semua fitur, fasilitas yang disediakan bank, selain menjadi produk bank, juga bisa menjadi kelebihan mereka masing-masing.

Tinggal kita sebagai konsumen, nasabah, yang perlu menyesuaikan kebutuhan dan kemampuan finansial kita, sehingga bank bisa memberikan dampak positif terhadap aktivitas finansial dan juga masa depan kita.




Related Posts