← back to home

Hubungan pola asuh terhadap perilaku keuangan



Photo by Rowan Heuvel on Unsplash

Topik yang memang agak berat menurut saya, karena pola asuh atau pola didik bisa jadi salah satu faktor bagaimana kita memandang uang saat ini, cara bagaimana kita memandang uang mempengaruhi hubungan kita dengan uang, bisa jadi lebih baik, atau lebih buruk, banyak terjadi masalah pada keuangan karena buruknya pandangan dan hubungan dengan uang.

Sedikit latar belakang, saya sendiri tidak jago dalam mengatur uang, belajar sambil melakukannya, datang dari keluarga yang memang pas-pasan, cukup seadanya, tidak bisa lebih apalagi mewah, dan hal ini tentu mempengaruhi pandangan saya terhadap uang.

Begitupun dengan orang lain, yang pastinya memiliki latar belakang lain yang berbeda, lingkungan, seperti misalkan bagaimana orang tuanya memandang, memperlakukan uang, kemungkinan besar, karena anak sifatnya meniru, akan memiliki pandangan yang hampir sama dengan orang tuanya, atau orang di sekitarnya.

Jika dibesarkan dikeluarga yang memiliki pandangan sempit tentang uang, bisa jadi akan mewarisi pandangan yang sempit juga tentang uang, jika dibesarkan memandang tabu ketika membahas uang, maka akan selalu begitu juga.

Jika selalu memiliki pola pikir mental miskin, maka akan mewarisi pola pikir mental miskin juga, jangan salah, miskin di sini bukan arti sebenarnya miskin, yang menurut definisi bahasa, orang yang memiliki banyak kekuarangan dari sisi harta, pendapatan, sehingga untuk kebutuhan sehari-hari-pun sulit.

Pola pikir, perilaku dan mental miskin di sini, meski orang tersebut yang memiliki uang atau harta, tetapi selalu merasa tidak mampu, tidak akan bisa meraih dan tidak akan bisa mendapatkan apa yang diinginkan, selalu ada yang berbicara di kepala “kamu kan … mana mungkin kamu bisa mendapatkan …”, isi titik-titik itu sendiri, hal ini terus menerus berputar di kepala, sehingga mental menjadi jatuh, rendah diri, memarginalkan diri sendiri, dan memiliki kecenderungan menyalahkan orang lain atas keadaan “buruk” yang terjadi kepadanya

Dan banyak hal lain yang bisa terjadi dalam pola asuh yang bisa menjadi pola pikir (mindset), yang bisa juga ikut mewarisi itu ke keturunan sesudah kita.

Adakah cara mengubahnya?

Mindset-mindset ini sebenarnya diciptakan, baik oleh diri sendiri atau lingkungan kita, menurut penelitian, hal tersebut bisa diubah, tentunya dibutuhkan kerja keras untuk mengenali dan memahami mindset-mindset tersebut ada di dalam diri kita sendiri, dan jika ada, akui itu semua, jangan menyangkalnya, apalagi sampai mengesampingkannya.

Selain mengenali dan mencoba mengubahnya, ada referensi-rerefensi yang bisa dijadikan bacaan untuk menambah ilmu, untuk bisa jadi lebih tahu diri kita sendiri dan juga untuk motivasi diri sendiri.

Buku-buku rekomendasi yang menarik diexplore,

  1. Rich Dad, Poor Dad
  2. The 7 Habits of Highly Effective People
  3. Keuangan Berbasis Perilaku (review saya tentang buku itu).

Dan masih banyak lagi buku-buku yang lain yang bisa dijadikan pegangan.

Hal kecil yang bisa dilakukan saat ini,

  1. Apa yang hendak dicapai dalam sisi finansial (ingat, bukan barang ya!) dalam waktu dekat/panjang?
  2. Kenali diri sendiri ketika mendengar kata uang.
  3. Memulai pola pikir positif terhadap uang
  4. Akui dan belajar dari kesalahan-kesalahan keuangan jika ada.

Jangan takut, jangan berdiam diri, kendalikan pikiran dan juga mengendalikan kehidupan finansial kita sendiri.


Tags: ngaturduit, personal finance, literasi finansial, pola pikir

Related Posts