← back to home

Memilih Manajer Investasi untuk produk reksa dana dan ETF



Photo by Florian Rieder on Unsplash

Kalau kita memiliki investasi dengan produk reksa dana atau ETF, produk tersebut dibuat oleh manajer investasi, baik produk reksa dana yang konvensional secara aset didalamnya berupa pasar uang, obligasi, saham atau campuran dan juga untuk produk ETF yang basis properti, obligasi, dan saham. Untuk daftar manajer investasi bisa dilihat di sini.

Baca: Cara memilih broker

Manajer investasi ketika membuat produk reksa dana atau ETF, akan membuat kontrak investasi kolektif, dan juga bekerjasama dengan bank yang akan menjadi Kustodian, tempat uang nasabah dikumpulkan, untuk ETF dan reksa dana ada perbedaan dalam cara pembelian aset efeknya, dikesempatan akan dibahas lebih jauh.

Manajer investasi yang ada saat ini, baik dari dalam negeri atau luar negeri yang memiliki izin usaha di sini lumayan banyak, dan hasilnya produk-produk pun menjadi banyak juga.

Ketika memilih manajer investasi, saya sendiri memiliki beberapa kriteria, hasil dari trial and error, dan belum optimal, tapi setidaknya menjadi tahap awal penyaringan sebagai bahan pertimbangan.

Eksistensi

Kita tidak maukan beli produk dari perusahaan yang kita tidak ketahui, atau perusahaan yang tidak berfokus pada dunia investasi, belum ada track recordnya.

Baca: Blog finansial dan investasi di Indonesia yang layak untuk diikuti

Tidak menutup kemungkinan memang perusahaan yang baru, sudah bisa memberikan imbal hasil yang tinggi, tapi ini ujungnya gambling juga, dan perasaan deg-degan apa uang kita akan berkembang, atau apakah bisa balik kalo produk yang dibuat ini dibubarkan oleh manajer investasi sendiri atau bahkan oleh regulator, lebih serem.

Untuk saya sendiri, membeli produk dari manajer investasi yang lumayan dikenal, setidaknya dengan informasi ini, setidaknya saya percaya diri, manajer investasi seperti misalkan BNI-AM, Bahana (disclosure: saya punya produk dari 2 MI ini, tapi tidak dalam posisi endorse produk).

Produk yang dijual

Produk apa saja yang dijual, dibuat oleh manajer investasi ini, apakah produknya menarik, atau memungkinkan untuk kita mendapatkan imbal hasil yang diharapkan sesuai dengan jangka waktu kita?

Baca: Memilih saham dengan ‘mencontek’, Reksa dana/ETF dari manajer investasi

Mekanisme pembelian dan penjualan produk seperti apa, apakah mudah mengaksesnya, dari channel apa saja produk ini bisa dibeli, kemudahan-kemudahan tersebut biasanya dicari supaya tidak terlalu banyak proses yang terjadi.

Edukasi terhadap nasabah

Ini mungkin lebih ke preferensi pribadi, saya lebih suka dengan manajer investasi yang memiliki misi juga untuk melakukan edukasi terhadap investornya, atau malah bukan investor dari produk manajer investasi tersebut, tapi untuk khalayak.

Adanya edukasi ini, memiliki impresi bahwa manajer investasi ini mementingkan pendidikan untuk investor, jadi tidak hanya menjual produknya saja mencari untung.

Aset yang dimiliki

Dari produk-produk yang dijual, produk tersebut memiliki berapa besar aset yang dimiliki? biasanya MI untuk yang memiliki aset kelola yang besar memiliki pengaruh besar di pasar, bisa menjadi market maker, dan juga memiliki faktor psikis, banyak orang yang percayakan dananya ke MI ini.

Baca: Cara menganalisa produk reksa dana

Aktif

Manajer investasi aktif dalam melakukan komunikasi, edukasi dan sering meng-update website-nya, atau mungkin memiliki media sosial, menandakan bahwa ada manusia dibalik aktivitas pasar, investasi.

Baca: 7 Aplikasi yang bisa digunakan untuk investasi saham, etf, reksa dana, obligasi atau produk investasi efek lainnya

Kinerja

Ini tentunya sangat penting, kinerja dari produk yang dimiliki oleh manajer investasi tersebut, dari rangkaian produk yang dimiliki, berapa kinerja dalam 6 bulan, setahun, atau jika produk tersebut sudah lama, jangka 5 -10 tahun.

Baca: Ketika melihat grafik kinerja produk investasi reksa dana

Dan apakah kinerja tersebut bisa kita selaraskan dengan jangka waktu yang kita miliki dalam investasi?

Kinerja yang bagus bisa menjadi sinyal untuk investor dalam proses pemilihan.

Baca: Mencari dan berinvestasi di produk reksa dana yang kinerjanya bagus

Dan pandemi ini bisa menjadi salah satu faktor penyaringan, manajer investasi mana yang terkena paling minim dampaknya, serta tahu dan bisa mengambil momentum krisis akibat pandemi menjadi momen untuk membeli aset yang sedang turun, tandanya MI ini memiliki money management dan strategi yang bagus.

Fee

Tidak akan lepas dari ini, fee ini akan menempel ke produk yang dijual, MI harus mendapatkan uang untuk bisa terus menjalankan bisnisnya, salah satunya dari fee yang dibayarkan, fee ini biasanya annual dan ada juga yang menerapkan aturan fee pertransaksi yang dilakukan, baik jual atau beli.

Baca: Biaya transaksi jual dan beli saham (fee sekuritas dan lainnya)

Anjuran paling mudah, tentunya cari yang fee-nya tidak terlalu besar, saya sendiri menerapkan, tidak mau beli produk yang fee-nya di atas 2%.




Related Posts