← back to home

DCA vs Serok bawah dan faktor keberuntungan dalam investasi saham



Mauricio Artieda on Unsplash

Artikel ini dipublikasikan tahun 2019 ini, meski dalam hitungan waktu di internet itu kayak udah lama banget, tapi masih tetap berlaku, keuntungan melakukan investasi lump sum disaat tepat vs dengan dollar cost averaging (DCA), spoiler, masih tetap menang DCA dalam hal imbal hasil dalam jangka panjang.

Baca: Dollar Cost Averaging, investasi dengan mencicil

Meski ini membahas pasar yang ada di Amerika, tapi secara umum ini bisa diterapkan dan dijadikan pelajaram di pasar bursa indonesia.

Selain karena untuk bisa menebak saat yang tepat untuk membeli itu hal yang mustahil, belum lagi ketika terjadi crash di pasar, emosional sebagai investor, kita tidak akan selalu bisa berpikir jernih, dan mungkin berpikir untuk bermain aman, dan akan selalu pegang cash, karena takut dengan pasar yang sedang merah.

Baca: Mencoba menebak arah pasar

Masih di blog yang sama, keberuntungan memiliki peran penting dalam hal kinerja dan imbal hasil yang didapat oleh investor, dan tahun kapan lahir dari investor menjadi salah satu faktor, “Bad Investment Results? Your Birth Year May Be to Blame”.

Kalau dikaitkan dengan pasar indonesia, misalkan ada investor yang lahir tahun 70an dan tahun 90an, untuk yang tahun 70an, tentu mengalami krisis moneter tahun 98, dan jika investor tersebut sudah investasi sebelum krisis, dan akan melihat investasinya turun tajam, sedangkan investor lahir tahun 90an, tidak mengalami hal tersebut, karena belum umurnya, dan bisa menjadi investor tahun 2000an, meski ada crash tahun 2008, tidak sampai membuat krisis seperti tahun 98, dan crash covid hanya sebentar, karena tidak lama, pasar kembali naik.

Baca: Membuat ruang untuk kesalahan, dan mempersiapkan ruang untuk keuntungan

Yang memiliki uang dingin pada bulan maret, dan memutuskan untuk mengambil risiko dengan menginvestasikan dananya, tentu akan mendapatkan imbal hasil yang besar, bisa dilihat dari website yang menyediakan data saham, dan lihat imbal hasil dari saham-saham yang besar saat ini, misalkan Jago ($ARTO).

Baca:

Karena tidak ada yang bisa menebak waktu yang tepat untuk investasi, untuk membeli saham yang nantinya memiliki potensi naik yang tinggi adalah hal yang mustahil, jika memiliki ketenangan dan tentunya memiliki dana yang bisa digunakan untuk investasi secara konsisten, baik saat pasar sedang jatuh (atau naik), dengan metode DCA semua itu bisa, karena kita sudah menyisihkan dana untuk keadaan apapun tanpa melihat keadaan pasar, hal ini membuat kita bisa terus konsisten menambah investasi kita.




Related Posts