← back to home

Menjadi Do It Yourself (D.I.Y) Investor (Investor Swakarya?)



Photo by Sam Moqadam via Unsplash

Kali ini akan membahas mengenai DIY Investor atau dalam bahasa indonesia, sepertinya menjadi Investor Swakarya (/towel ivan lanin), definisi bebasnya adalah investor yang melakukan instrumentalisasi investasinya secara mandiri dengan pengetahuannya, bisa hasil riset dan percobaan, yang kemudian dieksekusi dalam bentuk produk-produk investasi yang dirasa cukup baik dan selaras dengan tujuan keuangan investor tersebut.

Dan sebenarnya, apa yang dibahas di seputar finansial hitungannya adalah perjalanan saya sebagai (DIY) Investor Swakarya.

Teknologi makin memudahkan DIY Investor dalam melakukan kegiatannya, dimulai dengan bank, karena secara fundamental, dunia perbankan adalah tulang punggung dari hampir semua kegiatan, tidak terkecuali dunia investasi, semuanya mengandalkan bank untuk melakukan kegiatannya.

Identitas Investor (SID)

Di Indonesia, setiap investor yang melakukan kegiatan investasi didalam dunia efek, akan mendapatkan semacam ktp-nya investor, dinamakan SID, Single Investor Identification, yang menjadi identitas kita ketika melakukan pembelian instrumen investasi, dari saham hingga obligasi, semuanya tercatat dan bisa kita monitor, silakan baca artikel tentang perkenalan SID, dan juga mengenai AKSes.

Baca: Mengenal apa itu SID, RDN, SRE, AKSes

Jika belum memiliki SID, cukup dengan mendaftar di salah satu instrumen, misalkan kita hendak membuka akun BIBIT, maka SID akan dibuat, jika sudah memiliki SID, maka BIBIT tinggal menggunakan SID kita sebagai referensi.

Digital banking

Sebagai investor swakarya, memiliki dan menggunakan bank digital sudah dirasa menjadi sangat perlu, terlebih dengan banyaknya fasilitas yang ditawarkan, dan terkadang ada yang menawarkan bunga yang tinggi atas dana yang kita simpan di bank tersebut.

Fasilitas lain tentunya fee admin yang rendah, atau bahkan gratis, baik bulanan, biaya transfer dan aktivitas perbankan lainnya, meski begitu, bank konvensional yang banyak digunakan untuk transaksi konsumsi tidak juga bisa kita lupakan, pastinya kita tidak bisa lepas menggunakan BCA atau Mandiri, karena biasanya 2 bank besar ini yang penetrasi ke pasar sangat luas, maka dari itu memisahkan akun bank konsumsi dan tabungan sangat penting.

Baca Juga

Instrumen investasi

Instrumen investasipun sekarang sangat mudah digapai, mau itu saham, reksa dana, peer to peer lending, obligasi, deposito, atau tabungan dengan bunga tinggi, (atau bahkan cryptocurrency), semua bisa dengan aplikasi, serba digital.

Reksa dana

Banyak penyedia jasa investasi reksa dana dalam bentuk aplikasi, ada yang memiliki produk reksa dana yang hitungannya lengkap, sampai dengan reksa dana yang hanya dikeluarkan oleh bank yang mengeluarkan aplikasi reksa dana tersebut.

Kalau disebutkan, yang saya sendiri pakai atau bebeapa yang sudah saya pelajari antara lain,

Aplikasi di atas termasuk dari beberapa yang sering banyak digunakan oleh DIY investor, karena kemudahan dalam registrasi dan juga mudah dalam melakukan transaksi, semua dilakukan didalam aplikasi.

Setelah melakukan investasi, pengguna dapat juga dengan mudah melihat informasi perkembangan investasinya di dalam aplikasi tersebut.

Saham

Pandemi covid-19 ini semakin mendorong hampir semua pelaku bisnis untuk transformasi ke digital, broker saham juga, sebelumnya, masih ada broker yang mengharuskan calon investor untuk bertemu dengan agen, atau harus mengumpulkan dokumen secara manual, dan sekarang hampir semua berbasis digital, beberapa aplikasi yang sudah bisa melakukan registrasi secara digital antara lain,

Dan untuk kita sebagai investor retail di saham, bisa langsung melakukan transaksi jual dan beli di bursa saham dalam genggaman tangan, semua didalam aplikasi saja, tinggal kita pantengin pasar, dan lakukan transaksi.


Baca Juga:


Obligasi

Obligasi atau surat utang pun sama, baik pasar perdana atau sekunder, kita tetap bisa melakukan transaksi dengan menggunakan aplikasi, antara lain dengan,

Sebagai DIY investor bisa melakukan transaksi pembelian atau penjualan obligasi didalam aplikasi tersebut.

Baca: Pilih mana? investasi dengan obligasi langsung atau membeli reksa dana pendapatan tetap?

Peer to peer

Investasi di peer to peer lending pun sama, semua dilakukan dengan aplkasi, misalkan dengan menggunakan KoinWorks, Investree, Asetku dan lainnya.

Dan mungkin beberapa aplikasi lain yang bisa digunakan oleh investor swakarya dalam membangun portofolionya.

Sebagai DIY Investor, kita terus belajar

Dengan menggunakan contoh-contoh di atas, baik instrumennya, maupun alatnya, aplikasinya, seseorang bisa dengan sangat mudah melakukan investasi, bisa sangat mudah membangun portofolionya, dia bisa dengan gampang menyusun Saham + reksa dana + deposito sebagai susunan instrumen investasi yang dia pilih, atau kombinasi lain yang dirasa cocok.

Sebagai investor swakarya, kita dituntut untuk bisa terus melakukan pembelajaran, melakukan riset, membaca artikel, dan pilah yang mana yang bisa cocok di kita, karena tidak semua cara atau artikel yang dibaca bisa cocok, karena ingat, ini adalah personal finance, sangat personal, seperti misalkan umur bisa menentukan jenis instrumen apa yang bisa digukan sesuai dengan umur yang relatif ke selera risiko yang bisa diambil.

Membaca artikel, mendengarkan podcast yang berhubungan dengan investasi, personal finance, bisa sangat membantu dan membuat kita lebih percaya diri dalam perjalanan kita sebagai Investor (termasuk membaca seputarfinansial.com tentunya 😉).




Related Posts