← back to home

Kelebihan, kekurangan dan pelajaran yang saya dapatkan dengan memiliki lebih dari satu akun sekuritas



Rafał Naczyński on Unsplash

Memiliki lebih dari satu akun sekuritas di perusahaan sekuritas yang berbeda, apakah boleh? tentu saja boleh, tidak ada aturan yang melarangnya, dan kita tetap menggunakan SID (Single Investor Identity) yang sama, meski berbeda sekuritas, karena Single Investor Identity ini semacam KTP-nya bagi para investor.

Apakah saya memiliki akun lebih dari satu? yak, saya memiliki lebih dari satu akun sekuritas, dan tentunya menggunakan lebih dari satu aplikasi sekuritas.

Baca: Mengenal apa itu SID, RDN, SRE, AKSes

Tujuan memiliki akun yang berbeda di sekuritas berbeda, karena saya memang memiliki tujuan yang berbeda untuk setiap akun sekuritas, satu akun sekuritas memang difokuskan dalam investasi jangka panjang, sedangkan yang satu lagi untuk riset, membuktikan satu teori misalkan, jangka menengah, jangka pendek, atau hanya untuk having fun aja.

Baca: Memulai investasi saham?

Tapi dengan disiplin tentunya, seperti akun sekuritas having fun ini hanya diisi dengan uang dingin, dingin banget malah, tidak akan ada kebutuhan akan uang ini malah dalam waktu dekat/panjang, dan jangan sampai terbawa suasana trading, saking keasyikan trading malah mengorbankan akun yang lain untuk tujuan jangka panjang, atau yang lebih parah, menggunakan dana darurat.

Di akun having fun ini, kalo misalkan mendapatkan untung, bisalah untungnya itu ditabungkan ke akun serius dengan beli saham untuk jangka panjang, atau instrumen investasi lain seperti reksa dana, index.

Baca: Investasi di saham? daftar sekuritas-sekuritas yang bisa dijadikan rujukan informasi, signal dan referensi untuk investor

Memahami diri sendiri

Saya banyak belajar dari kegiatan memiliki akun sekuritas berbeda-beda ini, yang paling besar saya pelajari adalah diri saya sendiri, ketika dihadapkan dengan portofolio yang naik, turun, ketika turun timbul semacam rasa sedih, kepikiran terus dan malah jadi bad mood seharian, terus kalo lagi naik perasaan berbunga-bunga, ada perasaan rakus, penyesalan kenapa ga naro uang gede di saham yang naik tersebut, dan perasaan lainnya.

Di sini saya melihat dan merasakan sendiri psikologi keuangan yang sering dijabarkan para ahli, dari mulai herding effect, endowment, anchoring, overconfident dan cognitive bias/fallacy/error lainnya yang memang terjadi secara nyata, meski terkadang saya sadari setelah kejadian.

Baca: Buku Keuangan Berbasis Perilaku

Kekurangan (atau pelajaran?)

Kekurangan/pelajaran yang saya rasakan/pelajari dengan memiliki akun sekuritas lebih dari satu, ya tentunya pusing, pusing dalam mengambil keputusan emiten mana yang hendak dibeli, ditambah posisi, diatur posisi, bisa terkadang salah eksekusi, tertukar antar akun sekuritas, meski hal ini seiring waktu akan hilang (kecuali pusing mengambil keputusan) karena sudah terbiasa dan makin mahir dalam mengoperasikan aplikasinya, sedangkan untuk psikologi keuangan, meski punya 1 akun sekuritas tetap akan selalu ada.

Juga ketika memiliki akun sekuritas lebih dari satu, kita bisa menjadi tidak fokus, mungkin terkadang tertukar juga antara satu akun dengan akun lainnya yang memiliki tujuan yang berbeda.

Baca: Biaya transaksi jual dan beli saham (fee sekuritas dan lainnya)

Hal lain yang juga saya rasakan adalah perasaan rugi, sedih, menyesal, rakus, takut, hal ini bisa mempengaruhi keadaan pikiran investor, dan mungkin bisa mempengaruhi kehidupannya, sudah banyak riset yang membuktikan hal ini.

Untuk menghindari hal-hal di atas, bisa melakukan dulu paper trading (akan dibahas diartikel nanti) agar tidak banyak yang dikorbankan, dan bisa juga dengan hanya membeli saham yang tergolong bluechip (memiliki kapitalisasi pasar yang besar).

Terlepas dari faktor fallacy/bias di atas, ada hal yang wajib harus selalu diingat dan diikuti, jangan serakah, selalu disiplin dalam melakukan investasi, jangan trading dengan menggunakan margin (meminjam dana dari sekuritas), jangan mengambil dana yang seharusnya untuk jangka panjang ke jangka pendek, jangan sampai berpikir “ah ini kalo untung bisa dibalikin ke akun satu”, jangan!, jangan mengorbankan dana darurat untuk trading, jangan!.

Baca: Hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum investasi saham

Banyak jangannya, ya? karena ini rambu keras yang harus dipatuhi jika tidak mau menyesal nantinya.

Kita bisa terlena dan malah menyabotase tujuan keuangan yang sudah direncanakan sebelumnya.




Related Posts